Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel Yang Mestinya Disajikan Secara Terbuka Oleh Para Petarung Dan Pemantau (1)

Saya khususkan tulisan ini untuk para operator JPTS dan Tim Arsid - Andre, untuk Tim Airin - Ben dan yang lain silahkan simak dan jadikan tulisan ini bagian dari ajakan masyarakat agar Anda semua memiliki keberanian untuk terbuka dengan hasil Pemungutan Suara Ulang Tangerang Selatan di Minggu 27 Februari 2011.

Sebagai Prolog berikut saya tuliskan singkat pengertian Quick Count dan Real Count

Quick Count :

  1. TIdak semua TPS dihitung, hanya sebagian aja sebagai sampel data, misal dari 2000 TPS yang diambil hanya dari 200 TPS
  2. Penyenggara biasanya lengkap dengan tim yang disebarkan ke semua sample TPS
  3. Harga sangat mahal berkisar ratusan juta sampai miliaran, karena sudah termasuk jasa honor utk SDM.
  4. Hasil cepat diketahui sekitar jam 2 siang, karena hanya sedikit data
  5. Hasil tentu tidak akurat 100% bahkan dibeberapa tempat bisa berbeda 180 derajat.
  6. Penyelenggara hanya melaporkan data total, tidak bisa data detail per TPS.

Real Count

  1. Target semua TPS dihitung, artinya data adalah 100% dari semua TPS, bukan sample
  2. Penyelenggara quick count hanya menyediakan software dan tim untuk jaga sistem, sedangkan tim untuk pengiriman data dikirim oleh saksi yang telah ada
  3. Harga jauh lebih murah karena penyelenggara tdk perlu menyiapkan dan membayar relawan di TPS-TPS
  4. Hasil 100% biasanya selesai malam hari, ini karena tidak semua saksi bisa kirim sms, ada yang telepon atau masalah sinyal hp di bberapa tempat
  5. Hasil lebih akurat karena data dari semua TPS.
  6. Bisa dicetak data per TPS, per kelurahan dan per kecamatan
  7. Cocok utk peserta pilkada atau KPU atau Help Desk Pemerintah Kabupaten/Kota atau bisa juga dari Kepolisian.

Dalam hal ini Quick Count sesuai untuk JPTS sedangkan Real Count untuk Tim Arsid - Andre, yang terpenting adalah kesiapan SDM masing-masing dari Titik Mana Data akan dikirimkan, baik secara Manual maupun via SMS.

Jumlah TPS di Pilkada Tangerang Selatan ada 1890 TPS, tersebar di 54 Kelurahan dari 7 Kecamatan, sehingga bila JPTS berkeinginan mengadakan Quick Count setidaknya harus memiliki relawan sejumlah 200 orang yang disebar, sedangkan bila Tim Arsid - Andre ingin mengadakan Real Count harus menyiapkan relawan sejumlah 1890 orang yang kredible.

Pekerjaan yang yang cukup menyita waktu, pikiran dan dana, namun bukan berarti tidak dapat dilakukan bila semangat itu masih dan makin membara untuk mengawal PSU kelak dari kemungkinan terjadinya selisih perhitungan suara.

Mengapa tim Arsid - Andre harus memilih metode Real Count?

Agar bila terjadi selisih perhiungan suara yang merugikan pihaknya hasil Real Count tersebut dapat sebagai bahan untuk melakukan gugatan ke MK, untuk itu bila akan mengunakan Real Count daftarkan secara resmi ke KPUD dan Panwaslu jauh hari sebelumnya. Dan siapkan semuanya dengan sesempurna mungkin.

Berlanjut ditulisan berikutnya tentang Software dan Identifikasi Saksi http://www.facebook.com/note.php?note_id=493181042342

:)

Jogja, ba'da dhuhur

27 Januari 2011

Notes : Tulisan ini diramu dari sumber yang cukup kredible dibidang ini dan akan saya tampillkan sourcenya bila PSU Tangsel sudah selesai.

Tulisan Terkait :



Real Count Adalah Tool Penting Di Pilkada Tangsel Yang Mestinya Disajikan Secara Terbuka Oleh Para Petarung Dan Pemantau (1)

Artikel Terkait :



Tidak ada komentar: