Airin-Benyamin Tak Mau Sosialisasi PSU, Merupakan Warning Bagi Partai Pengusung Untuk Tidak Malas Bekerja Untuknya

Bila sebelumnya saya pernah menulis "Jelang Pilkada Ulang Tangsel Para Partai Harus Bekerja Super Keras Bila Keberadaannya Ingin Tetap Diakui Rakyat" (http://tinyurl.com/Partai-Bekerja-Keras) yang intinya adalah bagaimana mereka seharusnya mengambil sikap terhadap keputusan MK yang membatalkan Pilkada kemarin. Lanjut mengusung atau meninggalkan adalah keputusan yang dilematis, antara loyal kepada janji atau menuruti akal dan nurani yang berontak, disini Partai diuji habis-habisan oleh keadaan.

Keputusan MK kemarin benar-benar membuat kondisi internal Partai goncang, Malu karena gagal mengusung, Galau karena harus tetap bertahan pada komit awal mengusung pasangan AB, sementara pula harus menjaga soliditas internal agar kadernya tidak menyeberang.

(Contoh perpecahan ditubuh Partai dapat dibaca di harian Tribun News edisi Senin, 20 Desember 2010, Empat DPC PAN Tarik Dukungan dari Airin, walau kemudian dibantah oleh Partai tersebut, http://www.tribunnews.com/2010/12/20/si-cantik-airin-tidak-lagi-didukung-empat-dpc-pan)

Berikut ada sedikit pernyataan yang menyiratkan gejolak internal Partai secara umum :

Orang Partai bilang mereka tidak ingin hanya demi kepentingan Pemilu Kada target pemilu 2014 dikorbankan. mereka tidak ingin terjadi perpecahan di internal mereka hanya gara-gara Pemilu Kada dan mereka akan Memecat Kadernya hanya karena Berbeda Pilihan dalam Pemilu kada.

Dari pernyataan tersebut pengertiannya adalah walau keputusan MK jelas tersurat pasangan yang mereka usung menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dibatalkannya Pilkada kemarin, para Partai harus tetap bertahan dengan keputusan awal untuk mengusung pasangan AB dan berjibaku hingga berdarah-darah di PSU 27 Feb 2011 kelak.

Dan kini Pihak Airin - Benyamin secara tegas akan memberdayakan Partai pengusungnya dan Tidak Mau Melakukan Sosialisasi, yang dianggapnya Rawan Kampanye Terselubung. (okezone 5 Jan 2011)

Berikut kutipannya yang saya pilah dalam 3 poin penting :

  1. Calon Wakil Wali Kota nomor urut empat Benyamin Davnie mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan sosialisasi PSU yang rawan dengan Kampanye Terselubung.
  2. "Kami tidak akan melakukan Sosialisasi PSU. Untuk itu, kami akan lebih meningkatkan Konsolidasi internal dengan sembilan Partai Pendukung dan Jaringan Pendukung Pasangan Airin-Benyamin. Kami yakin, dalam PSU nanti, suara kami akan lebih meningkat dari sebelumnya," ujar Benyamin.
  3. "Kami masih percaya dengan Kerja Mesin Partai Pendukung. Toh, kemenangan kami kemarin tidak bisa lepas dari Kerja Mesin partai yang sudah Maksimal. Untuk lebih memaksimalkan kinerja mesin partai, kami akan terus melakukan rapat konsolidasi internal"

Dari ketiga Poin tersebut saya membuat catatan sebagai berikut :

Poin 1 : Sosialisasi PSU Rawan Kampanye Terselubung

  • Kalau pihak AB meyakini hal itu, tentunya sudah sepatutnya mereka mendesak KPUD Tangsel untuk membuat aturan yang jelas tentang Pengertian Sosialisasi, sangat disayangkan waktu yang begitu longgar untuk sosialisasi tidak digunakan sebaik mungkin, sebuah kontradiksi antara tekad memenangkan PSU tanpa berkehendak memanfaatkan waktu sosialisasi yang bergitu longgar.
  • Tentunya pernyataan tersebut bukan hanya sekedar ungkapan basa-basi, yang pada realitanya justru praktek-praktek Kampanye Terselubung tetap akan dilakukan dengan memanfaatkan celah tiadanya regulasi yang jelas. (periksa notes "Surat Terbuka ke KPUD Tangsel")

Poin 2 : Meningkatkan Konsolidasi Internal Dengan Partai dan Jaringan Pendukung

  • Pernyataan penuh keyakinan bahwa kelak di PSU suara Pihak AB akan meningkat dengan Tajam adalah suatu Perintah yang harus dilaksanakan oleh Partai dan Jaringan Pendukung agar tidak mempermainkan pasangan no 4 tersebut. Dan kata-kata Meningkat dengan Tajam juga bermakna Pengakuan bahwa hasil Pilkada yang dibatalkan MK kemarin benar-benar Jeblok tak sepadan dengan Gebyar Kampanye yang konon sangat Systematis dan Taktis. Sehingga bila ada Petinggi/kader Partai yang merasa sudah cukup bekerja merupakan pembelaan diri tak bermakana apapun bagi pihak AB.
  • Tekanan itu berlaku pula bagi Jaringan Pendukung atau Simpatisan pro AB yang kinerja realnya dilapangan nyaris nol, ditambah dengan tiadanya kontrol yang memadai terhadap gerakan mereka di Facebook, yang maunya mengusung AB namun isi postingannya malah mencoreng muka Airin. Airin bukanlah sosok yang tidak paham dunia maya, dia paham benar bagaimana mencitrakan diri melalaui internet, namun apa lacur, simpatisannya sama sekali tidak menunjukkan kelasnya.

Poin 3 : Masih Percaya Kepada Partai dan Berharap Banyak

  • Kembali Benyamin memberi Penekanan kata Partai Sudah Bekerja Maksimal jelas-jelas merupakan bahasa Sindiran Tajam walau diucapkan dengan begitu datar. Bila 9 partai besar dengan 38 kursi melawan 4 Partai kecil dengan hanya 7 kursi di DPRD sejongkok-jongkoknya logika pasti yang besar akan memberikan kontribusi dulangan suara yang luar biasa. Bila Partai tidak segera menyadari sindiran tersebut, apa yang bisa diharap dari mereka.
  • Namun bisa jadi pula sebenarnya Partai tidak serius mengusung pasangan AB, hanya untuk formalitas, dan pada perjalanannya mereka menggunting pasangan tersebut, sehingga kontrak-kontrak politik diawal saat mengusung mereka tidak perlu dipertanggung jawabkan bila pasangan AB naik jadi Walikota.

Catatan : 9 (sembilan) tersebut adalah Partai Golkar, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, PKS, PAN, PDS, PKB, PPDI, PKPI, sedangkan Pihak Arsid–Andre diusung partai PPP, PBB, Hanura, Gerindra.

Dari semua poin tersebut dan catatan yang pernah saya buat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  1. Kendali pemenangan Pihak AB kiini berada ditangan Benyamin Davnie adalah momen penting baginya untuk menunjukkan Kemampuan dan Loyalitasnya kepada ARD, karena bagaimanapun juga Benyamin Davnie adalah PNS Kab. Tangerang yang direstui tampilnya oleh Bupati Ismet Iskandar bukanlah sekedar tampil apa adanya. (periksa notes "Makelar Politik di Pilkada Tangsel)
  2. Leadingnya Benyamin Davnie sekarang ini merupakan kemenangan awal strategi Bupati Tangerang terhadap Banten 1, sedangkan kemenangan puncaknya adalah siapapun pemenang PSU kelak, semuanya adalah orang-orang yang mendapat restu Sang Bupati, termasuk Arsid tentunya. Sebuah pertarungan strategi yang sangat cerdas dan tidak diduga sama sekali yang ujungnya adalah sang Bupati memiliki posisi kendali yang sangat kuat pada Pilgub kelak, apalagi bila kelak sang Bupati pro ke Wahidin.
  3. Bila pihak ARD, segera menyadari hal ini, dan semua adalah benar adanya, tak pelak lagi mandat pemenangan tersebut bisa jadi akan dibatasi, atau ARD maju sendiri lagi seperti yang sudah dilakukan pada Pilkada sebelumnya toh sebenarnya Popularitasnya sangat besar, apalagi bila Partai-partai mau memperbaiki kinerjanya jelang PSU kelak dan mampu memanfaatkan waktu sosialisasi yang belum beraturan main yang jelas. Jadikan Benyamin Davnie hanya sebagai pendamping yang dibatasi kontribusinya dalam pemenangan tersebut, sehingga tidak banyak hutang budi yang perlu dibalas.
  4. Selanjutnya adalah bagaimana memperkuat diri dengan merangkul dua pasangan lain yang diatas kertas tak akan mampu berkiprah banyak di PSU kelak, yaitu pasangan Yayat-Norodom dan Rodhiyah-Yasin. Daripada suara mereka terbuang percuma, mendingan jadikan mereka mesin politik yang ampuh untuk masuk kekantong-kantong suara yang pernah mereka menangi. Yang perlu dicermati adalah pasangan Yayat-Norodom, yang nota bene adalah juga orang Kab. Tangerang yang direstui sang Bupati saat nyalon Walikota, jangan sampai, Pihak ARD melakukan blunder politik dengan merangkul mereka. Namun apa boleh buat, kalau hal itu harus dilakukan untuk membantu dongkrakan suara semua celah harus ditutup. Perihal ini juga kemenangan Strategi Politik sang Bupati, untuk sementara lupakan dulu, toh tawar menawar dengan sang Bupati masih dapat dilakukan kelak.
  5. Perihal Sosialiasi yang Rawan kecurangan, sudah semestinya Pasangan AB yang paham Hukum dan Birokrasi mendesak KPUD Tangsel untuk segera menerbitkan aturan main yang jelas, bukan malah membiarkannya atau bahkan memanfaatkan celah tersebut untuk kepentingannya. Disini kepakaran pasangan AB benar-benar diuji dan diamati masyarakat Tangsel, bisa jadi dulangan simpatipun akan mengalir bila hal tersebut mereka lakukan. Jangan sampai setiap gerak sosialisasi dianggap kecurangan dengan bertumpuknya laporan kecurangan ke Panwaslui, dimana laporan tersebut akan kembali memberi celah kesempatan gugat kedua bagi pihak seberang. Serahkan saja kepada para Partai untuk mengurusnya hingga tuntas, itu salah satu cara untuk memberdayakan kerja mereka.
  6. Perihal Jaringan Pendukung, ada dua hal pokok yang perlu dicermati yaitu, Jaringan Pendukung yang menyentuh langsung ke akar rumput dan Jaringan Pendukung yang berjibaku melalui Media. Jaringan Pendukung melalui Akar Rumput potensi terbesar adanya di Partai-partai, bila para Partai benar-benar konsekwen dan penuh loyalitas menjalankannya bukanlah hal yang sulit bagi ARD untuk mempertahankan perolehan suara, sukur-sukur menambah suara.
  7. Sedangkan Jaringan Pendukung melalui Media walau cakupannya tidak seluas yang pertama, namun memiliki gengsi tersendiri karena menyentuh kelas masyarakat menengah atas. Bila jalur ini mampu digerakkan dengan jitu, dan ada tim pengendali yang selalu terus memantau perkembangan arus informasi terkait program-program yang ditawarkan, bukan hal yang muskil bila simpatisan-simpatisan baru akan bermunculan. Namun ada juga sisi negatifnya, yaitu apabila tim kendali informasi tersebut tidak mampu memfilter informasi yang mengarah kepada Black Campaign, yang kemudian dibumbui dengan tanggapan-tanggapan yang melupakan etika, norma dan konsekwensi hukum, semua bakal menjadi pukulan balik yang mengenaskan bagi keberadaan ARD sendiri baik kini maupun kelak.
  8. Disisi Partai saya hanya berharap, kalau memang ingin memenangkan pasangan AB, bekerjalah dengan benar, lupakan kenyataan bahwa pasangan yang diusung dianggap mencederai Pilkada kemarin. Buktikan saja para Kader Partai loyal terhadap Komitmen Partai, bikin regulasi internal diantara Partai pendukung bagaimana cara terbaik memanfaatkan waktu Sosialisasi yang ada, baik langsung ke Grass Root atau melalui Media informasi yang ada. Dan tentunya tegur pula para Kader Partai yang melakukan aksi-aksi yang tak pantas utamanya di Media Virtual yang tidak mencerminkan perilaku kader Partai yang layakdihormati.
  9. Bagi Lembaga/Instasi terkait Pilkada Tangsel, KPUD, Panwaslu, PNS dan Pemantau Independen, walau momen Pilkada ini hanya sesaat, namun bekasnya akan tertoreh Sepanjang Masa dalam menyongsong lahirnya si Anak Emas Kota Tangerang Selatan. Jadikanlah Karya Bakti Anda menjadi bagian Sejarah yang membanggakan bukan Aib yang Berkepanjangan.

Tulisan ini sangat subyektif sifatnya, sekiranya ada yang berkenan memberikan kritik yang lebih obyektif dipersilahkan, semua demi Kota Tangerang Selatan tempat kita tinggal dan berinterkasi satu sama lain hingga kelak.

Pamulang, jelang siang

Rabu 12 Januari 2011


Posting terkait :

Pemenang Pilkada Tangsel ?


FB-cahPamulang : Airin-Benyamin Tak Mau Sosialisasi PSU, Merupakan Warning Bagi Partai Pengusung Untuk Tidak Malas Bekerja Untuknya

Artikel Terkait :



Tidak ada komentar: