Ada Apa Gayus Bertemu Denny Indrayana di Kantor Staf Khusus SBY ?

Ada Apa Gayus Bertemu Denny Indrayana di Kantor Staf Khusus SBY ?

JAKARTA - Hari ini Rabu (19/1) kepada wartawan dalam jumpa pers Satgas Mafia Hukum di kantor UKP4 dibagikan transkrip percakapan Sekretaris Satgas Mafia Hukum Denny Indrayana dengan Gayus Tambunan, yang baru saja divonis 7 tahun dan denda Rp.300 juta. Pembaca www.PedomanNEWS.com dipersilakan memberikan penilaian sendiri terhadap isi transkrip percakapan di bawah ini:

Tempat : Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, HAM dan Pemberantasan KKN (Bina Graha)
Waktu : Rabu, 24 Maret 2010
Peserta : Gayus Tambunan, Denny Indrayana, Sigit, Rony


Denny
: Kalau aku pikir ente jangan ke media dulu. Tadi mikirnya apa, kalau ke media bareng kita. Tapi perlu dipikir lagi biar matang dulu. Arahnya kan minta perlinbdungan. Mungkin Satgas, KPK, LPSK itu bareng. Nah sementara itu aku usul advokatnya jangan yang main2, advokatnya Alex, Taufik Basari

Rony : Mereka kalau mas Denny yang minta mau. Kalau bisa secepatnya. Ke medianya nanti, tapi sekarang dah mulai underground gitu. Mas Gayus sering merasa dibuntutin?

Gayus : Nggak. Baru kali ini aja wartawan banyak banget

Rony : Nggak merasa karena gak tahu atau?

Gayus : Gak merasa dibuntutin

Denny : Bayanganku sih Satgas, KPK, LPSK duduk. Kita rumuskan langkah2nya apa. Tapi sementara dia, kalau dia udah diambil polisi saya kira, Begitu tahu ada panggilan, itu untuk yang pertama kedua kita masih bisa ngeles, kita ketemu dulu. Maksudku ngatur ini langkah2nya.

Gayus : Ada kemungkinan polisi ngambil saya? Gak takut saya saling buka-bukaan

Denny : Yah kau kan diajak koordinasi. Sama intel, kau akan dibilangi hei pura-pura yah cerita ini, jangan ungkit2 lah. Pasti itu donk. Kalau kau jawab ini, nanti kita atur supaya kau gak terlalu tersiksa. Pura2 konsepnya. Tapi lu di luar dihajarin pasti, media, masyarakat. Nah kalau Yus, dengan segala hormat yah, kalau posisimu, aku bukan dalam posisi sama dengan polisi. Kalau kamu ngambil posisi demi keamananmu trus kamu ngambil posisi kerjasamanya dengan kepolisian. Nah gue ngancemnya agak kenceng tuh bakalan

Gayus : Saya kan minta waktu untuk berpikir kan.Kalau saya ambil posisi itu kan saya gak bisa lagi anuin mas Denny tapi yah udah lah menurut peran masing2

Denny : Iya, tapi akhirnya gak mungkin, gak mungkin gue kendor kan. Yah gue paham posisimu jadi dilematis

Gayus : Tapi jangan blow up, saya yang bongkar itu

Sigit : Takutnya kalau beberapa waktu ini media terus menyebut Gayus, nanti kan ada tindakan kan

Denny : Tadi sudah disampaikan akan ada upaya untuk diperiksa ulang
Perlu bilang ke Bibit-Chandra ini Gayus mau bilang (mau buka) n kita tidak bisa biarkan bertarung sendirian. Harus di back up, kalau kita tidak bisa back up dia yah

Rony : Makanya mas Gayus harus cepat memutuskan saya pikir. Begitu iya, langkah lanjutan harus. Setelah ada itu kalau emang oke, siapkan perangkat pendukungnya, dukungan public, hire pengacara Alex, Tobas (Taufik Basari) atau Bambang Widjojanto

Gayus : Apa mereka tuh pasti mau?

Denny : Ya Insya Allah mau, kalau formatnya format melawan mafia hukum, strategi juangnya harus itu

Gayus : Lha kalau nanti mereka lihat background saya lagi kan males juga

Denny : O iya, makanya jangan belok. Kalau belok ya akan ditinggal. Kalau strategi juangnya adalah oke melawan mafia hukum. Kemudian Satgas masuk, KPK, LPSK masuk, teman2 LSM support. Tapi orang kan akan bilang kenapa belain orang pajak yang, ini kan whistle blower. Dan media kan posisi kita akan jadi whistle blower.

…….pembicaraan seputar tukar PIN BB


http://www.pedomannews.net/nasional/...af-khusus-sby-

Artikel Terkait :



Tidak ada komentar: