FPI Ancam Datangi Rumah dan Seret Luna Maya ke Penjara

TRIBUNNEWS.COM,

JAKARTA - Sekitar 50-an orang dari kelompok Front Pembela Islam (FPI) berdemo di luar gerbang Polda Metro Jaya, mereka meminta kepolisian agar menangkap pelaku dan penyebar VCD Porno Ariel, Luna Maya dan Cut Tari.
"Polisi seharusnya menahan Luna atau Ariel atau tiruannya berdasarkan penyelidikan, maka itu kami mendesak agar polisi menangkap ketiganya buka hanya penyebar yang harus ditangkap tapi pelakunya," ujar Ketua DPD FPI DKI Jakarta, Habib Salim Bin Umar Alatas, di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/06/2010).
Habib Salim mempertanyakan reaksi kepolisian yang lambat dalam menangani peredaran Video Porno Luna-Ariel sehingga beredar luas di masyarakat seperti di Glodok, Jakarta Barat.
"Kenapa Polisi pada tidur, kita juga mempertanyakan polisi, di Glodok video itu dijual bebas padahal dijual di dekat kantor polisi," tanya Habib Salim.
FPI juga mengancam pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus tersebut selama satu minggu bila tidak, maka organisasi Islam itu tidak segan-segan mendatangi rumah Luna Maya dan menyeretnya ke tahanan. Walau, tindakan FPI itu melanggar hukum, namun Habib menegaskan pihaknya tidak takut untuk melakukannya.
"Kita buktikan bukan omong biasa, sekalipun kita dipenjara kita akan kita lakukan," tegas Habib Salim sambil mendatangi main hall Polda Metro Jaya.
Selain menyeret Luna Maya, Ariel dan Cut Tary, FPI juga mendesak kepolisian untuk menyelidiki kasus video porno lainnya. "Siapapun artis porno di Indonesia harus ditahan , bintang-bintang ini sudah sangat meresahkan, merusak akhlak moral anak bangsa dan kalau dibiarkan akan semakin merajalela," tanda Habib Salim.
Perwakilan FPI sekitar 5 orang yang dipimpin Habib Salim bin Umar Alatas kemudian mendatangi Main Hall Polda Metro Jaya dan diterima Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar. Mereka langsung mengadakan pertemuan di Main Hall.
Sementara itu, akibat demonstrasi FPI arus lalu lintas di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan dari arah Semanggi ke arah Blok M mengalami kepadatan.

Artikel Terkait :



Tidak ada komentar:

Arsipnya