Tampilkan postingan dengan label pamulang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pamulang. Tampilkan semua postingan

Polisi Sita Barang Bukti Pembuat Sabu di Villa Dago

JAKARTA- Polisi menyita 2 gram bubuk putih yang diduga narkotika jenis sabu dari lokasi rumah pembuat sabu yang meledak di Villa Dagio, Pamulang, Tangerang Selatan.

Selain itu Polisi juga berhasil menemukan satu dus iodin isi 24 botol, empat drum cairan Xylene, cairan HCL, soda api, evidrim, dua tablet microgrynon, Labu bekas tabung pembakaran, timbangan, satu ember bahan sabu setengah jadi, alat hisap.

"Meledak karena salah cara pembuatannya jadi gas butan untuk membakarnya tidak stabil meledak menyambar bahan kimia yang ada disekitar," terang Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, AKBP Budi Irawan kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/1/2011).

Seperti diketahui sebuah rumah yang diduga menjadi tempat pembuatan shabu di villa Dago Blok A nomor 97 RT 01/20 Benda Baru, Pamulang meledak sekira pukul 22.30 kemarin.

Zulkifli Taeb (33) yang diduga sebagai peracik shabu mengalami luka bakar serius akibat ledakan tersebut, saat ini Zulkifli sedang mendapat perawatan di Rumah Sakit Fatmawati.

Menurut keterangan warga sekitar Zulkifli Taeb dan Istrinya merupakan pendatang kelahiran Aceh, karena cukup tertutup warga tidak menduga rumah berlantai dua tersebut dijadikan tempat pembuatan narkoba.

Saat polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap Istri dan satu orang saksi Edi yang diduga mengetahui kejadian tersebut.

Istri Pemilik Pabrik Sabu Villa Dago Dicokok Polisi

Senin, 24 Januari 2011 - 12:49 wib
TANGERANG- Pabrik sabu di perumahan Villa Dago, Blok A No 97, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten meledak.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu 23 Januari sekira pukul 22.00 WIB. Saat ledakan terjadi, sejumlah warga sekitar tampak kaget dan mengira ledakan itu berasal dari tabung gas yang meledak.

Kapolres Jakarta Selatan (Jaksel) Kombes Pol Gatot Edy mengatakan, saat terjadi ledakan ada warga yang melapor dan langsung dilakukan pengecekan ke lokasi. Setelah dilakukan penyidikan, ternyata yang meledak bukan tabung gas melainkan alat untuk membuat sabu.

“Ledakan terjadi sekira pukul 22.00 WIB. Berdasarkan laporan dari warga dilakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan ditemukan barang-barang pembuat sabu. Serta dua gram sabu jadi,” ujarnya kepada okezone di tempat kejadian perkara (TKP), Senin (24/1/2011).

Ditambahkan, akibat ledakan itu satu orang yang diduga tersangka pembuat sabu berinisial Z mengalami luka bakar hampir sekira 90 persen dan sudah dibawa ke RS Fatmawati, Jaksel.

Sementara istri korban yang berinisial M, sudah diamankan ke Polres Jaksel untuk dimintai keterangan.

“Untuk keponakan korban, saat ini masih berada di Polsek Metro Pamulang,” terangnya.

Lokasi ledakan berada di lantai dua. Tampak atap rumah korban mengalami kerusakan akibat ledakan yang cukup keras. Namun, ledakan itu tidak sampai membakar seisi ruang dan rumah tersebut.

Keben, warga sekitar mengatakan, pemilik rumah baru menempati rumah itu sekitar 1,5 bulan. Sedang rumah itu sendiri baru dibangun pada lima bulan lalu. “Istri korban sering akan di warung saya membeli nasi uduk. Kalau korban, memang jarang keluar. Dari penampilannya, tidak tampak dia seorang bandar narkotika,” jelasnya.

Diduga Industri Rumahan Sabu, Polisi Selidiki Ledakan di Vila Dago  

TEMPO Interaktif, Tangerang -Kepolisian Resor Jakarta Selatan Senin (24/1) pagi ini turun ke lokasi ledakan di sebuah rumah di Kompleks Vila Dago Blok A 97, Pamulang, Tangerang Selatan yang meledak tadi malam. “Diduga home industry sabu-sabu,” ujar Kepala Polres Jakarta Selatan Komisaris Besar Gatot Edi Pramono saat dihubungi Tempo, pagi hari ini.

Edi mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk menindaklanjuti dugaan dan informasi yang berkaitan dengan pabrik sabu rumahan di Vila Dago Pamulang tersebut.

Ledakan yang menimbulkan api terjadi di Perum Villa Dago, Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan, Ahad (23/1) malam. Satu orang mengalami luka bakar dalam ledakan itu.

Korban Zulkipli, 33 tahun, mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya dan kini dirawat di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Peristiwanya terjadi sekitar pukul 22.30 WIB tadi malam, ledakan yang disertai kebakaran terjadi di kamar lantai atas rumah korban. Petugas Polsek Metro Pamulang yang mendapat laporan segera mendatangi TKP mendapati korban mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh. Asal ledakan masih diselidiki petugas, namun ledakan diduga dari bahan kimia.

Ledakan Pabrik Sabu di Pamulang Rusak Atap



Jakarta - Rumah Zulkifli di Perumahan Vila Dago, Pamulang, Tangerang Selatan, menjadi tempat produksi sabu, bukan ekstasi. Ledakan di rumah itu sampai menjebol atap rumah tersebut.

"Yang meledak itu diduga pabrik home industry sabu. Diduga pada saat pembuatan, sabu itu meledak," kata Kasat Reskrim Jakarta Selatan Kompol Budi Irawan saat dihubungi wartawan, Senin (24/1/2011).

Ledakan yang terjadi di rumah Zulkifli cukup besar. Akibatnya atap rumah Zulkifli pun jebol. "Kalau dilihat ledakannya dari atapnya jebol, kemungkinan ledakannya besar," imbuhnya.

Budi mengatakan, ledakan terjadi saat Zulkifili, pemilik rumah yang sekaligus korban ledakan tengah membuat sabu. Zulkifli sedang meracik sabu di dalam tabung elemeyer. Tabung ini kemudian dipanaskan dengan gas butane. Karena tabung elemeyer tersebut terbuat dari kaca dan tidak bisa menahan panas, tabung ini pun meledak.

"Ini kegiatannya di kamar lantai atas," ujarnya.

Saat ledakan ini terjadi, istri, 3 anak Zulkifli dan adik iparnya juga berada di lantai bawah. Sehingga istri, anak, dan adik ipar Zulkifli pun selamat dari ledakan.

"Mereka nggak apa-apa," jelasnya.

Sebelumnya Kapolres Jaksel menduga ledakan berasal dari bahan baku narkoba. Karena di TKP polisi menemukan sejumlah bahan baku narkoba. Zulkifli mengalami luka hingga 90 persen sehingga dilarikan ke RS Fatmawati.

Pabrik rumahan ektasi itu meledak sekitar pukul 01.00 WIB. Rumah terlihat banyak yang terbakar. Polisi juga sudah memasang garis polisi, karena warga sudah mulai ramai berdatangan ingin melihat ke dalam rumah.

Rumah bercat warna cokelat krem Blok A No.97 itu sekilas tampak memang seperti tak berpenghuni. Karena jika dilihat dari perabotan dan konstruksi bangunannnya, seperti baru saja selesai dibangun.

Pabrik Sabu di Villa Dago Pamulang Meledak




















Sebuah rumah yang terletak di Perumahan Villa Dago Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meledak, Minggu (23/1) sekitar pukul 23.00 WB. Diduga ledakan itu terjadi karena rumah yang ditinggali oleh Z (33) tersebut digunakan sebagai pabrik sabu.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Gatot Edi Pramono yang mendatangi di lokasi kejadian, Senin (24/1) mengatakan berdasarkan hasil olah TKP ternyata rumah tersebut diduga sebagai pabrik bahan baku itu sabu. "Kami menemukan sabu yang sudah jadi, meski baru 2 gram," ujar Gatot Edi. Selain itu ditemukan bahan baku yang belum jadi sebanyak setengah ember.

Menurut Kapores ledakan yang terjadi kemarin malam bukan karena gas elpiji melainkan saat itu pelaku berinizial Z sedang meracik sabu miliknya tiba-tiba terjadi ledakan. Saat petugas kepolisian mendatangi lokasi dan memeriksa tempat kejadian baru diketahui bahwa pelaku memproduksi sabu.

"Dia sepertinya sedang mencampur beberapa bahan kimia. Saat itu, pelaku melakukannya di lantai 2 rumah ini. Jika sabu sudah jadi, maka sabu akan disimpan dalam kulkas," katanya.

Gatot juga menyatakan, jika sampai bahan baku ini jadi, akan bernilai sekitar Rp1-2 miliar. Saat ini tersangka sudah dibawa ke RS Fatmawati Jakarta Selatan untuk mendapatkan perawatan akibat luka yang dialaminya. "Dia merupakan residivis di Bogor. Ketika peristiwa di dalam rumah ada 3 orang, pelaku, istrinya berinisial M dan keponakannya berinisial E," papar kapolres.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, tepatnya di lantai atas sebuah kamar itu. Tampak tidak ada kebakaran atas ledakan itu. Yang terlihat hanya bekas gosong dan bekas darah di dalam kamar. Hingga kini petugas polisi masih menunggu kedatangan petugas Puslabfor Mabes Polri. (tri budi)

Ada Disain Baru Situ Sasak Tinggi Pamulang,Tapi Tahun Depan Baru Aman

Republika Online

Ada Disain Baru Situ Sasak Tinggi Pamulang,Tapi Tahun Depan Baru  Aman

REPUBLIKA.CO.ID,Pekan lalu, Situ Sasak Tinggi di Tangerang selatan, tidak dapat lagi menampung air hujan yang tak henti-hentinya mengguyur Jakarta. Alhasil, air Situ Sasak Tinggi meluap dan mengakibatkan banjir.

Bahkan hingga pagi tadi, kendaraan berat dilarang melintas Situ Sasak Tinggi Pamulang. Polsek Pamulang menempatkan petugas di bundaran Pamulang dengan dilengkapi petunjuk dilarang melintas karena Danau Rusak. Untuk mencegah kerusakan lebih parah -- kendati telah menempatkan 2000 karung pasir di pinggir situ warga Pamulang yang hendak melintas Situ Sasak Tinggi diarahkan melalui perempatan Gaplek.

Menurut pakar delta Jan Jaap Brinkman, kepala proyek Deltares di Jakarta, cuaca belakangan ini agak aneh karena hujan terus menerus, padahal musim hujan belum mulai. Jalan keluar air Situ Sasak Tinggi terlalu sempit, mengakibatkan ketinggian air di danau naik pesat dan menimbulkan kebocoran di dinding-dinding danau.

Brinkman mengatakan, pemerintah berhasil mencegah terjadinya kebocoran yang lebih gawat. Sementara itu sejak akhir pekan lalu, tim pemantau ditempatkan di sana untuk mengawasi keadaan Situ Sasak Tinggi. Sejak Sabtu lalu tekanan terhadap dinding danau itu sudah sangat berkurang.

Cuaca Aneh
Namun cuaca di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara umumnya agak aneh. Hujan tak henti-hentinya mengguyur Jakarta, padahal musim hujan belum mulai. Brinkman menambahkan, banjir di Tangerang selatan pekan lalu memang luar biasa, karena terjadi di musim kemarau.

Situ Sasak Tinggi yang dibangun 60-80 tahun lalu, masuk dalam daftar danau-danau di seluruh Indonesia yang kondisinya harus secepat mungkin diperbaiki untuk mencegah bencana banjir dahsyat.

"Sejak tahun lalu pemerintah sibuk menyusun desain baru untuk danau Situ Sasak Tinggi dan rencana baru itu akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Jadi tahun depan kondisi Situ Sasak Tinggi bakal aman, "kata Brinkman.

Disain baru itu memperbesar jalan keluar air danau. Namun itu bukan satu-satuntya penyelesaian masalah, dinding-dinding dan tanggul-tanggul di sekitar danau akan diperbaiki dan diperkuat.

Pamulang bukanlah tempat yang nyaman buat "para Teroris"

Uneg-uneg cahPamulang,...

Minggu ini Media Masa Nasional dihebohkan dengan tertembaknya, tempat ditembaknya, 3 (tiga) orang yang "dianggap Teroris".Mungkin masyarakat diluar Pamulang akan mencap Pamulang sarang "Teroris" mengingat "seringnya" wilayah Pamulang dan sekitarnya (Ciputat) menjadi ajang penembakan para "Teroris".
Memang ada beberapa kejadian yang terkait dengan hall-hal tersebut yang bila diurutkan kira-kira ada 4 kejadian dalam ingatan saya, yaitu :
  1. Rumah Ust. Abu Jibril yang kala itu ada Bom meledak yang mengakibatkan sang Ust. harus berususan dengan Densus 88.
  2. Penangkapan "teroris" di Ciputat  dekat Kampus UIN beberapa waktu lalu
  3. Penangkapan anak Ust. abu Jibril yang bernama Muhammad Jibril yang didakwa menjadi pengalir dana bom Kuningan (maaf kalau keliru tolong dikoreksi)
  4. Dan yang terkini saat ini tentunya.
Namun tentunya bukan berarti Pamulang sarang Teoris lah, bagaimana mungkin menjadi sarang yang begituan, lha wong Pos Polisi saja tersebar dalam radius yang terjangkau.
Semestinya dengan adanya Pos Polisi tersebut para "Teroris" tersebut sedikit sungkan untuk melakukan aktifitas hariannya, kecuali memang mereka sudah merasa bisa nyaru sehingga yakin pasti nggak bakal terendus oleh aparat keamanan.
Atau aparatnya yang kurang jeli? Entahlah, saya tidak punya kompetensi membahas hal itu.

Yang jelas, mereka para teroris justru tertangkap disini, berarti sebenarnya Pamulang bukanlah tempat yang aman buat para "teroris" apalagi nyaman. Kalau ada "teroris" tertangkap ada dua kemungkinan pendekatan, yaitu :
  1. Terorisnya nyalinya segede gajah tapi goblog.
  2. Aparat keamanannya (intel) mandul karena wilayahnya bisa kebobolan oleh para "teroris tiban/jatuh dari langit" tersebut.
Ya, akhirnya Pamulang memang menjadi lebih dikenal seantero jagad raya, dan semoga pula para Blogger/Multiplyer/Facebooker di Pamulang nggak takut apalagi malu menyebut dirinya dari Pamulang.

Sekian dan terimakasih
.
.

Pamulang Masuk TV lagi : Dua Ormas Bentrok di Pamulang

Link

Seperti biasa, kalau nggak bentrokan, tawuran ya kebanjiran.



23/04/2009 05:02 - Kasus Bentrokan
Dua Ormas Bentrok di Pamulang

Liputan6.com, Pamulang: Dua organisasi massa, Kamis (23/4) dini hari, terlibat bentrokan di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Bentrokan ini merupakan lanjutan setelah beberapa jam sebelumnya kedua pihak yang bertikai terlibat bentrok fisik.

Sejauh ini penyebab bentrokan masih simpang siur dari soal kesalahpahaman hingga perebutan lahan parkir. Namun yang pasti bentrokan pertama melibatkan massa yang lebih besar. Sementara, saling kejar menjadi pemandangan saat bentrokan susulan.

Tawuran ini tergolong nekat mengingat lokasi kejadian dekat dengan Markas Kepolisian Sektor Pamulang. Bahkan, tembakan peringatan dari polisi pun tidak dihiraukan kedua belah pihak. Kini situasi di lokasi kejadian sudah kondusif setelah kedua kubu membubarkan diri. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut.(IAN/Arofah Supandi)

Peringatan Hari Kartini

Peringatan Hari Kartini
Siswi SD Negeri Pamulang I memeragakan busana tradisional di halaman sekolah mereka di Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (21/4). Peragaan busana tradisional ini dalam rangka menyambut Hari Kartini yang jatuh pada setiap tanggal 21 April.



Kasus Situ Pamulang: Penampakan Buaya Jadi Pertanda

JAKARTA, SELASA - Keberadaan Situ Pamulang di Jalan Raya Pajajaran, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, sebenarnya memberi atmosfer tersendiri bagi warga sekitar. Bentangan air dan pepohonan disekitarnya memberi suasana teduh. Tak aneh itka setiap sore banyak mudamudi yang menghabiskan waktu di pinggir situ tersebut.
Namun, kondisi Situ Pamulang, kini tidak terpelihara dengan baik. Bukan hanya masalah penyempitan, tetapi
juga pembangunan pusat perbelanjaan dan perumahan di sekitarnya yang terus memengaruhi kelestarian situ.
Di balik asrinya lingkungan Situ Pamulang, menurut warga sekitar, tempat ini me nyimpan misteri. Danau ini dulu sering minta korban. Tenggelamnya enam anak baru gede (ABG) di situ tersebut, Minggu (14/9) pagi,
terjadi setelah belasan tahun tidak ada orang yang tenggelam di sana.
"Dulu zaman saya masih kecil, setiap.tahun pasti ada yang tenggelam," ujar Ardi Jama (56), warga Jalan Saidin, Bambuapus, Pamulang. Menurut Ardi, selama belasan tahun terakhir tidak ada yang tenggelam di danau tersebut, hingga tragedi hari Minggu terjadi.
Ardi mengatakan, puluhan tahun lalu sering ada penampakan buaya di permukaan situ. Beberapa saat setelah penampakan buaya, dapat dipastikan akan ada korban tenggelam. "Kalau ada buaya, pada nggak berani ke danau. Saya juga dulu ngangon (menggembala) kerbau. Kalau buaya muncul saya nggak berani memandikan kerbau," kata ayah enam anak ini seraya menyatakan tidak tahu apakah sebelum terjadi tragedi hari Minggu lalu ada penampakan buaya atau tidak.
Menurut pensiunan karyawan swasta ini, kebanyakan korban tenggelam di Situ Pamulang adalah warga tempat lain, bukan warga setempat. "Saya dulu sering mandi di tempat itu. Berenang ke seberang juga nggak apa-apa," ujarnya.
Sebelum tahun 1980-an, kata Ardi, banyak warga Serpong, Pondokpetir, dan wilayah sekitarnya yang bertandang dan berenang di Situ Pamulang dan akhirnya tewas tenggelam.
"Dulu ada bambu panjang yang menancap di danau. Nah, itu adalah titik tengah danau. Orang bilangnya Kedung Buaya, padahal buayanya kadang ada kadang tidak ada," katanya.
Setiap musim panas, dulu, anak-anak kerap berburu ikan di pinggir danau, "Ada ikan mercoca, ikan lopis, ikan helem, dan masih banyak lagi. Tapi sekarang tidak ada ikan lagi," ujar Ardi.
Saat ini, sebagian danau digunakan untuk beternak ikan oleh warga sekitar. Di pinggir danau, endapan lumpur mencapai setinggi paha orang dewasa. Diduga, lumpur itulah yang membuat enam ABG terjebak dan tidak bisa berenang.
Jalan Raya Pajajaran baru diaspal sekitar tahun 1975. Saat masih berupa jalan berbatu, banyak pedagang yang lewat dengan menggunakan sepeda menuju Pasar Ciputat atau Pasar Kebayoran Lama. Sedangkan saat ini jalan tersebut ramai dilalui kendaraan. Akibatnya, di jalan tersebut menjadi rawan kecelakaan. Bahkan tidak jarang korban kecelakaan hingga meninggal dunia.
"Di sini dari dulu sering terjadi kecelakaan. Biasanya kalau sudah ada tiga atau empat kecelakaan, yang kelima pasti korbannya meninggal" ujar seorang warga yang tidak mau menyebutkan namanya.
la menuturkan, ruas Jalan Pajajaran mulai kawasan pinggir danau hingga bundaran Pamulang adalah tempat yang paling sering terjadi kecelakaan. "Dulu ketika jalan belum diaspal ada yang terlindas truk. Apalagi sekarang, jalan yang sudah mulus membuat banyak pengendara motor ngebut," katanya.
Di balik sejumlah kejadian tersebut, sebagian masyarakat masih menganggap kawasan danau dan jalan Pajajaran adalah area yang cukup angker. Namun, sebagian warga lainnya menganggap tidak ada yang berbeda dan aneh pada danau tersebut. "Yah, memang percaya nggak percaya, tapi korban meninggal sih ada saja, akibat kecelakaan atau tenggelam di danau," ujar seorang warga. (Warta Kota/sab)

Pamulang Masuk TV - SUKA TAWURAN!

09/10/2008 05:24 - Tawuran
Bentrokan Kembali Terjadi di Pamulang

Liputan6.com, Tangerang: Ratusan massa Barisan Muda Betawi (BMB) mendatangi Markas Kepolisian Sektor Pamulang, Tangerang, Banten, Rabu (8/10) malam. Mereka menuntut polisi untuk segera menangkap pelaku pemukulan terhadap enam anggota BMB. Jika dalam waktu 24 jam polisi belum juga menangkap pelaku, massa mengancam akan merazia pelaku yang diduga warga kompleks Brimob.

Sempat terjadi kericuhan antara anggota BMB dengan pimpinannya. Anggota BMB bersikukuh untuk langsung menyatroni asrama Brimob, sedangkan ketua mereka menyerahan masalah ini kepada polisi. Para anggota BMB akhirnya mengikuti saran ketuanya untuk menyerahkan kasus pemukulan ini kepada polisi.

Bentrokan tersebut berawal saat Ramdani dan Arjun, dua anggota BMB yang menjadi polisi cepek mengatur lalu lintas di pertigaan Sasak Tinggi, Pamulang. Saat mengatur lalu-lintas datang rombongan lelaki yang diduga anggota keluarga besar putra-putri Polri yang baru pulang latihan futsal. Karena arus lalu-lintas macet, Ramdani dan Arjun meminta mereka untuk antre. Namun, warga kompleks Brimob merasa tersinggung dan langsung memukuli korban.

Sadar kalah jumlah, kedua korban lari ke posko BMB di dekat lokasi. Massa yang terus mengejar kedua korban akhirnya bentrok dengan empat anggota BMB lain yang berada di posko. Enam anggota BMB terluka dalam bentrokan ini dan satu orang, yakni Ramdani harus dilarikan ke rumah sakit.

Hingga saat ini kasus tersebut masih diselidiki personel Polsek Mamulang. Insiden serupa pernah terjadi di antara kedua belah pihak. Sebulan silam anggota BMB dipukuli warga kompleks Brimob yang menyangka mereka turut dalam tawuran yang berbuntut tewasnya enam remaja [baca: Enam Tewas Tercebur di Setu Pamulang].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)


ENAM REMAJA TEWAS TENGGELAM SETELAH TAWURAN

Picture not Available

Minggu, 14 September 2008 12:25 WIB

Metrotvnews.com, Tangerang: Enam orang tewas akibat tawuran antarwarga di Pamulang, Tangerang, Banten, subuh tadi selepas sahur. Korban tewas akibat menceburkan diri ke Danau Sasak untuk menghindari bentrokan. Korban adalah warga Kompleks Brimob Ciputat, Tangerang, yang rata-rata berusia remaja.

Korban dilaporkan terlibat tawuran dengan warga di sekitar kompleks seusai salat subuh. Tawuran dipicu saling lempar petasan. Saat terjadi kejar-kejaran, beberapa ramaja lari ke danau yang terletak di Jalan Raya Dewi Sartika, Ciputat. Empat korban yang berhasil dievakuasi kini sudah berada di rumah duka di Komplek Brimob Ciputat. Sedangkan dua korban lainya dibawa ke Rumah Sakit Gaplek Pamulang.

Keenam korban itu di antaranya Solihin (16), Ibnu Ganesha (14), Randy (16), Kinung (16), Maulana Ibrahim (14) dan Iqbal Nardo yang berusia 15 tahun. Polisi dan warga sekitar sempat mencari korban lainnya di Danau Sasak karena diperkirakan jumlah korban lebih dari enam orang. Namun, sejauh ini dipastikan korban tewas berjumlah enam orang. Jenazah korban rencananya dimakamkan siang ini juga. Lima dimakamkan di Pamulang, sedangkan satu korban lainnya dibawa ke kediamannya di Cipayung, Jakarta Selatan.(DEN)


Setu Pamulang tempat main si booo'cah ...

Pilkada Bupati Tangerang TPS 12 dan 13 Kel. Podok Benda - Pamulang

Data sementara berdasar suara terbanyak :
  1. Cabut Ismet - Rano
  2. Cabut Jazuli - Airin
  3. Cabut Usamah - Hisyam
Selamat buat yang menang, sabar buat yang kalah suara.
Kita tunggu akumulasi hasil akhirnya.

Salam

Notes : Score nyusul lagi dicompress

Detik Forum : Warga Pamulang

sippp lah ada di sana
clipped from www.detikforum.com
DetikForum
Go Back DetikForum
> Regional
> Jabodetabek






Register
FAQ
Members List
Calendar
Today's Posts
Jabodetabek Abang-abang dan none-none kalau mau ngobrol gabung di sini aje!
 blog it

Brainscanner

Isi otak cah pamulang.
clipped from brainscannr.com

brainscannr run output

This is your true brain, the emotions that run your life!

brainscannr results




Just type your name into the box below and click the brainscannr button.

blog it