Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kriminal. Tampilkan semua postingan

MARISOL VALLES GARCIA : Perempuan Kepala Polisi di Kota Paling Sadis di Mexico

Notes :
Kalau di Indonesia ada Kepala Polisi Cantik Begini, kira-kira para Penjahat pada takut nggak?




MEXICO, tribunkaltim.co.id
- Luar biasa! Seorang mahasiswi kriminolog menjadi perempuan paling berani di Mexico. Wanita berusia 20 tahun itu tampil sebagai kepala kepolisian di Praxedis G. Guerrero di negara bagian Chihuahua, perbatasan AS-Mexico yang paling ditakuti.

Tribun Kaltim: Marisol, Perempuan Kepala Polisi di Kota Paling Sadis


Marisol Valles Garcia nama kepala polisi itu menyatakan akan berusaha sekuat tenaga agar setiap orang takut kepadanya. Dia menjadi perempuan pertama sebagai kepala kepolisian di wilayah itu, dan menjadikan satu-satu orang yang berani menerima jabatan tersebut meski mendapat ancaman pembunuhan.

"Ya, sungguh mengerikan!," kata Valles Garcia, Rabu, ketika diwawancara CNN. "Jelas ini manusiawi. Pastilah ada rasa takut itu, akan tetapi kami ingin agar bisa menjamin keamanan dan kenyamanan kota ini."

Layaklah muncul ketakutan itu. Sepekan silam, Walikota Rito Grado Serrero, 59, dan putranya Rogoberto Grado Villa, 37, dibunuh dalam rumahnya ketika mereka sedang bersembunyi di Ciudad Juarez. Seorang walikota lainnya juga dibunuh, Juni lalu.

Juarez is merupakan kota paling berdarah di Mexico, dilaporkan sekitar 2,500 orang tewas dibunuh dalam bentrok antargang obat bius. Praxedis G. Guerrero berlokasi sekitar 50 km tenggara Ciudad Juarez. Kedua berada di wilayah Negara Chihuahua, berbatasan dengan Texas.

Secara nasional, pemerintah ferderal menyatakan bahwa lebih dari 28,000 orang tewas sejak Presiden Meksiko Felipe Calderon mengumumkan perang melawan karetl obat bius sejak dia menjabat sebagai presiden Desember 2006.

Valles Garcia megepalai 13 pasukan 'tanpa kekerasan' yang kebanyakan wanita dan tanpa senjata. "Penggunaan senjata bagi kami sangat prinsip dan bernilai, akan tetapi senjata paling ampuh adalah melakukan pencegahan," katanya kepada CNN. "Kerja kami murni mencegah. Kami tidak melakukan pekerja lain selain mencegah," tuturnya.

Valles Garcia mengatakan bahwa dia mewujudkan program keamanan ini melibatkan masyarakat dan sekolah, mengajak semua pihak untuk bersam-sama menjaga keamanan dan lingkungan dengan cara kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan.

Dia merekrut tiga perempuan lainnya untuk bergabung bersamanya menjaga keamanan kota berpenduduk 8,500 jiwa itu, demikian kata kantor berita resmi pemerintah Notimex pekan ini.

Valles Garcia mengaku bangga menerima tugas ini ketika Walikota Jose Luis Guerrero menawarkan pekerjannya ini kepadanya. "Sejujurnya, kami merasa tenang. Masyarakat bisa menerima kami secara baik. Mereka membantu kami. Masyarakat menyatakan ini pekerjaan luar biasa, dan mereka akan menyokong 100 persen," tegasnya. (ps/cnn)


TempoInteraktif : Mahasiswi Jadi Kepala Polisi Kota di Meksiko

foto
LinkSeorang polisi terluka akibat serangan kelompok bersenjata tak dikenal di dekat kota Zitacuaro, Meksiko (15/6). AP/Agencia MVT-Crisanta Espinosa

TEMPO Interaktif, Praxedis G Guerrero -Ini bukan kisah film-film detektif. Meskipun wanita muda ini fotogenik dengan riasan tipis natural, sorot mata tegas cukup menunjang di jabatan barunya. Julukannya tak tanggung-tanggung, perempuan pemberani di Meksiko.

Dia adalah mahasiswa berusia 20 tahun yang mengecat kuku mungilnya dengan warna pink, memiliki anak bayi dan percaya pada non-kekerasan. Perkenalkan Marisol Valles, kepala polisi baru di kawasan perang narkoba Meksiko.

Kota Praxedis G Guerrero di perbatasan Texas dengan Meksiko terkejut atas penunjukan Valles menjadi kepala polisi di jantung dari rute tradisional pedagang obat-obatan terlarang.

Mahasiswa kriminologi itu belum melakukan penangkapan tetapi telah dipuji sebagai wanita Meksiko pemberani untuk mengambil jabatan tersebut di lembah Juarez, sebuah jajaran dari sekitar selusin kota dan desa-desa di mana bayangan grup-grup pembantai dan penyerang polisi dan warga sipil dengan kekebalan hukum.

"Situasi dapat membaik jika kita percaya pada diri kita sendiri dan percaya ada harapan," kata Valles kepada Reuters, Rabu (20/10) waktu setempat atau dinihari tadi WIB. "Saya ingin membawa ini berjalan dan menunjukkan bahwa kita dapat melakukan kerja (pengamanan) ini.”

Walikota Praxedis, Jose Luis Guerrero, mengatakan Valles adalah yang paling berkualitas dari beberapa pelamar pekerjaan di banyak bagian Meksiko yang dianggap sama saja dengan menuju hukuman mati.

Kepala polisi yang baru ini cuma memiliki kekuatan dengan 13 orang detektif, sembilan diantaranya perempuan, dengan satu mobil patroli, tiga senapan otomatis dan sebuah pistol. Seorang pria bersenjata membunuh seorang pejabat lokal dan anaknya akhir pekan lalu adalah tugas pertama Valles saat ini.


Link Terkait :







Blackberry Berubah Jadi Air Mineral

INILAH.COM, Jakarta - Apa jadinya jika Anda mengirimkan Blackberry, tapi yang sampai di tempat tujuan hanya sekardus air mineral.

Itulah yang dialami oleh Ferdinan, seorang penjual handphone yang akan mendistribusikan barangnya ke Surabaya. Ferdinan mengakui bahwa awalnya dia merasa tenang dengan mengirimkan barangnya melalui perusahaan ekspedisi Sentral Cargo yang sudah dllangganinya selama 2,5 tahun.

"Tapi jujur saya kaget waktu tahu Blackberry yang saya kirim berubah menjadi air mineral," ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/3).

Ferdinan menceritakan bahwa dia sudah diperlihatkan rekaman CCTV. Dari rekaman itu terungkaplah ada sesosok pria yang membongkar kotak Blackberry miliknya. "Saya tidak tahu apakah orang itu adalah karyawan perusahaan ekspedisi atau justru orang dalam perusahaan saya," ujarnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar mengatakan bahwa saat ini polisi masih melakukan penyidikan atas kasus tersebut. "Tentunya kita akan memintai keterangan dari pihak jasa ekspedisi, korban, dan karyawan yang mengantarkan barang tersebut, saya harap barang-barang saya kembali dalam keadaan utuh," kata Boy. [mut]

Penipuan di Internet Meningkat 2 Kali Lipat

techno.okezone.com
NEW YORK - Penipuan di internet semakin meningkat. Bahkan pada tahun 2009, kasus penipuan di dunia maya mencapai dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Dilansir melalui Reuters, Senin (15/3/2010), penipuan dengan menggunakan nama badan inteleijen Amerika (FBI) merupakan yang terbanyak di antara keluhan yang masuk di Pusat Keluhan Kejahatan Internet (ICCC). Lembaga tersebut merupakan kerja sama dari FBI dengan National White Collar Crime Center.

Dalam laporan tersebut, sekira USD559,7 juta telah raib pada tahun 2009, meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2008 yang hanya mencapai USD264,6 juta. Bahkan jumlah keluhan yang diterima oleh ICCC meningkat 22 persen dari 275,284 menjadi 336,655 keluhan.

Dari keluhan tersebut, sekira 16,6 persennya mengeluhkan penggunaan nama FBI yang digunakan dalam setiap aksi penipuan. Penipuan yang terkait gagal kirim atau gagal bayar, mencapai 11.9 persen keluhan, sedangkan penipuan yang sempat melibatkan pembayaran di muka tanpa mendapatkan barang yang ditawarkan mencapai 9,8 persen.

Sekira 65,4 persen penipuan dijalankan langsung di Amerika, sedangkan 9,9 persen berasal dari Inggris, 8 persen dari Nigeria dan 2,6 persen berasal dari Kanada. (srn)

Cegah Anak Terhindar Dari Cyber Crime

Source : tvOne


Jakar ta, (tvOne). 

Maraknya sejumlah kasus terkait dengan dunia cyber, seperti sempat dikabarkan beberapa anak yang hilang bersama dengan teman yang dikenal melalui jejaring sosial. Berikut cara-cara yang harus dilakukan jika anak Anda terlanjur menjadi korban kejahatan dunia maya. Barrie Ooi, Head of Windows Live Southeast Asia Microsoft memberikan beberapa langkah-langkah pencegahan sebelum dampaknya menjadi jauh lebih buruk, yaitu:

1. Usaha pencegahan
Mulailah mengurangi interaksi mereka dengan pelaku kejahatan dunia maya. Caranya, menolak untuk memberikan respon kepada pelaku kejahatan, terutama memberikan data-data pribadi yang sifatnya rahasia pada pelaku phising.

2. Berdiskusi
Diskusikan pengaruh kejahatan dunia maya dengan anak-anak, termasuk masalah apapun dengan keterlibatan mereka. Dan, dorong mereka untuk melaporkan kejahatan kepada orang tua atau orang dewasa yang mereka percaya.

3. Mencoba Family Safety Software

Mengendalikan dan mengontrol apa yang mereka lihat, lakukan, dan dengan siapa mereka berinteraksi secara online melalui piranti lunak yang tersedia. Windows Live Family Safety adalah perangkat lunak gratis untuk membantu para orangtua.

4. Menyelidiki aktivitas anak
Mencari tahu secara rinci apa yang dibicarakan anak-anak apabila mereka meminta bantuan kepada Anda. Selidiki apa yang mereka lakukan secara online dan situs apa yang mereka kunjungi, sebelum masalah timbul.

5. Koleksi informasi tentang kebijakan
Pelajari kebijakan anti-kejahatan di sekolah tempat Anak sekolah dan melalui penyedia layanan internet di rumah, tentukan apakah kebijakan-kebijakan tersebut berlaku.

6. Umumkan
Mengetahui siapa yang dihubungi jika sewaktu-waktu anak Anda menjadi korban kejahatan dunia maya.
Misalnya, di sekolah, situs di mana kejahatan tersebut terjadi, dan kantor polisi setempat jika diperlukan. (VIVAnews)

Internet Jadi Alat Suami Jual Istri - Jangan DITIRU!!!

INILAH.COM - Internet Jadi Alat Suami Jual Istri


INILAH.COM, Jakarta - Seorang pria memaksa istrinya bekerja sebagai pelacur dan mengancam akan melukai anak mereka jika mencoba untuk berhenti. Pria itu memasarkan istrinya lewat internet.
Clinton Danner (32) mulai menjadi mucikari istrinya empat tahun lalu, ujar sheriff Cook County AS.
Pasangan itu bersama putrinya berusia 3 tahun tinggal di sebuah minivan saat bepergian ke New York, Washington DC, Florida dan Georgia, di mana ia memucikari istrinya melalui internet, termasuk melalui iklan di craigslist, kata jaksa.
Saat berada di hotel River North, istrinya menghubungi polisi setelah Danner mengatakan ia sedang mengemudi dari Florida untuk mempermasalahkan sedikitnya uang yang ia hasilkan, kata pihak berwenang.
Danner yang juga bermasalah di Minnesota karena obat-obatan dan penipuan lotere, secara teratur mengancam akan mengambil atau membahayakan anak-anak mereka jika istrinya tidak bertindak sebagai pelacur, kata pihak berwenang. Dia diduga tidak pernah meninggalkan anaknya.
Ia bekerja dengan kelompok pemuda gereja ketika ia bertemu dengan wanita itu ketika berusia 17 tahun, jaksa mengatakan.[ito]

Penyebar Video Porno Erin Andrews Kena 30 Bulan

INILAH.COM - Penyebar Video Porno Erin Andrews Kena 30 Bulan




INILAH.COM, Jakarta- Salesman asuransi yang membuat video bugil reporter seksi Erin Andrews melalui lubang intip kamar hotel dan menayangkannya di internet dipenjara 30 bulan.
Michael Barrett (48) telah mengaku bersalah mengintai Andrews selama 18 bulan dan membuat lubang intip dari pintu sekurang-kurangnya di tiga kamar hotel yang berbeda untuk membuat video telanjang dengan ponsel.
Setelah situs web selebriti menolak membeli video, Barrett memposting 10 video tersebut di internet, dan salah satu korbannya adalah Andrews.
Barrett dijatuhi hukuman oleh hakim federal di Los Angeles pada hari Senin dan diperintahkan untuk membayar Andrews US$7366 sebagai ganti rugi.
Andrews (31 tahun) mengatakan Senin lalu dalam proses memberi keterangan di pengadilan, bahwa ia masih menderita rasa takut, kecemasan dan mendapat penghinaan di depan umum sebagai akibat dari tindakan tersebut.
"Saya menjadi korban setiap hari ," kata Andrews. Ia menambahkan bahwa masih ada kemungkinan video itu akan selalu berada di Internet.
"Saya hidup diantara penghinaan publik. Tubuh saya ada di internet ... Dia menguntit saya, dia meneror saya - ini tidak akan pernah berakhir bagi saya, dan saya tidak ingin ini juga berakhir bagi Anda," ucapnya sambil memandang Barrett.
Barrett minta maaf, berkata; "Saya tidak punya cukup kata-kata untuk memberitahu Miss Andrews betapa menyesalnya saya atas apa yang telah saya lakukan padanya. Saya berharap bahwa suatu hari ia akan memaafkan saya."
Setidaknya 16 wanita lain menjadi korban Barrett dengan cara yang sama, menurut dokumen pengadilan. Nama mereka tidak diungkapkan, tetapi dokumen pengadilan menggambarkan sebagai "perempuan wartawan olahraga dan acara televisi lain.”
Andrews, yang terpilih sebagai penyiar olahraga terseksi di Amerika oleh majalah Playboy pada tahun 2007 dan 2008, serta menjadi salah satu kontestan selebriti di acara Dancing with the Stars pada 22 Maret nanti.[ito]
---------------------------------------
Penasaran dengan si Penyiar Cantik tersebut? Ini gambar-gambarnya.
erin-andrews-photo.jpg
erin-andrews.jpg
erin-andrews2-thumb-310x500-9906.jpg
lrg-58-erin-andrews-new-2-0.jpg
mm08_erin_andrews-002.jpg

Pop_Crunch_Sports_54437_erin_andrews_peephole_video.jpg

erin-andrews-1.jpg

erin-andrews-1.jpg

SPG Dipaksa Minum Air Kloset


Sebanyak 25 sales promotion girl (SPG) ini melaporkan kekerasan yang dilakukan atasan mereka di PT Ahliwala Group bernama Ricky ke Polres Jakarta Pusat, penganiayaan dilakukan Sabtu dan Minggu (7-8/11/2009).

Mereka yang bekerja di butik Stock Junction yang berlokasi di Jalan Pintu Air V, Pasar Baru, Jakarta Pusat, dituduh mencuri barang senilai 5 hingga 25 juta. Fenny mengaku dianiaya dengan cara ditampar bahkan dipaksa minum air kloset, bahkan temannya disuruh menjilat ludah dan mencium sandal atasannya bernama Rick

Trik Pemilik Century, Unibank dan Bank Global

VIVANEWS

Para pemegang saham pengendali tiga menggunakan berbagai siasat hindari kewajiban.



VIVAnews - Mencuatnya kasus kejahatan perbankan di PT Bank Century Tbk mengingatkan kembali pada kasus kejahatan perbankan di Unibank dan Bank Global.

Dua bank terakhir dilikuidasi oleh Bank Indonesia. Unibank ditutup pada 2001 dan Bank Global dilikuidasi 2004. Kedua bank ini juga diketahui melakukan pelanggaran hukum perbankan dan modalnya anjlok.

Sedangkan, Century kendati terbukti melakukan kejahatan perbankan dan modalnya amblas diselamatkan oleh pemerintah. Pertimbangannya, Century jatuh di saat krisis finansial global menghantam dan berdampak sistemik.

Yang mirip dari ketiga kasus bank bermasalah ini adalah soal pemegang saham pengendali. Para pemegang saham pengendali bank-bank menggunakan berbagai siasat untuk menghindar dari tanggung jawab dan kewajibannya.

Misalnya, saat Unibank akan ditutup pada Oktober 2001, pemilik Unibank sempat memecah-mecah sahamnya di pasar modal dua bulan sebelumnya. Akibatnya, jumlah pemegang saham bertambah dari 5 menjadi 21 pemegang saham, semuanya dengan kepemilikan di bawah 5 persen sehingga tak wajib melaporkan siapa mereka.

Begitupun saat Bank Global ditutup pada 2004. Saat bank ini ditutup, tidak ada kejelasan siapa pengendali bank ini. Sebelum ditutup, saham Bank Global dimiliki oleh PT Permata Prima Jaya sebesar 9 persen dan PT Intermed Pharmatama sebesar 11,5 persen. Kepemilikan saham publik sebesar 79 persen.

Semula Irawan Salim, Direktur Utama bank ini disebut sebagai pemegang saham pengendali. Kemudian, tidak jelas siapa pengendalinya. Apalagi, setelah Irawan Salim kabur ke luar negeri. Hingga saat ini tidak jelas batang hidungnya.

Akan halnya Bank Century. Menurut BI, bank ini dikendalikan oleh tiga orang pemegang saham, yakni Robert Tantular, Hesham Al Warraq dan Rafat Ali Rizvi. Dua pemilik terakhir sudah kabur ke luar negeri.

Sedangkan, Robert meringkuk di tahanan. Namun, Robert mulai berkelit jika dirinya dianggap sebagai pemegang saham utama.

Setidaknya, itu terungkap dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 25 Agustus 2009. Itu disampaikan oleh Bambang Hartono, selaku pengacara Robert yang didakwa menggelapkan dana nasabah Bank Century.

Menurut dia, Robert bukan pemegang saham Century. Sebab, kata dia, Robert hanya pemegang saham di PT Century Mega Investindo sebesar 7 persen. Sedangkan, perusahaan ini menjadi pemegang saham 9 persen di Bank Century.

Jadi, penasihat hukum berkesimpulan dakwaan berlapis yang ditujukan pada kliennya tidak terbukti. "Kami minta agar hakim membebaskan terdakwa Robert Tantular karena tidak terbukti secara sah," kata dia.

Sebelumnya, Robert dituntut 8 tahun penjara. Jaksa menilai Robert secara bersama-sama dengan Dewi Tantular telah mencairkan deposito milik Boedi Sampurna sebesar US$ 18 juta tanpa seizin pemiliknya.

Dia juga dinilai bersama-sama direktur Bank Century, Hermanus Hasan Muslim telah mencairkan kredit tanpa melalui prosedur kepada PT Wibowo Wadah Rejeki dan PT Accent Investment Indonesia.

Blogger Penulis Hoax Teh Botol Sosro Dipidanakan

Blogger Penulis Hoax Teh Botol Sosro Dipidanakan

Teh Sosro Tersandung Hoax
Media Indonesia |Selasa,30 Juni 2009|

Teh Botol Sosro

JAKARTA–MI: Produsen air minum teh dalam kemasan PT Sinar Sosro tercemarkan nama baiknya oleh hoax (berita bohong) yang tersebar melalui blog dan email di dunia maya. Pihak perusahaan akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya (PMJ).

Pihak perusahaan baru mengetahui adanya hoax yang beredar secara luas pada 5 Mei 2008. Dalam hoax tersebut disebutkan bahwa air minum teh Sosro mengandung zat yang disebut hydroksilik acid dan telah merenggut korban jiwa.

“Padahal zat itu (hydroksilik acid) adalah nama lain dari senyawa air, ” kata staf marketing PT Sinar Sosro, Alex Rumondor di Mapolda Metro Jaya, Selasa (30/6).

Setelah diketahui adanya hoax yang beredar luas, kata Alex, pihak perusahaan kemudian melakukan penelusuran untuk mencari asal muasal hoax tersebut.

Akhirnya didapati berita palsu itu pertama kali dimuat di laman hariadhi.wordpress.com.

“Sekitar tanggal 6 Juni penulis mengakui di dalam blog-nya bahwa dia lah yang menyebarkan hoax itu, ” tutur Alex. Menurut pengakuan si penulis, Hariyadhi, 25, hoax itu ditulisnya sebagai bahan diskusi untuk kasus efek pemasaran di sebuah forum milis.

Dikatakan Alex, akibat hoax yang ditulis oleh Hariyadhi, penjualan teh Sosro sempat terganggu. “Ada beberapa pelanggan perusahaan besar yang mempertanyakan kebenaran tulisan itu. Bahkan ada yang sampai menghentikan pemesanan, ” ungkapnya.

Pada 19 Juni lalu, perusahaan yang mempekerjakan 10 ribu karyawan itu melaporkan Hariyadhi ke Polda Metro Jaya. Mahasiswa tingkat akhir di Institut Kesenian Jakarta itu diduga telah melakukan pencemaran nama baik.

“Hari ini Hariyadhi sedang diproses dan masih di BAP. Sejauh ini dia sangat kooperatif dan mengaku telah membuat kesalahan, ” beber Alex.

Bahkan, Hariyadhi juga telah memuat pernyataan permintaan maaf di blog-nya. Penanganan kasus itu kini tengah dalam proses di Satuan Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Metro Jaya.

Kendati demikian, pihak Sinar Sosro membuka segala kemungkinan untuk berdamai dengan Hariyadi, “Sederhana saja. Asal ada permintaan maaf dan ada penyesalan” tandas Alex. Dia berharap agar orang-orang yang tidak mengerti tentang hoax bisa menghindarinya karena efek yg terjadi bisa sangat besar. (MA/OL-03)

Sebagai tambahan, inilah bantahan dari Manajemen Teh Botol Sosro terhadap Hoax (Berita Bohong) tersebut :

Klarifikasi Tehbotol Sosro Mengenai HOAX Hydroxilic Acid

Bapak/Ibu/Yth

Sehubungan dengan beredarnya isu mengenai produk kami Tehbotol Sosro mengandung zat berbahaya yang disebut Hydroxilic acid, yang Bapak/Ibu terima melalui email, maka perlu kami sampaikan bahwa isu dalam email tersebut adalah TIDAK BENAR.

Semua informasi HOAX (Tipuan yang menyebar lewat Internet) mengenai Hydroxilic acid atau Dihydrogen Monoxide dapat kita periksa di Wikipedia.org melalui http://en.wikipedia.org/wiki/Dihydrogen_monoxide_hoax

Situs ensiklopedi terkemuka dan terpercaya di dunia maya tersebut menjelaskan bahwa Hydroxylic acid atau disebut juga Dihydrogen Monoxide adalah nama ilmiah AIR (water = H20). Jadi, kita tidak perlu bereaksi berlebihan, karena semua makanan dan terutama minuman pasti mengandung air.

Munculnya HOAX Tehbotol Sosro ini berawal dari diskusi tertutup di milis periklanan Indonesia CCI (Creative Circle Indonesia) pada akhir April 2009 tentang komunikasi menggunakan negative approach dengan contoh kasus Tehbotol Sosro. Hal ini diakui oleh pencetusnya, yang ditulis di blog beralamat http://hariadhi.wordpress.com/ dengan judul Hydroxylic Acid: Hoax Teh Botol Sosro (Kamis, 7 Mei 2009).

Diskusi tertutup tersebut kemudian disalahgunakan pihak-pihak tertentu, dengan memelintir isinya seolah-olah Tehbotol Sosro mengandung zat berbahaya Hydroxylic acid dan menyebarkan melalui email dan milis lain.

Kami merasa telah terjadi rekayasa yang mendiskreditkan Tehbotol Sosro secara tidak bertanggungjawab. Tehbotol Sosro sudah lebih dari 35 tahun melayani pasar Indonesia dan dikonsumsi oleh jutaan masyarakat Indonesia setiap hari dan sampai saat ini masih menjadi pilihan utama konsumen. Tehbotol Sosro adalah produk unggulan Nasional yang hanya berisi Teh pilihan, Gula pasir, dan Air.

Semoga penjelasan ini dapat menghilangkan keraguan Bapak/Ibu dalam mengkonsumsi Tehbotol Sosro.

Salam,
Manajemen PT. Sinar Sosro

---------------------------------
Notes :
Hati-hati kalau ngeblog jangan asal njeplak!
:(

Warnet Penyedia Film Porno Digerebek Polisi

Senin, 29 Juni 2009 | 17:51 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Adi Sucipto

GRESIK, KOMPAS.com — Warung internet Alfat-Net di Jalan Kapten Darmo Sugondo, Kelurahan Indro, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Senin (29/6), digerebek polisi. Polisi juga menyita server, tiga unit komputer, dan uang tunai Rp 89.000 dari warnet yang menyediakan fasilitas film porno itu.

Fasilitas film porno itu merupakan strategi Yayus Setiyono (19), warga Gempol Kecamatan Glagah Kabupaten Lamongan, serta rekannya Mustakim (24), asal Bukit Lama Lir Barat Palembang, agar pelanggan betah di warnet. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Gresik Ajun Komisaris Ernesto Seiser menyatakan, kasus itu terungkap dari hasil penyelidikan anggota polisi yang menyamar sebagai pelanggan dan sekitar seminggu memantau warnet itu.

"Bagi pelanggan yang ingin mengakses layanan tambahan itu dikenakan tarif khusus yakni Rp 5.000. Warnet itu menyediakan film porno selama tiga bulan dengan koleksi 206 film. Fasilitas itu disediakan untuk menarik minat pelanggan," kata Ernesto.

Sketsa XIV Kematian David: Misteri Dua Jari Hingga Hayat

Misteri kematian David Hartanto

Sketsa XIV Kematian David:  Misteri Dua Jari  Hingga Hayat
 
Kasus  kematian David Hartanto Widjaja, mahasiswa jurusan Electrical  Electronic Engineering (EEE), Nanyang Technological University (NTU), Singapura, telah masuk ke  Coroner Court, di Subordinate Court, Singapura, 20-26 Mei 2009 lalu. Persidangan  dominan data David melompat sendiri dari jembatan kaca. Padahal sosoknya  bersimbah darah   sejak di  ruang Professor Chan Kap Luk, dipelintir pangkal pahanya, diseret di  tangga darurat. Indikasi tajam pembuhan kejam dan misteri, "Iam going to die!"  Coroner Court  lagi 17-25 Juni 2009.
 
PUKUL 03.30, di sebuah cafe di terminal tiga Changi Airport Singapura, 17 Juni 2009. Sosok Tjhay Lie Khiun, ibu Almarhum David Hartanto Widjaja, tertidur di sebuah kursi dengan  jaket biru melilit badannya. Meringkuk. Di  sebelahnya, sang suami, Hartono Widjaja,  tepekur tidur.
 
Kacamata Hartono  menggantung melekat di wajah.  Kusuma Widjaja, adik kandung Hartono, berselonjor bermata lelap. Tiga gelas cappucino di meja mereka  menyisakan masing-masing setengah  cangkir minuman.
 
Saya duduk di belakang seorang pria yang tidur berselonjor macam  di atas kereta api. Tiga lampu aksesoris yang digantung di sebatang baja nirkarat berlingkaran berornamen  biji-biji kopi tegak di tengah-tengah cafe. Lampunya bersinar seakan  hendak mengalahkan sentral  benderang penerang  di siling terminal tiga Changi tinggi, berarsitektur minimalis metal.
 
Dua jam lalu kami baru rmendarat.
 
"Kita menghemat sehari, duduk saja dulu di bandara, pagi langsung ke pengadilan,"  ujar Tjhay
 
Alasannya, malam memang telah berlanjut dini pagi.
 
Kalimat  Tjhay masih saja terngiang di kuping saya. Menghemat,  memperhatikan mereka dalam keadaan demikian, menguatkan lidah pahit sakit, menelan beragam info dan "fakta"  yang dibawa ke persidangan kasus kematian salah satu putera terbaik bangsa, mantan atlit olimpiade matematika, putera kedua Tjhay, 2 Maret 2009 lalu.
 
Kematian terindikasi kuat berlatar pembunuhan berkonspirasi. Awal peristiwa,  oleh pihak kampusnya, NTU, David disosialisasikan menusuk profesor Chan Kap Luk, melukai nadi lalu melompat bunuh diri. Untuk kasus inilah saya sudah menulis 13 Sketsa, dan telah membenamkan  waktu empat kali ke Singapura selama 45 hari dan akan terus bertambah  lagi, berlanjut mencatat mereportase menyajikan perkembangan perjalanan kasus ini.
 
SEBUAH Bis bertingkat bernomor  179 dari kawasan Pioner, Singapura, baru saja membelok kanan setelah melewati  gerbang kawasan kampus NTU, di areal  200 hektar itu.  Tiga  kelompok  Song of India, tanaman  hias berbatang laksana rotan telah berkayu  tua, daunnya bagaikan  kemoceng.  Nur Kholis, anggota Komisi Hak Azasi Manusia (Komnasham),  di samping saya,  mengamati sekitar melalui jendela bis. Waktu sudah jam  10 pagi lewat.
 
Nur Kholis terkesima.
 
"Kampus yang luas."
 
Ruang terbuka dan taman hijau memang mendominasi. Sebuah bangunan khusus untuk sekolah art, dibuat melengkung,  di   atap bangunan kaca  menghijau rumput. Publik dapat  menaiki gunungan rumput
 
Dalam dua bulan ini, sudah tak terbilang kali saya ke kampus itu. Hari itu, Rabu, 27 Mei 2009.  Hartono Widjaja, ayah David, sudah terlebih dulu ada di lokasi titik ditemukannya almarhum David. Pada 2 Maret 2009 lalu  David ditemukan mati dalam keadaan mengenaskan: luka benda tajam di lengannya, kakinya patah terpelintir, bahkan tusukan benda tajam lebar di lengan kanan dan di nadi kanan kaki. Paha kaki ada sayatan. Bahkan leher yang semula menurut forensik hanya luka dalam, ternyata keluarga mendapatkan foto bahwa leher bagian bagian kiri ada luka sayatan pisau.
 
Beruntung hari ini Hartono Widjaja bertemu dengan dua orang petugas cleaning servive, dua wanita lanjut usia, berseragam biru berbunga di bagian depannya. Keduanya mengenakan kalung dan gelang emas mencolok.
 
Hartono seakan dimudahkan mendapatkan keterangan karena bertutur  berbahasa Mandarin. Bahasa yang menyulitkan saya menggali info selama bulak-balik mencari saksi mata. Kedua petugas itu bersemangat menceritakan kepada  Hartono, posisi David terakhir dilihatnya.
 
"Kasihan  sekali David, "  keduanya menunjukkan gerak tubuh seram, lalu berujar, "Hhhh,  David memang tak layak mati dibegitukan."
 
Hartono yakin bahwa kedua orang ini melihat adegan anaknya "dikerjai". Akan tetapi kedua sosok pekerja kasar yang sudah layak pensiun itu, enggan bila diajak bersaksi ke pengadilan.
 
Akan halnya Nur Kholis, Anggota Komnasham,  diundang keluarga  untuk menyimak persidangan koroner dan melihat lokasi jatuhnya David,  untuk dapat  melihat tempat kejadian perkara. Adalah dana publik yang diambil  mengongkosi, yang sudah terkumpul, mencapai Rp 280 juta melalaui  Facebook, sebagai bentuk dukungan masyarakat kepada keluarga almarhum David.
 
Hari itu juga Hartono mencoba melihat ke ruang di depan kantor Chan Kap Luk. "Benar saja ada lagi yang aneh. Di data penyidik, di depan ruang Chan Kap Luk  tak ada pantry,  bukti lapangan  ada ruang pantry," ujar Hartono. Saya dan dua wartawan TV ONE, menyimak dan mengabadikan ruangan yang tidak  disebutkan di persidangan.
 
Tidak sampai hanya di situ, Hartono pun mengunjungi Hal of Residence 4 di mana David mondok di dalam lingkungan kampus yang gran itu. Lagi, sosok sang ayah menemukan jawaban berbeda dari sahabat yang mengenal David, bahwa di hall itu  sejak lama tidak ada pisau.
 
Sementara di persidangan sosok Juliana Binte Amir, Cleaner, yang menjadi saksi dari NTU,  yang tahu asal pisau, mengatakan, "Bahwa pisau di Hall empat berkurang."
 
Juliana gugup menjawab pertanyaan hakim, berapa sesungguhnya jumlah pisau di hall 4?
 
"Hampir sepuluh. Tinggal delapan saja"
 
Persidangan koroner, yang menghadirkan 28 saksi, hanya satu saja membawa saksi yang diajukan keluarga, yakni Hardian Setiawan Winata, akrab disapa Acong, kawan kuliah sejurusan yang mengenal David. Keterangan Acong tidak signifikan.
 
"Banyak kawan David dan mahsisawa NTU yang mengaku mereka  terintimidasi, " ujar Hartono.
 
Dari kelucuan satu dan kelainan  fakta lainnya, seakan datang mengalir ke pengadilan. Untuk itulah, keluarga berinsisiatif mengundang anggota Komnasham, siapa tahu dapat mensosialisasikan  perihal ini ke masyarakat internasional.
 
Walaupun pengadilan koroner itu mulia, karena penjabarannya sebagai pengadilan yang membatasi wewenang negara dalam membuat Surat Perintah Penghentian Perkara (SP3) - - yang di Indonesia bisa dibuat polisi dan atau jaksa  - - namun sebagaimana pengadilan lazimnya sangat bergantung ke fakta yang disuguhkan dan digiring. Muara dari kasus kematian bermasalah, di pengadilan koroner adalah pernyataan hakiam akan: pertama bunuh diri, kedua kecelakaan dan atau  ketiga ditindak lanjuti ke persidangan kriminal. Nah tentu, keluarga dan segenap masyarakat yang peduli terhadap kasus  ini, mengharapkan keputusan pengadilan koroner: agar kasus David berlanjut ke pengadilan kriminal.
 
"Bukan macam sekarang pengadilan seakan digiring bahwa  David bunuh diri," tutur Hartono.
 
Fakta-fakta yang dan saksi yang ada, memang mengental macam kalimat Hartono. Bahkan hakim semula meminta sidang dilanjutkan 27 dan 28 Mei 2009,  konon agar tuntas dengan ke-28 saksi, namun keluarga  menolak dengan alasan tak mendaptkan izin kantor memperpanjang cuti. Maka belanjutlah sidang 17 – 25 Juni ini.
  
BINTANG dari  keterangan saksi dan kelainan  fakta yang sudah dibawa ke persidangan koroner Mei lalu,  tentulah Profesor  Chan Kap Luk (CKL), dosen pembimbing tugas akhir David. Ia pernah tercatat sebagai senior member dari Defence Science and Technology Agency (DSTA), sebuah lembaga kajian berada di bawah Menteri Pertahanan Singapura. Ia bukan profesor biasa.
Di tangan CKL melekat lima buah paten  - - ingat paten, bukan hak cipta  - - penemuan yang berklait, biasanya, ke teknologi. Ia pakar  mengoprek aplikasi Open Commputer Vission, yang menurut Ary Setiadi, dosen dengan kemampuan sama di Lab VIII, Lt.2, Institut Teknologi Bandung (ITB), "Muara Computer Vission dua saja, dunia entertainmen dan  militer." Dan Computer Vission adalah aplikasi yang dipakai David dalam menyelesaikan tugas akhirnya.
Datang ke persidangan berkemeja putih bergaris-garis halus, dengan celana casual biru tua. Fisiknya tampak lebih kurus dibanding foto  CKL yang beredar di internet.
Beberapa adegan persidangan yang menghadirkan CKL satu setenagh hari itu, di antaranya: gerakan tangan CKL, macam pembersih mobil, bergerak ke kanan dan kiri  seirama, lentur, tidak maco,  di saat  mencotohkan tangannya menangkis.
Shashi Nathan bertanya, bagaimana rasanya ditusuk?
"Macam orang punching."
"Berapa kali  ditusuk, satu dua kali atau  sembilan, sepuluh kali?"
"Tidak ingat," jawab CKL.
CKL mengatakan dia kehilangan keseimbangan jatuh ke lantai  dengan punggung di lantai  
"David menyerang lagi saya menangkisnya," ujar CKL
"David menggunakan tangan kiri atau tangan kanan?"  tanya Shashi.
"Tidak ingat!"
" Lalu David menikam dari atas atau dari bawah?"
"Tidak ingat."
"Pakai tangan kiri atau kanan?"
"Tidak ingat."
Maka ketika kata tak ingat   itu  disampaikannya saya melirik ke seorang mahasiswa NTU yang hadir ke persidangan. Saya berbisik, bangga apa dengan NTU  jika profesor berketerangan demikian. Dengan enteng mahasiswa itu menjawab, "Kan cuma satu Mas Iwan.!".
CKL pun sudah bertutur beradegan macam Superman, mematahkan gagang pisau yang katanyan ditusukkan itu, manjadi tanya tersendiri.
Dari  satu setengah hari kehadiran CKL di ruang sidang, tak pernah sekalipun ia menatap keluarga, apalagi menatap mata ayah dan ibunya David. Bahkan ketika hendak turun meja saksi di persidangan, keluarga David masih duduk di tempatnya,  membuat CKL berdiri saja menunggu, sambil berbisik dengan polisi penyidik
Begitulah CKL.  Sosok sesungguhnya saksi kunci kematian David, yang sayangnya berketerangan demikian. David dituduhkan menusuk, tetapi CKL hanya luka kecil di tangan, luka kecil di punggung, sebaliknya David sudah bersimbah darah di rungannya, juga dihajar di tangga darurat, di duga didudukkan di tangga kaca dalam keadaan sekarat, yang membuatnya tak bertenaga balik naik.
Dan ketika saksi yang dihadirkan bernama Lobna Kamyab, mahasiswa asal Iran tingkat S3 yang sempat berdialog dengan David di tangga darurat,  mengutip kalimat  David, "Iam going to die."
Dalam keadan sekarat, ketakutan, senang berlebihan, seseorang cenderung bertutur ke bahasa ibunya. Bahasa yang diucapkan David, dalam tatabahasa Indonesia, logikanya ingin mengatakan, "Gue nih udah mau mati!"
Tentu bukan mengatakan mau bunuh diri: sebaliknya menegaskan dia sekarat! Pertanyaan siapa yang bikin David sekarat? Inilah benang merah kasus ini seharusnya!
Sebaliknya saksi-saksi mengatakan David mau bunuh diri, dan fakta memang digiring ke arah sana, termasuk rekeman video dari HP, yang dibuat berulang berdurasi 8 detik. "Dan sosok di rekeman video itu kami yakini bukan David," ujar Hartono, sang ayah.

Beruntung keluarga kemudian mendapatkan foto forensik, yang memperlihatkan dua jari David masih menunjuk, apakah ini sinyal ingin mangatakan pembunuhnya dua orang  sebagai pesan atau sinyal terkhir sebelum ajal? Mengapa pula Zhou Zheng, Project Officer, warga negara Cina, yang satu laboratorium dengan David, harus bepulang pula empat hari setelah David meninggal?
Berpuluh-puluh Sketsa bisa lahir dari kasus ini, termasuk bagaimana media Singapura yang mengutip saja persidangan 19 Juni 2009 lalu, dimana ahli forensik tampak menjadi sangat jenaka, tidak bisa  menyebutkan tanggal dari data yang di-digital forensiknya. Biarlah menjadi Sketsa berikut secepatnya, dan pembaca Sketsa hingga  13 tidak menggantung lagi  menunggu lama Sketsa 14 macam sekarang ini. Saya jamin dalam dua hari ini mengalir ke-15-nya. ***
 
Iwan Piliang, Literary Citizen Reporter, blogs-presstalk. com


KAMPANYE EMAIL PADA RS OMNI INTERNATIONAL

Ini kampanye Emailnya Blogger Enda Nasution tentang kasusnya PRITA, bila berkenan silahkan partisipasi

-------------------------------------------------------------------------------------

KAMPANYE EMAIL PADA RS OMNI INTERNATIONAL

Mari masing-masing kita melakukan sesuatu secara nyata sebagai bentuk dukungan kita pada Prita Mulyasari.

Teman-teman jurnalis, media dan pengacara yang bersimpati sudah melakukan tindakan di bidang mereka masing-masing.

Apa yang bisa kita lakukan?

Mari mulai dengan KAMPANYE EMAIL ini. Bagaimana caranya?

1. Copy-paste email di bawah

2. Bubuhkan nama Anda sebagai pengirim

3. Kirimkan ke alamat info@omnihealthcare.co.id dan info@omni-hospitals.com cc kan ke pengacaranya Risma Situmorang, Heribertus & Partners di rhnp@cbn.net.id

4. Jika ingin lebih Anda bisa menyalurkan keluhan ini juga lewat telepon +622153125555 atau print dan fax +622153128666

4. Redaksional email dapat diubah, sesuai dengan keingingan Anda (jangan gunakan kata kasar/sara tentunya)

5. Tolong sebarkan KAMPANYE EMAIL ini melalui milis/forum atau email ke teman-teman Anda yang lain, ajak untuk mengirimkan email juga.

 
Semoga aksi nyata dan bentuk dukungan ini bisa efektif dan memberi dampak nyata pada kebebasan Prita Mulyasari secepatnya!

Ayo emailkan sekarang juga!


= = = = = = = = = = = = = = = = email untuk di copy-paste = = = = = = = = =

to: info@omnihealthcare.co.id, info@omni-hospitals.com
cc: rhnp@cbn.net.id

Yth.
Management RS OMNI International dan Pengacaranya
Tanggerang

Dengan hormat,

Berkenaan dengan kasus hukum Prita Mulyasari salah satu mantan pasien RS OMNI International tangerang dan pemberitaan yang kami baca melalui Internet dan media massa maka kami berpendapat bahwa tindakan dari Management RS OMNI International sangatlah BERLEBIHAN dan TIDAK PERLU.

Surat Pembaca dan Email Pribadi Prita Mulyasari yang dia tulis adalah ungkapan kekecewaan terhadap pelayanan yang RS OMNI International tangerang berikan.

Bukannya menanggapi keluhan pelanggan tersebut dengan baik dan menyelesaikan masalahnya, RS OMNI International tangerang malah melakukan tuntutan hukum PERDATA dan PIDANA dan dalam proses melakukan KRIMINALISASI pada pasien Anda sendiri.

Keluhan pelanggan/pasien yang mana hak-nya dijamin oleh UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Karena sebab diatas maka kami menuntut agar RS OMNI International tangerang agar:

- Menghentikan segera semua upaya tuntutan hukum Perdata maupun Pidana pada Prita Mulyasari

- Dalam kasus Perdata, karena terlanjur diputuskan: tidak melakukan banding dan tidak melakukan eksekusi hukumnan

- Dalam kasus Pidana, karena sudah terlanjur masuk persidangan, memberikan support pada Prita Mulyasari dan memberikan kesaksian yang meringankan

- Memberikan layanan yang terbaik, sesuai hukum dan kode etik pelayanan kesehatan bagi para pasiennya

- Tidak lagi mengkriminalisasi pasien-pasien dan pelanggan RS Omni International tangerang

Ini adalah suara publik dan pelanggan yang kami yakin akan Anda dengarkan dan pertimbangkan dengan serius dan masak-masak.

Mohon agar kasus ini dapat diselesaikan dengan segera dan tidak berlarut-larut.


Hormat saya,


[Nama pengirim]
[Alamat/Lokasi]
[Tanggal]

= = = = = = = = = = = = = = = = email untuk di copy-paste = = = = = = = = =


Let's ask "Why not?" more often,
Enda Nasution.
YM: enda_001 | BBM: 243DFC20
http://enda.goblogmedia.com | http://www.politikana.com »

---------------------------------------------------------------------------------------
Notes :
Saya tidak tahu apakah penyebarkan email semacam ini dapat juga menjadikan saya bagian dari tersangka pencemaran nama baik. Kalau saudara ragu jangan lanjutkan action ini.
Kebetulan saya berani ambil resiko dengan menyebarkan email himbauan/ajakan ini.
:)

Jaringan Internet KPU Diserang Oleh 'Cybercrime'

Jaringan Internet KPU Diserang Oleh 'Cybercrime'

Jaringan internet di Pusat Tabulasi Nasional Komisi Pemilihan Umum sempat down (terganggu) beberapa kali. Untuk menangani kasus kriminal di dunia maya yang biasa disebut cybercrime, Komisi Pemilihan Umum sudah menggandeng kepolisian.

"Cybercrime polisi juga sudah membantu. Domain kerjasamanya antara KPU dengan kepolisian," kata Ketua Tim Teknologi Informasi KPU, Husni Fahmi, di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 15 April 2009.

Menurut Husni, tim kepolisian pun sudah mendatangi Pusat Tabulasi Nasional KPU di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat itu. Mereka akan mengusut adanya dugaan kriminal dalam kasus kejahatan dunia maya dengan cara meretas. "Kami sudah melaporkan semuanya ke KPU. Cybercrime sudah datang," ujar dia.

Sebelumnya, Husni menyebut sejak tiga hari dibuka, Pusat Tabulasi berkali-kali diserang oleh peretas. "Sejak tiga hari lalu dimulainya perhitungan tabulasi, sampai hari ini kalau dihitung-hitung, sudah lebih dari 20 serangan," kata Husni, Minggu (12/4).

Seluruh penyerang itu sekarang, kata Husni, telah diblokir alamat Internet Protocol-nya oleh PT Telkom. Tim TI KPU bisa mengantisipasi serangan karena belajar dari pengalaman 2004 lalu. "Memang sempat ada yang ingin mengubah tampilan laman tabulasi nasional hasil pemungutan suara milik KPU, tetapi segera kami antisipasi," ujar dia. (vivanews)


Bobol Jutaan Komputer, Cracker Remaja Digaet Perusahaan

Bobol Jutaan Komputer, Cracker Remaja Digaet Perusahaan


Owen (nzherald)
Wellington - Masih ingat dengan Owen Thor Walker? Tahun lalu, remaja yang ketika itu masih berusia 18 tahun ini bikin heboh karena keterlibatannya dalam sebuah sindikat penjahat cyber kelas dunia yang berhasil membobol jutaan komputer.

Meski aksinya tergolong kriminal,
Walker terbebas dari hukuman. Pasalnya, hukuman pidana dipandang dapat merusak potensinya yang hebat di bidang komputer. 

Keberuntungan Owen ternyata tidak hanya sampai di situ saja. Baru-baru ini, dia digaet perusahaan telekomunikasi besar Telstra di Selandia Baru sebagai penasehat bidang sekuriti.

Menurut Communications Manager TelstraClear, Chris Mirams, Walker antara lain bakal mengungkap apa saja motif para penjahat cyber. "Dia sangat ingin membeberkan informasinya untuk kebaikan bisnis di Selandia Baru," katanya.

Dikutip detikINET dari AFP, Selasa (25/3/2009), aksi pembobolan yang dilakukan Owen memang cukup mencengangkan. Menurut polisi, Owen merupakan otak sebuah sindikat cracker yang memakai program buatannya untuk meraup uang. Jumlah kerugian yang mereka timbulkan sekitar US$ 20 juta.

Owen yang punya nama online Akill ini mendesain virus canggih yang tidak bisa dideteksi software anti virus. Keahliannya ini rupanya membuat pihak Telstra tertarik sehingga akhirnya mengontrak sang cracker yang masih cukup belia tersebut.

Jangan Takut pada Singapura! - Misteri Kematian David Hartanto



INILAH.COM, Jakarta – Sudah hampir seminggu mahasiswa Indonesia, David Hartanto Widjaja, meninggal secara tidak wajar di Singapura. Hingga kini, belum ada jawaban pasti: David bunuh diri, dibunuh, atau terjatuh tanpa sengaja?

Kesan yang muncul adalah tak terlihat sama sekali kepedulian yang tinggi dari pemerintah dan aparat untuk mengungkap misteri apa yang jadi penyebab kematiannya. Semuanya masih berbungkus misteri. Sekilah, pemerintah dan aparat sudah cukup puas dengan keterangan otoritas Singapura. Karena itu, kasus kematian David tak perlu dibawa melebar kemana-mana.

Padahal, pemerintah dan aparatur yang punya tanggung jawab seharusnya tidak boleh mempercayai begitu saja keterangan pihak Singapura. Sejujur-jujurnya Singapura, tetap saja perlu ada curiga kepada hal-hal yang dilingkupi misteri.

Indonesia sepertinya bersikap 'nrimo' . Rikuh mengatakan 'kami masih mau perlu second opinion'. Walaupun hampir semua media yang melaporkan kematian David Hartanto cukup lugas menyatakan banyak misteri yang belum terkuak, aparat tidak meresponsnya secara setimpal.

Adanya sikap 'nrimo' seperti itu justru mengundang sejumlah pertanyaan. Ada apa dengan pemerintah kita? Ada apa dalam tubuh Poliri? Apakah sikap 'nrimo' ini disebabkan oleh kekurang pekaan? Apakah Polri menganggap kematian seperti itu wajar? Mungkinkah aparat kita minder dan takut kepada Singapura?

Sejatinya, tanpa memandang asal-usul almarhum dan orang tuanya, aparat harus bergerak (cepat). Indonesia harus memperlihatkan kepada Singapura bahwa setiap warga negara Indonesia dipedulikan oleh pemerintahnya. Polri harus terbang ke Singapura untuk melakukan investigasi, mencari tahu faktor apa yang menjadi penyebab kematian warga negara Indonesia itu.

Dari segi latar belakang dan asal-usul keluarga, David memang bukan berasal dari lingkungan keluarga petinggi. Tapi yang membuat David bisa dikategorikan sebagai manusia penting bagi Indonesia, adalah karena rekam jejaknya.

Dalam usia yang masih sangat muda, rekam jejaknya sudah membuat dunia internasional mengakui kekuatan SDM Indonesia. David sudah mengharumkan nama Indonesia di forum internasional. Atas nama Indonesia dia beberapa kali menjadi juara Olimpiade Matematika.

Artinya, hal ini boleh saja ditegaskan kepada Singapura. Bahwa Indonesia punya alasan kuat mencari tahu apa yang terjadi kepada salah satu pemuda cerdas Indonesia. Indonesia prihatin dengan kejadian tersebut. Bila perlu meminta Singapura membuat pertanggungjawaban yang semestinya.

Lagi pula, keberadaan David di Universitas Nanyang Singapura itu bukan hanya karena kehebatannya di Olimpiade Matematika. Ia seorang pemegang beasiswa. Untuk mendapatkan beasisiwa tersebut, David harus memiliki kualifikasi tertentu. Selain itu ia harus lulus tes. Sehingga sisi ini semakin menunjukkan betapa besar kerugian Indonesia dari sudut potensi SDM.

Tak menjadi soal, apakah beasiswa itu diberikan oleh pemerintah Indonesia atau justru Singapura. Namun tetap saja David Hartanto adalah WNI yang memiliki kepintaran khusus. Artinya David termasuk dalam kategori anak jenius.

Latar belakang di atas, bisa dijadikan entry point oleh Polri untuk melakukan investigasi di Singapura.

Setelah proses ini ditempuh, perlu dilihat, apa reaksi Singapura. Kooperatifkah, mempersulit, atau bagaimana? Dari reaksi tersebut sudah bisa mulai menemukan apa jawaban atas teka-teki kematian almarhum.

Di tengah sulitnya mencari SDM yang berkualitas seperti almarhum David Hartanto, pemerintah dan Polri jangan hanya sibuk mengurusi persoalan-persoalan yang lingkupnya sempit.

Sibuk mengurus masalah Pemilu 2009 adalah wajar. Sibuk mengungkap kasus-kasus kriminal yang tidak memerlukan biaya besar, boleh-boleh saja. Asalkan Polri jangan terjebak dan lebih tertarik mengejar pembongkaran kasus yang dapat menaikkan pamor dan citra Polri secara instan. [I4]

KOMENTAR:Bagaimana kepedulian Dubes RI di Singapura melindungi warganya?

Nikahi Gadis di Bawah Umur - info susulan


Nikahi Gadis di Bawah Umur
Syekh Puji Diperiksa 13 Jam
Oleh
SU Herdjoko


Semarang - Gara-gara nekat menikahi gadis Lutfiana Ulfa (12), miliarder yang juga pengusaha kerajinan besi kuningan dan pemilik Pondok Pesantren Miftahul Jannah, Pujiono Cahyo Widiyanto (43) alias Syekh Puji diperiksa selama 13 jam di Markas Kepolisian Wilayah Kota Besar Semarang, Jumat (6/3).

Syekh Puji datang pukul 09.30 WIB didampingi salah satu istrinya, Ummi Hani (26), salah satu anaknya Dora, tim penasihat hukumnya, beberapa pengawal pribadinya, dan 10 pengawal berseragam doreng berbaret merah.

Miliarder asal Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang itu diperiksa secara maraton dan hanya mendapat waktu istirahat pada tengah hari untuk menunaikan salat Jumat. Selama pemeriksaan ia didampingi keluarga dan pengacaranya. Syekh Puji keluar dari ruang pemeriksaan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polwiltabes Semarang pada pukul 22.45 WIB. Ia terlihat sangat lelah. Tatapan matanya pun terlihat bingung.

Belasan wartawan yang terus menunggu hasil pemeriksaan itu berusaha mengorek keterangan dari Syekh Puji. "Tanya pengacara saja," tutur Syekh Puji pendek.
Syekh Puji yang tercatat telah tiga kali menikah secara resmi, beberapa pernikahannya kandas di tengah jalan, ternyata menikah kembali dengan Ulfa, gadis siswa SMP kelas II (VIII) yang berusia 12 tahun secara siri. Pernikahan itu terjadi pada 8 Agustus 2008 dan disaksikan ratusan warga desanya.

Pernikahannya menyulut protes para aktivis pembela hak perempuan dan anak. Mereka menilai tindakan Syekh Puji telah melanggar UU Perkawinan dan UU Perlindungan Anak. LSM Kompak kemudian melaporkan hal itu pada Oktober 2008 ke polisi. LSM ini menuding Syekh Puji telah mengeksploitasi Ulfa. Atas laporan itu polisi telah memeriksa sekitar 15 saksi, termasuk Syekh Puji.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polwiltabes Semarang Ajun Komisaris Besar Roy Hardi Siahaan menjelaskan hasil dari pemeriksaan terhadap Syekh Puji menunjukkan bahwa ia telah memenuhi unsur-unsur eksploitasi ekonomi dan seksual dalam pernikahan dengan Ulfa.
Roy menambahkan Syekh Puji dijerat dengan Pasal 82 juncto Pasal 88 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 290 Ayat ke-2 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.
Syekh Puji akan diperiksa, Rabu pekan depan. Menurut Roy bila ia tidak hadir, polisi bisa memaksa Puji datang karena itu merupakan permintaan Syekh Puji.

Plin-plan
Roy yang juga ikut memeriksa menerangkan bahwa selama pemeriksaan Syekh Puji terkesan plin-plan. "Dia agak berbelit-belit. Banyak pertanyaan yang harus kami ulang karena jawaban yang dia berikan sering tidak sesuai dengan yang dia alami," ujarnya.

Sementara itu, pengacara Syekh Puji, Ramdlon Naning, mengungkapkan kliennya menjawab 30 pertanyaan penyidik. "Pemeriksaan dihentikan karena klien kami sudah tidak mampu lagi konsentrasi. Kami pasti datang pada pemeriksaan nanti," katanya.

Syekh Puji ketika datang mengendarai mobil mewah BMW Z3 didampingi salah satu istri dan anaknya. Mobil warna merah itu secara otomatis atapnya terbuka ketika mendekati Markas Polwiltabes Semarang.
Syekh Puji yang mengenakan jubah putih itu berdiri dari kursinya. Ia mengenakan kacamata hitam bertangkai merah. Kekayaannya benar-benar terlihat dari penampilannya. Begitu mobilnya masuk pelataran parkiran, ia dan keluarganya turun dan atap mobil itu tertutup kembali secara elektrik. Belasan wartawan dan puluhan polisi yang menyaksikan hanya bisa geleng kepala.

Syekh yang selalu mendermakan sebagian hartanya menjelang Ramadan ini pun sempat menolak diperiksa secara tertutup oleh polisi.n

Diperiksa 13 Jam, Syeh Puji Drop

Refleksi :  Apakah ada sesuatu yang telah teruji pada sang syeh dan oleh karena itu namanya Syeh Puji ataukah karena namanya Pujiono?
 
 
Minggu, 08 Maret 2009 , 07:53:00
 

DROP: Syekh Puji didampingi istri tuanya.(jpnn)
SEMARANG -  Polwiltabes Semarang akan melanjutkan pemeriksaan terhadap H Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji pada Rabu (12/3) mendatang. Sebab pemeriksaan yang berlangsung 13 jam pada Jumat (6/3) pagi hingga malam terpaksa dihentikan, lantaran jawaban yang disampaikan dinilai penyidik berbelit-belit.

Kasat Reskrim Polwiltabes Semarang AKBP Roy Hardi Siahaan mengungkapkan, pria kaya-raya yang tinggal di Desa Jambu, Kecamatan Bedono, Kabupaten Semarang, Jateng, itu tidak kooperatif selama penyidikan. Jawaban yang disampaikan kerap berubah-ubah saat penyidik membacakan ulang jawaban yang telah disampaikan.

Menurut Roy, dalam proses pemeriksaan kemarin, sebanyak 32 pertanyaan dilontarkan kepada pemilik Ponpes Miftahul Jannah tersebut.

Roy mengungkapkan, materi pertanyaan masih seputar proses terjadinya pernikahan secara siri Syekh Puji dengan Lutviana Ulfa, bocah 12 tahun.

"Jawaban yang ia (Syekh Puji, Red) berikan berbelit-belit. Ini kurang memuluskan jalannya pemeriksaan. Tadi (Jumat malam, Red) sebenarnya mau dituntaskan tapi kondisi fisiknya (Syekh Puji) tidak memungkinkan. Jadi pemeriksaan dihentikan," ujarnya.

Karena itu, masih menurut Roy, pemeriksaan Syekh Puji akan dilanjutkan Rabu (12/3) mendatang.

"Pemeriksaan masih belum tuntas. Kami masih banyak pertanyaan yang akan diajukan kepada yang bersangkutan," tambahnya.

Penundaan pemeriksaan, lanjut Roy, juga atas permintaan Syekh Puji yang kondisi kesehatannya drop.

"Pemeriksaan kita lanjutkan Rabu (12/3) sekira pukul 09.00 seperti yang disepakati oleh yang bersangkutan. Pemeriksaan nantinya masih terkait UU Perlindungan Anak dan KUHP," ujarnya.

Seperti diketahui, Puji diperiksa lantaran menikah siri dengan Lutviana Ulfa. Pernikahan Puji-Ulfa dianggap polisi menyalahi UU 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

DUKUNG POLISI

Terpisah, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendukung langkah kepolisian memproses Syekh Puji. Alasannya, jika kasus tersebut tidak ditangani, mengakibatkan dampak buruk bagi bocah perempuan pada umumnya.

"Saya lihat langkah polisi ini sudah sesuai instrumen hukum seperti KUHP, UU Perkawinan, serta UU Perlindungan Anak," kata anggota Komnas HAM Johny Nelson Simanjuntak usai seminar bertema Golput: Antara Haram dan HAM di ruang Serbaguna DPRD Jateng, Sabtu (7/3).

Dia menambahkan, di dalam KUHP dijelaskan bahwa pernikahan tanpa ikatan yang sah dapat dipidanakan karena termasuk tindakan kriminalitas. Sementara di dalam UU Perkawinan dijelaskan, usia perkawinan minimum usia 16 tahun untuk perempuan.

Sebelumnya, Komnas HAM juga pernah membuat pernyataan pernikahan Syekh Puji dengan Lutviana Ulfa harus ditinjau ulang.

"Alasan kawin siri yang dibenarkan oleh agama ini masih dapat diperdebatkan. Terlebih karena kawin sirinya dengan anak yang berusia di bawah batasan yang disayaratkan UU Pernikahan," paparnya.

Dia juga meminta agar Syekh Puji dimintai pertanggungjawaban secara pidana. Soal hukumannya tidak harus langsung dipenjarakan. Namun dianggap perkawinan itu suatu tindakan yang bisa merugikan kepentingan anak di Indonesia pada masa depan.

Dia menerangkan, menikah memang merupakan hak asasi manusia. Namun dalam kasus Syekh Puji, pernikahan tidak dapat diterima secara umum. Soal pendapat tentang Ulfa yang tidak merasa dirugikan, dia menganggap sebagai pendapat pribadi. Artinya, tak berelevansi dengan hukum yang diberlakukan pada masyarakat Indonesia.

Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji yang juga menjadi pembicara dalam seminar itu menjelaskan, pernikahan tersebut diindikasikan tidak hanya soal nikah siri, namun juga menikahi anak di bawah umur.

"Pelanggarannya menyangkut hak seorang anak. Saya khawatir jangan-jangan ada pelanggaran lainnya seperti pemaksaan contohnya," tandasnya.(ric/isk/jpnn)

Pengguna Pribadi Bukan Target Pemberantasan Software Bajakan

Link

Pengguna Pribadi Bukan Target Pemberantasan Software Bajakan

Selasa, 24 Februari 2009 | 18:23 WIB

JAKARTA, SELASA - Sejauh ini upaya pemberantasan software bajakan di Indonesia masih diarahkan kepada perusahaan-perusahaan. Pengguna pribadi untuk sementara masih mendapat toleransi.

Hal tersebut dikatakan Benhard Sibarani, kuasa hukum Autodesk, perusahaan yang memproduksi software AutoCad saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (24/2). Benhard menjelaskan, penindakan bagi perusahan sesuai dengan UU No 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta pasal 72 ayat 3. Dalam pasal itu disebutkan bagi pihak yang menggunakan produk bajakaan untuk kepentingan komersil dapat dijerat dengan denda sebesar Rp 500 juta dan pidana kurungan 5 tahun.

"Ada kalangan masyarakat yang menggunakan program AutoCad bajakan bukan untuk kepentingan komersil, seperti mahasiswa arsitektur yang sedang belajar. Untuk hal itu, pihak kami masih memberikan toleransi," ujar Benhard. Tapi bagi pihak perseorangan yang menggunakan AutoCad bajakan untuk dikomersilkan, seperi warnet-warnet, lanjutnya, ke depannya akan diambil tindakan hukum juga.

Meski pengguna pribadi belum menjadi target operasi, Donny A. Syeoputra, perwakilan dari BSA (Business Software Alliance) mengatakan, pihaknya akan terus mengadakan sosialisasi pentinggnya penggunaan software asli, BSA dan AutoDesk, mengadakan seminar ke sekolah dan kampus mengenai software-softwara yang ada. "Kami juga memaparkan kerugian jika menggunakan sotware palsu," terang Donny.

Ronald Chua License & Compliance Manager Autodesk PTE LTD untuk Asia Tengara menyatakan pihaknya mengalmai kerugian besar dari tindakan pembajakan. Ia mengatakan dana untuk riset dan pengembangan software AutoCad menghabiskan 30 juta dollar AS.

"Dengan adanya pembajakan ini otomatis pihak kami sangat dirugikan, tapi saya belum bisa meyebutkan nominalnya, pihak kami masih melakukan perhitungan," terangnya. Pihak AutoDesk bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia dan BSA (Bussiness Software Alliance) yang merupakan aliansi pengembang software global, untuk menjerat perusahaan pengguna software bajakan jenis AutoCad tersebut.

Ia juga menyatakan pihaknya berencana membuka perwakilan resmi di Indonesia karena melihat pasar di Indonesia cukup menjanjikan. "Tapi kami juga memerlukan jaminan keamanan, karena di Indonesia merupakan negera yang tingkat pembajakannya cukup tinggi," jelas Ronald


------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gunakan AutoCad Bajakan, 2 Perusahaan Dijerat Rp 500 Juta

News - Rabu, 25/2/2009 | 20:04 WIB

JAKARTA, SELASA - Aparat dari Markas Besar kepolisian Republik Indonesia menindak dua perusahaan di Jakarta yang menggunakan software AutoCad bajakan. Masing-masing PT MI, perusahaan konstruksi dan teknik di bilangin Permata Hijau dan PT KDK perusahaan konsultan arsitektur yang beralamat di bilangan pasar Minggu.

Penindakan di PT MI dilakukan pada Tanggal 23 Februari 2009. Sementara, PT KDK telah ditangani sejak tanggal 16 Februari 2009. Saat ini penyidik masih memeriksa pimpinan masing-masing perusahaan.

Keduanya akan dijerat dengan UU No 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta pasal 72 ayat 3. "Mereka diancam denda sebesar maksimal Rp 500 juta dan hukuman kurungan selama lima tahun," terang Penyidik Mabes Polri AKBP Rusharyanto, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (24/2).

Selain kedua perusahaan, polisi juga telah melakukan tindakan terhadap para pengguna software bajakan sejenis. Pengguna yang ditangkap umumnya di dalam lingkungan perusahaan dan untuk kepentingan komersial.

"Sejauh ini delapan perusahaan pengguna software jenis AutoCad bajakan yang sudah kami tindak," terang Rusharyanto. Ia mengatakan, upaya pemberantasan software bajakan akan terus berlanjut tidak hanya AutoCad namun juga jenis software yang dilindungi hak cipta.


------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tak Ada Alasan Menjual Software Bajakan

Rabu, 19 November 2008 | 20:05 WIB

Pembajakan software di Indonesia tak kunjung berkurang secara drastis meskipun penegakan hukum gencar dilakukan di berbagai daerah. Dalam tiga tahun terakhir, tingkat pembajakan hanya turun satu persen tiap tahun dari 87 persen di tahun 2004 menjadi 84 persen di tahun 2007 sesuai data survei Business Software Alliace (BSA) dan Incorporated Data Services (IDC).

Hal tersebut tidak lepas dari masih maraknya penjualan software di gerai komputer hingga emperan toko. Mystery Shopper yang dilakukan Microsoft di sejumlah mal di Indonesia menunjukkan bahwa 59 persen reseller atau penjual langsung masih menjajakan software palsu tersebut. "Yang melakukan bukan perorangan tapi organisasi kriminal yang terorganisasi sehingga kami terus berupaya memberantas kelompok ini," ujar David Finn, Associate General Counsel untuk Worldwide Anti-piracy dan Anti-counterfeiting Microsoft saat menghadiri Global Fair Play Day di Surabaya, 22 Oktober 2008.

Seiring penegakan hukum yang ketat, software bajakan yang dijajakan di sejumlah toko kini dikemas sedemikian profesional bahkan semirip mungkin dengan software asli dan dijual dengan harga tak jauh berbeda. Hal tersebut tentu menimbulkan masalah baru karena dapat mengecoh dan merugikan konsumen. Perbedaan harga antara software palsu dan asli menciptakan lingkungan bisnis yang tidak fair. Penjual yang jujur dan hanya berkomitmen menjual software asli tidak dapat bersaing dengan penjual yang menawarkan software bajakan.

Menurut Finn, langkah utama untuk mengatasi pembajakan software adalah melalui edukasi kepada konsumen maupun penjual software seperti dengan menggelar kampanye Global Fair Play yang serentak digelar di 46 negara termasuk Indonesia Konsumen perlu mendapat pemahaman yang cukup untuk mengetahui ciri-ciri software asli dan hanya membelinya dari reseller resmi. Sementara perlu kesadaran para penjual software untuk melindungi hak konsumen dengan hanya menjual software legal.

"Dengan kampanye Global Fair Play, kita ingin menciptakan kompetisi dan business environment yang sehat," kata Anti Suryaman, License Compliance Manager, PT Microsoft Indonesia Selama kampanye yang digelar 3 bulan dari Oktober hingga Desember 2008, Microsoft melakukan mystery shopper, dealer trip test purchase, dan channel enforcement di 6 kota. Dari Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan, Makassar, hingga Batam.

Harus legal

Selain itu, pusat bisnis yang biasa menajajakan software seperti mal didorong untuk berkomitmen hanya menjual software asli. Hi-Tech Mall di Surabaya, misalnya, telah mewajibkan tenant (penyewa lahan) di lokasi perbelanjaannya untuk hanya menjual software legal. "Sebetulnya awalnya bimbang. Kalau berkomitmen tidak menjual software palsu, takut ditinggalkan tenant karena tidak dapat omzet," ujar Rudy Sukamto, General Manager PT Sasana Boga yang mengelola mal tersebut.

Di lain sisi, pihaknya tidak mungkin membiarkan penjualan software palsu terus dilakukan karena akan berhadapan dengan aparat keamanan. Sebagai solusi Hi-tech Mall bekerja sama dengan Kelompok Linux Arek Suroboyo (KLAS) untuk menyediakan software-software berbasis open source yang dapat didistribusikan cuma-cuma. Produk-produk berbasis open source inilah yang hanya boleh dijualbelikan di Hi-tech Mall. Hanya menyediakan produk open source saja ternyata tidak menjawab kebutuhan konsumen yang sebagian tetap menginginkan software-software proprietary seperti dari Microsoft.

Secara proaktif Hi-tech Mall pun mengajak sekitar 800 tenant-nya untuk memesan software secara bersama-sama agar memperoleh harga terbaik. Keraguan hilang ketika ratusan tenant-nya megaku tetap untung meski harus menjual software asli saat Microsoft merilis Windows Vista akhir tahun lalu. "Jual yang asli juga dapat untung jadi jangan jual yang palsu," ujar Rudy.

Ia mengatakan kalau memang tidak bisa menjual produk Microsoft yang asli, gunakan open source. Dengan catatan, Hi-tech Mall sudah membuka peluangnya dengan menyediakan alternative dari KLAS. Langkah dan komitmen Hi-tech Mall merupakan solusi yang masuk akal dan pantas ditiru pengelola pusat bisnis lainnya. Dengan pilihan hanya software legal yang bisa dijual, tak ada alasan untuk menjual software bajakan bukan?

Tri Wahono

http://tekno.kompas.com


Hartono Prapanca, Germo Kakap Rambah Online

Link

Selasa, 17 Februari 2009 - 12:34 wib
Sarie - Okezone

JAKARTA - Nama Hartono Prapanca ternyata tidak asing lagi di dunia prostitusi. Ia terkenal sebagai mucikari kelas kakap dengan koleksi gadis cantik.


Prostitusi yang ia geluti sejak tahun 1990-an ini mampu menobatkan dirinya sebagai pengusaha bordil kelas atas. Bahkan usaha tersebut telah tersebar di beberapa kota besar, yakni Surabaya, Jakarta, Batam, Denpasar dan Semarang.

Hartono sejatinya memiliki nama Hartono Setiawan. Nama Prapanca yang disematkan merupakan nama lokasi favoritnya dalam melancarkan aksi. Ada yang menyebutkan nama tersebut berasal dari nama jalan di Jakarta Selatan, atau nama sebuah hotel di wilayah tersebut yang kerap dijadikan tempat bertransaksi.

Saat ditelusuri okezone di dunia maya, Selasa (17/2/2009), nama Hartono langsung mengacu kepada germo kelas kakap yang sempat ditangkap di Surabaya karena tuduhan praktek prostitusi dan aborsi para wanita koleksinya. Penangkapan ini terjadi pada tahun 2006. Namun belum diketahui, apakah nama ini merupakan nama yang sama dengan pemilik situs prostitusi yang ada saat ini.

Forum lainnya masih menyebutkan Hartono sebagai mucikari tingkat tinggi di Indonesia. Saking terkenalnya, nama Hartono sering disalahgunakan untuk penipuan. Bahkan ada seorang Hartono palsu yang menggunakan rekening atas nama artis yang akan dibooking untuk menipu pelanggan, hanya untuk meyakinkan korbannya.

Kebanyakan anggota forum tersebut percaya dengan 'kualitas' gadis yang digermoi Hartono. Bahkan mereka yakin, Hartono Prapanca hanya memiliki satu situs resmi, yang ia kelola sejak tahun 2005, dan tidak pernah menipu. Sayangnya, anggota forum tersebut menganggap Hartono memiliki tarif prostitusi cukup tinggi. Apalagi tarif penggunaan jasa prostitusi dari kalangan artis. (srn)
Transaksi Prostitusi Online Langsung ke Rekening Artis?
Ardhi Suryadhi - detikinet




Jakarta - Banyaknya nama artis yang dicatut di situs prostitusi Hartono Prapanca mungkin membuat sejumlah orang beranggapan bahwa ini hanya aksi tipu-tipu belaka. Namun ada laporan yang membenarkan adanya aksi tersebut.

Pembaca detikINET yang tak mau disebutkan namanya melaporkan bahwa dirinya pernah mencoba untuk melakukan transaksi 'booking' artis yang ada di situs www.hartono***.com tersebut. Ia lalu diminta untuk mentransfer sejumlah dana ke nomor rekening yang dikatakan milik sang artis.

Hingga di hari yang dinantikan tiba, artis panggilan tersebut sayangnya tak menunjukkan batang hidungnya. Dan ketika dihubungi ke ponsel yang diyakini milik si artis, ia beralasan tengah sibuk syuting. Kejadian ini berulang beberapa kali sampai sang mucikari lalu menghubungi sang klien untuk menawarkan pengganti.

Mendengar pengalaman pembaca tersebut, detikINET lalu mencoba untuk melakukan penelusuran ke nomor rekening yang dimaksud. Dan hasilnya, nama yang muncul adalah nama yang sama dengan artis yang dimaksud.

Meski demikian, belum tentu nomor rekening tersebut milik artis yang bersangkutan. Bisa jadi, nama tersebut adalah milik orang lain yang memiliki nama sama.

( ash / wsh )
Selasa, 17/02/2009 13:25 WIB

Situs Prostitusi Online Gunakan Jasa Situs Instan
Trisno Heriyanto - detikinet


Screenshot Situs Prostitusi
Jakarta - Dua situs memajang wajah dan nama beberapa artis Indonesia dengan klaim bahwa para artis bisa dibooking untuk keperluan tempat tidur. Satu situs, Hartono**.com, menyembunyikan data pendaftaran domainnya lewat perusahaan Malaysia.

Sedangkan satu situs lagi, Jakarta**.com, ternyata menggunakan layanan bernama Swebcard. Ini merupakan nama jasa yang disediakan oleh PT Surya Lintas Global untuk membuat situs web secara cepat dan instan.

Saat dihubungi detikINET, Selasa (17/2/2009), Sali, Network Administrator Surya Lintas Global, mengatakan layanan Swebcard memang bisa memudahkan seseorang yang ingin membuat situs. "Bentuknya voucher, seperti kartu perdana, bagian belakangnya digosok untuk mendapatkan username dan password Swebcard," ujarnya.

Terdapat tiga pilihan kartu Swebcard yang disediakan Surya Lintas Global, yaitu Silver, Gold dan Platinum. Sali mengatakan voucher Swebcard tersedia bebas dan bisa digunakan siapa saja.

Mengenai adanya situs prostitusi yang menggunakan layanan Swebcoard, Sali menegaskan hal itu bukan tanggung jawab perusahaan hosting. "Kami tidak bertanggungjawab terhadap konten yang ada di layanan itu. Sepenuhnya itu tanggung jawab pengguna," tukasnya. ( wsh / ash )
Selasa, 17/02/2009 14:18 WIB

Depkominfo Ancam Blokir Situs Prostitusi Hartono
Ardhi Suryadhi - detikinet
Screenshot Situs Prostitusi Hartono
Jakarta - Depkominfo segera bertindak untuk mengantisipasi penyebaran situs prostitusi yang memajang sederet foto artis-artis Indonesia. Pemblokiran situs tersebut pun bakal dilakukan.

Gatot S. Dewa Broto, Kabag Pusat Informasi dan Humas Depkominfo memastikan bahwa pemerintah dalam hal ini Depkominfo bakal melakukan sesuatu, yaitu melalui aspek teknis.

Seperti berkoordinasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) atau lembaga terkait lainnya untuk menghentikan peredaran situs yang beralamat di www.hartono***.com itu.

"Tapi kami aware, bergerak hati-hati dan tidak reaktif. Sebab, jika kami reaktif, ibaratnya dipukul satu tumbuh seribu," ujarnya kepada detikINET, Selasa (17/2/2009).

Selain UU ITE, imbuh Gatot, pemilik situs prostitusi juga dapat dijerat dengan UU Telekomunikasi, yakni melalui UU No. 36/1999 Pasal 21 yang berbunyi: "Penyelenggara telekomunikasi dilarang melakukan kegiatan usaha penyelenggaraan telekomunikasi yang bertentangan dengan kepentingan umum, kesusilaan, keamanan, atau ketertiban umum."

"Jadi pasal yang menjerat pelaku bakal berlapis, dengan UU ITE dan UU Telekomunikasi. Karena konten di internet itu kan masuk jasa telekomunikasi, yang berada di bawah naungan UU Telekomunikasi," tandasnya.

( ash / fyk )
Selasa, 17/02/2009 15:12 WIB

Situs Prostitusi Hartono Diblokir
Ardhi Suryadhi - detikinet

Screenshot Situs Prostitusi Hartono
Jakarta - Situs prostitusi yang menampilkan artis-artis Indonesia ternama tak lagi bisa diakses. Situs yang mencatut nama Hartono Prapanca tersebut sepertinya diblokir partner hostingnya sendiri.

Ketika disambangi detikINET, Selasa (17/2/2009) sekitar pukul 15.00, situs yang beralamat di www.hartono***.com itu hanya menampilkan keterangan tak lagi bisa diakses, "This Account Has Been Suspended."

Sementara alamat yang tercantum di url situs tersebut juga berubah menjadi 'http://lintasglobal.com/suspended.page/'.

Sebelumnya, ketika coba dilacak, situs Hartono**.com menyembunyikan data pendaftaran domainnya lewat perusahaan Malaysia. Sedangkan situs prostitusi lainnya yang berlamat di www.jakarta**.com -- yang juga telah diblokir -- diketahui menggunakan layanan bernama Swebcard.

Swebcard sendiri merupakan nama jasa yang disediakan oleh PT Surya Lintas Global untuk membuat situs web secara cepat dan instan.


Enyah Kau Pishing dari Twitterku!

 clipped from www.detikinet.com
Enyah Kau Pishing dari Twitterku!



Jakarta - Selepas kasus bobolnya account Twitter Obama dan beberapa tokoh terkenal lain, Twitter mengeluarkan nasihatnya. Nasihat ini berlaku juga untuk pengguna layanan lain.

Nasihat Twitter ini terkait dengan adanya aksi phishing yang mengintai pengguna layanan microblogging tersebut. Berikut adalah rangkuman nasihat tersebut yang dikutip detikINET dari blog.twitter.com, Rabu (7/1/2009).

Apa itu pishing?

Menurut situs ensiklopedi Wikipedia, pishing adalah salah satu bentuk kriminalitas ketika pelaku mengincar informasi-informasi sensitif seperti username, password, dan nomor kartu kredit dari alat komunikasi elektronik, lewat penyamaran sumber yang seakan-akan terpercaya, misalnya situs palsu.

Cara kerja pishing awalnya dengan mengirimkan email berisi notifikasi pada penggunanya. Email tersebut menyediakan link yang jika diklik akan mengarahkan pengguna pada halaman yang seakan-akan adalah halaman utama Twitter.

Bagaimana Mencegahnya?

Jika terlanjur mengklik dan tiba di situs Twitter bohongan itu, jangan buru-buru memasukkan username Anda sebelum melihat URL-nya. Perhatikan alamat yang tertera di dalam Address Box pada bagian atas browser.

Jika URL tersebut memiliki domain di luar twitter, namun tampilannya sangat mirip dengan twitter aslinya, lebih baik Anda tidak melakukan sign in.

Kalau Terlanjur Kena?

Bagi yang sudah kena pishing, yaitu mereka yang sudah memberikan passwordnya di situs palsu tersebut, pelaku akan dengan mudahnya membuat pesan-pesan yang bisa mengecoh para follower. Hal ini sama dengan yang terjadi pada Obama, Britney Spears dan tokoh lainnya. Dalam kasus seperti itu, Twitter akan proaktif mereset password.

Nah, bila suatu saat Anda gagal login ke layanan Twitter --atau lainnya-- padahal Anda yakin seyakin-yakinnya kalau  username dan password sudah sesuai, gunakanlah layanan reset password. Pengelola biasanya akan mengirimkan e-mail balasan untuk memulihkan password tersebut.
Sent with Clipmarks