Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan

Jejaring Sosial sedikit banyak telah mengubah perilaku dan gaya hidup pertemanan

Kehadiran situs jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter sedikit banyak telah mengubah perilaku dan gaya hidup sebagian besar masyarakat.

Pengaruh luar biasa dari jejaring sosial dunia maya ini juga telah merasuk dalam kehidupan pribadi para penggunanya, termasuk perilaku berhubungan dengan orang lain.

Menurut hasil sebuah penelitian terbaru di Amerika Serikat, jejaring Facebook - yang saat ini merupakan situs yang paling banyak diakses - telah mengubah banyak aspek perilaku, khususnya terkait dengan cara menjalin hubungan dengan pasangan.

Ada banyak temuan menarik dari hasil survei terhadap sekitar 3.000 pengguna ini. Sebanyak 1.377 pria dan 1.540 wanita menjadi target dalam penelitian ini. Berikut adalah beberapa temuan penting dari penelitian ini :

1. Tak jujur dalam status
24 persen facebookers tidak memasang status relationship mereka sejujurnya. Dengan begitu, mereka lebih menyukai 'opsi terbuka' pada kemungkinan selingkuh atau meneruskan flirting dengan orang lain. Tercatat 27 persen pengguna tidak memasang status hubungan sama sekali, dan setengah dari mereka masih melajang.

2. Sarana Flirting70 persen pengguna mengaku memanfaatkan Facebook untuk merayu atau menggoda teman. Sebanyak 24 persen si penggoda ini mengunakan jejaring sosial untuk merayu orang lain ketimbang pasangannya sendiri.

3. Membakar cemburu 59 persen mengaku sering cemburu karena pasangannya berhubungan dengan orang lain di Facebook. Hasil penelitian Amy Muise Ph.D dari University of Guelph, mengindikasikan, Facebook berkontribusi memicu kecemburuan, bahkan pada orang yang sebenarnya tidak punya kecenderungan atau sifat cemburuan.

4. Bencana posting wall
29 persen mengatakan bahwa kiriman pesan di dinding (wall) atau foto dapat menimbulkan masalah dengan pasangan. Sebanyak 42 persen mengatakan, mereka mendapat keluhan dari pasangannya, dan 11 persen dari yang disurvey menempatkan pasangan mereka pada profil terbatas sehingga tak dapat mengakses atau melihat semua aktivitas yang dilakukannya di Facebook (baik kiriman di wall, kementar atau foto).

5. Pilih teman yang menarik 55 persen facebooker mengirim friend request kepada seseorang yang mereka anggap menarik dan penting. Sebanyak 23 persen mengirim ajakan teman pada orang tak dikenal tetapi berpenampilan menarik.

6. Cari mantan kekasih 85 persen pengguna mencari dan menelusuri mantan kekasihnya melalui Facebook. Sekitar 17 persen dari mereka selalu mengecek halaman mantan kekasihnya, setidaknya sekali dalam seminggu.

7. Mengintai pacar atau eks pacar
59 persen facebooker selalu 'mengintai' profil pasangannya atau mantan kekasihnya, mencari petunjuk tentang hubungan mereka dengan orang lain. Apakah Anda juga termasuk pengintai?

8. Cinta lama bersemi kembali
32 persen wanita mencoba menjalin kembali hubungan dengan kekasihnya di Facebook. Sekitar 16 persen dari wanita ini berstatus sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Bagaimana dengan pria? Sekitar 36 persen pria mencoba menjalin kembali dengan mantannya melalui Facebook; 1 dari 5 pria ini mengaku sedang menjalin hubungan. Sementara itu sekitar 3 persen responden mengakhiri hubungannya dengan membatalkan status hubungan melalui Facebook.

9. Membobol akun pasangan
23 persen responden mengaku pernah membobol atau nge-hack akun pasangannya di Facebook * Sebanyak 18 persen responden mengaku tahu password pasangannya, sekitar 85% persen mengaku diberitahu password-nya, 16% menebak password-nya, dan 9% responden sengaja nge-hack akun Facebook pasangan.

10. Ajang selingkuh Sebanyak 5 persen responden mengaku berselingkuh dengan orang lain. Bagaimana mereka berselingkuh lewat Facebook? Para responden memberikan sejumlah alasan;
- "Saya bosan dengan hubungan selama ini. Rayuan-rayuan di Facebook memutuskan saya untuk berselingkuh."
- "Saya pernah bertemu bahkan tidur dengan dua lelaki yang saya kenal di Facebook."
- "Ya, saya berselingkuh dengan seseorang yang saya temui di Facebook (teman selingkuh saya adalahmutual friend dan satunya lagi teman dekat)."
- "Saya membuat rencana-rencana untuk bertemu melalui pesan di Facebook."
- "Ada seorang lelaki yang pernah saya kenal selama bertahun-tahun. Walau saya berkencan dengan orang lain ketika itu seperti halnya yang dia lakukan, kami masih sering kontak melalui Facebook— semisal merancang pertemuan, mengekspresikan perasaan satu sama lain dsb ."
- "Saya menggunakan pesan pribadi untuk merancang pertemuan dengan mantan."




Tangsel Kite

Sebenarnya Yang Salah Siapa? Facebook Atau User-nya



Candu Facebook


Facebook memang bak candu, membuat waktu berjalan dengan cepat, membuat pekerjaan menjadi teramat berantakan.


Tapi dengannya ane bisa menyuarakan kata hati.
Lalu? Brenti, brenti, brenti!

Ya, ya, ya setelah Pilgub usai.

Tangsel, 12 Nov 2011
ane
cahPamualng

Bayar daripada ngerepotin, Facebook rekrut hacker pembobol Sony PS3


Palo Alto - Ketimbang merepotkan dan merugikan lebih baik direkrut. Itulah kiat Facebook mencegah jaringan online-nya diserbu hacker dengan merekrut merekrut George Hotz, 21, programmer muda yang menjebol sistem online Sony PlayStation 3 sehingga melumpuhkan jaringan komputer Sony. Manajemen pengelola jejaring sosial tersebut menolak berkomentar.

George Hotz di jagat maya dikenal dengan sebutan ´Geohot´ bukanlah seorang hacker dengan tindakan ilegal, dia lebih dikenal dengan kemampuan mengontrol perangkat lunak (software) pada hardware konsumen yang ditembusnya.

Hotz mulai dikenal pada 2007 ketika masih berusia 17 tahun, setelah menembus sistem jaringan Apple iPhone melalui koneksi pada jaringan seluler operator seperti dikutip telegraph.co.uk, Rabu (29/6).

Tahun lalu pria asal Yahudi ini kembali menjadi perhatian setelah menembus sistem keamanan PlayStation 3 sehingga membuatnya leluasa menjalankan software secara ilegal.

Tindakan Hotz membuat marah Sony, yang kemudian menggugatnya pada Januari 2011 setelah dia menerbitkan rincian jaringan online Sony berikut data penggunanya. Namun kasus itu kemudian diselesaikan di luar pengadilan setelah Hotz sepakat mengungkap jaringan hacker di belakangnya.Bayar daripada ngerepotin, Facebook rekrut hacker pembobol Sony PS3 .: Primair Online - Portal Berita Hukum dan Politik :.

Fitur Baru 'Menghebohkan' Facebook - Videochat


INILAH.COM, Jakarta – Pada Rabu lalu, CEO Facebook Mark Zuckerberg menjanjikan ‘hal menarik’ bagi penggunanya. Kini, ketiga fitur baru itu resmi diluncurkan. Apa saja?
Fitur-fitur baru ini termasuk desain ulang antarmuka chat, group chat dan video chat yang semuanya dipaparkan dalam blog Facebook. Fitur group chat memungkinkan obrolan bersama dengan beberapa teman sekaligus dengan memilih ‘Add Friends to Chat’.
Menurut Facebook, 50% pengguna menggunakan fitur ini guna mengkoordinasi acara. Pengguna bisa menambahkan teman yang sedang tidak online saat itu juga dan mereka akan menerima ringkasan obrolan yang terjadi.
Desain ulang chat meliputi ukuran jendela browser pengguna. Zuckerberg mengaku, banyak pengguna merasa kesulitan memulai chat pada desain sebelumnya. Sidebar chat akan disederhanakan dan memberi pengguna ‘akses satu klik’ untuk mengobrol dengan teman-teman.
Video chat, hasil kerjasama Skype, memungkinkan pengguna mengklik tombol fitur ini di bagian atas jendela chat untuk menggunakan fitur baru ini. Saat diklik, sebuah plug-in otomatis diunduh untuk memungkinkan fitur ini digunakan. Meski fitur ini baru akan dirilis pekan depan, pengguna bisa mencobanya terlebih dahulu di sini.
“Kami berhubungan erat dengan Microsoft,” ujar Zuckerberg saat mengungkap kerjasamanya dengan Skype milik Microsoft.
Menurut keterangan, fitur desain ulang antarmuka chat dan group chat bisa dinikmati hari ini (7/7). [mor]

Google vs Facebook, siapa Pemenangnya?

GoogleFacebook

Angry Birds Segera Mendarat di Facebook



Setelah merambah ke Sony PSP, PS3 dan Windows 7, permainan paling populer saat ini, Angry Birds segera muncul di situs jejaring sosial terbesar, Facebook. Angry Birds rencananya mendarat di Facebook pada bulan depan

Menurut Kepala Eksekutif Rovio, pembuat Angry Birds, Mikael Hed Angry Birds versi Facebook akan berbeda dengan platform sebelumnya. Menurut Hed, si babi yang selama ini hanya diam dan menjadi target burung-burung 'marah' akan memiliki peran baru yang lebih menonjol.

Penasaran? Anda bisa melihat halaman Angry Birds di Facebook dan melihat apa saja yang akan berubah. Bila Anda mengkilik "like" di laman tersebut, Rovio, pembuat Angry Birds berjanji akan mengirimkan berita-berita terbaru soal Angry Birds yang bermigrasi ke Facebook ini.

Game Angry Birds menjadi permainan paling laris sepanjang tahun 2010. Game yang pertama kali tersedia di iPhone dan iPod Touch ini sekarang banyak diunduh pengguna ponsel, baik iPhone maupun Android.

Dalam Angry Birds, pemainnya harus menghancurkan sebuah bangunan yang di dalamnya ada babi dengan menggunakan seekor burung terbang yang diketapel oleh si pemain.

Arab Saudi Berniat Beli Facebook Rp 1.321 Triliun



Pemerintah Arab Saudi dikabarkan berniat membeli situs jejaring sosial Facebook. Mereka siap mengucurkan US$150 miliar atau sekitar Rp 1.321 triliun untuk membeli Facebook. Sumber kerajaan menyatakan Raja Abdullah kecewa dengan Mark Zukerberg yang membiarkan revolusi di Timur Tengah dan Afrika Utara tidak terkendali.

Ia dikabarkan telah melakukan pertemuan rahasia dengan pendiri Facebook itu pada 25 Januari lalu. Zuckerberg berjanji tidak akan membiarkan ada laman pemberontakan di Facebook, tapi nyatanya laman-laman pemberontakan tetap ada di Facebook termasuk laman-laman yang mengobarkan revolusi di Mesir dan Libya.

Raja Abdullah tidak punya pilihan lain, ia dinasehati oleh lembaga keuangan Goldman Sachs yang berbasis di New York untuk membeli Facebook dan membersihkan semua akar pemberontakan. Tawaran yang yang diberikan adalah Rp 1.321 triliun.

Oleh pensihat keuangan sebelumnya, Raja Abdullah diperlihatkan neraca keuangan Facebook yang memperlihatkan nilainya tidak lebih dari US$ 1 juta, dan tidak akan memberikan keuntungan. Namun, Raja Abdullah melemparkan laporan keuangan itu ke tong sampah dan memecat memecat penasihatnya lalu memutuskan untuk mengalihkan mandat bank investasinya kepada Goldman Sachs yang memberi harga Rp 1.321 triliun.

Banyak analis keuangan menilai Zuckerberg tidak akan mengambil tawaran itu, dan akan menunggu hingga Raja Abdullah menawarkan US$ 500 miliar atau setara dengan Rp 4.404 triliun. Seorang sumber kerajaan yang tidak mau disebut namanya membantah kabar tersebut. "Kabar itu tidak ada dasarnya," katanya.

Berdasarkan data statistik terakhir, pengguna Facebook di Arab Saudi sebanyak 2,3 juta atau sekitar 8 persen populasi negeri itu. Sedangkan di Mesir pengguna Facebook mencapai 3,4 juta, di Libya lebih dari 150 ribu, di bahrain 220 ribu, di Oman 160 ribu dan di Tunisia mencapai 1,6 juta orang pengguna.

Akuisisi Beluga, Facebook Bisa Membunuh Layanan SMS



Situs jejaring sosial terbesar Facebook terus memperkuat "armada perangnya". Pekan lalu, situs yang dibuat Mark Zuckerberg itu mengakuisisi Beluga, sebuah perusahaan internet yang menyediakan aplikasi layanan mobile messaging.

Dengan akuisisi ini pengguna facebook kemungkinan besar dalam waktu dekat bisa saling mengirim pesan singkat dan cepat dengan harga jauh lebih murah ketimbang mengirim pesan singkat melalui operator telepon. Layanan pesan singkat atau Short Messaging Service (SMS) yang disediakan operator telepon pun terancam semakin tak laku.

"Akuisisi ini menegaskan secara eksplisit Facebook bersaing dengan perusahaan telekomunikasi," kata Craig Moffett, analis dari lembaga penelitian Sanford C. Bernstein. Bukan rahasia lagi, harga pesan singkat yang dijual operator lebih mahal daripada harga menggunakan internet melalui telepon pintar.

Dalam pernyataannya, Beluga dan Facebook akan bekerja sama dalam sebuah bentuk baru. "Kami ingin memberikan pengalaman baru berkomunikasi dan berbagi," kata Beluga di dalam situsnya. "Kami senang, bisa mengembangkan visi kami sebagai kelompok yang menyediakan mobile messaging sebagai bagian dari Facebook."

Beluga selama ini menyediakan aplikasi gratis bagi telepon pintar berbasis andoroid dan iOS. Aplikasi ini bisa memberikan pesan kepada sesama pengguna, membagi foto dan bertukar kabar terbaru.

Beluga adalah bayi dari para bekas eksekutif Google. Kepala Eksekutif Beluga, Ben Davenport salah satu otak dari Google Adsense, Lucy Wang bekerja di Google AdWords, Google News dan Google Docs, sedangkan Jonathan Perlow adalah staf senior di Google yang mengurusi Gmail, Gmail Chat dan Mail Googles.

Keterlibatan Facebook Dalam Revolusi Mesir


Setelah lama bungkam mengenai keterlibatan langsung Facebook dalam revolusi Mesir yang berakhir dengan jatuhnya Hosni Mubarak beberapa waktu yang lalu, kini Facebook tidak bisa lagi mengelak atas keterlibatan mereka dalam revolusi tersebut.

Mashable.com mencatat beberapa laporan yang menunjukkan keterlibatan terselubung dari beberapa pimpinan Facebook untuk mendukung revolusi tersebut.

Menurut Daily Beast, Facebook dilaporkan bekerja untuk melindungi identitas aktivis Mesir. Situs berita ini mengklaim memperoleh e-mail dari eksekutif Facebook dan para administrator dari sebuahPage di Facebook dengan nama We Are All Khaled Said yang merupakan awal mula pusat gempa revolusi digital ini. Facebook Page ini diciptakan untuk mengingat seorang laki-laki Mesir yang dibunuh musim panas lalu oleh polisi.

Lebih jauh Daily Beast mengatakan bahwa eksekutif Facebook mengambil langkah-langkah yang tidak biasa untuk melindungi identitas para pemimpin protes selama pemberontakan Mesir. Pada tanggal 25 Januari awal mula revolusi mesir tersebut, pemrotes di Mesir yang tidak mungkin dapat menghubungi teman-teman mereka di seluruh Mesir untuk mengadakan demonstrasi secara serentak. Seorang admin dari sebuah Page di Facebook telah meminta bantuan top executive Facebook untuk membantunya menyebarkan email.

Tidak lama kemudian Page di Facebook tersebut menjadi sangat populer dan menjadi tempat online bagi para demonstran untuk berkumpul serta menjadi awal gerakan revolusi tersebut. Setiap hari selalu ada update di wall dan sebanyak 400 ribu fans. Page ini memuat berbagai permohonan ber-api-api agar para pendemo di Mesir bergabung. Para pemrotes terus bergabung hal ini membuat kekhawatiran bagi administrator page yang bernama We Are All Khaled Said tersebut. Administrator merasa pemerintah regim Mubarak akan melancarkan serangan cyber untuk menutup Page tersebut atau menangkapi para pengelolanya. Sampai pada titik ini belum jelas apakah Facebook memberikan bantuan.

Halaman Facebook We Are All Khaled Said, sumber:https://www.facebook.com/ElShaheeed

Di suatu malam tanggal 25 Januari tersebut, Richard Allan, Direktur Kebijakan Facebook untuk Eropa merespon kekhawatiran administrator Page di Facebook tersebut dengan mengatakan:

“We have put all the key pages into special protection,” he wrote in an email. A team, he said, “is monitoring activity from Egypt now on a 24/7 basis.”

Ini artinya secara resmi atau tidak (melalui pribadi Richard Allan) Facebook telah memberikan perlindungan khusus terhadap Page We Are All Khaled Said agat tidak mudah diserang pemerintah Mesir atau agar pengelolanya tidak mudah untuk ditangkapi.

Dengan memberikan perlindungan istimewa terhadap page ini, Facebook telah memainkan peran sebagai tempat berkumpul para aktivis pro revolusi Mesir untuk menyatukan kekuatan mereka dan untuk terus berdemo, menggalang kekuatan selagi Hosni Mubarak tidak juga mau turun dari jabatannya. Namun Richard Allan menolak untuk mengomentari hal ini. Ia sendiri bergabung dengan Facebook pada bulan Juni 2009. Dalam sebuah wawancara di bulan Agustus dengan Financial Times, ia mengatakan bahwa di antara tanggung jawabnya adalah melakukan deal dengan sensor, kebebasan berbicara dan privasi, serta mempromosikan Facebook untuk kepentingan umum.

Dengan latar belakang sebagai seorang yang suka kebebasan berbicara dan anti sensor serta ditempatkan pada posisi yang cukup menentukan di Facebook bukan tidak mungkin Richard Allan telah menggunakan posisinya baik resmi atau tidak untuk mendukung revolusi Mesir. Seorang mantan pegawai Facebook mengatakan bahwa Richard Allan memiliki kekuatan untuk mengirimkan email kepada siapa saja yang berkepentingan dalam situasi tertentu.

Dengan demikian, sengaja atau tidak memang Facebook telah berperan cukup banyak dalam revolusi Mesir yang berhasil menumbangkan rezim Hosni Mubarak tersebut. Setelah berhasilnya revolusi tersebut, peningkatan pengguna Facebook Mesir meningkat secara mengejutkan. Tidak tahu juga apakah keberhasilan revolusi tersebut membuat warga Mesir merasa harus berterimakasih kepada Facebook dengan beramai-ramai menjadi anggotanya.

Menarik juga dilihat, pemadaman jaringan internet oleh pemerintah Mesir selama beberapa hari tidak menyurutkan api revolusi di Mesir padahal Facebook hanya dapat ditengok jika ada koneksi internet. Hal ini menandakan, bahwa gelombang revolusi tersebut ternyata sudah cukup besar, Facebook berperan menyatukan gelombang tersebut dan ketika telah bersatu, tidak dapat lagi dihentikan walaupun dengan memutuskan koneksi internet.

    Facebook Menjadi Tempat Simpan Foto Terbesar



    Facebook ternyata memiliki koleksi foto lebih besar daripada situs lain di web. Facebook memilki 60 Milyar, Photobucket 8 M, Picasa 7 M dan Flickr 5 M.

    Postpost.com nge-Facebook serasa baca Portal

    Siang tadi saat install browser http://Flock.com terbaru yang tampilannya kini semirip Google Chrome, karena mesinnyapun sudah nggak pakai mesinnya Firefox, pas install add-on nya kok nemu barang menarik namanya Postpost. Menariknya adalah perangkat lunak ini mampu meng-agregasi postingan kontak Facebook dalam tampilan portal, menarik, saya dapat dengan cepat melihat update terkini dari para kontak Facebook, dapat mereplynya dengan cepat begitu pula untuk dishare ke wall. Alamatnya di http://www.postpost.com

    Cara menggunakannya mudah, tinggal panggil alamat tersebut, login dengan akun Facebook,tunggu sejenak untuk mengagregasi postingan terkini dari para kontak, dan, nikmatilah portal baru anda yang tiap detik dapat berubah.

    Bagus pokoknya, cobain deh.

    Berikut ini tampilan Postpost yang ciamik :)




    Enjoy ya ....

    Jogja, 31 Januari 2011
    (mau kerja kok malah pethakilan di internet ;(

    Jejaring Sosial Bentuk Modern dari Kegilaan



    London (ANTARA News) - Seorang akademisi Amerika Serikat mengklaim situs jejaring sosial membuat kita "kurang manusiawi."

    Telegraph melaporkan, menurut seorang sosiolog terkenal cara orang-orang berkomunikasi online melalui jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook bisa dilihat sebagai bentuk modern kegilaan.

    "Perilaku yang sudah jadi tipikal bisa saja menunjukkan masalah yang dulu kita anggap sebagai penyakit," tulis Sherry Turkle, seorang profesor di Massachusetts Institute of Technology, dalam buku barunya "Alone Together."

    Dia menjelaskan bahwa orang menjadi terisolasi dari realitas karena situs jejaring sosial dan teknologi mendominasi kita dan membuat kita "kurang manusiawi."

    Dalam ilusi bahwa kita sedang berkomunikasi lebih baik, teknologi sebenarnya menjauhkan kita dari interaksi nyata manusia lewat cyber reality yang merupakan imitasi buruk dari dunia nyata.

    "Kita sudah menemukan teknologi yang menginspirasi dan semakin canggih, namun kita telah membiarkannya melemahkan diri kita," tulis Turkle.

    Peringatan yang dia berikan dan dari cyber sceptis lainnya, menyusul kematian dari Simone Back, seorang perempuan asal Inggris yang mem-posting pesan bunuh diri di Facebook yang dilihat oleh lebih dari 1.000 teman-temannya.

    Tak seorangpun di antara mereka meminta bantuan, malahan saling bertukar pesan cemoohan di dinding Facebook Back.

    Buku Turkle sudah menciptakan perhatian penting di Amerika Serikat lewat karya sebelumnya yaitu "The Second Self and Life on the Screen" .


    Dominasi Facebook Paksa Pesaing Berubah



    London (ANTARA News) - Dominasi Facebook telah memaksa jejaring sosial pesaingnya fokus pada minat-minat yang lebih spesifik (niche) dalam upayanya mempertahankan pengguna dan relevansi.

    MySpace, baru saja memberhentikan 500 pekerja mereka dan memangkas operasi internasional mereka. Situs itu mengubah fokus mereka dalam 12 bulan terakhir dari jejaring sosial, menjadi situs yang hanya untuk hiburan dan musik.

    Mike Jones, chief executive MySpace mengaku kepada Telegraph pada akhir tahun lalu bahwa MySpace sudah selesai menjadi jejaring sosial dan pesaing langsung Facebook.

    "MySpace bukan jejaring sosial lagi. Sekarang itu merupakan tujuan hiburan sosial," kata Jones.

    Jumlah pengguna aktif mungkin akan turun, dan News Corporation mungkin mempersiapkan situs itu untuk dijual. Tetapi, Jones mengungkapkan bahwa sejak peluncuran MySpace baru di seluruh dunia, ada lebih dari 3.3 juta profil baru dibuat, dengan minat khusus pada halaman baru bertema hiburan.

    Jejaring sosial Bebo juga melakukan hal yang sama. Situs asal Inggris itu sejak dibeli dari AOL oleh Criterion Capital Partners, sekarang fokus untuk menjadi wadah yang lebih menyenangkan. Mereka membiarkan para pengguna mengendalikan profil mereka dan mengekspresikan diri.

    "Saya pikir kami bisa berdampingan dengan Facebook karena Bebo adalah wadah yang sekarang fokus pada ekspresi diri. Tidak semua orang ingin menjadi wadah di mana Ibu dan Ayah mereka menjadi anggota," kata Adam Levin, chief executive baru Bebo, kepada Telegraph bulan lalu.

    "Itu mengenai mengaktifkan kembali para pengguna terdaftar, yang kemudian akan mengatakan pada para pengguna baru untuk datang dan mengecek perangkat baru dan isi yang kita letakkan pada situs."

    Bebo saat ini memiliki 117 juta pengguna terdaftar secara global. Bagaimanapun juga, kurang dari 12 juta merupakan pengguna aktif, dengan 30-40 persen pengguna terdaftar itu berbasis di Inggris. Berbeda dengan Facebook yang memiliki lebih dari 500 juta anggota terdaftar.

    Pemilik terakhir Friends Reunited, Brightsolid, juga tengah memfokuskan kembali sebagai mantan pemain besar jejaring sosial, untuk memastikan bahwa mereka masih layak mendapatkan sedikit anggota yang sudi meluangkan waktu untuk jejaring sosial bukan Facebook.

    Pada 2011, tampaknya tahun kehadiran lebih banyak jejaring sosial niche. Diantaranya, Path, yang hanya memperbolehkan setiap penguna memiliki 50 orang teman. Path berusaha untuk membedakan dirinya dari raksasa Facebook, dengan menjadi "jejaring sosial personal."

    Telegraph mengatakan, tetap harus dilihat apakah beberapa diantara jejariong sosial itu bisa bertahan, secara finansial dan pengguna aktif mereka, sementara satu jejaring sosial masih mendominasi.

    Haruskah para pemilik dari setiap jejaring sosial ini menyerah dan benar-benar menutup jejaring sosial mereka atau mengalahkannya, apa yang disebut beberapa analis sebagai tidak berguna?

    Atau bisakah jejaring-jejaring sosial itu bertahan sebagai satelit-satelit bagi satu pemain dominan yang lebih besar dalam ruang ini? Tetap harus dilihat.


    Facebook Uji Coba Skype untuk Video Chat  

    Tempointeraktif.Com

    foto

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Versi terbaru Skype sudah terintegrasi dengan Facebook, tapi fitur yang tersedia baru satu arah. Facebook tampaknya ingin lebih. Memanfaatkan teknologi yang dimiliki Skype, Facebook segera melakukan uji coba fitur video bagi para penggunanya.

    Tal Ater, pengembang aplikasi Facebook, mengatakan pihaknya terus mencoba kemungkinan memasukkan fitur baru tersebut. Dasarnya adalah JavaScript yang diberi nama VideoChat.

    Sebenarnya ide untuk menghadirkan video chat ini sudah ada sejak tahun lalu. Tapi saat itu ide untuk membawa video chat ke laman Facebook masih belum terlalu serius.

    Kini pemikiran itu muncul kembali. Kali ini Facebook lebih serius, terutama lantaran sudah terintegrasinya Skype dengan Facebook. Fitur baru itu diperkirakan tak lama lagi dapat dinikmati oleh para pemilik akun Facebook.

    Kehadiran video chat dipastikan akan semakin memperkuat eksistensi Facebook di dunia maya. Apalagi selama ini sudah terbukti bahwa video chat sangat populer bagi para pengguna situ jejaring sosial.

    Google boleh dibilang selangkah lebih maju dari Facebook. Mereka telah melengkapi voice dan video chat di Gmail. Baru-baru ini Google juga menambahkan fitur yang memungkinan para penggunanya membuat dan menerima telepon dari dan ke berbagai nomor dalam aplikasi web mail.

    foto

    TEMPO Interaktif, Washington-Rumor Facebook akan meluncurkan surat elektronik (email) semakin kencang. Situs jejaring sosial itu kabarnya sebentar lagi akan e-mail bagi 500 juta penggunannya. Peluncuran email ini untuk menyaingi gmail dan yahoomail.

    Menurut situs techcrunch.com, layanan email di Facebook akan diluncurkan besok, Senin (15/11). Para pemilik akun facebook akan mendapat alamat email personal @facebook.com. Proyek email faceebook ini kabarnya telah dimulai sejak Februari lalu. Secara internal, proyek ini disebut "Gmail killer".

    "Dan layanan email ini akan mulai diluncurkan Senin, ada banyak potensi dalam layanan tersebut," kata penulis techcrucnh, Jason Kincaid.

    Email Facebook ini akan berintegrasi dengan laman pengguna. Mereka akan langsung terhubung dengan teman persis seperti dalam situs Facebook. Jika memang akan diluncurkan besok, maka email facebook akan langsung meyalip para raksasa pemilik layanan email. Di antaranya hotmail yang punya 361 juta pengguna, Yahoomail yang memiliki 273 juta pengguna dan Gmail yang punya 193 juta pengguna.

    Facebook yang didirikan oleh Mark Zuckerberg. Dia membangun Facebook dari kamar kostnya saat dia masih menjadi mahasiswa Harvard University. Saat ini tercatat lebih dari 500 juta orang memiliki akun di Facebook.

    TECHCRUNCH | WASHINGTON POST | PGR

    10 Efek Buruk Facebook

    Selain memicu perselingkuhan, Facebook dipercaya memiliki sederet efek buruk.



    VIVAnews - Sejak diciptakan pada 2004 oleh Mark Zuckerberg, situs jejaring sosial Facebook berulang kali "disalahkan" atas berbagai masalah. Mulai dari hancurnya pernikahan, obesitas pada anak, hingga oleh Professor Peter Kelly, kepala kesehatan publik di Teesside, Inggris, mengungkap kalau Facebook berperan dalam penyebaran penyakit sipilis.

    Selain tiga hal tersebut, banyak efek lain dari Facebook yang berakibat buruk. Berikut sepuluh dampak buruk Facebook, yang VIVAnews kutip dari Telegraph, dan jangan sampai Anda mengalaminya.

    1. Memicu perceraian
    Pengacara menyalahkan Facebook untuk satu dari lima petisi perceraian online. Situs yang bisa mempertemukan teman lama dan membuat penggunanya bisa saling bicara melalui aplikasi chatting ini, disebut sebagai latar belakang meningkatnya kehancuran pernikahan dan godaan untuk berselingkuh.
     
    2. Memicu anak bunuh diri 
    Kepala gereja katolik di Inggris dan Wales, Archbishop Vincent Nichols, memperingatkan bahwa Facebook bisa mendorong remaja memiliki pandangan bahwa pertemanan adalah sebuah komoditas. Hal itu bisa memicu keinginan untuk bunuh diri, ketika hubungan tidak berjalan lagi.
     
    3. Lenyapkan ungkapan tradisional
    Survei yang dilakukan sebuah perusahaan peneliti pasar pada 4.000 orang yang usianya dibawah 30 tahun, mengungkap bahwa banyak ungkapan tradisonal yang tidak lagi diungkapkan karena Facebook.
     
    4. Memicu gangguan tulang 
    Facebook juga sering disalahkan karena gangguan tulang yang terjadi pada anak-anak. Penelitian dalam British Medical Journal menemukan bahwa situs jejaring sosial dan permainan komputer, merupakan pemicu penyakit seperti kekurangan vitamin D yang akibatnya bisa membuat tulang mudah rapuh.
     
    5. Membuat orang menjadi tertutup
    Penelitian dari Mintel, sebuah perusahaan penelitian pasar, menemukan lebih dari setengah orang dewasa yang menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook, lebih menghabiskan waktu di internet dibandingkan berbicara dengan teman atau anggota keluarga lainnya.  

     
    6. Membuat pasangan cemburu 
    Tim peneliti dari University of Guelph, Kanada, menemukan bahwa penggunaan Facebook meningkatkan rasa cemburu pasangan. Mereka menemukan bahwa makin sering seseorang menghabiskan waktu untuk online pada situs jejaring sosial dan melihat pasangannya, maka tingkat kecurigaannya sangat tinggi.
     
    7. Dijadikan ajang menantang hukum
    Pada beberapa kasus hukum di Inggris, Facebook, dijadikan ajang untuk menantang hukum. Pihak yang tersangkut kasus hukum membuat grup, yang namanya sangat provokatif dan melawan hukum.
     
    8. Membuat banyak orang tua jatuh cinta
    Ofcom, sebuah badan pembuat regulator komunikasi, menemukan lebih banyak orang setengah baya yang menjadi anggota situs jejaring sosial seperti Facebook. Hal itu menunjukkan fenomena situs jejaring sosial telah "tumbuh", dengan pengguna yang berusia 35 hingga 54 tahun melonjak sebesar 25 persen sepanjang tahun 2009.
     
    9. Membuat penggunanya merasa tidak menarik 
    Jutaan pengguna Facebook mengatakan menghindari menggunggah foto dan menghapus nama dari berbagai foto, karena merasa terlalu gemuk, tua, atau terlihat jelek.  Hal itu menurut survei yang dilakukan perusahaan yang memproduksi produk penurunan berat badan, LighterLife, pada 2000 orang.
     
    10. Mengungkap kehidupan pribadi
    Banyak orang yang memajang foto-foto pribadinya di Facebook tanpa menyadari bahaya yang sedang mengintainya. Seperti kasus istri seorang kepala agen rahasia Inggris, Sir John Sawers, yang memajang foto-foto keluarganya secara detail di Facebook saat berlibur bersama keluarganya.
    • VIVAnews 

    http://multiply.com/gi/sudarjanto:journal:17667