Televisi di Indonesia dari Masa ke Masa

26/08/2007 08:17 Televisi
Televisi di Indonesia dari Masa ke Masa

Liputan6.com, Jakarta: Pada 24 Agustus yang baru lalu, tiga stasiun televisi berulang tahun. Yakni, Televisi Republik Indonesia (TVRI) yang tertua dan dua televisi swasta, Rajawali Citra Televisi (RCTI) dan Surya Citra Televisi (SCTV). Perjalanan dunia pertelevisian di Indonesia, memang lumayan panjang.

Walau terbentur dokumentasi dan inventaris peninggalan yang tak lengkap, paling tidak jejak awal berdirinya televisi di Tanah Air, masih dapat ditelusuri. Drama televisi Losmen, misalnya, merupakan acara andalan TVRI pada pertengahan era 80-an yang selalu ditunggu penayangannya.

Namun, Losmen hanyalah bagian kecil dari perjalanan TVRI. Sebagai stasiun televisi tertua di Indonesia, kiprah TVRI sudah dimulai pada awal era 60-an, berbarengan dengan penyelenggaraan pesta akbar olahraga se-Asia, Asian Games.

Peralatan pada masa tersebut belum secanggih peralatan zaman sekarang. Kamera Nippon Electric, misalnya, adalah salah satu peralatan yang digunakan dunia pertelevisian pada era 60-an. Tiga lensa yang ada pada kamera itu digunakan untuk mengambil gambar jarak dekat, sedang, dan jauh. Adapun gambar yang dihasilkan masih berupa gambar bisu. Sedangkan suaranya direkam dengan alat lain. Nah, gambar dan suara itu kemudian digabung atau diedit dengan menggunakan sebuah alat.

Memasuki tahun 1970-an, dunia pertelevisian beralih menggunakan kamera yang lebih kecil ukurannya. Peralatan itu terus diganti seiring dengan teknologi terbaru. Sayang tak banyak peralatan siaran televisi maupun dokumentasi yang terinventaris dengan baik. Alhasil tak banyak yang dapat diketahui tentang sejarah perkembangan pertelevisian di Tanah Air.

Nah, di era digital seperti sekarang ini, berbagai peralatan pertelevisian sudah jauh lebih kecil ukurannya. Namun memiliki kemampuan yang jauh lebih besar. Demikian juga dengan pesawat penerima televisi. Jika dahulu masih berupa tabung hitam putih, kini sudah jauh berkembang. Sekarang sudah banyak pesawat televisi dengan layar kristal cair (LCD) dan plasma.

Dan saat ini menonton televisi melalui telepon genggam bukanlah suatu hal yang aneh. Sebab, perkembangan teknologi yang kian maju telah memungkinkan hal itu. Para pengguna telepon seluler (ponsel) sekarang tak akan lagi terlewat untuk menyaksikan program favorit mereka. Mau hiburan, berita atau olahraga, itu semua sekarang ada dalam genggaman.

Jepang menghadirkan siaran televisi untuk telepon genggam ini sejak pertengahan tahun silam dengan teknologi one-segment broadcasting. Siaran dapat mengadopsi sistem digital agar gambar dan suara dapat diterima dengan kualitas prima. Sekalipun dalam keadaan bergerak, mulai jalan kaki hingga menumpang kereta cepat Shinkansen yang melaju 300 kilometer per jam.

Dengan ponsel televisi, berbagai tayangan favorit pagi hari yang biasa terlewat, kini bisa dinikmati dalam perjalanan menuju tempat kerja. Tinggal cari dan pilih acara yang dikehendaki, ponsel tersebut ini akan menampilkannya.

Dan bila terjadi ada dua program favorit tayang pada jam yang sama, tak usah khawatir. Ponsel ini dilengkapi dengan kemampuan merekam hingga 30 menit. Jadi tonton yang satu dan rekam yang lain untuk ditonton kemudian. Namun, buat sementara, ponsel TV ini baru bisa beroperasi selama tiga jam nonstop. Ini lantaran belum ada baterai yang tahan lebih lama.

Siaran televisi memang makin mudah diakses, termasuk melalu media handphone. Teknologi memang semakin mempermudah kita memperoleh informasi. Lantaran itu pula, Liputan 6 SCTV sedang menyiapkan News Channel yang berisi berbagai program berita 24 jam. Program ini bisa diakses melalui ponsel.

Kesibukan di dapur redaksi Liputan 6 memang semakin bertambah. Namun, melalui News Channel, awak redaksi dapat memproduksi dan menyiarkan berbagai program berita selama 24 jam. Maklum, program berita ini dapat diakses melalui handphone.

Tentu saja, program ini memanfaatkan kemajuan teknologi. Program News Channel SCTV nantinya bisa diakses melalui handphone yang dilengkapi teknologi digital video broadcasting handheld (DVB-H). Adapun ponsel berteknologi DVB-H yang segera bisa digunakan di Indonesia adalah Nokia tipe N-77. Ini tak terpengaruh oleh jenis kartu telepon seluler yang digunakan.

Agar bisa diakses melalui handphone, SCTV bekerja sama dengan perusahaan TV berlangganan. Launching News Channel SCTV sendiri akan digelar pada Oktober nanti. Dan buat sementara waktu, News Channel ini hanya dapat diakses di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

Artikel Terkait :



Tidak ada komentar:

Arsipnya