Tampilkan postingan dengan label arrahmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arrahmah. Tampilkan semua postingan

Abu Jibril: Isu Jihad Halangi Perkembangan Islam

Liputan6
09/09/200  9 17:10
Liputan6.com, Jakarta: Muhammad Iqbal alias Abu Jibril menyesalkan penilaian yang selama ini berkembang bahwa jihad itu identik dengan terorisme. "Ini adalah cara untuk memojokkan orang yang diduga teroris," kata Abu Jibril dalam diskusi yang diselenggarakan Klub Buku SCTV di Gedung SCTV, Jakarta, Rabu (9/9).

Menurut Abu Jibril, isu terorisme yang diembuskan pihak-pihak anti-Islam justru adalah gerakan yang menghalang-halangi perkembangan agama Islam. Islam, kata Abu Jibril, tak pernah menakut-nakuti. Orang anti-Islam lah yang sebenarnya membuat teror. Jihad mereka sebut amalan yang menakutkan.

Abu Jibril menjelaskan, jihad adalah amalan paling tinggi selain salat, puasa, atau zakat. Kemudian, jihad juga merupakan jalan utama bagi tegaknya syariat Islam, serta jalan masuk surga. "Karena itulah para mujahid sangat senang dengan tawaran jihad," kata pria yang pernah tinggal di Afghanistan semasa konflik pada 1980 ini.      

Namun dalam perkembangan selanjutnya, pengertian tersebut dirusak oleh musuh-musuh Allah melalui konspirasi atau rekayasa untuk menjatuhkan citra tentang jihad.

Pada bagian lain Abu Jibril menjelaskan, peran musuh-musuh Islam, terutama Amerika Serikat, yang ingin menghalang-halangi gerakan agama ini bermula dari perang Afghanistan melawan Uni Soviet pada 1980. Ketika itu AS sengaja merekrut kaum mujahid berperang melawan negara tak ber-Tuhan itu. Namun, setelah tanda-tanda kekalahan Uni Soviet terlihat, AS malah berbalik menyudutkan kaum mujahidin. Bahkan mereka juga merencanakan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh yang menyokong perjuangan kaum mujahidin. 

Puncak ketidaksukaan AS terjadi setelah peristiwa 11 September 2001. Saat itu sekitar 3.000 jiwa tumbang dalam serangan terhadap Gedung World Trade Center di New York, AS. Negara adidaya itu malah menuduh Irak dibalik serangan tersebut. Bersama Inggris, Australia, dan Yahudi, AS menyebut adanya poros kegiatan terorisme, yakni Iran, Irak, dan Korea Utara. 

Begitu juga dengan para mujahidin atau alumni Afghanistan di Tanah Air. Sekembalinya dari medan perang mereka malah dimusuhi pemerintah Orde Baru. Mereka terpaksa mengungsi ke Malaysia. Menurut Abu Jibril, kejadian ini tak lepas dari peran pengamat terorisme Sidney Jones. Perempuan ini ditengarai banyak memiliki data soal mujahidin. "Dia diduga banyak membeberkan nama-nama alumni Afghanistan," ujar Abu yang mengaku pernah bertemu dengan gembong teroris Noordin M. Top di Malaysia.(IAN/AND)

Muhammad Jibril Hanya Punya Satu Nama

Liputan6



Liputan6.com, Jakarta: Muhammad Iqbal alias Abu Jibril, ayah dari tersangka terorisme Muhammad Jibril Abdurrahman membantah anaknya mempunyai banyak nama. Santer diberitakan selama ini, Muhammad Jibril yang diduga terlibat sebagai perantara aliran dana dari luar negeri ke Indonesia yang dipakai untuk biaya pengeboman di Mega Kuningan, Juli lalu juga diketahui bernama Muhammad Ricky Ardhan. "Namanya hanya satu. Nama selain itu tidak tahu," ujar Abu Jibril dalam diskusi yang diselenggarakan Klub Buku SCTV di Gedung SCTV, Jakarta, Rabu (9/9).

Abu Jibril mengaku terkejut anaknya mempunyai nama lain selain Muhammad Jibril. "Saya kaget, mengapa dia ganti nama tapi ayahnya tidak tahu," katanya.

Soal nama lain di paspor Muhammad Jibril yang digunakan ke Arab Saudi, Abu Jibril mengatakan kala itu paspor anaknya hilang. Dengan kendala itu, Muhammad Jibril tidak dapat menyertai dirinya menunaikan ibadah umroh. "Tahu-tahu dia menyusul dan kita bertemu," ujar Abu Jibril.

Nama Muhammad Jibril meroket setelah ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror. Pemilik situs arrahman.com itu kini berstatus sebagai tersangka terorisme.(AND)

Sore Nanti, Abu Jibril Buka Puasa Bersama Anaknya

Selasa, 8 September 2009 - 07:39 wib
JAKARTA - Hari ini Muhammad Jibril dan ayahnya, Abu Jibril dijadwalkan akan bertemu di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok. Mereka akan menggelar buka puasa bersama.

Hal ini disampaikan kuasa hukum keluarga Jibril, Haryadi Nasution saat dihubungi okezone, Senin (7/9/2009).

"Besok (hari ini) pukul 16.00 WIB, Abu Jibril dan anaknya akan bertemu. Pihak keluarga mau buka puasa bersama," ujarnya.

Hal ini dibenarkan Abu Jibril. "Kami sudah membuat janji dengan Kadensus. Kita lihat, kalau sudah berpegang kepada janji sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak bisa bertemu," tegasnya.

Untuk diketahui, jika Abu Jibril berhasil bertemu anaknya sore nanti maka ini merupakan pertemuan kedua mereka, setelah M Jibril ditahan sejak 26 Agustus lalu, atas dugaan keterkaitan dengan pendanaan aksi teroris.
(lsi)



Notes :
Okezone ini aneh, beritanya soal rencana buka bersama tapi kok gambar ilustrasinya Abu Jibril khotbah sambil ngacungin pistol.
Maksudnya apa gan? Kenapa nggak sekalian yang bawa Bazoka kalau memang ada?
:(
Media, media... pinter men kau menggiring opini

Soraya Abdullah nge-Blog di Multiply?

Journal pertamanya adalah tentang klarifikasi tentang dirinya, yang kemudian direlease oleh detik.com dan arrahmah.com.
Ada pertanyaan iseng dari saya mana yang duluan dia kirimi? Detik atau Arrahmah atau ngeblog duluan ke Multiply.com?
Silahkan di-trace saja jam tayangnya, nanti kan ketahuan.
:)
eh apa benar Soraya kirim email ke Detik? Kenapa nggak kirim email ke Arrahmah.com saja?
Ok balik ke urusan ngeblog di Multiply ini screen shotnya kalau pada ingin akses silahkan.

 

Notes :
Ayo mana yang duluan dia kirimi klarifikasi ini? Penasaran? Kirim email ke yang bersangkutan dialamat ini deh soraya.abdullah@ymail.com 
:) 

Jibril Dikenai UU Terorisme

Jibril Dikenai UU Terorisme



Jakarta, BERITAJITU.com -- Pihak kepolisian menolak penangkapan M Jibril menyalahi UUD 1945, UU HAM dan KUHP. Karena perangkat hukum yang digunakan untuk menangkap anak dari Abu Jibril itu adalah dengan UU Terorisme.

"Proses hukum dari apa yang disampaikan oleh mereka (pengacara Jibril) mengacu pada KUHP. Padahal ini kasus terorisme, jadi berlaku UU terorisme yang merupakan lex specialis," ujar pengacara Kapolri dan Densus 88 Antiteror Iza Fadri.

Hal tersebut disampaikan dia usai sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (7/9). Menurut dia, terdapat perbedaan perangkat hukum yang digunakan selusin pengacara Muhammad Jibril dengan yang digunakan Polri.

"Yang jelas dalam waktu penahanan saja sudah beda, UU Terorisme waktunya tujuh hari, kemudian juga beda prosesnya. Nah dari situ, bisa dilihat sudah jelas mereka salah," tuturnya.

Dijelaskan dia, pihaknya sudah menyiapkan berbagai bukti terkait penangkapan pada 25 Agustus lalu pukul 14.00 WIB siang itu. Sidang yang dipimpin Haryanto, akan dilanjutkan pada Selasa 8 September pukul 10.00 WIB dengan agenda mendengarkan tanggapan dari pihak termohon dalam hal ini kepolisian. (inilah.com/nad)

M Jibriel : Saya Menikmati Ujian Ini…!

Arrahmah.Com

Muhammad Jibriel Abdul Rahman
Muhammad Jibriel Abdul Rahman
Alhamdulillah, hari ini, Selasa, 1 September 2009, Akhuna (saudara kita) M Jibriel Abdul Rahman bisa ditemui. Mengenakan kaos putih, celana krem, dengan senyum khasnya, pimpinan Ar Rahmah Media ini menemui rombongan yang dipimpin ayah beliau sendiri, Ustadz Abu Jibriel. Dalam kesempatan singkat tersebut, M Jibriel berpesan agar Arrahmah.com bisa tetap istiqomah memberitakan jihad dan berita dunia Islam. Allahu Akbar!

Dari Mabes Polri Ke Kelapa Dua

Rombongan berangkat dari kediaman Ustadz Abu Jibriel di Komplek Witana Harja, Pamulang sekitar pukul 11 pagi. Dengan dua mobil, rombongan pada awalnya meluncur ke Mabes Polri, Bareskrim, di Jl Trunojoyo No. 3, Kebayoran Baru. Tujuan rombongan sudah pasti ingin bertemu dengan Akhuna, M Jibriel, karena setelah 7 x 24 jam dari ‘penculikan’ beliau pada hari Selasa, 25 Agustus 2009, belum ada kejelasan baik status maupun kondisinya.
Rombongan tiba di Mabes Polri tidak lama setelah adzan zuhur berkumandang. Rombongan mendahulukan untuk sholat berjama’ah dipimpin langsung oleh Ustadz Abu Jibriel, sekaligus menjama’ dan menqoshor sholat. Setelah itu, rombongan ke ruang Bareskrim, dengan puluhan wartawan cetak dan elektronik yang selalu membuntuti. Sayangnya, M Jibriel tidak ada di sana. Ustadz Abu Jibriel tiba-tiba dikontak oleh Kadensus yang memberitahukan bahwa keberadaan M Jibriel ada di Markas Brimob, di Kelapa Dua, Depok. Rombongan pun bergegas menuju ke Kelapa Dua.
Pukul 2 tepat, rombongan berhasil masuk ke Markas Brimob Kelapa Dua yang dijaga sangat ketat, dimana wartawan pun tidak diperkenankan masuk. Setelah ditemui langsung oleh Kadensus di pintu masuk, dan sedikit basa-basi, Ustadz Abu Jibriel beserta istri, dan dua orang lawyer masuk terlebih dahulu untuk menemui Akhuna M Jibriel. Kurang lebih 30 menit kemudian, rombongan kedua menyusul, hingga semua rombongan bisa bertemu dan melihat langsung keadaaan M Jibriel. Alhamdulillah!
Istiqomah, dan Lanjutkan Perjuangan

Rasa haru dan syukur bercampur baur ketika melihat kondisi Akhuna M Jibriel yang sehat wal afiat, tidak kurang suatu apa pun. Wajah beliau cerah dan senyum selalu tersungging di bibirnya. Memang, ketika didekati, di hidung beliau, ada bekas luka, juga di mata sebelah kiri, terlihat lebam. Beliau juga mengiyakan kondisi tersebut dan mengatakan bahwa itu adalah ujian buat dirinya dari Allah SWT. Namun yang mengharukan adalah ucapannya bahwa dia menikmati ujian tersebut, bagaikan menikmati hidangan yang sangat lezat sekali. Itu yang beliau rasakan saat ini, Masya Allah.
Dengan senyum yang khas, beliau juga berpesan kepada Arrahmah.com dan seluruh sahabat-sahabat beliau, agar tetap istiqomah dalam menyuarakan dunia Islam dan jihad, serta tetap berimbang dalam pemberitaan. Dengan wajah ceria, beliau juga masih sempat menanyakan bagaimana kondisi kantor Arrahmah dan para pegawai, serta mendoakan agar mereka baik-baik saja. Setelah 1 jam lebih bersama beliau, rombongan pun harus pamit. Beliau dibawakan Mushaf Al Qur’an dan beberapa keperluan beliau. Ayah dan Ibu beliau berpesan, agar Al Qur’an yang mereka bawakan bisa menemani sepanjang hari, dan menasehati agar beliau selalu menjaga shalat.
Perjuangan & Doa Untuk M Jibriel

Rombongan meninggalkan Markas Brimob Kelapa Dua menjelang sore. Tentu saja, setelah memberi keterangan pers kepada para kuli tinta yang sudah lama menunggu di gerbang Markas Brimob sejak siang. Ustadz Abu Jibriel pun memberikan keterangan pers yang langsung diserbu oleh para wartawan. Ustadz Abu Jibriel menyampaikan apa adanya tentang keadaaan M Jibriel, anaknya, termasuk pemukulan yang dialaminya. Ustadz Abu Jibriel menganggap bahwa itu hak beliau sebagai seorang ayah untuk menyampaikannya.
Status Akhuna M Jibriel juga sudah berubah, menjadi tersangka. Anehnya, kali ini bukan lagi dengan tuduhan terkait dengan aliran dana untuk membiayai terorisme, namun dengan tuduhan lain, yakni tentang menyembunyikan informasi terorisme dan menyembunyikan buronan teroris. Tuduhan lainnya adalah terkait masalah imigrasi atau pemalsuan dokumen perjalanan. Semua tuduhan tersebut tentunya harus dibuktikan, dan bukan asal tuduhan.
Sepanjang perjalanan pulang rombongan tidak pernah lepas dari berdoa dan mempersiapkan perjuangan untuk Akhuna M Jibriel. Meskipun saat ini beliaunya sendiri merasakan ujian tersebut sebagai sesuatu yang ‘lezat’ dan merupakan kesempatan beliau untuk berkhalwat dengan Robbnya, Allah SWT, namun doa dan perjuangan untuk beliau tetap dibutuhkan. Semoga beliau juga tabah dan istiqomah dalam ujian tersebut, tidak bergeming dari jalan dakwah dan jihad, serta tetap dalam lindungan Allah SWT. Amien Ya Robbal Alamien…! (fachry/arrahmah.com)

Selama Ditahan Jibril Diduga Alami Kekerasan

VIVANEWS



VIVAnews - Muhammad Jibril selama menjalani masa tahanan di Markas Besar Brimob, Kelapa Dua, Depok diduga mendapat perlakukan kurang baik dari polisi yang mengintrogasinya. 

"Saya kaget, fisik anak saya seluruhnya mengalami lebam, dimuka, hidung, bibir dan mata kanan kirinya," kata Abu Jibril, dalam keterangan pers usai menjenguk anaknya itu Selasa 1 September 2009.

Menurutnya, Muhammad Jibril ditahan polisi karena masalah keimigrasian, surat-surat dan yang kedua dituduh menyembunyikan orang.
Sementara Juru Bicara Mabes Polri Wakadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Sulistyo Ishak kepada VIVAnews membantah ada tindakan kekerasan dalam proses introgasi terhadap Muhammad Jibril.

"Saya belum tahu, belum di cek. Tapi saya rasa tidak menggunakan kekerasan, karen kami tidak menggunakan cara- cara itu kekerasan," kata Brigjen Sulistyo Ishak.

Menurutnya, pemeriksaan yang sekarang dilakukan itu untuk mencocokkan antara bukti dengan saksi saja.

Arrahmah Bisa Minta Bantuan Dewan Pers

Arrahmah.Com

ibnu-hamad

JAKARTA (Arrahmah.com) – Polisi telah menggeledah dan menyita alat-alat kerja di kantor Arrahmah.com, situs internet milik Mohammad Jibriel yang diduga sebagai penyalur dana Noordin M Top. Hal ini dinilai pengamat media Ibnu Hamad sama dengan melakukan pemberangusan terhadap sebuah media massa.

Menurut Ibnu, polisi seharusnya bisa memisahkan antara posisi Jibriel yang menjadi tersangka dengan media yang dimilikinya. “Jika tindakan tersebut dilihat dan dikaitkan dengan jurnalisme, maka hal itu sangat disayangkan,” ujarnya saat berbincang dengan INILAH.COM, di Jakarta, Sabtu (29/8).

Meskipun Jibriel merupakan orang yang diduga sebagai seorang “teroris”, namun belum berarti medianya juga media “teroris”. “Ini yang harus dipisahkan. Sebab ini terkait dengan kebebasan pers,” Ibnu beralasan.

Seseorang, lanjut Ibnu, katakanlah dia seorang teroris, namun tetap tidak bisa dikaitkan dengan media massa yang menghasilkan produk jurnalistik yang dimilikinya. Sehingga, tidak bisa serta merta dikatakan Arrahmah.com sebagai media teroris.

Jika memang Arrahmah.com merupakan media massa, maka hak media tersebut untuk menyampaikan pemberitaan yang diinginkannya. “Jadi harus benar-benar dilihat, apa kontennya terkait, mengajak atau kental dengan tindakan terorisme,” ujarnya.

Polisi, menurut dia, tidak bisa langsung menggeledah dan menyita alat-alat kerja di sana. Seandainya tidak menemukan indikasi jaringan atau terkait terorisme murni, petugas seharusnya melakukan beberapa tindakan sesuai dengan UU Pers.

Penggeledahan dan penyitaan barang-barang di sana, tentu akan menganggu kinerja Arrahmah.com. “Jadi, jika Arrahmah.com tidak terima, mereka bisa meminta bantuan kepada Dewan pers dan melakukan upaya hukum sesuai dengan UU pers yang berlaku,” tandas Ibnu Hamad.

“Sebab, bagaimanapun juga jika Arrahmah.com memang menghasilkan karya jurnalistik, maka kerja mereka sebagai media massa dilindungi oleh peraturan-peraturan seperti undang-undang pers,” jelas staf pengajar FISIP Universitas Indonesia ini. [inilahnews/arrahmah.com]

Arrahmah.com Tetap Eksis Meski Tanpa Jibril

Liputan6
30/08/2009 22:39
Liputan6.com, Tangerang: Situs Arrahmah.com tetap berjalan meski pemilik sekaligus wartawannya, Muhammad Jibril, ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri karena diduga menjadi penyandang dana aksi bom Mega Kuningan Jakarta, 17 Juli lalu. Demikian diungkapkan Pemimpin Redaksi Arrahmah.com, Muhammad Fachry, di Tangerang, Ahad (30/8), kepada ANTARA.

Ia mengatakan, beberapa hari lalu Arrahmah.com memang sulit dikunjungi publik karena banyak pengunjung yang ingin membuka situs bernuansa keagamaan tersebut. Akhirnya, pengunjung arrahmah.com dialihkan ke arrahmahcom.wordpress.com untuk sementara waktu.

Fachry menuturkan, pekan depan kantor Arrahmah.com di Jalan Pisok, Sektor V, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, kembali beraktifitas seperti biasa. "Senin (31/8) tujuh karyawan arrahmah.com kembali masuk kerja seperti biasa, setelah dalam beberapa hari ini kantor terus didatangi banyak orang dan tampak berantakan," ujar Fachry.

Terkait dengan dijadikannya Jibril menjadi tersangka, Fachry mengatakan Mabes Polri harus menunjukkan bukti akurat bahwa Jibril menjadi penyandang dana bom Kuningan dan memiliki hubungan dengan Al-Qaeda.

Selain itu, Fachry menyesalkan tim Densus 88 ketika melakukan penggerebekan di kantor Arrahmah.com tanpa mempertimbangkan UU Pers. "Polisi seharusnya menghormati Arrahmah.com seperti menghormati pers Indonesia lain. Jangan melakukan tindakan yang tidak sepatutnya," katanya. (YUS)

KAPOLRI : Muhammad Jibril Tersangka Terorist

Kabar Terkini - tvOne Memang Beda

Jumat, 28 August 2009 16:59 WIB
Jakarta, (tvOne)

Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mengatakan, Muhamad Jibril yang ditangkap polisi di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, 25 Agustus 2009 adalah tersangka kasus tindak pidana terorisme.

Menurut Kapolri di Jakarta, Jumat, status tersangka itu merupakan kelanjutan dari penyelidikan dan penyidikan ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. "Dari hasil penyelidikan dan penyidikan kita tahu bahwa ada X termasuk Jibril sebagai tersangka," katanya.

Namun Kapolri tidak menyebutkan siapa yang dimaksud dengan X tapi secara implisit bahwa ada beberapa tersangka selain Jibril. Kapolri mengatakan, sebelum diumumkan sebagai tersangka ke publik, 25 Agustus 2009, polisi telah beberapa hari mencarinya namun tidak menemukan keberadaan Jibril.

Karena itulah, Polri memasukkan Jibril dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan tujuan untuk membatas ruang geraknya. Dengan masuk DPO, Polri berharap agar masyarakat dapat membantu mencari keberadaannya.

Untuk menangkap Jibril, katanya, Polri mengerahkan tim yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Detasemen Khusus 88 Anti Teror Badan Reserse Kriminal Polri Kombes Pol Tito Karnavian.

Kapolri juga mengaku siap menghadapi gugatan praperadilan terkait dengan penangkapan Jibril yang kini telah didaftarkan di PN Jakarta Selatan oleh pihak keluarga Jibril. "Silakan saja ada praperadilan. Itu hak dia dalam proses penegakkan hukum agar Polri tidak sewenang-wenang," katanya.

Upaya praperadilan, menurut Kapolri, malah akan menjadi alat untuk mengawasi tindakan Polri. "Sah-sah saja mengajukan praperadilan. Tiap warga negara berhak mengajukannya," ujarnya. Hakim yang menangani praperadilan nantinya yang akan menguji apakah tindakan menangkap Jibril itu salah dan melanggar hukum.

Kapolri berjanji akan menjelaskan keterlibatan Jibril dalam kasus ini secara terbuka kepada masyarakat setelah pemeriksaan selesai yakni menunggu tujuh hari setelah penangkapan.

Proses penangkapan Jibril, katanya, tidak datang dalam waktu sekejap tapi melalui rangkaian panjang. "Nanti, akan kami jelaskan. Biarkan masalah ini kami proses dulu," katanya.

Pada 25 Agustus 2008, Polri mengumumkan bahwa Mohamad Jibril alias Muhammad Ricky Ardhan alias Ricky Ardhan bin Muhammad Iqbal bin Abu Djibril sebagai DPO.

Dalam catatan polisi, Mohamad Jibril lahir di Banjarmasin, 3 Desember 2009. Di dokumen lain, Jibril tercatat lahir di Lombok Timur 28 Mei 1989. Alamat terakhir buronan ini adalah Jl M Saidi RT 10 RW 01 Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Ia menjadi buronan karena diduga menjadi perantara aliran dana dari luar negeri ke Indonesia yang kemudian dipakai untuk biaya peledakan bom. Hanya dua jam setelah polisi merilisnya sebagai buron, Mohamad Jibril ditangkap di Pamulang.

Dalam kasus bom itu, Polri telah menahan tiga tersangka yakni Indra, Aris dan Ahmad Fery. Dua tersangka lain yakni Air Setiawan dan Eko Joko tewas dalam penangkapan di Jatiasih, Bekasi, 8 Agustus. Dua tersangka lain tewas, karena berperan sebagai pelaku bom bunuh diri yakni Nana Ichwan Maulana dan Dani Dwi Permana.

Empat tersangka lain yang dinyatakan sebagai buron adalah Syaifudin Zuhri bin Djaelani Irsyad alias Udin alias Soleh, Ario Sudarso alias Suparjo Dwi Anggoro alias Aji alias Dayat alias Mistam Usamudin, Bagus Budi Pranoto alias Urwah dan Mohamad Syahrir.(ANT)

Abu Jibril Dituduh Sebarkan Ajaran Sesat, MMI Gelar Tabligh Akbar

Taman Bacaan Bastari Samarinda



Jakarta - Abu Jibril dituding telah menyebarkan ajaran sesat di Masjid Al Munawwaroh, Pamulang, Tangerang, Banten. Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) pun akan menggelar tabligh akbar.

"Kami akan lakukan tabligh akbar karena di Pamulang ada habib palsu. Sekarang ini ada seseorang yang kabarnya habib palsu menuduh Abu Jibril sebagai pembawa faham sesat," kata Ketua MMI Irfan S Awwas di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (27/8/2009).

Tabligh akbar itu digelar karena terkait adanya Habib palsu yang memfitnah Abu Jibril. Habib itu pun (diduga habi Abdurrahman Assegaf) akan diberi somasi.

"Kami tantang untuk debat terbuka atau kita bawa ke pengadilan. Insya Allah ini akan kami lanjutkan dalam waktu dekat ini," tegasnya.

Tak hanya itu, MMI akan menuntut siapa saja orang yang menstigma bahwa terorisme itu adalah Islam. MMI akan mengajak orang-orang tersebut debat secara terbuka.

"Kadensus mengatakan dipersilakan siapa saja bagi mantan intel atau polisi yang menstigma terorisme dengan jihad pemahaman Islam, dipersilakan untuk menuntut secara hukum. Kami akan lakukan itu," katanya.

Menurut Irfan, banyak eks intel yang berbicara melalui media massa bahwa akar terorisme adalah pemahaman agama. Orang-orang tersebut seperti Mantan Ketua BIN Hendropriyono, Mantan Kadensus Brigjen (purn) Suryadharma, Kepala Desk Antiteror Menkopolhukam Ansyad Mbai, dan staf ahli Kapolri Anton Tabah.

"MMI akan lakukan tuntutan serta debat terbuka kepada mereka," ujarnya.

Situs Arrahmah.com Down setelah Pimpinannya ditangkap Polisi dengan tuduhan terkait Bom Mega Kuningan

Entah karena keberatan hit atau karena memang ditutup, maka Situs Arrahmah.com memasang pengumuman dalam Perbaikan. Dan untuk sementara berita update bisa diakses melalui  Arrahmahcom.Wordpress.com
Untuk pengingat saat menuliskan alamat url jangan sampai keliru, karena ada yang salah menuliskan Arrohmah.com , Arrohman.com



.

Kontoversi Dalam Kasus Penangkapan Pimpinan Arrahmah.com

IDDAILY.NET - Generasi Baru News Blog Indonesia!



Perkembangan pengungkapan kasus terorisme semakin nglambyar (melebar-JAWA) kemana-mana. Salah satunya dengan penengkapan M Jibriel Abdulrahman, pimpinan Ar Rahmah Media dan pengelola situs Arrahmah.com. Atasnama kasus terorisme, Jibril (berdasarkan keterangan Arrahmah.com) diculik oleh orang tidak dikenal, setelah sehari sebelumnya menjadi daftar pencarian orang (DPO) polisi. Apa yang bisa dilihat dari peristiwa ini?

Penting rasanya melihat kasus ini dari sudut pandang "apa itu Arrahmah.com"? Bagi yang belum pernah mengunjungi Arrahmah.com, secara sederhana situs ini bisa didefinisikan sebagai media online, seperti detik.com, vivanews.com dll. Sebagai sebuah situs internet, Arrahmah.com pun secara fair menjelaskan dengan detail mengenai "jenis kelamin" media itu. Dalam rubrik Tentang Kami, Arrahmah mendefinisikan diri sebagai "jaringan media Islam yang bertujuan memberikan informasi berimbang tentang Islam dan dunia Islam di tengah-tengah arus informasi modern dan globalisasi."

Agar lebih lengkap, bisa diklik link ini: http://www.arrahmah.com/index.php/info/about/ Arrahmah.com juga secara terbuka menjelaskan susunan redaksi (klik http://www.arrahmah.com/index.php/info/redaksi/) dan bagaimana cari mengontak mereka dengan menghubungi email (klik: http://www.arrahmah.com/index.php/contact/). Lantas, apakah Arrahmah.com bisa disebut sebagai pers Indonesia? Jawabannya: IYA.

Seperti yang diatur dalam UU No. 40 tahun 1999 tentang pers termuat, definisi pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia. Karena itulah, penting sekiranya polisi menghormati Arrahmah.com seperti menghormati pers Indonesia lain.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Arrahmah.com terkait dengan terorisme atau jaringan Noordin M. Top? Jawaban dari pertanyaan ini tentu saja sepenuhnya menjadi domain polisi. Hanya saja, perlu digarisbawahi, polisi tidak bisa mengaitkan Arrahmah.com dengan jaringan terorisme hanya berdasarkan pada content atau isi situs Arrahmah.com. Dengan bahasa yang lebih sederhana, apapun yang dimuat Arrahmah.com tidak lantas bisa "dihakimi" sebagai keterlibatan dengan kelompok tertentu.

Seperti aturan main pers yang sudah disepakati, pers Indonesia tunduk pada dua regulasi; UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Nah, polisi sebagai penegak undang-undang, harusnye melihat, apakah Arrahmah.com melanggar UU Pers atau tidak. Bila memang dianggap melanggar, maka hendaknya polisi menyebutkan bukti-bukti mengenai hal itu. Ingat, polisi tidak bisa sendirian, harus disertai dengan lembaga negara yang ahli di bidang pers, yakni Dewan Pers. Apalagi bila situs yang berjejaring dengan media Islam dari seluruh dunia ini dianggap melanggar Kode Etik Jurnalistik.Posisi Dewan Pers tidak bisa lagi diabaikan. Sebagaimana tertulis dalam Kode Etik Jurnalistik.

"Penilaian akhir atas pelanggaran kode etik jurnalistik dilakukan Dewan Pers. Sanksi atas pelanggaran kode etik jurnalistik dilakukan oleh organisasi wartawan dan atau perusahaan pers."



Penangkapan tersangka kasus terorisme menuai protes. Beberapa pihak menilai polisi telah lalai dengan prinsip "praduga tidak bersalah". Kasus yang disangkakan membuat "legal" penangkapan itu.

.

Abu Jibril Tolak Tudingan BMB

Situs Resmi Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat ::. - Abu Jibril Tolak Tudingan BMB
KESRA-- 27 AGUSTUS:  Majelis Mujahidin mengecam tindakan Habib Assegaf berkenaan dengan tindakan pelecehan, penistaan dan tuduhan yang dilontarkan Habib terhadap Wakil Amir Majelis Mujahiddin Ustadz Abu Jibril.
Abu Jibriel dianggap sebagai penganut paham Wahabi Radikal dan sarang terorisme. Termasuk memprovokasi organisasi Barisan Muda Betawi (BMB) untuk membubarkan pengajian yang dipimpin Abu Jibriel.
"Majelis Mujahidin merasa perlu mengambil tindakan tegas untuk menjernihkan situasi, serta mencari solusi perbedaan paham anatara Abdurahman Assegaf dan jama'ah Masjid Al Munnawarah di Pamulang," urai Abu Jibriel, perwakilan Majelis Mujahidin, sekaligus pihak yang disudutkan.

Guna menyelesaikan masalah, lanjut Abu, Majelis Mujahidin menawarkan tiga buah opsi kepada Habib Abdurahman Assegaf alias Abdul Haris Umarella alias Amsari Umarella.
Pertama, meminta maaf kepada Abu Jibriel dan Majelis Mujahidin di depan publik atas tindakan provokasi negatif. Kedua, melakukan debat terbuka di depan umum, dan opsi terakhir, yakni menyerahkan persoalan ini pada aparat penegak hukum.

Abu Jibril secara lantang mengatakan, publik belum mengetahui jati diri Habib Assegaf yang sebenarnya.
"Ia bukan orang sholeh. Jadi, masyarakat jangan terpancing olehnya. Jangan anggap dirinya orang benar," ia menegaskan.

Tindakan provokasi yang dilakukan Habib Assegaf telah menimbulkan perselisihan sesama muslim. Pendekatan yang dilakukan Habib Assegaf kental mengandung unsur SARA dan meninggalkan pendekatan Syar'i.
"Paham Wahabi Radikal yang ia tuduhkan itu tidak benar. Saya tetap mengacu pada ajaran Al Qur'an, dan menjalankan puasa, zakat dan haji," Abu menandaskan.
Sekitar 20 orang dari Barisan Muda Betawi (BMB) mendatangi tempat Abu saat jumpa pers yang digelar Jibril berlangsung. Namun, Abu Jibril cs tetap melanjutkan acara itu hingga selesai. (dch)

Masjid Al Munnawarah Bukan Sarang Teroris


Republika Online - Masjid Al Munnawarah Bukan Sarang Teroris
Rabu, 26 Agustus 2009 pukul 13:25:00


JAKARTA-- Terkait tudingan yang dilontarkan Barisan Muda Betawi (BMB) dan Tim Densus 88, Masjid Al Munnawarah di Komplek Perumahan Witana Harja, Pamulang, merupakan sarang teroris, pengurus masjid menampik tudingan tersebut. Ditegaskan oleh para pengurus masjid bahwa Al Munnawarah bukanlah sarang teroris. Melainkan hanya masjid yang terbuka untuk umum, khususnya warga setempat.

"Kami tegaskan bahwa isu-isu yang beredar di media massa mengenai masjid Al Munnawarah, itu tidak benar. Masjid ini dibuka untuk umum, sama sekali tidak ada batasan," ujar Trisna Dachlan, pengurus masjid Al Munnawarah, Rabu (26/8).

Kata Trisna, isu yang menyebutkan Masjid Al Munnawarah disusupi oleh teroris, atau adanya ajaran sesat dalam masjid, sama sekali tidak terbukti. "Sesama muslim jangan saling menjelekkan. Isu harus diselesaikan secara baik dan terbuka," tegasnya.

Dalam melakukan peribadatan di Masjid Al Munnawarah, baik jamaah dan pengurus sepakat menjadikan Al Quran dan hadis sebagai acuan. Trisna menuturkan dirinya sudah 16 tahun mengurus Masjid Al Munnawarah. Melihat masjid yang selama ini diurusnya dituding sebagai sarang teroris ia sangat kecewa. Terlebih pernyataan yang dikeluarkan Ketua RW yang menyudutkan ajaran masjid. "Statement Pak RW itu salah. Bahkan, sebagai Ketua RW, ia tidak pernah ikut kegiatan masjid," papar Trisna.

Terkait keberadaan Ustadz Abu Jibriel di Masjid Al Munnawarah, lugasnya, dikarenakan selama 15 tahun ini di masjid tidak pernah ada seorang imam besar masjid. "Abu Jibril itu warga daerah ini. Ia juga tidak pernah memberikan tausiah yang menyesatkan warga," Trisna menambahkan.

Masjid Al Munnawarah diisukan menjadi sarang teroris, tutur Trisna, bermula dari kesalahpahaman yang timbul antara Habib Abdurahman Assegaf dan Abdul Jibriel, serta para pengikutnya. Sejak kedatangan Habib Abdurahman Assegaf alias Abdul Haris Umarela alias Amsari, rentetan kejadian pun terjadi dan masyarakat seolah memusuhi masjid.

Menurut pengakuan Trisna, Habib Abdurahman Assegaf justru memprovokasi warga Witana Harja untuk menduduki Masjid Al Munnawarah pada Kamis, tanggal 20 Agustus 2009 lalu. Namun, hanya sebagian warga yang hadir ke rumah Habib Abdurahman Assegaf. Kegiatan silaturahmi dihadiri undangan lain, yakni anggota BMB. Habib Assegaf mengusung tema "Rangka Mencegah Paham Wahabi Radikal sebagai Antisipasi Terorisme" dalam silaturahmi, yang juga menggandengan Ketua RW, Soetopo Wonoboyo.

"Habib Assegaf justru menyimpang dari tema silaturahmi dan menghujat Abu Jibriel. Bersama BMB, Habib mencoba mengambil paksa masjid pada Kamis malam. Alhamdulilah hal itu tidak terjadi, walaupun teriakan-teriakan provokasi dari anggota BMB terdengar," tandas Trisna. (c08/rin)

POLISI AKUI TANGKAP MUHAMMAD JIBRIL

POLISI AKUI TANGKAP MUHAMMAD JIBRIL - Kabar Terkini - tvOne Memang Beda

Jakarta, (tvOne)

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Nanan Soekarna mengakui, bahwa Detasemen Khusus 88 Anti Teros Badan Reserse Kriminal Polri telah menangkap Muhamad Jibril, buronan kasus terorisme. "Benar, Polri menangkap dia tadi sore," kata Nanan kepada ANTARA di Jakarta, Selasa malam. Ia mengatakan, Jibril masih menjalani pemeriksaan oleh tim Densus 88 Anti Teror.

Jibril ditangkap dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di Bintaro ke rumah orang tuanya di Pamulang, Tangerang, Banten, Selasa sore sekitar pukul 15:30 WIB. Penangkapan itu hanya beberapa jam setelah Polri merilis bahwa Jibril menjadi buronan karena diduga menjadi perantara aliran dana dari luar negeri ke Indonesia untuk dipakai dalam aksi ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Rtiz-Carlton.

Dalam selebaran yang dikeluarkan Polri, Jibril memiliki nama lain Muhamad Ricky Ardhan yang lahir di Banjarmasih 3 Desember 2009. Dia terakhir tinggal di JL M Saidi RT 10 RW 01 Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Ciri fisik dia antara lain laki-laki, tinggi badan 165 cm, kepala bulat, mata hitam, alis tipis dan bibir tipis. Ia juga masih memegang paspor nomor S 335026 yang masih berlaku.

Ayah Jibril, Abu Jibril, Selasa sore sempat datang ke Mabes Polri untuk mencari keberadaan anaknya namun belum mendapatkan keterangan soal anak sulungnya itu. Polisi menduga Jibril memiliki hubungan dengan Al Khalil Ali, WN Arab Saudi yang kini ditahan Mabes Polri karena diduga terlibat tindak pidana terorisme.

Ali disangka menjadi perantara dana dari luar negeri untuk ledakan bom di kedua hotel itu. Selain Ali, polisi telah menahan Aris dan Hendra, warga Temanggung karena diduga ikut menyediakan sarana aksi bom di Jl Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Tersangka Ibrahim telah tewas dalam penangkapan di Temanggung sedangkan Eko Joko dan Air Setiawan tewas dalam penangkapan di Jatiasih. Dani dan Nana, keduanya pelaku bom bunuh diri ikut tewas bersama bom yang diledakkan.(ANT)

DETIK menulis : Setelah Imam, Giliran Amrozi dan Muklas Nongol di Internet

Jumat, 14/11/2008 16:47 WIB
Setelah Imam, Giliran Amrozi dan Muklas Nongol di Internet

Jakarta - Setelah tak bisa diakses dalam beberapa waktu, situs Arrahmah akhirnya hidup kembali. Dalam kebangkitannya, situs ini langsung tampil sensasional dengan memajang ketiga wajah terpidana mati Bom Bali I.

Wajah Amrozi, Imam Samudera dan Ali Gufron tampak jelas terlihat di halaman depan situs tersebut. Ketiga wajah mereka dihadirkan close up dalam balutan kain kafan beserta kapas di telinga.

Tak banyak pesan yang dihadirkan pengelola situs di tampilan come back-nya. Hanya ada beberapa penggal tulisan Arab yang menghiasi foto ketiga terpidana mati tersebut dan caption foto yang tertulis: "Ar Rahmah present -- Syuhada Gazwatu Bali".

Meski sudah bisa diakses, namun situs Arrahmah belum bisa sepenuhnya beroperasi. Sebab mereka mengatakan bahwa baru akan hadir dengan tampilan baru pada Senin, 17 November 2008.

Langkah Arrahmah terbilang berani. Pasalnya, media massa, polisi ataupun jaksa tidak diperbolehkan mengambil, apalagi sampai mempublikasikan wajah terakhir tiga terpidana mati tersebut.Apakah ini pertanda Senin depan bakal terjadi sesuatu? ( ash / rou )

DETIK Sewot? Soal Penayangan Foto Jenazah Imam Samudra oleh Arrahmah.com


Saya terus terang heran dengan Judul berita mereka serta isinya.
Ada dua artikel Detik yang terbit yang terkait dengan hal penayangan foto Jenazah Imam Samudra oleh situs Arrahmah.Com.

Berikut salinan beritanya. Dan DETIK sudah menjadi DETEKTIF pula :)

------------------------------------------------------
Senin, 10/11/2008 12:40 WIB
Situs Umbar Foto Imam Samudra Berkafan
Wicak Hidayat - detikinet

Jakarta - Amrozi, Ali Ghufron dan Imam Samudra mewasiatkan agar foto-foto kematian mereka tidak dipublikasikan. Namun sebuah situs justru menampilkan foto Imam Samudera berkafan.

Informasi yang diterima detikINET, Senin (10/11/2008), menyebutkan sebuah situs yang bernama Arrahmah. Situs dengan jargon 'Filter Your Mind, Get The Truth' itu menampilkan berita-berita seputar eksekusi mati tiga terpidana bom bali.

Satu hal yang membedakan situs itu dibandingkan media lain adalah adanya foto close-up wajah Imam Samudra dalam kondisi dikafani. Foto itu dimuat dalam berita berjudul "As Syahid Imam Samudra Bergabung Dengan Kafilah Syuhada" yang tertanggal 9 November 2008 pukul 02:43 malam.

Tak cukup di situ, foto itu juga dilabeli tulisan 'Exclusive Arrahmah.com'. Ini mengindikasikan pengelola situs tersebut memang sengaja memotret jenazah Imam. Padahal media massa, polisi ataupun jaksa tidak diperbolehkan mengambil --apalagi sampai mempublikasikan-- wajah terakhir tiga terpidana mati tersebut.
( wsh / wsh )



-----------------------------------------------------------

Senin, 10/11/2008 17:47 WIB


Server Arrahmah di New York?
Wicak Hidayat - detikinet

Jakarta - Server situs penampil foto Imam Samudra berkafan agaknya berlokasi di New York. Nama domainnya dibeli dari penyedia asal Indonesia.

Informasi dari piranti lunak Tracert yang dilakukan detikINET, Senin (10/11/2008) mengarahkan domain Arrahmah.com pada alamat Internet Protocols (IP) 67.228.80.218. Jika ditelusuri, alamat itu merujuk pada lokasi di New York, Amerika Serikat.

Nama domain tersebut tercatat telah terdaftar sejak 14 Agustus 2005 melalui penyedia layanan ImediaBiz.com. ImediaBiz merupakan penyedia layanan pembelian nama domain dan webhosting asal Indonesia.

ImediaBiz memang menyediakan server yang berlokasi di Indonesia dan di Amerika Serikat. Tercatat ada 1.663 domain lain yang menggunakan nameserver yang sama dengan Arrahmah.com.

Sedangkan untuk server yang digunakan Arrahmah.com, menurut data DomainTools, merupakan milik SoftLayer Technologies Inc di Amerika Serikat. SoftLayer adalah perusahaan asal Dallas, Amerika Serikat, yang menyewakan server untuk keperluan hosting. ( wsh / dwn )



-----------------------------------------------------------------------

Senin, 10/11/2008 14:38 WIB

Umbar Foto Imam Samudra, Arrahmah Punya Siapa?
Wicak Hidayat - detikinet

Jakarta - Meski dilarang oleh pihak keluarga, situs Arrahmah.com mempublikasikan wajah Imam Samudra berkain kafan. Siapakah sosok di balik situs tersebut?

Pada Senin (10/11/2008), detikINET menerima informasi mengenai situs Arrahmah.com yang menampilkan foto close-up wajah Imam Samudera dalam kondisi dikafani. Penelusuran pada database Whois menunjukkan nama pemilik situs itu disembunyikan lewat layanan ContactPrivacy.org.

Namun jika ditelusuri lebih lanjut, muncul sebuah alamat e-mail yang terkait situs itu. Alamat e-mail itu pun bisa dikaitkan dengan sebuah profil di situs pertemanan Friendster.

Adalah Daniel Shah yang namanya kemudian terkait dengan alamat e-mail di situs Arrahmah.com. Belum pasti apakah benar Daniel pengelola situs tersebut atau sekadar alamat e-mailnya yang digunakan.

Situs Arrahmah.com hinga pukul 13:30 WIB tak bisa dikunjungi. Pesan yang muncul mengindikasikan situs sedang kelebihan pengunjung sehingga harus dimatikan sementara.
( wsh / ash )



--

Foto Jenazah Imam Samudra Muncul di Dunia Maya


Foto Jenazah Imam Samudra Muncul di Dunia Maya

Senin, 10 November 2008 - 11:12 wib
JAKARTA - Sehari setelah pemakaman 3 pelaku bom Bali I Imam Samudra, Amrozi, dan Ali Gufron, beredar sebuah foto yang menampilkan Imam Samudra dalam kondisi meninggal dan telah dikafankan.

Foto ini dimuat oleh sebuah situs bernama arrahmah.com pada hari Minggu 9 November pada ham 02.43 PM.

Foto eksklusif milik arrahmah.com tersebut merupakan gambar dari sebuah berita bertema "As Syahid Imam Samudra Bergabung dengan Kafilah Syuhada".

Berikut awal isi berita tersebut: Hari ini telah dijemput para bidadari para kafilah syuhada, Mujahid Imam Samudera, Mujahid Amrozi dan Mujahid Ali Ghufron. Mereka semua telah menunjukkan pada umat ini bagaimana sikap mujahid sejati yang tetap istiqomah.

Selain itu, berita tersebut juga mendapat 20 lebih komentar dari pembaca yang kebanyakan memuji langkah Imam Samudra dan rekan-rekannya. Berikut komentar-komentar pembaca di situs tersebut:

Kepada para thaghut & pemerintah indonesia .......!!
bahwa kalian telah zalim..!! tunggulah pembalasan kaum muslimin...!!! tunggulah azab allah, kepada kalian semua wahai penyembah berhala AMERIKA ..!!
bagi kalian telah tersedia NERAKA JAHANNAM...!!
Dikirim dari amr_albanjary pada 11/09 04:23 PM.

asslm.as syahid adalah contoh tauladan bagi orang orang yg beriman.Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar! Dikirim oleh akhyar 1 pada 11/09 04:31 PM.

semoga Alloh menerima taubat mereka dan menempatkan mereka dalam kafilah syuhada. demi Alloh tiada setetespun darah mereka tercurah tanpa pembalasan Allohu Akbar!!! Dikirim oleh Irhaby99 pada 11/09 04:33 PM.

Selamat jalan wahai para syuhada,Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar Dikirim oleh akhyar 1 pada 11/09 04:41 PM.


--