Tampilkan postingan dengan label bom bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bom bali. Tampilkan semua postingan

DETIK menulis : Setelah Imam, Giliran Amrozi dan Muklas Nongol di Internet

Jumat, 14/11/2008 16:47 WIB
Setelah Imam, Giliran Amrozi dan Muklas Nongol di Internet

Jakarta - Setelah tak bisa diakses dalam beberapa waktu, situs Arrahmah akhirnya hidup kembali. Dalam kebangkitannya, situs ini langsung tampil sensasional dengan memajang ketiga wajah terpidana mati Bom Bali I.

Wajah Amrozi, Imam Samudera dan Ali Gufron tampak jelas terlihat di halaman depan situs tersebut. Ketiga wajah mereka dihadirkan close up dalam balutan kain kafan beserta kapas di telinga.

Tak banyak pesan yang dihadirkan pengelola situs di tampilan come back-nya. Hanya ada beberapa penggal tulisan Arab yang menghiasi foto ketiga terpidana mati tersebut dan caption foto yang tertulis: "Ar Rahmah present -- Syuhada Gazwatu Bali".

Meski sudah bisa diakses, namun situs Arrahmah belum bisa sepenuhnya beroperasi. Sebab mereka mengatakan bahwa baru akan hadir dengan tampilan baru pada Senin, 17 November 2008.

Langkah Arrahmah terbilang berani. Pasalnya, media massa, polisi ataupun jaksa tidak diperbolehkan mengambil, apalagi sampai mempublikasikan wajah terakhir tiga terpidana mati tersebut.Apakah ini pertanda Senin depan bakal terjadi sesuatu? ( ash / rou )

Foto Jenazah Amrozi, Ali Ghufron : Misteri Tanda Syahid Amrozi Cs Terkuak

Misteri Tanda Syahid Amrozi Cs Terkuak

Jum'at, 14-11-2008 | 10:58:12 WIB

Tiada kata yang terucap melainkan kalimat takbir, Allahu Akbar, atas kondisi jenasah ketiga syuhada Bali. Betapa tidak, ketiga syuhada tersebut sangat jelas menampakkan tanda-tanda sebagai syahid seperti yang biasa ditemui di kancah peperangan, meski mereka 'tidak sedang berperang' melawan musuh Islam.

Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Kantor Berita Islam Muslimdaily.net mendapat ijin dari pihak keluarga, yang diwakili oleh Bp. Ali Fauzi, untuk mempublikasikan photo dua mujahid Bali yakni Amrozi dan Ust. Mukhlas. Bp Ali Fauzi berpesan agar photo ini disebarluaskan untuk memberikan bukti nyata atas misteri dan polemik yang terjadi ke atas Mujahid Bali, terutama Syuhada Tenggulun, terkait status mereka, apakah mati syahid atau tidak. Disamping itu memberikan hikmah nyata kepada seluruh kaum Muslimin bahwa perjuangan Islam yang mereka lakukan benar-benar ikhlas untuk tingginya kalimat Allah, dan bukan sekedar untuk aksi pamer.

Sebagaimana syuhada yang gugur dalam medan jihad, photo kedua syuhada Tenggulun terlihat tersenyum dengan barisan gigi yang terlihat rapi. Apalagi yang terjadi dengan Amrozi. Senyuman khas "The Smiling Bomber" yang seiring dengan kedua mata yang terbuka, terlihat seakan-akan bertemu dengan sesuatu yang membuat kagum. Mungkin sepasang bidadari yang menyambut ramah.

Kondisi tak jauh berbeda terjadi dengan jenasah Ust. Mukhlas. Ulama yang jago berorasi ini memperlihatkan senyuman dengan mata yang juga terbuka. Wajah bersih pun menjadi pertanda yang lain. Wajah bersih yang juga dimiliki oleh sang "Mujahid Hacker," Imam Samudera alias Abdul Azis. Imam memperlihatkan wajah tampan dan bersih, persis dengan kondisi Ust. Mukhlas.

Disamping analisis photo ketiga Mujahid Bali tersebut, keterangan dari lapangan makin memperkuat bukti bahwa ketiga pelaku aksi jihad tersebut adalah para Mujahidin, mereka telah memiliki niat yang tulus dan menemui kematian sebagai seorang syuhada. Berikut adalah bukti dan persaksian dari lapangan.

  1. Salah satu pelayat yang kebetulan ikut hadir di kediaman Hj. Tariyem adalah Ust. Abdul Rachim Ba'asyir. Menyaksikan bahwa ketika keranda jenasah masuk dan kain penutup keranda dibuka, sontak tercium bau wangi yang menyebar ke seluruh ruangan. Kejadian ini sempat membuat keheranan para pelayat, karena didalam ruangan yang sempit tersebut udara sangat pengap dan pengunjung berjubel dalam satu ruangan. Bila merupakan wangi dari minyak wangi, tak akan mampu mengalahkan bau badan para pengunjung dan tidak akan dapat memberikan aroma dengan kadar wangi yang sama." Allahu Akbar. Itu bukan bau minyak wangi. Bukan. Tapi bau wangi dari asy syahid," kata beliau.
  2. Selain itu, masih menurut Ust, Abdul Rachim, ketika kain penutup wajah dari Ust. Mukhlas di buka, terlihat jelas bulir-bulir keringat menempel di bagian muka. Kondisi yang sama yang terjadi dengan mereka yang masih hidup dan dalam kondisi kegerahan. Seakan Ust. Mukhlas merasakan kegerahan yang sama yang dengan kegerahan yang dialami oleh para pelayat beliau.
  3. Sebagaimana dilansir oleh beberapa media nasional, seperti detik.com, nampak jelas terlihat fenomena datangnya tiga burung hitam di atas kediaman syuhada. Ketiga burung ini jelas bukan burung Gagak seperti yang banyak diberitakan di media, karena memiliki leher yang panjang. Mereka datang begitu saja berputar-putar selama kurang lebih tujuh menit, dan kemudian pergi berpencar. Dua burung hitam terbang ke arah Timur, mereka merepresentasikan diterimanya amalan jihad Ust Mukhlas dan Amrozi, dan satu burung hitam terbang ke Barat, sebagai pertanda syahid atas diri 'Mujahid Hacker' Imam Samudera. Fenomena datangnya burung hitam ini sempat membuat suasana haru dengan teriakan takbir para pelayat.
  4. Seperti penuturan adik kandung Imam Samudera, Lulu Jamaludin, kakaknya menampakkan keanehan ketika akan dimasukkan dalam liang lahat. Bau wangi juga tercium dari jenasah Imam. Selain itu luka bekas tembakan peluru tajam terus menerus mengalirkan darah segar. Aliran darah ini keluar seperti yang terjadi dengan seseorang yang masih hidup ketika terluka. Masih menurut Lulu juga, wajah kakaknya lebih bersih dan tampan dari biasanya.
  5. Kabar terakhir baru saja diterima oleh salah satu kru muslimdaily.net. Beberapa hari yang lalu, tepatnya tiga hari setelah pemakaman Amrozi dan Ust. Mukhlas, keluarga Hj. Tariyem meminta beberapa orang untuk menjaga makam. Hal ini dilakukan untuk menghindari dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa diantara mereka yang ikut jaga adalah Sumarno, Baror, Rosyidin, Mashudi dan beberapa santri pondok Al Islam Tenggulun Lamongan. Mereka mengatakan mencium bau wangi keluar dari dalam kubur (makam). Bau wangi yang sama saat mereka pertama kali membuka kain penutup jenasah syuhada. Namun, bau wangi ini bukan seperti bau dari minyak wangi yang biasa mereka pakai atau dipakai oleh orang kebanyakan.


Jelas sudah keterangan yang diberikan Allah s.w.t. lewat kebesaran-Nya. Meski banyak pihak yang membantah, memberikan suara sumbang, dan menggalang opini massa untuk memojokkan status para Mujahid Bali, serta membuat makar melalui kaki tangan aparat pemerintah, namun Allah berkehendak lain. Dan siapakah sebaik-baik pembuat makar ? (far/MD)

DETIK Sewot? Soal Penayangan Foto Jenazah Imam Samudra oleh Arrahmah.com


Saya terus terang heran dengan Judul berita mereka serta isinya.
Ada dua artikel Detik yang terbit yang terkait dengan hal penayangan foto Jenazah Imam Samudra oleh situs Arrahmah.Com.

Berikut salinan beritanya. Dan DETIK sudah menjadi DETEKTIF pula :)

------------------------------------------------------
Senin, 10/11/2008 12:40 WIB
Situs Umbar Foto Imam Samudra Berkafan
Wicak Hidayat - detikinet

Jakarta - Amrozi, Ali Ghufron dan Imam Samudra mewasiatkan agar foto-foto kematian mereka tidak dipublikasikan. Namun sebuah situs justru menampilkan foto Imam Samudera berkafan.

Informasi yang diterima detikINET, Senin (10/11/2008), menyebutkan sebuah situs yang bernama Arrahmah. Situs dengan jargon 'Filter Your Mind, Get The Truth' itu menampilkan berita-berita seputar eksekusi mati tiga terpidana bom bali.

Satu hal yang membedakan situs itu dibandingkan media lain adalah adanya foto close-up wajah Imam Samudra dalam kondisi dikafani. Foto itu dimuat dalam berita berjudul "As Syahid Imam Samudra Bergabung Dengan Kafilah Syuhada" yang tertanggal 9 November 2008 pukul 02:43 malam.

Tak cukup di situ, foto itu juga dilabeli tulisan 'Exclusive Arrahmah.com'. Ini mengindikasikan pengelola situs tersebut memang sengaja memotret jenazah Imam. Padahal media massa, polisi ataupun jaksa tidak diperbolehkan mengambil --apalagi sampai mempublikasikan-- wajah terakhir tiga terpidana mati tersebut.
( wsh / wsh )



-----------------------------------------------------------

Senin, 10/11/2008 17:47 WIB


Server Arrahmah di New York?
Wicak Hidayat - detikinet

Jakarta - Server situs penampil foto Imam Samudra berkafan agaknya berlokasi di New York. Nama domainnya dibeli dari penyedia asal Indonesia.

Informasi dari piranti lunak Tracert yang dilakukan detikINET, Senin (10/11/2008) mengarahkan domain Arrahmah.com pada alamat Internet Protocols (IP) 67.228.80.218. Jika ditelusuri, alamat itu merujuk pada lokasi di New York, Amerika Serikat.

Nama domain tersebut tercatat telah terdaftar sejak 14 Agustus 2005 melalui penyedia layanan ImediaBiz.com. ImediaBiz merupakan penyedia layanan pembelian nama domain dan webhosting asal Indonesia.

ImediaBiz memang menyediakan server yang berlokasi di Indonesia dan di Amerika Serikat. Tercatat ada 1.663 domain lain yang menggunakan nameserver yang sama dengan Arrahmah.com.

Sedangkan untuk server yang digunakan Arrahmah.com, menurut data DomainTools, merupakan milik SoftLayer Technologies Inc di Amerika Serikat. SoftLayer adalah perusahaan asal Dallas, Amerika Serikat, yang menyewakan server untuk keperluan hosting. ( wsh / dwn )



-----------------------------------------------------------------------

Senin, 10/11/2008 14:38 WIB

Umbar Foto Imam Samudra, Arrahmah Punya Siapa?
Wicak Hidayat - detikinet

Jakarta - Meski dilarang oleh pihak keluarga, situs Arrahmah.com mempublikasikan wajah Imam Samudra berkain kafan. Siapakah sosok di balik situs tersebut?

Pada Senin (10/11/2008), detikINET menerima informasi mengenai situs Arrahmah.com yang menampilkan foto close-up wajah Imam Samudera dalam kondisi dikafani. Penelusuran pada database Whois menunjukkan nama pemilik situs itu disembunyikan lewat layanan ContactPrivacy.org.

Namun jika ditelusuri lebih lanjut, muncul sebuah alamat e-mail yang terkait situs itu. Alamat e-mail itu pun bisa dikaitkan dengan sebuah profil di situs pertemanan Friendster.

Adalah Daniel Shah yang namanya kemudian terkait dengan alamat e-mail di situs Arrahmah.com. Belum pasti apakah benar Daniel pengelola situs tersebut atau sekadar alamat e-mailnya yang digunakan.

Situs Arrahmah.com hinga pukul 13:30 WIB tak bisa dikunjungi. Pesan yang muncul mengindikasikan situs sedang kelebihan pengunjung sehingga harus dimatikan sementara.
( wsh / ash )



--

Foto Jenazah Imam Samudra Muncul di Dunia Maya


Foto Jenazah Imam Samudra Muncul di Dunia Maya

Senin, 10 November 2008 - 11:12 wib
JAKARTA - Sehari setelah pemakaman 3 pelaku bom Bali I Imam Samudra, Amrozi, dan Ali Gufron, beredar sebuah foto yang menampilkan Imam Samudra dalam kondisi meninggal dan telah dikafankan.

Foto ini dimuat oleh sebuah situs bernama arrahmah.com pada hari Minggu 9 November pada ham 02.43 PM.

Foto eksklusif milik arrahmah.com tersebut merupakan gambar dari sebuah berita bertema "As Syahid Imam Samudra Bergabung dengan Kafilah Syuhada".

Berikut awal isi berita tersebut: Hari ini telah dijemput para bidadari para kafilah syuhada, Mujahid Imam Samudera, Mujahid Amrozi dan Mujahid Ali Ghufron. Mereka semua telah menunjukkan pada umat ini bagaimana sikap mujahid sejati yang tetap istiqomah.

Selain itu, berita tersebut juga mendapat 20 lebih komentar dari pembaca yang kebanyakan memuji langkah Imam Samudra dan rekan-rekannya. Berikut komentar-komentar pembaca di situs tersebut:

Kepada para thaghut & pemerintah indonesia .......!!
bahwa kalian telah zalim..!! tunggulah pembalasan kaum muslimin...!!! tunggulah azab allah, kepada kalian semua wahai penyembah berhala AMERIKA ..!!
bagi kalian telah tersedia NERAKA JAHANNAM...!!
Dikirim dari amr_albanjary pada 11/09 04:23 PM.

asslm.as syahid adalah contoh tauladan bagi orang orang yg beriman.Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar! Dikirim oleh akhyar 1 pada 11/09 04:31 PM.

semoga Alloh menerima taubat mereka dan menempatkan mereka dalam kafilah syuhada. demi Alloh tiada setetespun darah mereka tercurah tanpa pembalasan Allohu Akbar!!! Dikirim oleh Irhaby99 pada 11/09 04:33 PM.

Selamat jalan wahai para syuhada,Allahu akbar! Allahu akbar! Allahu akbar Dikirim oleh akhyar 1 pada 11/09 04:41 PM.


--










Ribuan Orang Melayat Amrozi & Muklas

Ribuan Orang Melayat Amrozi & Muklas

Ribuan orang berdesakan mengikuti proses pemakaman terpidana mati
bom Bali I Muklas dan Amrozi di Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur, Minggu
(9/11/2008). Sebelum dimakamkan, jenazah kakak beradik itu disemayamkan
di Ponpes Al Islam, Lamongan. (Foto: AP)

news

news

news

news

news

news

Pemakaman Imam Samudra

Pemakaman Imam Samudra

Ribuan warga tampak menghadiri pemakaman terpidana mati kasus Bom
Bali I Imam Samudra, di Serang, Banten, Minggu (9/11/2008). Pemakaman
ini sempat timbul kericuhan antara aparat kepolisian dengan warga yang
berdesakan. (Foto: AP)

news

news

news

news

news

news


Santri di Tangerang Gelar Salat Gaib

clipped from www.liputan6.com
09/11/2008 15:07

Santri di Tangerang Gelar Salat Gaib

Liputan6.com, Tangerang: Puluhan santri Yayasan Dharma Indonesia menggelar doa bersama dan salat gaib untuk kematian tiga terpidana mati kasus Bom Bali I, Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Gufron. Salat gaib dilaksanakan di Kampung Neroktog, Neroktog, Pinang, Kota Tangerang, Banten, Ahad (9/11).

Sebelumnya, pemerintah mengeksekusi Amrozi Cs sekitar pukul 00.15 WIB, di Bukit Nirbaya, Nusakambangan, Cilacap. Ketiga jenazah lalu dibawa ke kampung halamannya masing-masing dengan tiga helikopter. Imam Samudera dimakamkan di TPU Keramat Kampung Lopang Gede, Banten. Sedangkan Amrozi dan Ali Gufron dimakamkan di Kampung Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur.(YNI/ANTARA)

 blog it

Eksekusi Amrozi Dkk Dapat Liputan Luas Media Seluruh Dunia

Jakarta, (tvOne)

Hukuman mati terhadap tiga pelaku bom Bali, Imam Samudra 38 tahun, Ali Ghufron alias Mukhlas 48 tahun dan Amrozi 46 tahun yang dilakukan Sabtu malam di Nusakambangan mendapat liputan luas media-media transnasional.

Kantor berita DPA mengatakan, tak satupun pelaku bom Bali tersebut yang menunjukkan penyesalan atas serangan-serangan yang menewaskan 202 orang dan justru memperingatkan akan adanya pembalasan dari kelompok garis keras Islam lainnya jika mereka dieksekusi.

Di desa Tenggulun, di mana jenazah Amrozi dan Mukhlas dimakamkan disambut ratusan pendukung kelompok garis keras yang meneriakkan `Allahu Akbar` dengan membawa poster-poster yang memuji mereka sebagai `pahlawan`.

Kejadian yang sama juga terlihat di kediaman Imam Samudra di Serang, Jawa Barat. Poster besar `Selamat Datang Martir` dipasang di jalan menuju desanya. Menurut laporan DPA, Indonesia kini dalam waspada tinggi, sejumlah polisi tambahan dikirimkan ke kedutaan-kedutaan, tempat-tempat perbelanjaan dan perkantoran.

Menurut laporan AFP dari desa Tenggulun, tempat tinggal kakak beradik Amrozi dan Mukhlas, eksekusi terhadap mereka memicu bentrokan antara polisi dan para pendukung ketiga terhukum mati yang diliputi emosi.

Ratusan pendukung bentrok dengan polisi saat jenazah Mukhlas dan Amrozi, yang disebut sebagai `pembunuh yang banyak senyum` tiba dengan helikopter ke desa mereka, Tenggulun di Jawa Timur. Bentrokan pecah dan polisi meninggalkan jalan saat mereka meneriakkan `jihad` dan `keluar`. Para wartawan Barat di kedua desa mengakui dikata-katai sebagai `kafir`.

Kantor berita ini juga mencatat diperketatnya keamanan di sekitar daerah-daerah sensitif seperti kedutaan-kedutaan, tempat-tempat tujuan wisata, perbelanjaan, dan pelabuhan-pelabuhan. Di Bali sendiri, yang mayoritas penduduknya memeluk Hindu, dikerahkan 3.500 polisi di jalan-jalan untuk memperkuat keamanan.

Australia menyerukan warganya mempertimbangkan kembali untuk berkunjung ke Indonesia dan AS - yang kehilangan tujuh warganya dalam serangan tersebut - mengingatkan warga Amerika untuk bersikap rendah-hati dan menghindari demonstrasi-demonstrasi.

Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, yang pemerintahnya menentang hukuman mati, mengatakan bahwa hal itu saat untuk mengenang kembali para korban dan mereka yang selamat dari serangan berdarah itu.

Sementara itu Reuters melaporkan dari Serang Jawa Barat, bahwa jenazah Imam Samudra di bawah pengawalan ketat dibawa ke satu mesjid untuk disembahyangkan, dan beberapa di antara pelayat berusaha menyentuh jenazah atau berebut membantu mengusung kerandanya.

Pada saat itu, sekitar seratus orang Bali, termasuk beberapa yang selamat dari serangan itu, melakukan persembahyangan di dekat memorial tempat ledakan itu di Kuta. Satuan anti teroris Indonesia, Detasemen 88, menurut laporan kantor berita ini, turut terlibat dalam serangkaian serangan mengepung pimpinan JI dan sayap bersenjatanya.

Polisi saat ini masih mencari Noordin Top, berkebangsaan Malaysia yang dipandang sebagai tokoh utama di balik serangkaian pemboman tersebut, termasuk ledakan-ledakan di Bali pada 2005 yang menewaskan lebih dari 20 orang.
clipped from www.tvone.co.id
Eksekusi Amrozi Dkk Dapat Liputan Luas Media Seluruh Dunia
November 09,2008
blog it

Bom Mikronuklir dalam Peristiwa Bom Bali I?



JAKARTA - Imam Samudra, Muklas, dan Amrozi telah dieksekusi mati dini hari tadi. Namun, peristiwa Bom Bali I yang terjadi pada 12 Oktober 2002 masih menyisakan keraguan bagi sejumlah kalangan.

Pertanyaan yang muncul antara lain, tentang bahan baku bom dan pelaku utama di balik peristiwa tersebut.

Fauzan Al-Anshari, Direktur Lembaga Kajian Strategis Islam (LKSI), dalam surat elektronik yang ditujukan kepada okezone, menyebutkan adanya kemungkinan bom yang digunakan adalah bom mikronuklir. Fauzan menyebutkan tulisan sejumlah investigator tentang kemungkinan itu.

Seperti Joe Vialls, investigator bom independen Australia yang wafat 2005 lalu. Dalam situsnya (www.thetruthseeker.co.uk/columnist.sp?ID=3), Vialls menulis tiga artikel berjudul: Bali Micro Nuke Buried By Western Media, Bali Micro Nuke-Lack of Radiation Confuses "Expert", dan Micro Nuke Used in Bali "Terrorist" Lookalike Attack.

Vialls menegaskan bahwa adanya cendawan panas, kawah, cahaya, dan listrik mati sebelum ledakan bom adalah bukti tak terbantahkan hadirnya mikronuklir dalam bom tersebut.

"Bahkan, saksi lain, Kapten Rodney Cox, yang juga menyaksikan bom itu meledak dan membuat tulisan yang dimuat di situs Army Australia, tetapi mendadak dihapus karena laporannya bisa membuat masalah bagi Australia di masa datang," ungkap Fauzan, Minggu (9/11/2008).

"Sayang sekali, sampai sekarang umat Islam tidak mengetahui second opinion siapa sesungguhnya pelaku utama bom tersebut," sesalnya.

Fauzan menyatakan, sudah beberapa kali dirinya bertemu Jenderal (purn) Ryamizard Ryacudu, mantan KSAD era Megawati. Dalam pertemuan itu Ryamizard menjelaskan ketidakmampuan TNI untuk membuat bom sedahsyat itu.

Almarhum ZA Maulani, mantan kepala BAKIN era Habibie, menurut Fauzan, juga sering bertemu dirinya untuk menjelaskan bahwa bahan bom Bali itu bukan karbit, TNT, atau C4, melainkan mikronuklir.

"Saya pun diajak rapat membahas hal itu dengan sejumlah petinggi MUI di Istiqlal. Namun, karena adanya tekanan dari pihak tertentu, maka hasil investagasi MUI urung dipublikasikan dan batal menjadi saksi adecharge (meringankan) di sidang pengadilan Amrozi dkk di Bali," ungkap dia.

Dengan demikian, Fauzan yakin bom yang meledak dan menewaskan 202 orang itu adalah bom mikronuklir. Bukti yang menguatkan, menurut Fauzan, adalah para kulit korban hingga saat ini masih sakit, gatal-gatal, dan bila terkena sinar matahari menjadi keriput dan bengkak, mirip korban bom nuklir di Hiroshima, Jepang. "Bagi yang tidak percaya saya ajak ber-mubahalah, siapa yang dusta disambar petir. Itu (bom) tidak mungkin disebabkan oleh karbit," pungkas dia. (jri)
clipped from news.okezone.com

Bom Mikronuklir dalam Peristiwa Bom Bali I?

Minggu, 9 November 2008 - 13:46 wib
blog it

Amrozi cs, Terpidana Teroris Pertama Dihukum Mati



JAKARTA - Hingga kini belum pernah ada terpidana kasus terorisme di dunia ini yang dijatuhi hukuman mati. Amrozi, Imam Samudra, dan Muklas adalah yang pertama.

"Sampai detik ini pun belum ada tersangka teroris di dunia yang dihukum mati melalui pengadilan. Jadi bila eksekusi ini terjadi, maka inilah kali pertama terpidana terorisme dihukum mati," kata Fauzan Al-Anshari, Direktur Lembaga Kajian Strategis Islam (LKSI), dalam surat elektronik yang ditujukan kepada okezone, Minggu (9/11/2008).

Fauzan lalu membandingkan pidana mati ketiganya dengan peledakan yang dilakukan oleh Syekh Omar Abdurrahman di Oklahoma sekira tahun 1995. Oleh otoritas Amerika Serikat, Syekh Omar hanya dihukum seumur hidup.

Fauzan mengatakan, saat dirinya membesuk Amrozi, Imam Samudra, dan Muklas pada 17 Oktober lalu dan menanyakan peran mereka terhadap kasus Bom Bali I, Amrozi menjelaskan bahwa peran utamanya adalah membeli bahan bom berupa karbit sebanyak satu ton.

"Dia membeli dari toko Tidar di Surabaya," kata dia.

Sementara Muklas merupakan seorang ustad yang memberi semangat untuk melakukan aksi pengeboman tersebut. Imam Samudera melakukan survei dan konsep penyerangan yang ia lakukan tiga bulan sebelum bom diledakkan. Secara khusus Imam membuat website bertitel istimata.com yang isinya mengklaim bertanggung jawab atas peledakan bom tersebut.

Namun yang menjadi pertanyaan, menurut Fauzan, mengapa Ali Imron, adik Muklas dan Amrozi, yang memiliki peran lebih banyak, justru tidak dijatuhi hukuman mati. Padahal, menurut penuturan Muklas kepada Fauzan, Ali Imron adalah ahli merakit bom dan perannya dalam bom Bali jauh lebih besar dari dirinya.

"Semestinya Muklas, Amrozi, dan Imam Samudra tidak sampai dihukum mati," kata Fauzan.

"Mengapa Ale cuma dihukum seumur hidup? Apakah karena dia dianggap kooperatif dengan Komjen Gories Mere sehingga diajak 'dugem' di kafe Starbucks? Atau karena telah memberi info penting tentang anggota JI sehingga diundang buka bersama di rumah Komandan Densus 88 Brigjen Surya Dharma?" tanya Fauzan. (jri)
clipped from news.okezone.com

Amrozi cs, Terpidana Teroris Pertama Dihukum Mati

Minggu, 9 November 2008 - 14:00 wib
 blog it

Inilah Surat Wasiat Imam Samudra

BANTEN- Seorang pria membagi-bagikan semacam brosur yang isinya surat wasiat dari Imam Samudra, terpidana mati kasus Bom Bali I yang telah dieksekusi dini hari tadi. Tak diketahui secara pasti apakah orang tersebut berasal dari keluarga, kerabat Imam Samudra atau dari satu organisasi massa Islam.

Surat tersebut dibagikan kepada siapa saja yang berada di sekitar kediaman Imam Samudra di Kampung Lopang Gede, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Banten, Minggu (9/11/2008).Sementara itu, saat ini jenazah Imam Samudra berada di Masjid Almanar, yang selanjutnya akan dibawa ke rumah duka.

Adapun surat tersebut berbentuk secarik kertas yang berisi wasiat Imam Samudra berisi:
"Saudara, aku wasiatkan kepada antum dan seluruh umat Islam yang telah mengazzamkan dirinya kepada jihad dan mati syahid untuk terus berjihad dan bertempur melawan setan akbar, Amerika dan Yahudi laknat.

Saudaraku, jagalah selalu amalan wajib dan sunnah harian antum semua. Sebab dengan itulah kita berjihad dan sebab itulah kita mendapat rizki mati syahid. Janganlah anggap remeh amalan sunnah akhi, sebab itulah yang akan menyelamatkan kita semua dari bahaya futur dan malas hati.

Saudaraku, jagalah salat malammu kepada Allah Azza Wajalla. Selalulah isi malam-malammu sujud kepada-Nya dan pasrahkan diri antum semua sepenuhnya kepada kekuasaannya. Ingatlah saudaraku, tiada kemenangan melainkan dari Allah semata.

Kepada antum semua yang telah mengikrarkan dirinya untuk bertempur habis-habisan melawan anjing-anjing kekafiran, ingatlah perang belum usai. Janganlah takut cercaan orang-orang yang suka mencela, sebab Allah di belakang kita. Janganlah kalian bedakan antara sipil kafir dengan tentara kafir, sebab yang ada dalam Islam hanyalah dua, adalah Islam atau kafir.

Saudaraku, jadilah hidup antum penuh dengan pembunuhan terhadap dengan orang-orang kafir. Bukanlah Allah telah memerintahkan kita untuk membunuh mereka semuanya, sebagaimana mereka telah membunuh kita dan saudara kita semuanya. Bercita-citalah menjadi penjagal orang-orang kafir. Didiklah anak cucu antum semua menjadi penjagal dan teroris bagi seluruh orang-orang kafir. Sungguh saudaraku, predikat itu lebih baik bagi kita daripada predikat seorang muslim, tetapi tidak peduli dengan darah saudaranya yang dibantai oleh kafirin laknat. Sungguh gelar teroris itu lebih mulia daripada gelar ulama. Namun mereka justru menjadi penjaga benteng kekafiran."

(Bayu Adi Wicaksono/Global/)
clipped from news.okezone.com

Inilah Surat Wasiat Imam Samudra

Minggu, 9 November 2008 - 09:21 wib
 blog it

Imam Samudra Telah Dimakamkan di TPU Lopang Gede

clipped from news.okezone.com

Imam Samudra Telah Dimakamkan di TPU Lopang Gede

Minggu, 9 November 2008 - 10:42 wib
SERANG - Setelah disalatkan di Masjid Al Manar, jenazah terpidana mati bom Bali I Imam Samudra akhirnya dimakamkan di TPU Lopang Gede, Serang, Banten, Minggu (9/11/2008).

Imam Samudra dimakamkan di samping kanan makam ayahnya, dengan dihantarkan oleh ibundanya Mbay Badriyah dan adiknya Lulu Jamaludin. Namun, saat pemakaman istri Imam Samudra tidak tampak di lokasi pemakaman.

Sementara, ribuan orang dari berbagai ormas islam juga ikut mengantarkan jenazah Amrozi hingga ke TPU Lopang Gede ini.

Saat keranda dibawa, sesekali teriakan Allahu Akbar menyeruak disambut dengan massa lainnya.

Selain itu, beberapa pengacara dari Tim Pembela Muslim juga tampak hadir seperti Mahendra Datta dan Agus Setiawan.(uky)
 blog it

Amrozi (46), Mukhlas (48), Imam Samodra (38)

Bali bombers Amrozi (L), Imam Samudra (C) and Mukhlas, also known as Ali Ghufron are seen in this combination photograph. Indonesia has executed three Muslim militants sentenced to death for the 2002 Bali nightclub bombings that killed 202 people, the television network TvOne said on November 9, 2008 citing an unidentified source. The TV station said Imam Samudra, Mukhlas and Amrozi were executed on Nusakambangan island in central Java after midnight. The executions could not immediately be confirmed by officials. From Reuters Pictures by REUTERS.This combo picture taken on March 26, 2008 shows convicted Bali bombers (L to R) Amrozi, Imam Samudra alias Abdul Aziz and Ali Ghufron alias Mukhlas at Batu prison on the Indonesian island of Nusa Kambangan. The three men, sentenced to death for the Bali bombings which killed 202 people, were executed by firing squad at midnight on the night of November 8, 2008 local television reported. Amrozi, 47, his brother Mukhlas, 48, and ringleader Imam Samudra, 38, were killed with shots to the heart on the island prison of Nusakambangan off southern Java, TV One television reported quoting an official source. From Getty Images by AFP/Getty Images.This combo picture shows file photos taken on March 26, 2008, of (L to R) Ali Ghufron, Imam Samudra and Amrozi inside the Batu prison on Nusa Kambangan island. The three convicted Bali bombers have filed a petition against firing squads in Indonesia's constitutional court on August 6, 2008, in a last-ditch bid to stave off their executions, lawyers said. The members of the Islamist Jemaah Islamiyah network -- Amrozi, Imam Samudra and Ali Ghufron -- are awaiting execution over the 2002 bombings on the resort island that killed more than 200 people, most of them foreign tourists. From Getty Images by AFP/Getty Images.This is a combination of Oct. 1, 2008 file photos of from left to right, Ali Ghufron, Imam Samudra, and Amrozi Nurhasyim. Ali Ghufron, Amrozi Nurhasyim, and Imam Samudra were executed early Sunday Nov. 9, 2008 on the Nusakambangen prison Island for planning and carrying out the 2002 Bali bombings which killed more than 200 people, mostly foreign tourists including 88 Australians, as well as 38 Indonesians. From AP Photo by Dita Alangkara.Bali bombers Amrozi (L), Imam Samudra (C) and Mukhlas, also known as Ali Ghufron, are seen in Nusakambangan prison in this October 1, 2008 combination photograph. The three Muslim militants involved in the 2002 Bali bombings were executed on early November 9, 2008, according to reports from Indonesian television station TV ONE. From Reuters Pictures by REUTERS.Convicted Bali bombers Ali Ghufron alias Mukhlas (L), Amrozi (C) and Imam Samudera talk to journalists after meeting their relatives in Batu prison, Nusakambangan Island in this October 29, 2007 file photograph. Indonesia has executed three Muslim militants sentenced to death for the 2002 Bali nightclub bombings that killed 202 people, the television network TvOne said on November 9, 2008 citing an unidentified source. The TV station said Samudra, Mukhlas and Amrozi were executed on Nusakambangan island in central Java after midnight. The executions could not immediately be confirmed by officials. From Reuters Pictures by REUTERS.Muslim men gather around a poster of convicted Bali bombers Imam Samudra, from left, Amrozi Nurhasyim and Ali Ghufron at an Islamic boarding school in Tenggulun, Lamongan, East Java, Indonesia, Saturday, Nov. 8, 2008. The three Indonesian militants on death row for the 2002 Bali bombings have exhausted legal options and could be executed within days. From AP Photo by Dita Alangkara.Imam Samudra (L), Mukhlas (2nd R) and Amrozi (R) attend Eid al-Fitr prayers, marking the end of the Muslim fasting month of Ramadan, in Nusakambangan prison in Cilacap, Central Java, October 1, 2008. Samudra, Amrozi and Mukhlas, also known as Ali Gufron, have been on death row since 2003, when a Bali court sentenced them to death for their roles in the 2002 Bali bombings that killed 202 people. From Reuters Pictures by REUTERS.Imam Samudra (L), Mukhlas (2nd R) and Amrozi (R) attend Eid al-Fitr prayers, marking the end of the Muslim fasting month of Ramadan, in Nusakambangan prison in Cilacap, Central Java, October 1, 2008. Samudra, Amrozi and Mukhlas, also known as Ali Gufron, have been on death row since 2003, when a Bali court sentenced them to death for their roles in the 2002 Bali bombings that killed 202 people. From Reuters Pictures by REUTERS.Imam Samudra (L), Mukhlas (2nd R), also known as Ali Gufron, and Amrozi (R) attend Eid al-Fitr prayers marking the end of the Muslim fasting month of Ramadan, in Nusakambangan prison in Cilacap, Central Java, October 1, 2008. Samudra, Amrozi and Mukhlas have been on death row since 2003, when a Bali court sentenced them to death for their roles in the 2002 Bali bombings that killed 202 people. From Reuters Pictures by REUTERS.Imam Samudra (L), Mukhlas (2nd R) and Amrozi (R) attend Eid al-Fitr prayers, marking the end of the Muslim fasting month of Ramadan, in Nusakambangan prison in Cilacap, Central Java, October 1, 2008. Samudra, Amrozi and Mukhlas, also known as Ali Gufron, have been on death row since 2003, when a Bali court sentenced them to death for their roles in the 2002 Bali bombings that killed 202 people. From Reuters Pictures by REUTERS.
Convicted Bali bombers Ali Ghufron alias Mukhlas (2nd L), Imam Samudra and Amrozi (R) walk to meet their family in Batu prison, Nusa Kambangan Island in this November 22, 2007 file photograph. Indonesia has executed three Muslim militants sentenced to death for the 2002 Bali nightclub bombings that killed 202 people, the television network TvOne said on November 9, 2008 citing an unidentified source. The TV station said Imam Samudra, Mukhlas and Amrozi were executed on Nusakambangan island in central Java after midnight. The executions could not immediately be confirmed by officials. From Reuters Pictures by REUTERS.