Tampilkan postingan dengan label Tangerang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tangerang. Tampilkan semua postingan

Pemulung - Kekuatan dalam Kemiskinan

Nice n Good Post my Friend

Kekuatan dalam kemiskinan



Punya pendidikan tinggi merupakan impian tiap orang. Tapi, bagaimana jika kemiskinan terus menghadang. Jangankan untuk biaya kuliah, buat makan saja susah.

Berikut ini penelusuran dan wawancara Eramuslim dengan seorang pemulung yang kini bisa terus kuliah di jurusan akuntansi di Pamulang, Tangerang. Mahasiswi berjilbab itu bernama Ming Ming Sari Nuryanti.

Sudah berapa lama Ming Ming jadi pemulung?

Sejak tahun 2004. Waktu itu mau masuk SMU. Karena penghasilan ayah semakin tidak menentu, kami sekeluarga menjadi pemulung.

Sekeluarga?

Iya. Setiap hari, saya, ayah, ibu, dan lima adik saya berjalan selama 3 sampai 4 jam mencari gelas mineral, botol mineral bekas, dan kardus. Kecuali adik yang baru kelas 2 SD yang tidak ikut.



Tempat tinggal Ming Ming berada di perbatasan antara Bogor dan Tangerang. Tepatnya di daerah Rumpin. Dari Serpong kurang lebih berjarak 40 kilometer. Kawasan itu terkenal dengan tempat penggalian pasir, batu kali, dan bahan bangunan lain. Tidak heran jika sepanjang jalan itu kerap dipadati truk dan suasana jalan yang penuh debu. Di sepanjang jalan itulah keluarga pemulung ini memunguti gelas dan botol mineral bekas dengan menggunakan karung.

Tiap hari, mereka berangkat sekitar jam 2 siang. Pilihan jam itu diambil karena Ming Ming dan adik-adik sudah pulang dari sekolah. Selain itu, bertepatan dengan jam berangkat sang ayah menuju tempat kerja di kawasan Ancol.

Setelah berjalan selama satu setengah sampai dua jam, sang ayah pun naik angkot menuju tempat kerja. Kemudian, ibu dan enam anak itu pun kembali menuju rumah. Sepanjang jalan pergi pulang itulah, mereka memunguti gelas dan botol mineral bekas.

Berapa banyak hasil yang bisa dipungut?

Nggak tentu. Kadang-kadang dapat 3 kilo. Kadang-kadang, nggak nyampe sekilo. Kalau cuaca hujan bisa lebih parah. Tapi, rata-rata per hari sekitar 2 kiloan.

Kalau dirupiahkan?

Sekilo harganya 5 ribu. Jadi, per hari kami dapat sekitar 10 ribu rupiah.

Apa segitu cukup buat 9 orang per hari?

Ya dicukup-cukupin. Alhamdulillah, kan ada tambahan dari penghasilan ayah. Walau tidak menentu, tapi lumayan buat keperluan hidup.



Ming Ming menjelaskan bahwa uang yang mereka dapatkan per hari diprioritaskan buat makan adik-adik dan biaya sekolah mereka. Sementara Ming Ming sendiri sudah terbiasa hanya makan sekali sehari. Terutama di malam hari.

Selain itu, mereka tidak dibingungkan dengan persoalan kontrak rumah. Karena selama ini mereka tinggal di lahan yang pemiliknya masih teman ayah Ming Ming. Di tempat itulah, mereka mendirikan gubuk sederhana yang terbuat dari barang-barang bekas yang ada di sekitar.

Berapa hari sekali, pengepul datang ke rumah Ming Ming untuk menimbang dan membayar hasil pungutan mereka.

Kalau lagi beruntung, mereka bisa dapat gelas dan botol air mineral bekas di tempat pesta pernikahan atau sunatan. Sayangnya, mereka harus menunggu acara selesai. Menunggu acara pesta itu biasanya antara jam 9 malam sampai jam 2 pagi. Selama 5 jam itu, Ming Ming sebagai anak sulung, ibu dan dua adiknya berkantuk-kantuk di tengah keramaian dan hiruk pikuk pesta.

Kalau di hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, keluarga pemulung ini juga punya kebiasaan yang berbeda dengan keluarga lain. Mereka tidak berkeliling kampung, berwisata, dan silaturahim ke handai taulan. Mereka justru memperpanjang rute memulung, karena biasanya di hari raya itu, barang-barang yang mereka cari tersedia lebih banyak dari hari-hari biasa.

Ming Ming tidak malu jadi pemulung?

Awalnya berat sekali. Apalagi jalan yang kami lalui biasa dilalui teman-teman sekolah saya di SMU N 1 Rumpin. Tapi, karena tekad untuk bisa membiayai sekolah dan cinta saya dengan adik-adik, saya jadi biasa. Nggak malu lagi.

Dari mana Ming Ming belajar Islam?

Sejak di SMU. Waktu itu, saya ikut rohis. Di rohis itulah, saya belajar Islam lewat mentoring seminggu sekali yang diadakan sekolah.

Ketika masuk kuliah, saya ikut rohis. Alhamdulillah, di situlah saya bisa terus belajar Islam.

Orang tua tidak masalah kalau Ming Ming memakai busana muslimah?

Alhamdulillah, nggak. Mereka welcome saja. Bahkan sekarang, lima adik perempuan saya juga sudah pakai jilbab.




Walau sudah mengenakan busana muslimah dengan jilbab yang lumayan panjang, Ming Ming dan adik-adik tidak merasa risih untuk tetap menjadi pemulung. Mereka biasa membawa karung, memunguti gelas dan botol air mineral bekas, juga kardus. Bahkan, Ming Ming pun sudah terbiasa menumpang truk. Walaupun, ia harus naik di belakang.

Ming Ming kuliah di mana?

Di Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi S1.

Maaf, apa cukup pendapatan Ming Ming untuk biaya kuliah?

Jelas nggak. Tapi, buat saya, kemiskinan itu ujian dari Allah supaya kita bisa sabar dan istiqamah. Dengan tekad itu, saya yakin bisa terus kuliah.

Walaupun, di semester pertama, saya nyaris keluar. Karena nggak punya uang buat biaya satu semester yang jumlahnya satu juta lebih. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah semuanya bisa terbayar.



Di awal-awal kuliah, muslimah kelahiran tahun 90 ini memang benar-benar melakukan hal yang bisa dianggap impossible. Tanpa uang memadai, ia bertekad kuat bisa masuk kuliah.

Ketika berangkat kuliah, sang ibu hanya memberikan ongkos ke Ming Ming secukupnya. Artinya, cuma ala kadarnya. Setelah dihitung-hitung, ongkos hanya cukup untuk pergi saja. Itu pun ada satu angkot yang tidak masuk hitungan alias harus jalan kaki. Sementara pulang, ia harus memutar otak supaya bisa sampai ke rumah. Dan itu ia lakukan setiap hari.

Sebagai gambaran, jarak antara kampus dan rumah harus ditempuh Ming Ming dengan naik empat kali angkot. Setiap angkot rata-rata menarik tarif untuk jarak yang ditempuh Ming Ming sekitar 3 ribu rupiah. Kecuali satu angkot di antara empat angkot itu yang menarik tarif 5 ribu rupiah. Karena jarak tempuhnya memang maksimal. Jadi, yang mesti disiapkan Ming Ming untuk sekali naik sekitar 14 ribu rupiah.

Di antara trik Ming Ming adalah ia pulang dari kuliah dengan berjalan kaki sejauh yang ia kuat. Sambil berjalan pulang itulah, Ming Ming mengeluarkan karung yang sudah ia siapkan. Sepanjang jalan dari Pamulang menuju Serpong, ia melepas status kemahasiswaannya dan kembali menjadi pemulung.

Jadi, jangankan kebayang untuk jajan, makan siang, dan nongkrong seperti mahasiswa kebanyakan; bisa sampai ke rumah saja bingungnya bukan main.

Sekarang apa Ming Ming masih pulang pergi dari kampus ke rumah dan menjadi pemulung sepulang kuliah?

Saat ini, alhamdulillah, saya dan teman-teman UKM Muslim (Unit Kegiatan Mahasiswa Muslim) sudah membuat unit bisnis. Di antaranya, toko muslim. Dan saya dipercayakan teman-teman sebagai penjaga toko.

Seminggu sekali saya baru pulang. Kalau dihitung-hitung, penghasilannya hampir sama.

Jadi Ming Ming tidak jadi pemulung lagi?

Tetap jadi pemulung. Kalau saya pulang ke rumah, saya tetap memanfaatkan perjalanan pulang dengan mencari barang bekas. Bahkan, saya ingin sekali mengembangkan bisnis pemulung keluarga menjadi tingkatan yang lebih tinggi. Yaitu, menjadi bisnis daur ulang. Dan ini memang butuh modal lumayan besar.

Cita-cita Ming Ming?

Saya ingin menjadi da'i di jalan Allah. Dalam artian, dakwah yang lebih luas. Bukan hanya ngisi ceramah, tapi ingin mengembangkan potensi yang saya punya untuk berjuang di jalan Allah.

http://mighti.multiply.com/journal/item/82/Kekuatan_di_balik_kemiskinan
http://photobucket.com/images/pemulung/?page=2

Rizki Sogo Jongkok - Ciputat

Rizki Sogo Jongkok
Faisal, penjual pakaian, menyiapkan dagangan sebelum pasar sogo jongkok di kawasan Sandratex, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (28/6). Lelaki asal Sumatera Barat ini mengaku berjualan di kawasan tersebut karena banyaknya calon pembeli.
iPhA - Only for the best photoes





Puluhan Wartawan Geruduk Polres Metro Tangerang

http://news.okezone.com/read/2009/06/29/1/233976/puluhan-wartawan-geruduk-polres-metro-tangerang

TANGERANG - Puluhan jurnalis cetak dan elektronik di Tangerang, Banten,  menggelar aksi anti kekerasan terhadap wartawan, di depan Polres Metro Tangerang, Senin (29/6/09).

Dengan pengawalan ketat aparat, para wartawan ini meminta polisi segara menuntaskan kasus kekerasan kepada wartawan foto Radar Tangerang (Jawa Post Group) M Iqbal beberapa waktu.  

Para wartawan juga melakukan orasi mengecam kekerasan terhadap profesi jurnalis.  "Tugas jurnalistik telah dilindungi oleh Undang-undang. Pihak kepolisian harus menghormati undang-undang dengan menjaga tugas wartawan," kata Darussalam, wartawan Global TV dalam orasinya.

Usai melakukan orasi, puluhan wartawan ini kemudian diterima oleh Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Komisaris Budhi Herdi Susiyanto. "Sejauh ini Polres Metro Tangerang sudah menerima tiga kasus kekerasan terhadap wartawan yang salah satunya telah di proses di Pengadilan," katanya.

Budhi mengaku menemui kesulitan menangani kasus kekerasan yang terjadi terhadap wartawan. Salah satunya penyebabnya adalah korban sulit memenuhi panggilan untuk proses konfrontir keterangan.

Namun demikian, Budhi mengaku siap bertindak tegas dan menindaklanjuti semua kasus kekerasan terhadap wartawan." Yang penting rekan-rekan bersikap kooperatif," tegas Budhi.(ded)

------------------------

Notes :
Barangkali ada pula masanya gantian blogger yang geruduk kesana
:)

54 jenis jamu berbahaya bagi kesehatan

Mengandung bahan kimia obat keras.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menarik peredaran 54 jamu/obat
tradisional karena terbukti mengandung bahan kimia obat keras yang
membahayakan kesehatan manusia. "Semua sudah ditarik dan dimusnahkan
dan sudah dilakukan proses pro-yustisia untuk produk yang produsennya
belum jelas," kata Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib di Jakarta
kemarin.

Menurut hasil pengawasan obat tradisional dengan metode sampling dan
pengujian laboratorium selama 2007, dalam obat tradisional tersebut
terkandung bahan kimia obat keras seperti sibutramin hidroklorida,
sildenafil sitrat, siproheptadin, fenilbutason, asam mefenamat,
prednison, metampiron, teofilin, dan parasetamol yang besarnya tidak
sesuai dengan dosis terapi.

Bahan kimia obat keras berbahaya fenilbutason ditemukan terkandung
dalam obat tradisional bermerek Pacegin Kapsul Alami, Jasa Agung 2
serbuk, Jawa Dwipa Cap Daun Sambiroto, Pegal Linu + Asam Urat Cap
Burung Glatik serbuk, tablet Asam Urat Pegal Linu Chikungunya, Sinar
Manjur SMR serbuk, Runrat tablet, Ramuan Shin She kapsul, Sumber Sehat
Perempuan serbuk, Sumber Sehat Ambeien serbuk, Asam Urat Flu Tulang
Cakra Wijaya, Dewa Ampuh Serbuk, Purba Sentosa Pegal Linu, Asam Urat
Pegal Linu serbuk, Ramuan Manjur Pas Flu Tulang serbuk, Fong Se Wan
kapsul, dan Asam Urat Flu Tulang Cap Onta Mas kapsul.

Siproheptadin ditemukan terkandung pada obat tradisional bermerek Neo
Gemuk Sehat merek F. Munir dan Ganodherma Capsule, bahan Teofilin
dalam obat Cakra Sehat Sesak Nafas serbuk dan Sesak Nafas serbuk, Asam
mefenamat dalam Chuifong Toukuwan pil, serta Metamphiron dalam obat
Serbuk Dewa, Kharisma Sehat Pria dan Wanita serbuk, Sumber Urip Pegal
Linu serbuk, Asam Urat (flu tulang) Akar Sewu serbuk dan Jaka Suna
Gemuk Sehat serbuk.

Sibutramin hidroklorida ditemukan terkandung dalam obat pelangsing
Sela kapsul dan Langsing Ayu Sing Ayu kapsul serta Sildenafil sitrat
ditemukan terkandung dalam obat kuat Ajib kapsul, Kamasutra kapsul,
Pria Dewasa Ocema kapsul, Golden Herbal kapsul, Obat Kuat dan Tahan
Lama Ratu Madu Plus kapsul, Zestos kapsul dan Obat Kuat dan Tahan Lama
Bulan Madu.

Parasetamol dengan konsentrasi tidak sesuai dosis terapi juga
ditemukan terkandung dalam beberapa produk obat tradisional seperti
Asam Urat Flu Tulang Cap Onta kapsul, Ramuan Cina kapsul, Sari Bunga
Segar Bugar serbuk, Sehat Sentosa Gemuk Sehat serbuk, Serbuk Halus
Asam Urat, Serbuk Segar Asam, Super Abad 21 Asam Urat Flu Tulang
(Walet) serbuk, Flu Tulang Pegal Linu Puspita Surya serbuk, cap sarang
Walet serbuk, 26 Sakit Pinggang kapsul, Sari Jagad Manjur Asam Urat
kapsul,dan Dua Putri Bayan (Asam Urat) kapsul.

Produk obat yang mengandung bahan kimia obat itu diproduksi oleh
produsen obat tradisional di Kuningan, Tangerang, Solo, Surabaya,
Cilacap, Banyuwangi, Semarang, Jakarta, Banyumas, Bogor, dan Magelang
serta produsen obat di China. Obat yang diproduksi oleh lebih dari 50
produsen obat tradisional yang umumnya berskala kecil tersebut,
menurut Husniah, ditemukan beredar di 15 kota di Indonesia, yakni
Yogyakarta, Banjarmasin, Kendari, Medan, Mataram, Lampung, Banda Aceh,
Pontianak, Bengkulu, Padang, Pekanbaru, Bandung, Makassar, Kupang dan
DKI Jakarta.

"Penambahan bahan kimia obat dalam produk obat tradisional itu tidak
dilakukan sesuai dosis terapi, seringkali tanpa hitungan, asal campur
saja. Itu bisa menyebabkan kerusakan organ dan bahkan kematian,"
katanya.

Dia menjelaskan sibutramin hidroklorida dapat meningkatkan tekanan
darah dan denyut jantung, sildenafil sitrat menyebabkan sakit kepala,
pusing, dispepsia, infark miokard, gangguan pengelihatan, palpitasi
(denyut jantung cepat) dan kematian, siproheptadin dapat menyebabkan
mual, muntah, diare, anemia, leukopenia dan trombositipenia, serta
fenilbutason menyebabkan mual, ruam kulit, retensi cairan perdarahan
lambung, gangguan ginjal dan gagal ginjal. Sementara Asam mefenamat
menyebabkan diare, ruam kulit, trompositopenia dan kejang. Prednison
menyebabkan gangguan saluran pencernaan, metamphiron menyebabkan
perdarahan lambung dan gangguan saluran pencernaan serta sistem
syaraf, teofilin menyebabkan palpitasi, insomnia dan gangguan saluran
cerna. [Antara/Bisnis Indonesia]

Bersiap Sebelum Diserbu

Bersiap Sebelum Diserbu
Faisal, penjual pakaian, menyiapkan dagangan sebelum pasar sogo jongkok di kawasan Sandratex, Ciputat, Tangerang Selatan, tempat ia berjualan dipadati calon pembeli, Minggu (26/4). Lelaki asal Sumatera Barat ini mengaku berjualan di kawasan tersebut karena banyaknya calon pembeli.



Misteri Gedung Hantu Bintaro

Link

Masih ingat dengan rumah hantu di Pondok Indah, Jakarta Selatan? Beberapa tahun lalu, rumah itu menghebohkan warga. Kini, sebuah gedung berlantai 24 di Bintaro, Tangerang juga disebut juga sebagai gedung hantu. Gedung ini penuh misteri.

Gedung ini terletak di Sektor 9 Bintaro, berada di depan RS Internasional Bintaro. Gedung ini sudah terlantar selama 12 tahun. Pemandangan angker memang terlihat di gedung tinggi menjulang itu. Meski begitu, gedung yang terbengkalai ini masih dijaga enam orang satpam.

Entah siapa yang memulai mengisukan ada hantu di gedung ini. Yang jelas, sejumlah satpam yang menjaga gedung ini mempercayainya. “Kalau malam sering ada suara perempuan tertawa dari dalam gedung,” kata satpam gedung, Windra, kepada wartawan di lokasi.

Menurut dia, suara tertawa perempuan tersebut mulai terdengar setelah pukul 23.00 WIB. Tapi tiap kali mengecek suara itu, para satpam selalu tak menemukan sumber suara. ” Selain itu ada perasaan aneh. Seakan-akan ada orang. Itu berlangsung hingga dini hari,” tambah dia.

Kasus mistis ini juga dibenarkan beberapa tukang ojek yang mangkal di sekitar gedung itu. Meski tak berhasil melihat hantu secara kasat mata, namun mereka mengaku sering dibayang-bayangi.

“Ada sesuatu yang aneh kalau dilihat terus menerus. Tapi entah apa. Tapi saya yakin ada malunya. Kan sudah lebih dari 10 tahun terbengkalai,” kata seorang tukang ojek yang tak mau disebut namanya yang biasa mangkal di sekitar gedung.

Pantauan detikcom, gedung tersebut terbengkelai. Puluhan konstruksi gedung seperti kaca dibiarkan begitu saja. Puluhan jendela terbuka dengan sarang laba-laba tampak di dalam gedung. Kaca pun pecah di beberapa bagian. Rumput belukar dibiarkan tumbuh begitu saja.

Namun, benarkah gedung yang dijaga 6 satpam itu memang berhantu? Terserah Anda, percaya atau tidak. Jangan-jangan memang ada trik-trik mengisukan gedung itu berhantu dengan maksud tertentu. Namun, sejumlah orang kabarnya memang datang ke gedung itu karena penasaran.

Penelusuran detikcom, gedung ini punya misteri lain. Kabarnya gedung yang disebut-sebut milik Panin ini salah konstruksi. “Bagian bawah sudah ambles,” tutur seorang sumber. Seharusnya, gedung itu dibuat berlantai 17, tapi kenyataannya dibuat berlantai 24. Gedung ini terbengkalai setelah krisi melanda Indonesia pada 1997 lalu. (detiknews.com)


Bom Dahsyat Narkoba Mata

Bom Dahsyat Narkoba Mata

http://tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2009/03/11/brk,20090311-164102,id.html

Rabu, 11 Maret 2009 | 09:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Suara adzan berkumandang. Hari itu Jumat, berarti saatnya salat Jumat. Abud, 14 tahun (bukan nama sesungguhnya), pun bergegas ke kamar. Tak lama, ia sudah rapi dengan baju koko dan celana panjang. Ia pamit kepada ibunya. Bersama sejumlah temannya, Abud berkumpul di pelataran belakang masjid. Namun, saat azan tidak lagi berkumandang, bukannya tempat air wudhu yang mereka sambangi, melainkan warung Internet yang tak jauh dari sana. Alih-alih salat Jumat, para remaja tanggung itu malah larut mengunduh film biru dari dunia maya.

Berdasarkan observasi Yayasan Kita dan Buah Hati, kasus di atas sekarang mudah ditemukan di lingkungan anak-anak. Malahan, saking candunya terhadap pornografi, seorang siswa sekolah menengah pertama di Tangerang dirawat akibat konsentrasi belajarnya hilang. "Memang jika perilaku tak senonoh itu dilakukan terus, anak bisa menjadi adiktif," kata Ketua Pelaksana Yayasan Kita dan Buah Hati Elly Risman M.Psi. dalam seminar bertajuk "Memahami Dahsyatnya Kerusakan Otak Anak Akibat Kecanduan Pornografi dan Narkoba dari Tinjauan Kesehatan Inteligensia" di auditorium Departemen Kesehatan beberapa waktu lalu.

Lazimnya, perilaku anak yang demikian bukanlah sebuah aksi tunggal. Di era digital kini, informasi (negatif) yang datang mengalir deras dan berulang dapat membentuk persepsi dan perilaku anak. Otak, sebagai organ pengolah informasi, menerima apa yang dilihat serta didengar. Kemudian memprosesnya sesuai dengan kapasitas dan kemampuan inteligensia. "Apalagi otak itu adaptif dan fleksibel," kata Kepala Pusat Inteligensia Departemen Kesehatan dr H. Jofizal Jannis, SpS(K) pada kesempatan yang sama. Lagi pula otak anak kecil berbeda dengan orang dewasa--yang sudah dijejali banyak informasi. "Otak anak itu relatif lebih kosong, sehingga rentan terkontaminasi."

Menurut Kepala Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Diatri Nari Lestari, SpS, adiksi pornografi kepada anak adalah perilaku yang tidak normal. Hal itu dapat membuat bagian tengah depan otak menyusut dan mempengaruhi perilaku anak. Senada dengannya, ahli bedah saraf Rumah Sakit San Antonio, Amerika Serikat, Donald L. Hilton Jr., mengatakan adiksi pada manusia, termasuk anak, bermuara ke perubahan sirkuit otak. "Sel otak yang memproduksi dopamin menjadi mengecil, sehingga sel itu mengerut dan tidak bisa berfungsi secara normal," kata Hilton dalam presentasi. Gangguan inilah, menurut dia, yang membuat neurotransmitter--pengirim pesan kimiawi pada otak--menjadi terganggu.

Dalam versi Diatri, saat anak memperoleh ekstase dari pornografi, fungsi eksekutif di otak anak bakal terpengaruh. "Anak sulit konsentrasi dalam belajar karena reseptor dopaminnya telah diisi hal-hal berbau porno," ia menjelaskan. Pornografi mengacaukan proses retensi dalam jangka panjang pada memori anak. Retensi itu adalah kemampuan otak seseorang menahan informasi yang diserapnya.

Belum lagi, menurut Diatri, bila kecanduan yang sudah berlangsung lama dan tiba-tiba dihentikan bisa membuat si anak bereaksi menyimpang. "Adiksi ini memiliki tahap toleransi. Misal, mulanya cuma menonton, lalu besoknya ingin mencoba lebih," dokter berkerudung ini mengungkapkan.

Yang pasti, kerusakan otak akibat film biru ini dapat dibuktikan secara fisik dan radiologis, serta dalam bentuk gangguan perilaku si anak. "Sebenarnya, kerusakan otak karena "narkoba lewat mata" (visual crack cocaine) jauh lebih dahsyat ketimbang seluruh jenis narkoba," Elly menulis dalam esainya. Bila kondisi itu terus berlarut, bahkan dapat mendegradasi kemampuan inteligensia si anak. Yang ditakutkan adalah perilaku menyimpang itu bakal menerabas tatanan nilai di masyarakat.

Esai berjudul "Tidak Perlu Bom untuk Menghancurkan Indonesia" karya Elly sangat mewakili kondisi anak Indonesia kini. Lihat saja data mencengangkan hasil studi Konselor Remaja Yayasan Kita dan Buah Hati terhadap 1.625 siswa kelas 4-6 Sekolah Dasar se-Jabodetabek sepanjang 2008. Terungkap, 66 persen dari mereka pernah melihat pornografi lewat berbagai media. Rinciannya, 24 persen anak melihatnya lewat komik, 18 persen video game, 16 persen situs porno, 14 persen film, 10 persen DVD dan VCD, 8 persen telepon genggam, serta 4-6 persen majalah dan koran.

Adapun alasan mereka melihat pornografi, sebanyak 27 persen, sekadar iseng. Lantas 14 persennya terbawa teman dan takut dibilang kurang pergaulan (kuper). Ironisnya, banyak dari mereka yang mengakses tontonan dewasa itu di rumah sendiri, yaitu 36 persen. Lalu warung Internet mencapai 18 persen dan di rumah teman sekitar 12 persen. Artinya, jika dirasio, satu dari dua anak belia itu melihat adegan vulgar di kamarnya sendiri.

Lebih yahud lagi hasil survei Komisi Nasional Perlindungan Anak terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar di Indonesia pada 2007. Terungkap, sebanyak 97 persen remaja pernah mengakses adegan syur. Lalu 93,7 persen pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks. Yang mengagetkan, 62,7 persen remaja usia sekolah menengah pertama didapati sudah tidak perawan dan 21,2 persen siswi sekolah menengah umum pernah aborsi.

Berdasarkan data itu, lalu ke mana fungsi kontrol keluarga, khususnya orang tua? Malahan dari pertemuan yayasan pimpinan Elly dengan puluhan ribu orang tua di 28 provinsi, ditemukan cuma 10 persen yang mafhum teknologi informasi yang dipakai anak mereka. Artinya, benar apa yang dikatakan Elly, tidak butuh bom untuk menghancurkan bangsa ini.

HERU TRIYONO

Maling Satroni Puskesmas Pamulang, Data Gakin Raib

PAMULANG- Puskesmas Pamulang yang terletak di Jalan Surya Kencana, Kota Tangerang Selatan menjadi sasaran maling. Akibatnya, satu Central Unit Processor (CPU) yang berisi data Gakin dan pelatihan kerja karyawan raib digondol maling.

Kepala Puskesmas Pamulang drg.Unna Ramadhona mengatakan kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 07.00 pagi ketika petugas akan melayani pasien. Tiba-tiba, satu unit CPu yang menyimpan berbagai data, sudah raib. "Kami langsung lapor ke aparat kepolisian,"katanya.

Unna kembali mengatakan kemungkinan masuk ke dalam Puskesama sekitar pukul 23.50 Wib. Pasalnya saat itu dr Tulus dan Syaiful penjaga puskesmas sedang memasukan data Gakin kedalam komputer.

"Maling tersebut masuk kedalam ruangan askes tanpa melakukan perusakan pintu. Semuanya dalam keadaan baik-baik saja,” katanya lagi.

Dan sejauh ini Una belum mengetahui secara pasti apakah ada keterlibatan orang dalam dalam peristiwa tersebut.
"Saya sudah tanyakan dan mereka mengatakan tidak ada orang yang mencurigakan dan semua ruangan terkunci,"ucapnya.

Akibat peristiwa tersebut, terang Unna kerugian ditaksir mencapai Rp 3,5 juta. Meskipun hal tersebut dinilainya tidak seberapa tetapi keamanan harus tetap jadi prioritas utama. “Kami akan perketat untuk pengunjung,"ujarnya.

Ditemui terpisah, Kapolsek Pamulang Ajun Komisaris Heru Purnomo mengatakan bahwa kejadian tersebut masih dalam penyelidikan. "Belum bisa dipastikan apakah ada keterlibatan orang dalam. Semuanya masih dalam penyelidikan,"katanya. (crl)

Sumber : http://tangerangonline.com

Sejarah Pembentukan Kec.Pamulang

A. Langkah-langkah Pembentukan

Sebagaimana dikemukakan dalam Latar Belakang bahwa Perwakilan Kecamatan Kedaung yang lebih populer Kemantren Kedaung dalam perjalanan waktu berubah menjadi “ Kecamatan Pamulang” sejatinya berdasarkan surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tk. II Jawa Barat No. 138/SK-1294-Pem.Um/81 tanggal 22 September 1981 yaitu Pembentukan Perwakilan Kecamatan ‘Kedaung’.

Panggilan Kecamatan Pamulang dicetuskan oleh Bapak Bupati H. Tadjus Sobirin dalam satu acara peresmian Puskesmas Pamulang, Bapak Bupati bilang, kenapa Kedaung ?, sudah Kemantren Pamulang saja ! sejak saat itu istilah Kemantren Kedaung tidak terdengar lagi.

Kenapa Kemantren Kedaung ? tadinya para pejabat di Kecamatan Ciputat pada waktu itu mengharapkan mendapatkan sebidang tanah dilingkungan Kompleks Departemen Agama Bambu Apus, tetapi ternyata untuk mendapatkan tanah di Bambu Apus sangat sulit kalaupun ada harus membeli dengan harga yang relatif tinggi.

Sambil menunggu proses mendapatkan tanah yang strategis dan cukup luas untuk Kantor Kemantren yang dalam perjalanan waktu juga untuk Kantor Kecamatan Pamulang, kegiatan Kemantren dipimpin oleh Bapak Drs. H. Affendi Arsyad numpang di Kantor Kepala Desa Pamulang Barat

Dilain pihak para pejabat di Kabupaten pun berharap betul agar Kecamatan Pamulang segera ditingkatkan statusnya menjadi Kecamatan yang defenitif.

Pada saat ini Kecamatan Pamulang terbentuk bersama-sama dengan 4 Kecamatan lainnya di Kabupaten Tangerang baru ada 21 Kecamatan, dengan jalan demikian apabila 5 kecamatan jadi kecamatan maka jumlah kecamatan akan menjadi 26 kecamatan.

Atas dasar itu Bapak Bupati melalui suratnya No.194/PM.021.1/1983 tanggal 31 Januari 1983 membuat surat kepada Bapak Gubernur Jawa Barat agar Kemantren Pamulang plus 4 Kecamatan lainnya segera ditingkatkan statusnya.

Ternyata memang benar untuk meningkatkan status Kemantren menjadi Kecamatan yang definitif tidak semudah membalik telapak tangan, undang-undang mengharapkan peningkatan status Kemantren harus dipayungi dengan Peraturan Pemerintah (PP), tidak seperti diera reformasi seperti sekarang ini, undang-undang nomor. 22 dan 32 memberikan kemudahan tidak lagi harus ada Peraturan Pemerintah (PP) cukup dibahas didaerah.

Keseriusan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan status Kemantren menjadi Kecamatan benar-benar patut diacungi jempol, hal ini terbukti dengan dilayangkannya kemabil surat Bapak Bupati Tangerang nomor : 199.a/Pm.021.1/1985, tanggal 18 Februari 1985 atau 5 tahun setelah Kemantren terbentuk, tapi ternyata syarat yang ditujukan kepada Bapak Gubernur Jawa Barat tersebut belum memberikan kepuasan kepada Pemda Tangerang.

Kemantren Pamulang, masih harus terus berjuang dengan berbagai upaya disertai dengan kegigihan dan kesabaran serta Tawaqal kepada Allah S.W.T agar Kemantren Pamulang ditingkatkan statusnya menjadi Kecamatan Pamulang sebagaimana sekarang kita nikmati.

B. Upaya Mendapatkan Lahan Untuk Kantor

Sebagimana disinggung dalam uraian terdahulu bahwa semula berharap lahan untuk Kantor Kemantren bisa diperoleh di lingkungan Komplek Departemen Agama Bambu Apus tapi ternyata mengalami kesulitan.

Akhirnya Bapak Bupati mengirim surat permohonan kepada PT. Tapos di Jalan Pinangsia Jakarta untuk meminta sebidang tanah guna pembangunan Kantor Kemantren/Kecamatan Pamulang.

Karena lama tak ada tanggapan dari PT. Tapos Bapak Affendi Arsyad ditemani penulis berangkat ke Pinangsia untuk mendapatkan kepastian bisa tidaknya tanah seluas ± 20.000 M2 (2 Ha.) di Pamulang Barat berupa kebun karet untuk dapat dijadikan Kantor.

Dua kali berturut-turut barulah dapat kepastian dari PT. Tapos bahwa PT. Tapos bersedia memberikan tanah ex Perkebunan Karet seluas ± 20.000 M2 untuk kantor Kemantren.

Sebagai tanda kegembiraan atas diberikannya tanah Perkebunan seluas ± 20.000 M2 untuk Kantor Kemantren, kami segera mengadakan mengadakan pengukuran dilapangan. Kondisi pada waktu itu masih rimbun dengan pohon karet, karena memang wilayah Pamulang yang sekarang jadi Kota Modern dahulunya Perkebunan milik PT. Tapos.

Pemerintah Daerah pun segera membangun Puskesmas, kemudian Kantor Kemantren Pamulang yang dalam perjalanan waktu sekarang menjadi Kantor sementara Walikota Tangerang Selatan. Tahun 1988 Pak Affendi Arsyad yang selama 7 tahun membina dan mengharapkan Kemantren menjadi Kecamatan belum juga terwujud akhirnya beliau dipindahkan ke Kecamatan Balaraja menjadi Camat disana.

Penulis yang pada waktu itu sebagai Sekcam di Kecamatan Ciputat, ditugaskan oleh Bapak Bupati untuk menggantikan Bapak Drs. Affendi Arsyad, menjadi Kepala Kemantren Pamulang.

C. Terbentuknya Kecamatan Pamulang

Sepeninggal Bapak Affendi Arsyad, penulis yang ditugaskan Bapak Bupati untuk meneruskan langkah-langkah Bapak Drs. Affendi Arsyad beserta seluruh jajaran staf dan para Kepala Desa terus bekerja giat mengembangkan Kemantren Pamulang agar bisa meningkat statusnya.

Kegiatan Pemerintahan berjalan lancar dengan mengacu pada Surat Keputusan Camat Ciputat No. 138/617-Pem/1988 tanggal 1 Juli 1988, tentang Pelimpahan Pelaksanaan Tugas dan Kewenangan Camat Ciputat kepada Perwakilan Kecamatan Pamulang (Kemantren Pamulang).

Dengan berbekal pada surat keputusan tersebut sedikit demi sedikit Kemantren Pamulang dalam kegiatannya sudah hampir sejajar dengan Kecamatan Induk yaitu Ciputat, Cuma bedanya Camat punya kewenangan menanda tangani Akta Jual Beli, sedangkan Kepala Kemantren hanya sebagai saksi saja.

Pendekatan dengan berbagai tokoh masyarakat dan para pejabat Departemen Dalam Negeri yang berdomisili di wilayah Kemantren Pamulang terus ditingkatkan terutama dengan Bapak Didi Isjunaedi, SH dan Drs. H. Maman Suparman yang bertempat tinggal di Komplek Witana Harja dan Pesanggrahan Bintaro.

Melalui kedekatan kedua orang tersebut binar-binar Kemantren Pamulang menjadi Kecamatan Pamulang mulai terlihat. Beliaulah yang mempunyai akses ke SekNeg, karena pembentukan Kecamatan harus dengan Peraturan Pemerintah (PP), sedangkan PP diprosesnya di SekNeg.

Tahun 1991, 4 tahun bertugas di Kemantren Pamulang semua Kepala Desa, Tokoh Masyarakat sudah kelihatan tidak sabar menunggu-nunggu kapan sih Kemantren ini menjadi Kecamatan, namun demikian semua kompak ingin segera menyaksikan Pamulang jadi Kecamatan.

Akhirnya melalui salinan rencana Peraturan Pemerintah (PP) yang dibawa oleh Bapak H. Maman Suparman dan Bapak Didi Isjunaedi dan disampaikan kepada Penulis di Kantor Kemantren Pamulang, binar-binar kegembiraan kami beserta staf mulai terasa, walau baru dalam bentuk salinan (copy) RPP sebagai tanda bukti bahwa Depdagri tidak asal-asalan mengurus peningkatan status Kecamatan Pamulang.

Ada satu hal yang menjadi ganjalan ……….. kata Pak Isjunaedi “ RPP ini tidak akan segera jadi PP kalau Peta masing-masing Kecamatan yang ada dalam RPP tidak seragam skalanya”. Buat Kecamatan Pamulang sendiri tidak ada masalah skalanya sudah benar ! tapi yang lain, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur bahkan Sulawesi ini mesti dirubah skalanya.

Kalau dikembalikan lagi kedaerah masing-masing tidak akan selesai dalam 1-2 bulan, bagaimana Sanggup Pa Nasir beserta staf merubah skala peta-peta tersebut disini ? tidak ada jawaban lain kecuali “Siap”!

Semua staf terlihat sibuk merubah skala peta dalam RPP di seluruh Indonesia dalam waktu relatif singkat, alhamdulillah, staf Kemantren semuanya cekatan, Iis (Alm) putra H. Jambek, Anhar Efrial (sekarang pensiun), Ali Rahmat, Tatang dan lain-lain kerja keras siang malam membuat peta dengan skala yang sama untuk RPP seluruh Indonesia.

Itu sebabnya semua staf Kemantren merasa memiliki wilayahnya dan alhamdulillah pada tanggal 07 Pebruari 1992 Kemantren Pamulang diresmikan menjadi Kecamatan Pamulang. Upacara peresmian dilaksanakan di kecamatan Pamulang sekaligus untuk Kecamatan-kecamatan se-Jawa Barat dan Gubernur Jawa Barat Bapak Yogie S.M. berkenan meresmikan Kecamatan se-Jawa Barat di Kecamatan Pamulang.

Kepala Kemantrennya hari itu juga dilantik oleh Bapak Bupati Tangerang H. Tadjus Sobirin sebagai Camat pertama Kecamatan Pamulang, Alhamdulillah.

Kalau sekarang ini bulan Pebruari 2009, itu berarti bahwa Kecamatan Pamulang sudah berusia 17 Tahun. Ibarat gadis sedang lucu-lucunya dan para pejabatnya berturut-turut :

1. H. Moch. Natsir Suryawinata

2. Drs. H. Kusnadi

3. Drs. H. Hafrudin

4. Drs. H. Rachman Suhendar

5. Drs. H. A.M. Djahri Kusuma

6. Drs. H. Arsid, M.Si

7. Drs. H. Ahadi, M.Si

8. Drs. H. Achmad Taufik, M.Si

9. Drs. H. Toto Sudarto, M.Si

Rata-rata tiap Camat bertugas di Pamulang selama 2 tahun dan Bapak Toto Sudarto merupakan Camat yang ke-9 di Kecamatan Pamulang.

PENUTUP

Demikianlah Selayang Pandang Terbentuknya Kecamatan Pamulang, yang sekarang sudah berusia 17 tahun ibarat gadis sedang lincah-lincahnya. Bila dilihat dari pembentukan Kemantren Pamulang, maka usia Pamulang sudah 28 tahun, ibarat perjaka ting-ting tenaganya sedang kuat-kuatnya.

Semoga tulisan ini bisa menjadi bahan pengingat bagi generasi berikutnya untuk terus berkiprah dan bekerja giat guna mewujudkan cita-cita meningkatkan kemakmuran masyarakat di wilayah Kecamatan Pamulang.

Bila dalam penulisan ini terdapat kekurangan penulis mohon maaf dan saran-saran serta masukan dapat kami kerjakan.

Demikian agar maklum dan terima kasih atas perhatiannya.


Oleh : H. Moch. Natsir

Sumber :
http://kecpamulang.org


Empat Polisi Diperiksa Terkait Kematian Devi (re : Puskesmas Pamulang)

http://www.korantempo.com

JAKARTA-- Empat anggota Kepolisian Sektor Pamulang diperiksa oleh Petugas Pengamanan Internal Kepolisian Resor Jakarta Selatan. Pemeriksaan dilakukan terkait dugaan kelalaian yang menyebabkan tewasnya Devi, seorang wanita tunawisma.

Empat anggota tersebut adalah petugas pengawas, Babin Kamtibmas, Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian, dan Kasubnit Reserse Polsek Pamulang. "Hari ini (kemarin) sedang diperiksa," ujar juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Zulkarnain kemarin.

Zulkarnain mengaku belum mengetahui hasil pemeriksaan terhadap kelima petugas itu. Keputusan ada-tidaknya pelanggaran disiplin baru bisa disimpulkan setelah polisi menganalisis seluruh keterangan yang ada.

Devi, 30 tahun, ditemukan oleh warga di sebuah pos satpam di Jalan Akasia, Gang Delima, Kelurahan Pamulang Timur, dalam kondisi kritis pada 19 Februari lalu. Perempuan yang belakangan diketahui berasal dari Cirebon itu sempat mengatakan datang ke Tangerang untuk mencari saudara dan pekerjaan. Di wilayah Pamulang, dia akan mencari rumah kontrakan.

Korban yang belum diketahui siapa keluarganya itu sempat dibawa warga ke Puskesmas Pamulang. Tapi ia ditolak oleh pihak puskesmas dengan alasan keterbatasan peralatan. Padahal kondisi perempuan yang diduga menjadi korban pemerkosaan dan pembiusan itu sudah dalam keadaan tidak sadar. Oleh warga Gang Delima, Jalan Setia Budi, RT 01 RW 01, Pamulang Timur, korban akhirnya dirawat di pos ronda.

Karena kondisinya mengkhawatirkan, warga kemudian membawanya ke rumah sakit terdekat. Tapi ia lagi-lagi ditolak karena tak ada yang bisa memberi jaminan. Penolakan itu memaksa warga meminta bantuan kepada pihak kepolisian. Mereka berharap kepolisian setempat bisa merekomendasikan perawatan di Bina Mental dan Kesejahteraan Sosial.

Devi kemudian dibawa polisi ke Rumah Sakit Bhakti Usada, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, dan sempat dirawat selama beberapa jam hingga akhirnya dirujuk ke RSU Tangerang. Di ruang rawat IGD RSU Tangerang, Devi hanya sempat bertahan sehari dan kemudian mengembuskan napas terakhirnya.

Zulkarnain membantah anggapan bahwa polisi terlambat memberikan bantuan. Kepolisian setempat, kata dia, sebenarnya telah merekomendasikan pengobatan ke rumah sakit terdekat. "Polisi bahkan sempat memberikan jaminan untuk RS," ujarnya.RIKY FERDIANTO| JONIANSYAH

Puskesmas Pamulang Tolak Pasien Miskin

Ditulis oleh kinclonk di/pada Februari 23, 2009

TANGERANGNEWS-Pos hansip milik warga RT1/1 kelurahan Pamulang Timur, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan mendadak jadi bangsal rawat inap.Pos hansip semi permanen ini disepakati warga sebagai kamar perawatan bagi pasien bernama Devi,27 warga Cirebon yang ditolak puskesmas Pamulang.

Perempuan berparas manis ini tak bisa mendapatkan perawatan di puskesmas Pamulang. Hanya karena disebut sebagai warga terlantar. Sehingga puskemas merasa bukan menjadi tanggung jawabnya, melainkan beban tugas dinas sosial Kabupaten Tangerang.

Ketua RT 01/01, Muhammad sangat menyesalkan sikap Puskesmas itu. Terlebih kondisi pasiennya sudah cukup kritis. Dengan tubuh yang lemah dan terlihat ada beberapa bekas luka dibagian tubuhnya. “Kami yang kedatangan warga terlantar ini wajar meminta bantuan puskesmas. Kan disana ada tim medis yang bisa membantu. Tapi malah ditolak dan tidak diberi bantuan,” jelas Muhammad di pos hansip, Sabtu (21/2) siang.

Berdasarkan kesepakatan warga, sambung dia fungsi pos hansip yang biasa digunakan ronda harus beralih fungsi. Seluruh ruang pos hansip terpaksa sebagai bangsal rawat inap. Itu pun dengan kondisi yang seadanya saja.
Pos hansip warga ini berbahan bambu dan kayu. Berukuran 4×6 meter yang tidak memiliki dinding secara penuh. Hanya tertutup potongan kayu setinggi 50 cm. Warnanya pun tak lagi membaik dan beratapkan genteng.

Letak pos hansip tepat berada ditengah pemukiman warga. Sedangkan pasiennya dibiarkan tertidur dipinggiran pos. Dengan beralaskan kain-kain panjang. Bantalnya pun dibuat dari tumpukan baju.“Kami sadar biaya berobat mahal. Jadi terpaksa pula kita buka kotak amal. Untuk meringankan beban pasien,” katanya. Dijelaskannya pasien memang bukan warga setempat. Dia datang dalam kondisi lemah dan tak terawat. (krim)

Tangerangnews.com, 21 Februari 2009

Temuan Ilmuwan Muslim Indonesia Digunakan oleh NASA

Link
Ilmuwan Indonesia menciptakan pemindai empat dimensi pertama di dunia. Laboratoriumnya hanya ruko sederhana. Sangat diperlukan untuk industri perminyakan. Teknologi tersebut adalah teknologi ECVT (electrical capacitance volume tomography). ECVT adalah sistem pemindai berbasis medan listrik statis yang mampu menghasilkan citra obyek volumetrik dan real time (seketika). Pada dasarnya, teknologi ECVT adalah teknologi scanning atau fotokopi yang bisa melihat secara real time dan 3 dimensi gerak bahan di dalam boiler, reaktor industri, pipa, dsb, meskipun bertekanan dan bersuhu tinggi. Teknologi ECVT bisa diterapkan di berbagai bidang mulai dari bidang industri, kedokteran, pertambangan, proses kimia, body scan untuk keperluan security, pencitraan aktifitas di dalam gunung berapi atau semburan lumpur panas, dll.


Teknologi tersebut kini dipakai oleh Badan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA). “Guna penerapan pada pemindaian obyek dielektrika pada saat misi antariksanya,” demikian tulis editorial jurnal Industrial and Engineering Chemistry Research edisi Januari 2009, yang diterbitkan oleh American Chemical Society. NASA, dalam jurnalnya yang dipublikasikan di Measurement Science and Technology yang terbit di Inggris, menyatakan telah memanfaatkan teknologi ECVT untuk memindai keberadaan air di permukaan luar pelapis sistem pelindung panas pada dinding pesawat ulang-aliknya. Teknologi ECVT mampu menghasilkan citra volumetrik dan real time dari konsentrasi air yang terakumulasi pada dinding luar pesawat ulang-alik.

Adalah Dr. Warsito yang menemukan dan mengembangkan teknologi ECVT ini. Ilmuwan muslim dari Indonesia ini juga sebagai pemilik paten ECVT yang didaftarkan di dokumen paten AS. Dr. Warsito meraih gelar pendidikan S1 s.d S3 di Shizuoka University, Jepang. Dia adalah Ketua Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) dan Ketua Dewan Penasehat Institute for Science and Technology Studies (Istecs). Pernah meraih penghargaan Tokoh Muda Indonesia (Gatra, 2003) dan meraih penghargaan Yang Mengubah Indonesia (Tempo, 2006). Dr. Warsito mengembangkan teknologi ECVT di Center for Tomography Research Laboratory (CTECH Labs), sebuah laboratorium pada ruang berukuran 5 x 8 meter di sebuah ruko berlantai dua di Tangerang. CTECH boleh saja disebut laboratorium “kelas ruko”, tapi karya yang dihasilkannya sungguh “berkualitas ekspor”. Betapa tidak, CTECH di bawah pimpinan Warsito berhasil menciptakan alat pemindai empat dimensi (4D) pertama di dunia. Karyanya itu diluncurkan pertama kali di Koffolt Laboratories, Department of Chemical and Biomolecular Engineering, Ohio State University, Columbus, Ohio, Amerika Serikat, November lalu.

Bangsa Indonesia harus bangga dengan temuan yang bisa diaplikasikan langsung secara luas di dunia industri ini. Temuan atas teknologi pencitraan secara 3 dimensi sempat menjadi headlines di media electronik maupun cetak yang menyangkut sains dan teknologi di seluruh dunia belum lama ini. Berita yang pertama kali dirilis oleh Ohio State Research News pada tanggal 27 Maret 2006 itu kemudian dikutip oleh ScienceDaily (AS), Scenta (Inggris), Chemical Online, Electronics Weekly dan hampir seluruh media pemberitaan iptek di segala bidang dari energi, kedokteran, fisika, biologi, kimia, industri, elektronika hingga nano-teknologi dan antariksa di seluruh dunia. (gtr/kt-uw/bi-mbu/hdn)ERAMUSLIM

http://www.dakwatuna.com

Video Mesum Mahasiswa Beredar di Tangerang

clipped from www.liputan6.com
10/12/2008 16:25

Video Mesum Mahasiswa Beredar di Tangerang

Liputan6.com, Tangerang: Video mesum yang diperankan dua mahasiswa sebuah sekolah tinggi di kota Tangerang, Banten, beredar di kalangan mahasiswa. Para pelaku dan penyebarnya saat ini sudah dicokok polisi menyusul laporan dari dosen kampus bersangkutan.

Mencuatnya kasus video porno yang diperankan dua mahasiswa ini tak lepas dari peran rekan-rekan pelaku yang justru menyebarkannya ke kalangan mahasiswa di kampus yang sama. Tak urung, kalangan pengajar pun tahu dan resah dengan fenomena ini. Salah seorang dosen kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polres Metro Tangerang.

DP dan SJ, pemeran adegan porno yang direkam lewat telepon genggam itu kemudian ditangkap. Dua rekan mereka, DC dan WD, yang diduga sebagai penyebar ditangkap pula.

Dalam pemeriksaan, DP dan SJ mengakui perbuatan itu dilakukan di sebuah tempat di kawasan Serpong pada September silam. Mereka sengaja merekam hanya untuk gagah-gagahan. Namun tak menyangkap jika kemudian disebarkan teman mereka.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kompol Budhi Herdi mengatakan, keempat tersangka saat ini masih diperiksa intensif. (YUS/Abdul Rosyid)
Sent with Clipmarks

Santri di Tangerang Gelar Salat Gaib

clipped from www.liputan6.com
09/11/2008 15:07

Santri di Tangerang Gelar Salat Gaib

Liputan6.com, Tangerang: Puluhan santri Yayasan Dharma Indonesia menggelar doa bersama dan salat gaib untuk kematian tiga terpidana mati kasus Bom Bali I, Amrozi, Imam Samudera, dan Ali Gufron. Salat gaib dilaksanakan di Kampung Neroktog, Neroktog, Pinang, Kota Tangerang, Banten, Ahad (9/11).

Sebelumnya, pemerintah mengeksekusi Amrozi Cs sekitar pukul 00.15 WIB, di Bukit Nirbaya, Nusakambangan, Cilacap. Ketiga jenazah lalu dibawa ke kampung halamannya masing-masing dengan tiga helikopter. Imam Samudera dimakamkan di TPU Keramat Kampung Lopang Gede, Banten. Sedangkan Amrozi dan Ali Gufron dimakamkan di Kampung Tenggulun, Lamongan, Jawa Timur.(YNI/ANTARA)

 blog it

Ari, Anak Dengan Kulit Bersisik Seperti Biawak

Ari Setiawan (11), anak pasangan Ernawati (30) dan Nur Ali (35), sejak lahir memiliki kulit bersisik di sekujur tubuhnya dan jari di kedua tangan dan kakinya tumbuh secara berdempetan.

"Ari sejak lahir sudah mengalami kelainan penyakit kulit bersisik, penyakit tersebut terus tumbuh hingga sekarang," kata Sarpan (51), kakek korban, di Kabupaten Tangerang, Banten.

Selama ini, Ari tinggal bersama Sarpan di Jalan Palem Indah RT 07/01 Nomor 6 di Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kabupaten Tangerang, Banten.

Sarpan mengatakan, cucunya yang berusia 11 tahun tersebut mengalami kelainan pada kulitnya, seperti ular yang sedang ganti kulit.

Sarpan menuturkan, saat Ari lahir dari rahim ibunya langsung dibawa ke rumah sakit karena mengalami kelainan pada kulitnya, namun dari hasil diagnosa dokter saat itu tidak diketahui penyebab maupun nama penyakit tersebut.

Sarpan menceritakan, pihak keluarga sudah beberapa kali membawa cucunya ke rumah sakit, namun hasil diagnosa dokter tetap tidak membuah hasil.

Pada akhirnya, pihak keluarga menyerah karena faktor keterbatasan dana, sehingga Ari hanya diobati dengan cara diolesin salep kulit, agar kondisinya tetap basah.

Kondisi kulit bersisik yang dialami Ari menjalar di sekujur tubuhnya, bahkan kulit kepalanya pun mengalami hal serupa, dan akibatnya rambut yang tumbuh hanya sedikit.

Selain itu, mata kanan bocah yang tidak bersekolah tersebut mengalami rabun sejak kecil, dan kelopak matanya terbuka. Sarpan merasa sangat sedih karena tidak ada sekolah yang mau menerima Ari untuk mengikuti pelajaran, seperti layaknya anak seusianya.

"Padahal, Ari ingin sekali sekolah merasakan masa kanak-kanak," katanya.

Di tempat kediamannya pun, Ari tidak punya teman untuk bermain karena merasa tidak percaya diri dan banyak orang yang menjauhi, sehingga aktivitas kesehariannya diisi dengan bermain sendiri atau ditemani sanak saudaranya.

Ari sangat jarang keluar rumah karena tidak ada teman bermain dan hanya memainkan mobil-mobilan atau kapal.

Namun demikian, Ari tidak pernah mengeluh sakit atau demam tinggi, dan sejauh ini hanya mengeluhkan matanya karena mengalami gangguan pandangan, demikian Sarpan.[ant/ft:ind/ais]
clipped from www.rileks.com

Ari, Anak Dengan Kulit Bersisik Seperti Biawak

Ari Setiawan (11), anak pasangan Ernawati (30) dan Nur Ali (35), sejak lahir memiliki kulit bersisik di sekujur tubuhnya dan jari di kedua tangan dan kakinya tumbuh secara berdempetan.
Ari...Mengusap Matanya
Ari...Mengusap Matanya
Ari Melakukan Aktivitas
Ari Melakukan Aktivitas
 blog it

Pamulang Masuk TV - SUKA TAWURAN!

09/10/2008 05:24 - Tawuran
Bentrokan Kembali Terjadi di Pamulang

Liputan6.com, Tangerang: Ratusan massa Barisan Muda Betawi (BMB) mendatangi Markas Kepolisian Sektor Pamulang, Tangerang, Banten, Rabu (8/10) malam. Mereka menuntut polisi untuk segera menangkap pelaku pemukulan terhadap enam anggota BMB. Jika dalam waktu 24 jam polisi belum juga menangkap pelaku, massa mengancam akan merazia pelaku yang diduga warga kompleks Brimob.

Sempat terjadi kericuhan antara anggota BMB dengan pimpinannya. Anggota BMB bersikukuh untuk langsung menyatroni asrama Brimob, sedangkan ketua mereka menyerahan masalah ini kepada polisi. Para anggota BMB akhirnya mengikuti saran ketuanya untuk menyerahkan kasus pemukulan ini kepada polisi.

Bentrokan tersebut berawal saat Ramdani dan Arjun, dua anggota BMB yang menjadi polisi cepek mengatur lalu lintas di pertigaan Sasak Tinggi, Pamulang. Saat mengatur lalu-lintas datang rombongan lelaki yang diduga anggota keluarga besar putra-putri Polri yang baru pulang latihan futsal. Karena arus lalu-lintas macet, Ramdani dan Arjun meminta mereka untuk antre. Namun, warga kompleks Brimob merasa tersinggung dan langsung memukuli korban.

Sadar kalah jumlah, kedua korban lari ke posko BMB di dekat lokasi. Massa yang terus mengejar kedua korban akhirnya bentrok dengan empat anggota BMB lain yang berada di posko. Enam anggota BMB terluka dalam bentrokan ini dan satu orang, yakni Ramdani harus dilarikan ke rumah sakit.

Hingga saat ini kasus tersebut masih diselidiki personel Polsek Mamulang. Insiden serupa pernah terjadi di antara kedua belah pihak. Sebulan silam anggota BMB dipukuli warga kompleks Brimob yang menyangka mereka turut dalam tawuran yang berbuntut tewasnya enam remaja [baca: Enam Tewas Tercebur di Setu Pamulang].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)


ENAM REMAJA TEWAS TENGGELAM SETELAH TAWURAN

Picture not Available

Minggu, 14 September 2008 12:25 WIB

Metrotvnews.com, Tangerang: Enam orang tewas akibat tawuran antarwarga di Pamulang, Tangerang, Banten, subuh tadi selepas sahur. Korban tewas akibat menceburkan diri ke Danau Sasak untuk menghindari bentrokan. Korban adalah warga Kompleks Brimob Ciputat, Tangerang, yang rata-rata berusia remaja.

Korban dilaporkan terlibat tawuran dengan warga di sekitar kompleks seusai salat subuh. Tawuran dipicu saling lempar petasan. Saat terjadi kejar-kejaran, beberapa ramaja lari ke danau yang terletak di Jalan Raya Dewi Sartika, Ciputat. Empat korban yang berhasil dievakuasi kini sudah berada di rumah duka di Komplek Brimob Ciputat. Sedangkan dua korban lainya dibawa ke Rumah Sakit Gaplek Pamulang.

Keenam korban itu di antaranya Solihin (16), Ibnu Ganesha (14), Randy (16), Kinung (16), Maulana Ibrahim (14) dan Iqbal Nardo yang berusia 15 tahun. Polisi dan warga sekitar sempat mencari korban lainnya di Danau Sasak karena diperkirakan jumlah korban lebih dari enam orang. Namun, sejauh ini dipastikan korban tewas berjumlah enam orang. Jenazah korban rencananya dimakamkan siang ini juga. Lima dimakamkan di Pamulang, sedangkan satu korban lainnya dibawa ke kediamannya di Cipayung, Jakarta Selatan.(DEN)


Balikpapan, Kota Termahal di Indonesia

Balikpapan, Kota Termahal di Indonesia


Rangking kota termahal di Indonesia kini diduduki oleh Balikpapan . Urutan kedua baru kota Jakarta . Sedangkan Bandar Lampung dan Mataram menjadi kota termurah di Indonesia .

Demikian hasil Survei Biaya Hidup 2008 yang dilakukan Mercer Indonesia , seperti dipublikasikan, Jumat (29/8/2008). Survei dilakukan secara serentak di 26 kota utama di seluruh Indonesia selama Juli 2008, atau dua bulan setelah kebijakan kenaikan harga BBM. Jakarta , ibukota negara sekaligus pusat kegiatan bisnis terbesar di Indonesia , dijadikan kota basis pada survei ini (indeks 100).

Balikpapan tercatat sebagai kota termahal dengan indeks 107, naik 3 poin dari 104 pada tahun 2006. Sementara Jakarta adalah kota kedua termahal. Sedangkan kota Bekasi dan Samarinda berada diperingkat ke-3 dengan skor indeks 94 diikuti kota Bogor dan Jayapura pada peringkat ke-5 dan ke-6. Sementara kota termurah yaitu Bandar Lampung dan Mataram, keduanya dengan skor indeks 75, berada di peringkat ke 25.

Kalau dibandingkan dengan survei serupa yang dilakukan Mercer Indonesia pada bulan Juni 2006, hasil survei ini memperlihatkan kenaikan angka biaya hidup secara merata di seluruh wilayah Indonesia .

Menurut, Mutiarawaty Thaher, Information Product Solutions Business Leader PT. Mercer Indonesia Kenaikan biaya hidup akibat kenaikan BBM pada Mei 2008 dan kenaikan tarif dasar listrik pada bulan Maret 2008, adalah penyebab yang sangat signifikan dari kenaikan biaya hidup di semua sektor. Selain itu juga ada beberapa kenaikan tarif yang terjadi pada kota-kota tertentu saja, misalnya kenaikan tarif jalan tol di Jakarta pada September 2007.

Kategori biaya hidup yang disurvei mencakup biaya kebutuhan makanan, kebutuhan pokok, transportasi, utilitas, perumahan, pendidikan, kesehatan serta hiburan dan olah raga. Untuk hiburan dan olahraga, indeks Jakarta jauh lebih tinggi dibandingkan kota-kota lain, walaupun secara keseluruhan Jakarta masih berada di peringkat kedua dengan 7 skor di bawah Balikpapan .

Sejumlah kota turun peringkatnya dibandingkan dengan peringkat pada survei biaya hidup tahun 2006. Kota Denpasar (skor 80) turun 16 peringkat dari peringkat 8 ke peringkat 24, juga kota Banjarmasin (skor 85) turun dari peringkat 4 ke peringkat 14. Sedangkan kota-kota yang naik peringkatnya adalah Bekasi (skor 94) dari peringkat 10 di
tahun 2006 ke peringkat 3 di tahun 2008, juga kota Medan (skor 89) yang naik dari peringkat 15 ke peringkat 8.

Berikut urutan kota-kota termahal di Indonesia berikut indeksnya:

1. Balikpapan 107
2. Jakarta 100
3. Bekasi 94
4. Samarinda 94
5. Bogor 92
6. Jayapura 91
7. Pekanbaru 90
8. Bandung 89
9. Batam 89
10. Medan 89
11. Padang 88
12. Manado 88
13. Semarang 86
14. Palembang 85
15. Banjarmasin 85
16. Pontianak 84
17. Tangerang 84
18. Cilegon 84
19. Makassar 84
20. Jogjakarta 84
21. Surabaya 83
22. Jambi 81
23. Cirebon 81
24. Denpasar 80
25. Bandar Lampung 75
26. Mataram 75.

Sumbernya nggak jelas, dapet dari milis, kalau ada yang koreksi silahkan.
:)

1150 butir Telur bisa Berdiri di Vihara Nimmala Tangerang.

Link

Aha.... Ini ada kisah unik dan seru dengan gambar full color lagi,
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Minggu pagi 8 Juni 2008, berdua dengan istri saya menuju tepian sungai Cisadane, dekat Pasar Lama China Town-nya kota Tangerang untuk menonton PehTjun.
Sekitar tahun 1960-an disitulah biasanya berlangsung festival PehTjun yang meriah sekali.
Masa itu selama beberapa hari selain ada lomba perahu Naga, juga banyak perahu besar kecil yang diberi atap dan dihias, sehingga pengunjung bisa menyewanya untuk ber-keliling
menikmati pesta air bersama sekian banyak perahu lainnya. Lapangan di tepi sungai juga menjadi seperti Pasar Malam, banyak orang berjualan makanan dan ada berbagai hiburan
rakyat seperti Gambang Keromong dll.

Perahu PehTjun ada dua set, terdiri dua buah perahu panjang berkepala Naga berwarna merah dan biru, dan dua buah perahu panjang berwarna merah dan hijau yang disebut perahu "papak" karena bagian kepalanya hanya berupa bonggol saja.

Ternyata ada acara sembahyang dulu, setelah itu barulah diadakan lomba Perahu Naga dan Papak itu. Karena cara persiapan lombanya lama, sedangkan siang itu ada acara unik dan menarik yaitu Lomba Mendirikan Telur yang konon diupayakan untuk bisa masuk Guinness Record, maka kami menuju Vihara Nimmala di Pasar Baru Tangerang.
Sesampai disana sudah ada banyak orang, dan persiapan sedang berlangsung.
Diatas lantai keramik Aula, telah disiapkan kapling seluas dua buah ubin serta 15 butir telur ayam untuk setiap peserta.

Setelah ke 108 orang peserta lomba siap ditempat masing2, sekitar jam 11.30 lomba dimulai.
Peserta campur aduk, laki perempuan, anak remaja sampai nenek-nenek ubanan, semua penuh konsentrasi mencoba mendirikan telur se-banyak2nya karena walau pendaftaran
lomba itu gratis, tapi pemenang mendapat hadiah uang.
Seru dan asyik menyaksikan sekian banyak orang dengan berbagai gaya mencoba mendirikan telur mentah itu. Saya bersama cameraman dari Global-TV dan Trans-7
dengan hati-hati berjalan didalam arena penuh telur itu, mencari posisi yang bagus untuk memotret.

Diluar aula, juga disediakan telur dan tempat untuk siapa saja yang ingin mencoba mendirikan telur, disitu juga ramai sekali. Nggak tahan, saya ikut nyelip minta lahan sedikit dan sebutir
telur, awalnya malah ibu sebelah saya menjerit histeris karena telur yang coba saya dirikan malah menggelinding mendekati telur yang sudah berhasil didirikannya, hampir saja nabrak !
Eh busyet, koq bisa juga tuh saya, malah sampai tiga biji !! Istri saya jadi kepengen ikutan juga, yah dia mah yang kaga sabaran mana bisa, dari awal nyoba sudah pesimis dulu sih.

Di luar arena lomba ini, ada seorang bapak yang saya lihat bisa mendirikan sampai 40-an telur !, luar biasa !

Sekitar jam 12.15 lomba di stop, saya lihat ada seorang ibu yang pantas dinobatkan " juara tunggal " karena cuma satu butir doang yang bisa didirikannya selama hampir sejam itu.
Kalau peserta lainnya semua bisa lebih dari satu, saat saya foto dia cengengesan sambil nunjuk-nunjuk telur semata - wayangnya itu.

Semua peserta harus meninggalkan arena, panitia mencatat nilai masing2 peserta, menjumlahkan dan juga memfoto untuk dokumentasinya.
Ternyata pemenangnya bisa mendirikan 24 butir telur, dan total jenderal semua telur yang bisa berdiri adalah 1150 butir. Angka ini jauh dibawah target 2008 telur, tapi meningkat banyak dibanding prestasi tahun lalu yang hanya 108 telur.

Siang itu pula, di Restoran Pondok Lauk saat menunggu makanan pesanan kami datang, istri saya meminjam sebutir telur ayam ke dapur resto, tapi ternyata "kesaktian" saya sudah luntur. Nyoba sampai seperempat jam, eh itu telur maunya rebahan terus, yah udah deh nyerah - nunggu setahun lagi !
------------------------------------------------------
Hehehe seru kan, paparannya sangat enak dibaca seolah kita dibawa diarena kejadian.

See U next......

http://images.multiply.com/multiply/slide-show.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="500" height="500" quality="high" bgcolor="#000000" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" FLASHVARS="album_id=jalanjalan:photos:373&security=V1kN6IHlK4OIXkjs7f3oFA&base_uri=multiply.com">