Tampilkan postingan dengan label kamera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamera. Tampilkan semua postingan

Awas Jangan Rekam Video Saru dengan Handycam secanggih apapun macam Sony punya ini

Halo Sob,.. :)
Rupanya SONY Internasional mengendus demam Video macam Ariel punya, sehingga muncullah perangkat perekam gerak yang enteng, pinter, walau lumayan mahal. Saking ciamiknya sampai saya gak bisa komentar lagi soal cacat teknis dari perekam handal tersebut. (hehe padahal ulasannya sudah ada dibawah tuh,.. )
Cobalah luangkan waktu sejenak untuk membacanya siapa tahu nanti pada mau bikin arisan buat beli barang tersebut.

  Handycam Sony HDR-XR350E
Berikut ini ulasan dari orang TEMPO mengenai sebuah handycam sONY yang ciamik banget itu.
---------------------------------
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebagian orang masih berpendapat, untuk menghasilkan sebuah rekaman gambar bergerak yang benar-benar berkualitas, kita harus menggunakan kamera video yang biasa digunakan dalam peliputan stasiun televisi. Alat yang biasa dipanggul para juru kamera televisi saat meliput itu sudah tentu sebuah perangkat yang berstandar siaran (broadcast).

Kamera-kamera yang pasti mahal harganya itu mampu merekam gambar dengan jernih dan tajam, serta tidak blur atau pecah-pecah meski merekam dalam berbagai situasi atau kondisi. Karena itu, gambar yang ditayangkan kepada pemirsa televisi pun jadi sedap dilihat. Kamera yang demikian umumnya memiliki ukuran cukup besar dan berat dengan bobot 5-10 kilogram.

Namun pendapat di atas rasanya agak berlebihan. Pasalnya, saat ini beberapa vendor sudah meluncurkan produk kamera genggam (handycam) yang juga mampu menghasilkan rekaman gambar yang berkualitas. Seperti Sony, yang meluncurkan jajaran kamera video genggam terbarunya pada Maret lalu.

Produk besutan Sony tersebut menawarkan performa kepekaan cahaya yang jauh lebih baik ketimbang seri-seri terdahulu. Beberapa model didukung sensor "Exmor R" CMOS serta Optical SteadyShot (Active Mode) yang ditingkatkan, sehingga memungkinkan pengguna mengambil gambar yang tajam dan berkualitas meski dalam kondisi minim cahaya.

Salah satu produk itu adalah Sony HDR-XR350E, sebuah handycam AVCHD yang mampu merekam video dengan definisi tinggi penuh (Full HD) hingga 12 megapiksel (MP) serta resolusi maksimum untuk foto 7,1 MP. Selain sensor "Exmor R" CMOS yang unggul dalam merekam gambar di lingkungan dengan cahaya rendah, fitur SteadyShot Image Stabilization dan 3-way Shake Cancelling pada kamera seri ini memungkinkan pengguna merekam gambar secara halus (smooth).

Tempo sempat menguji coba kamera yang dibanderol sekitar Rp 12,5 juta ini (seperti tertera di situs resminya). Saat diputar ulang (playback), sensor dan fitur penyetabil gambarnya membuat hasil rekaman tampak jernih dan tajam. Begitupun saat berpindah dari potongan gambar yang satu ke gambar lainnya ditampilkan dengan sangat mulus, tidak tampak seperti potongan-potongan terpisah, melainkan seperti klip video yang sudah diedit.

Jika sudut pengambilan gambarnya tepat, hasil perekaman menggunakan kamera HDR-XR350E ini rasanya tak perlu diedit lagi. Kita bisa langsung membakarnya (burning) di CD menggunakan komputer. Atau, jika tak ingin mentransfernya ke CD, Anda bisa tetap menyimpannya di memori kamera. Untuk memutar ulang, kita bisa langsung menampilkan di televisi dengan cara menghubungkannya dengan kabel lewat port A/V R-nya.

Jangan khawatir dalam menyimpan kreasi video Anda, karena perangkat ini dijejali hard disk drive (HDD) built-in dengan kapasitas cukup besar hingga 160 gigabita (GB). Selain bisa ditampilkan di televisi biasa, Sony HDR-XR350E menyediakan port HDMI untuk menampilkan hasil rekaman yang lebih ciamik di layar televisi berdefinisi tinggi.

Penguji juga membandingkan hasil rekaman gambar luar ruang yang dibuat dengan kamera ini dengan gambar luar ruang yang ditayangkan televisi. Kendati "cuma" handycam, rekaman gambarnya tak kalah jernih dan tajam ketimbang tayangan di televisi yang menggunakan kamera berstandar broadcast.
 
Jika ingin segera melihat hasil rekaman yang baru dibuat, kita juga bisa menampilkannya di layar LCD-nya yang dijejali teknologi layar sentuh. LCD berukuran 2,7 inci pada kamera ini berfungsi layaknya tombol on/off. Ketika layar dibuka, kamera akan aktif (on) secara otomatis dan siap merekam gambar. Begitupun saat layar ditutup, kamera langsung off.

Layar sentuhnya juga cukup peka dan responsif. Untuk menampilkan menu pengaturan, tinggal usapkan jari di permukaan layar, tombol virtual "menu" akan tampil di layar. Lewat menu, kita bisa mengaktifkan fitur-fitur, seperti Face Detection, Smile Shutter, sistem auto-focus (AF) atau mode Golf Shot, yang dimilikinya. Fitur tersebut menghasilkan video maupun foto yang menunjukkan frame berurutan seperti gerakan memukul bola golf.

Untuk memutar ulang, kita bisa menyentuh ikon playback yang ditunjukkan dengan gambar panah ke kanan. Anda akan disuguhi potongan-potongan gambar berukuran kecil (thumbnail) yang dikelompokkan berdasarkan tanggal pembuatan rekaman. Adapun jika ingin menghapus (delete), tinggal pilih menu playback untuk menghapus semua file atau file tanggal tertentu saja. Pokoknya, semua pengaturan bisa dilakukan lewat layar sentuhnya.

Di samping format video Full HD, Sony juga menjejali lensa G dengan 12x zoom optik pada kamera ini. Lensa yang lebih lebar dari lensa biasa ini memungkinkan pengguna merekam gambar dengan format lebar, sehingga tak diperlukan lensa tambahan.

Bicara bentuk, ukuran handycam Sony HDR-XR350E ini lebih mungil dari handycam kebanyakan. Desainnya juga pas dengan genggaman tangan. Kamera ini cukup ringan, dengan bobot tak sampai satu kilogram, tepatnya 0,650 kilogram saja. Untuk menghasilkan rekaman gambar berkualitas, rasanya tak perlu memiliki kamera berstandar siaran televisi yang besar dan berat.

Spesifikasi:
Layar: Clear Photo LCD 2,7 inci dengan panel sentuh (230 K dot / 16 : 9) (cP: WOWW)
Media penyimpanan: Hard disk 160 GB built-in  (cP : WAH BIKIN NGILER)
Image Sensor: "Exmor R" CMOS Sensor (cP : GAK ADA LAGI ISTILAH GAMBAR BUREK)
Lensa: Sony G / 30 milimeter (cP : GAK NGERTI MAKSUDNYA)
Zoom optik: 12x (cP : CIAMIK)
Maximum Still Image Resolution: 7,1 MP (cP : INI HEBAT BANGET GAK PERLU BAWA KAMERA LAGI)
--------------------
Ulasan ini kudapat dari Blognya Eyang Sudarjanto yang ada di Samarinda sana yang koleksi artikelnya sak Container.
PESAN SINGKAT SAYA :
INGAT JANGAN GUNAKAN HANDYCAM INI UNTUK MEREKAM AKTIFITAS TAK SENONOH ANDA UNTUK KONSUMSI PUBLIK. JANGAN TIRU-TIRU ARIEL JANGAN PERNAH MENJADI ARIEL-ARIEL YANG LAIN. UDAH DOSA, NJIJIKI LAGI.
HUGHHH ..
anti-bugil
DENGERIN PESAN NO KOES BERIKUT DALAM TEMBANG JAWA : LAKUNING WONG URIP
Yang nggak paham bahasa Jawa bisa pakai Google Translate buat nerjemahin :)
Handycam Sony HDR-XR350E

Lemparkan Kameranya Untuk Mendapatkan Gambar!!!

www.unic77.tk:



Objek orange yang dilempar ke atas tersebut adalah sebuah kamera yang bisa mengambil gambar dari atas dan mengirim gambar tsb ke mobile phone kita. Handphone kita menerima file gambar tsb via Bluetooth. Kamera "terbang" ini didesain oleh seorang Turki bernama Hakan Bogazpinar, dia menamakan alat ini, 'Flee'



Flee menggunakan konsep throw-able camera alias "kamera yang bisa dilempar" ke atas. Flee mempunyai dua komponen, yaitu sebuah kamera digital dan sebuah bluetooth receiver.



Kamera digital pada Flee berbentuk tabung yang dilindungi oleh sebuah bola lightweight yang terbuat dari bahan anti retak dan berwarna orange.



Kamera digitalnya tersusun oleh batere lithium, chip memori, chip Bluetooth, CCD dan lensa. Bola orange kemudian dipasangkan dengan sebuah desain ekor cerdas yang bisa menjaga posisi kamera tegak lurus ketika melayang atau dilempar. Konsep ekor tsb mirip dengan kipas angin listrik.



Unit Bluetooth receiver akan dicolokkan di HP dan akan siap menerima file gambar. Menggunakan kamera ini semudah saat kita bermain bola lempar. Pegang bola dan lempar setinggi mungkin. Ketika bola sudah tegak lurus, maka kamera akan segera mengambil gambar dalam interval waktu tertentu, dan kemudian mengirimnya ke HP kita lewat bluetooth.



Dengan menggunakan kamera ini pasti banyak foto unik, lucu juga keren bisa kita dapatkan, dan tak mungkin bisa didapatkan jika menggunakan




sumber :http://www.ngobrolaja.com/showthread.php?t=87536




Jangan Berharap Thd Kameranya HP Esia Online C6100

Fitur terkait : http://cahpamulang.multiply.com/photos/album/323/HP_Esia_Online_C6100

Gambar berikut diambil di Gerai Esia sore hari, ruangan hanya diterangi sinar lampu office. Res. gabar 640pix (horisontal)





Konon resolusi tinggi + CMOS, tapi nyatanya VGA biasa dengan hasil jepretan yang payah dan parah.
Namun untuk kondisi dadakan dan kepepet ya gak papa lah :)
Salam
.
.
.

Samsung Pixon, Impian Fotografer

 clipped from inilah.com
Teknologi

22/12/2008 - 15:42

Samsung Pixon, Impian Fotografer



Jakarta- Selain layar sentuh, Samsung M8800 Pixon menawarkan fitur unggulan, kamera dengan kemampuan hingga 8 megapiksel. Selain pengambilan gambar lebih maksimal, juga didukung performanya tidak kedodoran.
Pixon M8800 merupakan perangkat dengan spesifikasi tertinggi yang dirilis Samsung hingga saat ini. Pixon tidak hanya menawarkan keunggulan kamera, layar sentuh, serta beragam fitur penting.
Tak bisa dipungkiri, fitur menyengat pada ponsel ini adalah kamera 8 megapiksel dengan flash dan autofocus. Selain itu, masih dilengkapi dengan penerima GPS full yang bisa memberikan informasi alamat secara mudah melalui ponsel.
Desainnya yang menawan dan gaya, membuat Samsung Pixon sebagai aliran udara baru, di pasar ponsel yang penuh dengan berbagai macam pilihan. Kameranya memiliki fitur untuk mengambil foto secara otomatis, orang yang sedang senyum berdasarkan karakter dan deteksi kedipan.
Pixon juga mampu memainkan berbagai format video, termasuk MPEG4 dan WMV. User juga dapat menyimpan, mereproduksi, mendownload dan membagi video di Pixon M8800.
Firur inovatif lain adalah suara dapat naik secara otomatis jika sedang di sekitar ruangan yang berisik. Untuk merekam video, Samsung Pixon M8800 dapat melakukan pada 30 fps resolusi 720 x 480 atau 120 fps di resolusit 320 x 240.
Pixon juga memiliki layar besar 3,2 inci, 16 juta piksel berwarna sehingga mampu menampilkan foto dengan kualitas luar biasa. Selain juga mampu menampilkan TV Full HD dengan tajam.[ito]

BERITA TERKAIT



Sent with Clipmarks

Canon 50D: kamera DSLR terbaru pengganti 40D

clipped from www.otakku.com

Canon 50D: kamera DSLR terbaru pengganti 40D

Bagi pengguna kamera DSLR merek Canon, ada kabar baik untuk anda dimana Canon baru saja meluncurkan seri terbaru dan pengganti seri 40D yaitu Canon 50D.

Fitur yang ada di Canon 50D ini antara lain 15,1 megapixels CMOS, teknologi DIGI4 terbaru untuk menghasilkan kualitas foto yang lebih baik, kecepatan foto sampai 6,3 frames per detik, ISO mulai dari 100 sampai 3200, layar ukuran 3 inch dengan Live View Mode, Face Detection dan lainnya.

Sudah siap untuk "membuang" Canon 40D anda? :-)

blog it

Aqua Vu Fish TV: TV lengkap dengan kamera untuk memantau ikan di bawah laut

Bila anda suka memancing (fishing) pasti pernah mengalami "sial" karena seharian penuh tidak mendapatkan satu ikanpun.

Mungkinkan ini karena tidak ada ikan di sekitar tempat anda memancing?

Kalau ingin tahu ada atau tidaknya ikan maka Fish TV bisa membantu.

Fish TV Underwater Camera adalah digunakan untuk melihat keadaan di dalam air melalui kamera anti air dengan panjang kabel sekitar 15 meter.

Di kamera tersebut juga sudah dilengkapi dengan lampu infrared sehingga anda bisa melihat dalam keadaan gelap.

Untuk melihatnya, telah disediakan monitor ukuran 5 inch (tidak berwarna) dan semuanya dapat dioperasikan dengan menggunakan baterai.

Hanya dengan uang sekitar Rp. 1.000.000 ini, dijamin anda tidak mungkin tidak mendapat ikan. :D

blog it

Keren Bangetzz!! -Kacamata renang dengan kamera digital di dalamnya

clipped from www.otakku.com

Kacamata renang dengan kamera digital di dalamnya

Kamera digital ini mempunyai resolusi sampai dengan 5 megapixels, 16MB internal memori, 18-25 frame per second untuk pengambilan video dan slot kartu memori untuk SD serta menggunakan baterai tipe AA.

Bagaimana untuk memastikan bahwa foto yang kita ambil sesuai dengan keinginan?? Jangan takut karena di kaca bagian depan (tepat di depan mata kita) ada LCD kecil untuk melihat gambar sebelum kita meng-klik tombol shutter.

Bila anda ingin memilikinya, anda bisa mendapatkannya dengan harga sekitar Rp. 800.000 untuk resolusi 3 megapixels dan Rp. 1.000.000 untuk resolusi 5 megapixels.

Bagaimana dengan hasil fotonya?? Apa yang anda harapkan dengan kamera seharga Rp. 1.000.000? Tetapi mungkin cukup untuk mengabadikan aktifitas diving anda. :D

 blog it

Mengenal Fungsi Fitur Kamera


Semua orang bisa memotret, tetapi belum tentu semua orang bisa menjadi fotografer. Untuk menjadi seorang fotografer profesional bukanlah hal mudah, butuh pembelajaran, pengalaman, kreativitas dan kemampuan visualisasi yang baik. Namun meski tidak bisa menjadi fotografer andal, jika memahami fungsi dari fitur standar kamera, hasil jepretan juga tidak akan terlalu mengecewakan.

Berikut fitur-fitur dasar yang kita bisa bedah dari sebuah kamera:

- Rana/Kecepatan
Rana adalah tirai yang bergerak turun naik di dalam kamera dan berfungsi untuk mengatur berapa lama film hendak disinari. Ada beberapa rana dalam kamera. Diantaranya rana celah dan rana pusat. Rana celah ada dua yaitu: rana celah vertical dan horizontal. Sedang rana pusat adalah rana yang terletak pada lensa letaknya berdampingan dengan diafragma dan menutupnya dengan cara memusat. Besaran rana diwakili oleh nomor: B-1-2-4-8-15-30-60-125-250-500-1000-2000. Besar kecilnya satuan rana dapat ditentukan sendiri dengan mengatur besar dan kecilnya satuan rana dan besarnya diafragma.

- Diafragma/f/bukaan
Diafragma adalah lubang dalam lensa kamera tempat cahaya masuk saat melakukan pemotretan. Dalam prakteknya diafragma dilambangkan oleh beberapa angka yang mewakili besarnya bukaan pada lensa, angka-angka tersebut antara lain 2,8-4-5,6-8-11-16-22. Akan tetapi besaran angka-angka tersebut bisa berbeda-beda tergantung jenis lensa yang dipakai. Cara kerja diafragma ini menggunakan sistem terbalik  jadi semakin kecil angkanya semakin besar bukaannya dan semakin besar angkanya semakin kecil  bukaannya.

- ISO
ISO adalah singkatan dari International Standard Organization akan tetapi ada pula sebagian orang yang  menyebutnya ASA (American Standard Association). Fungsi ISO pada kamera adalah sebagai standard  yang digunakan untuk mengindikasikan besar kepekaan film terhadap cahaya. Semakin kecil angka ISO,  semakin rendah kepekaannya terhadap cahaya. Kepekaan cahaya ini sangat menjadi prioritas dalam  pemotretan. Biasanya bila kita ingin memotret pada suasana cahaya yang terang maka, gunakan ISO 100  atau film dengan kecepatan rendah.

- Flash
Fungsi flash pada kamera adalah sebagai alat bantu pencahayaan apabila intensitas cahaya di sekitar  kurang, akan tetapi setiap lampu flash punya kemampuan yang berbeda-beda. Untuk jenis kamera saku  jarak jangkauan lampu flash hanya berkisar antara 2 sampai 5 meter.

- Macro
Fitur yang satu ini biasanya sudah tertanam di dalam kamera saku. Fungsi dari fitur ini adalah merubah  fungsi lensa yang standar menjadi lensa macro agar kamera sapat menangkap objek yang kecil dengan  jarak dekat. Jarak umum penggunaan fitur macro adalah 10 cm dari obyek yang akan kita potret.

Menghindari Foto Under Exposure
Setelah tahu fungsi dasar dari beberapa fitur kamera saatnya untuk mencoba memotret. Tetapi sebelumnya, pelajari dahulu informasi berikut untuk menghindari hasil gambar under exposure (kurang cahaya):

- Set ISO tertinggi pada kamera sebelum memotret pada kondisi kurang cahaya dan pada obyek bergerak cepat.
- Atur posisi rana/kecepatan dan diafragma pada posisi tidak terlalu cepat atau aman agar pada saat kamera menangkap obyek intensitas cahaya yang masuk cukup dan untuk menghindari hasil foto kabur (blur) gunakan tripod atau usahakan obyek tidak banyak bergerak.
- Bantu dengan lampu flash apabila kondisi cahaya tidak cukup terang, dan satu hal lagi sebelum mengambil gambar perhatikan light meter apakah posisinya berada di titik nol.

Kamera Samsung L730
Untuk sarana belajar, Anda bisa mencoba kamera Samsung L730. Kamera berdimensi 95mm (W) x 59mm (H) x 21mm (D) ini mempunyai fitur yang cukup lengkap seperti Face Recognition AF & AE yang mampu mengenali wajah dan difokus secara otomatis maksimal hingga 9 orang dan menghindari kondisi foto kabur pada bagian wajah. ASR (Advance Shake Reduction) yang mencegah degradasi kejernihan gambar dan warna yang kadang-kadang ditemukan pada fotografi dengan lampu kilat. Dengan ASR efek kekaburan gambar dikurangi pada pemotretan dengan kondisi kurang cahaya. Anda bahkan dapat mengambil gambar yang bagus dan lebih tajam dalam kondisi kurang cahaya tanpa lampu kilat sama sekali, yang menjamin gambar yang lebih alami dan lebih terang.

Pada bagian belakang kamera Samsung L730 ini terdapat LCD berukuran 2.5`` yang memanjakan Anda untuk dapat menikmati gambar yang lebih lebar dan lebih jernih. Kecerahan LCD `cerdas` SAMSUNG L730 juga secara otomatis mendeteksi penerangan sekeliling dan menyesuaikan kecerahan LCD agar Anda dapat melihat gambar secara optimal. Red-eye Fix adalah fitur yang membantu menghilangkan kondisi mata merah pada foto akibat pengaruh lampu flash, dan yang terakhir adalah ISO pada kamera yang mempunyai 3 variant warna yaitu merah, silver dan hitam ini telah mencapai 1,600 agar menghasilkan foto pada obyek bergerak dan kondisi cahaya kurang tetap baik dan jernih.

Nah, selamat mencoba dan bereksplorasi untuk menghasilkan foto-foto yang sempurna dan tajam dengan kamera Samsung L730.


Foto: samsungcamera.com

Kamera Heboh dari Hongkong 99-169ribuan, Anda Minat?

Source : KameraHeboh.multiply.com

Pagi ini nemu user yang jualan kamera heboh yang murah meriah dan bisa berfungsi sebagai webcam pula (ini yang penting). Jadi webcam yang bisa menjadi camera tenteng masuk kantong jepret sana-jepret sini jadilah pictblogger bagian jadi Citizen Jurnalism, jadi Saksi Mata alias Eyewitness, :))

Tentu ada keterbatasan masing-masing, namun saya tidak akan melihat keterbatasannya, namun justru sisi positif dan celah yang bisa dimanfaatkan dengan teknologi murah meriah ini.

Ada 3 seri yaitu : CD10B4 - 99rb, Cd30BTG-169rb, CD130E-169rb

Berikut bentuk dan hasil jepretan masing-masing kamera

CD10B4 - 99rb


Cd30BTG-169rb


CD130E-169rb
Buat saya kamera ini Cukup menarik dengan harga yang terjangkau dan tentunya bukan untuk menjadi seorang tukang photo professoinal.Berikut data teknis masing-masing :

CD10B4 - 99rb,
Kamera digital 3 in 1 (multi fungsi untuk - kamera web, kamera foto & kamera video), model Gantungan Kunci (Key chain), Kartu Kredit (tipis) dan Fancy.

Merk : AMADEA (dari hongkong)
WARNA : CUMA SISA YANG PUTIH
3 in 1 mode: webcam + digital still camera + video camera (no sound)
CMOS sensor: 100K/300K pixels via interpolation
Resolution: 352 x 288 (CIF), 176 x 144 (QCIF)
Memory: 1 x 16Mb SDRAM
Storage capacity:
a) High Quality (CIF): 20 images
b) Low Quality (QCIF): 80 images
c) AVI: 10 seconds (176 x 144)
Status display: two-digit "88" monochrome LCD display
Self timer: 10s delay
Capture range: 0.5m to infinity
Dimensions: 58mm x 41mm x 15mm (that's really tiny to you and me)
Weight: 40g (absence battery)
Interface: USB port
Battery: 1.5V, 1 x AAA battery / USB 5V
USB power: when connected to USB port, the camera is powered by PC
Battery exchange protects: 60s to maintain memory
Software support: Microsoft Windows 95 / 98 / 2000 / XP
Product package contents:Digital cameraKey chain
User's manual
Software CDUSB cable
Carry pouch

Cd30BTG-169rb
Kamera digital 3 in 1 (multi fungsi untuk - kamera web, kamera foto & kamera video), model Gantungan Kunci (Key chain), Kartu Kredit (tipis) dan Fancy!

Merk : AMADEA (dari hongkong)
Credit Card Digital Camera
3 in 1 mode: webcam + digital still camera + video camera (no sound)
CMOS sensor: 1.3MP via interpolation
Two resolutions of pictures: 640 x 480 (VGA), 320 x 240 (QVGA)
Memory: built in 64Mb SDRAM
Storage capacity:
a) High Quality (VGA): 25 imagesb) Low Quality (QVGA): 102 imagesc) AVI: 10 seconds (320 x 240)
Dimensions : 81mm x 50mm x 6mm (it's very slim indeed)
Weight: 38g
Power Source:Built-in Li-ion rechargeable polymer battery / USB power
USB interface 1.110 Second self timer- for taking group pictures with you included
Continuous shooting - takes 10 pictures per second!
Built in rechargeable battery lasts up to one week
Automatic exposure and white balance
Operation System:Windows98 Se/2000/NT/ME/XP
Product package contents
Digital camera
Key chainUser's manual
Software CD
USB cable


CD130E-169rb
Kamera digital 3 in 1 (multi fungsi untuk - kamera web, kamera foto & kamera video), model Gantungan Kunci (Key chain), Kartu Kredit (tipis) dan Fancy!

Merk : AMADEA (dari hongkong)
Changeable Husk Fancy Digital Camera
3 in 1 mode: webcam + digital still camera + video camera (no sound)
CMOS sensor: 1.3MP via interpolation
Two resolutions of pictures: 640 x 480 (VGA), 320 x 240 (QVGA)
Memory: built-in 64 Mb SDRAM
Storage capacity:
a) High Quality (VGA): 25 imagesb) Low Quality (QVGA): 102 imagesc) AVI: 10 seconds (320 x 240)
Dimensions: 93mm x 63mm x 23mm
Viewfinder: built-in
Auto shoot: 10s Continuous shoot: 10 pieces per second
Shutter speed: 1/6 - 1/15,000 second
Shoot mode: single/continuous photograph/automatic shoot/PC camera
Automatic energy saving: automatically entering energy saving mode in 30s
Image process: automatic exposure/automatic white balance
Transmission interface: USB interface revision 1.12 x AAA batteries
USB power: when connected to USB port, the camera is powered by PC
Working temperature: 0 - 40°C
Operation system: Windows 98SE/2000/ME/XP
Product package contents:
Digital camera
User manual
Software CD
USB cable
A set of plastics shell
Carry pouch

----------------------------------------------
Tertarik? Hubungi yang bersangkutan dilink berikut :
Source : KameraHeboh.multiply.com

Kamera dari Hongkong? Ya iyalahhh, emang ada yang dari Pamulang, ngimpi kaliii... :))

Kamera Canggih "Misterius" di CASA TNI AU

06/07/08 16:29

Kamera Canggih "Misterius" di CASA TNI AU



Oleh Rini Utami

Jakarta, (ANTARA News) - Matahari makin tinggi, namun Yetti Susilowati masih enggan untuk memulai harinya. Hari itu, adalah hari pertama suaminya Kolonel Sus Supriady tak lagi menemani hari-harinya.

Malam sebelumnya, setelah dua hari menunggu dalam ketidakpastian bercampur kesedihan dan kecemasan, Yetti dan dua putrinya melepas kepergian suaminya menghadap Sang Pencipta di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Kolonel Sus Supriady dan empat rekannya serta 13 orang lainnya, meninggal dunia saat melakukan latihan pengoperasian kamera udara digital baru (Digital Mapping Camera/DMC), setelah pesawat Casa N212-200 yang membawanya jatuh di kaki Gunung Salak pada 26 Juni 2008.

"Beberapa hari silam, dia memang sibuk mempersiapkan penerbangan ujicoba kamera udara digital baru. Bahkan pada hari mau terbang itu dia tidak sempat pamit, padahal biasanya dia pamit meski saya sedang di kamar mandi sekali pun," kenang Yetti.

Malahan, tambah sekretaris Menteri Keuangan itu, suaminya membuat sebuah kotak yang mungkin untuk membawa atau melindungi kamera udara digital baru itu.

"Mungkin kotak itu untuk melindungi kamera itu sebelum diujicoba. Tuh kotaknya masih ada di dalam rumah," ungkap Yetti, yang dibenarkan oleh putri bungsunya.

Secanggih apa kamera udara digital yang baru dimiliki TNI AU itu, tak banyak orang yang tahu hingga musibah itu datang. DMC yang diujicobakan menjadi misteri tersendiri bagi sebagian orang, mengingat korban meninggal dalam ujicoba itu tidak bisa dibilang sedikit.

Buatan Jerman

Kamera Udara Digital atau Digital Mapping Camera/DMC yang diujicoba oleh almarhum Kolonel Sus Supriady dan rekannya, bermerek ZI-Integraph buatan Jerman.

Kamera tersebut merupakan pengadaan 2004/2005 Mabes TNI Angkatan Udara melalui fasilitas Kredit Ekspor (KE). "Namun kamera itu baru bisa didatangkan ke Indonesia pada November 2007," kata Asisten Logistik (Aslog) Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Muda Imam Wahyudi.

Perangkat DMC senilai 5,5 juta dolar AS itu mulai di ujicoba oleh pihak TNI AU yakni Dinas Survei dan Pemotretan Udara (Dissurpotrud) sebanyak dua kali.

"Ujicoba yang berujung maut kemarin, merupakan ujicoba yang ketiga kali," ungkap Imam.

Sebelumnya, DMC juga telah diujicoba oleh Letkol Sus Supriady dan rekan di Jerman pada 15 sampai 24 Maret 2008. Pelatihan di Jerman meliputi perakitan dan "ground test DMC" di Assembling Workshop dan ruang simulasi DMC Z/I Intergraph, Aalen, Jerman.

"Ground test DMC" merupakan penjelasan tentang cara kerja dan pengoperasian DMC untuk memastikan seluruh komponen DMC dapat berfungsi dengan baik sebelum dilaksanakan pemotretan udara.

Selain itu, dilakukan pula "Test Flight DMC" menggunakan pesawat udara jenis Cessna Caravan dengan call sign D-FOTO di Elchingen Airfield, Jerman.

Kepala Dissurpotrud TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Djubaedi mengungkapkan, DMC merupakan sistem kamera udara yang dirancang untuk mendukung pemetaan dengan resolusi dan akurasi tinggi menggantikan kamera pemetaan berbasiskan film.

Layaknya kamera udara digital, DMC Z/I Intergraph terdiri atas lensa atau badan kamera, "Flight Data Storage"/FDS, Mounting (bantalan kamera), GPS dan IMU serta Airbone Sensor Management System/ ASMS.

Dengan menggunakan Large Format Charge Couple Device (CCD) digital aerial camera, kamera baru itu mampu menghasilkan foto udara digital dengan format besar.

Tidak itu saja, kamera DMC memiliki 12 pilihan saluran panjang gelombang (12-bit radiometric resolution) untuk menghasilkan resolusi yang teliti.

Di samping itu, DMC juga memiliki empat lensa pankromatik (warna sesungguhnya) dan empat lensa multispektral (warna semu) atau Pan and 4-band multispectral imagery.

Konsep yang diusung dalam DMC berupa "foward motion-compensation", merupakan keunggulan lain yang ditawarkan, dimana teknik penghilangan blur pada kamera foto udara berbasis digital tanpa keterbatasan dan kegagalan yang diakibatkan pergerakan bagian-bagian kamera.

Kamera udara digital buatan Jerman itu juga dilengkapi dengan "In-Flight Data Storage (FDS)" yakni sarana penyimpanan data hasil pemotretan dengan kemampuan mentransfer data berkecepatan tinggi disertai kapasitas sebesar 1.160 GB.

Dengan fasilitas ASMS, operator dapat mengoperasikan kamera secara otomatis sesuai misi yang telah direncanakan, tambah Djubaedi.

Fasilitas lain yang mendukung kecanggihan kamera udara digital ini adalah Post-Processing Ground Station/PPS dimana proses mendapatkan gambaran area yang dipotret secara cepat mengunakan perangkat lunak DIME hingga menghasilkan gambaran area secara Uncontrolled Mosaic atau tanpa mengacu pada kooordinat area sebenarnya.

"Koordinat area yang sebenarnya dapat dilanjutkan dengan proses fotogrametri, hingga hasilnya benar-benar sesuai dengan kondisi nyata," katanya menambahkan.

Djubaedi menambahkan, untuk memfungsikan kamera DMC seberat 450 lb atau sekitar 202,5 kilogram dibutuhkan daya 28 volt (DC).


Tak Sebatas Bogor

Dengan segala fasilitas canggih itu, Djubaedi menegaskan, DMC ZI/Intergraph itu akan digunakan untuk pemetaan seluruh wilayah Indonesia.

"Jadi, tidak sebatas di Bogor saja, misal karena di sana ada sesuatu yang ingin dilihat. Bukan, ujicoba itu untuk memastikan semua fungsi dari DMC berjalan optimal untuk segala medan, topografi dan lain-lain. Ujicoba kan boleh dimana saja, di Papua juga bisa," ia menjelaskan.

Dijabarkannnya, dibanding kamera yang selama ini digunakan, DMC ZI/Intergraph ini sangat menghemat waktu proses laboratorium foto, mampu menghasilkan resolusi spasial yang tinggi, yakni tiga inci untuk ketinggian 2.100 kaki.

Dengan begitu, DMC dapat digunakan untuk perencanaan keamanan, analisa vegetasi atau tutupan lahan, pemetaan koridor berupa jalan dan jalur rel, listrik, air, telepon, yang dapat diakuisisi secara cepat dalam format besar.

Selain itu, pengontrolan kualitas gambar pada saat pemotretan dapat dilakukan secara otomatis hingga gambar dapat ditampilkan dalam waktu relatif cepat, tutur Djubaedi.

Konsep modular dengan menghasilkan sistem solusi yang fleksibel serta aplikasi penginderaan jarak jauh menjadi keunggulan tersendiri dari kamera ini, selain FMC motion compensation yang dapat memberikan tampilan area beresolusi tinggi dalam skala foto besar meski kamera dioperasikan dalam kondisi cahaya yang kurang.

"DMC ini juga dilengkapi "image frame" yang dapat memberikan gambar geometri stabil, layaknya menggunakan kamera ukuran sembilan inci plus `central prespective sensor model," katanya.

Fasilitas dan kelebihan yang dimiliki DMC ini, tambah Djubaedi, harus benar-benar dikuasai seluruh personel Dissupotrud TNI AU untuk melaksanakan visi misinya.

"Karena itu ada beberapa ujicoba, tidak saja untuk alat itu sendiri tetapi juga manusia yang mengoperasikan. Lokasi ujicoba bisa di mana saja, karena kamera ini juga akan digunakan untuk mendukung tugas Dissurpotrud di seluruh wilayah Indonesia. Tidak hanya Bogor," tuturnya menegaskan.

Kini dengan jatuhnya pesawat Casa N212-200 yang mengangkut DMC itu, maka TNI AU terpaksa memaksimalkan kembali kamera udara lama yang dioperasikan selama ini oleh Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh, Malang.

"Kami hanya membeli satu unit DMC, sekarang jatuh ya kita maksimalkan kembali penggunaan kamera udara yang dipakai selama ini," kata Djubaedi.(*)

COPYRIGHT © 2008

http://antara.co.id/arc/2008/7/6/kamera-canggih-misterius-di-casa-tni-au/

Mengenal Fungsi Fitur Kamera

clipped from ads2.kompas.com
Mengenal Fungsi Fitur Kamera
Semua orang bisa memotret, tetapi belum tentu semua orang bisa menjadi fotografer. Untuk menjadi
seorang fotografer profesional bukanlah hal mudah, butuh pembelajaran, pengalaman, kreativitas dan
kemampuan visualisasi yang baik. Namun meski tidak bisa menjadi  fotografer andal, jika  memahami

fungsi dari fitur standar kamera, hasil jepretan juga  tidak akan terlalu mengecewakan.
 blog it