KapanLagi.com:
Perihnya 'Karma' untuk Manohara

Berdasarkan penuturan Shaliha, dia mengalami perbuatan kurang menyenangkan dengan kekerasan. Meski tidak sama, namun apa yang dialami Shaliha nyaris sama dengan yang dialami Manohara. Sama-sama disiksa, dan mengalami derita batin.
Drama Manohara dimulai ketika gadis belia itu mengaku diculik oleh keluarga Kerajaan Kelantan, yang tak lain adalah keluarga suaminya sendiri, Fakhry. Saat itu Mano dan Daisy diajak umroh bersama ke Tanah Suci, namun saat hendak kembali ke tanah air, Mano dipaksa naik ke pesawat pribadi dan meninggalkan Daisy di bandara.
Sementara Shaliha mengaku dijebak Daisy hingga bisa ikut ke Prancis. Gadis berusia 25 tahun itu mengaku diimingi jalan-jalan ke Jakarta. Tertarik dengan pesona ibukota, Shaliha tak merasa aneh ketika dibuatkan paspor. Dan tidak disangka olehnya, dia tiba di kota Cannes, Prancis, bukan ke Jakarta seperti janji Daisy.
Sama seperti Mano yang tidak bisa menikmati kebebasannya, begitu pula Shaliha. Negeri Prancis yang indah dan eksotis malah menjadi derita bagi perempuan asal Makassar, Sulsel, tersebut. Meski kemana-mana dia diaku anak oleh Daisy, namun pada kenyataannya Shaliha mendapat perlakuan sadis dan tak senonoh.
Shaliha menceritakan betapa Daisy kerap marah-marah tanpa alasan jelas. Jika sudah begitu, wanita berkulit putih itu bertindak seperti orang di luar akal sehat, seperti menyuruh Shaliha meminum air seninya. "Daisy bilang, kalau kamu mau saya maafkan, kamu minum air seni saya. Daisy masturbasi sendiri lalu jarinya dimasukkan ke mulut saya," tutur Shaliha.
Namun dari segala perbuatan Daisy, ada satu yang membuat Shaliha akhirnya memilih jalur hukum, yakni percobaan perkosaan yang dilakukan oleh suami Daisy, Juergen Reiner Noack Pinot. Bukan cuma sekali, melainkan hingga 3 kali.
"Suami Daisy, Pinot, mencoba memperkosa saya. Dia sudah memegang-megang saya juga. Pada tanggal 27 Maret 2007 malah Daisy melihat sendiri apa yang suaminya bikin sama saya. Daisy malah teriak-teriak," kata perempuan berambut hitam panjang itu kesal.
Yang lebih menyakitkan Shaliha, saat Pinot gagal memperkosanya, Daisy malah mengancam dengan pisau agar kejadian tersebut tidak diketahui orang lain. Namun segala ancaman tersebut tidak dipedulikan Shaliha yang melaporkan Pinot serta Daisy ke kepolisian setempat dan menjadi pemberitaan media lokal.
Berdasarkan pemberitaan website Malaysia, ayah tiri Manohara yang berusia 66 tahun tersebut sempat menjalani hukuman karena kasus pelecehan Seksual terhadap Shaliha. Namun saat itu, salah satu kuasa hukum Manohara membantah kasus pelecehan tersebut dan menyebut Pinot dihukum karena kasus korupsi.
Tapi bantahan tersebut menjadi berbeda dengan kemunculan Shaliha di Mabes Polri pada Kamis 23 Juli malam, yang melaporkan Daisy dengan tuduhan kekerasan dan penganiayaan. Shaliha menyeret Daisy dengan pasal 351 KUHP dan atau pasal 44 UU 23/2004 tentang KDRT. Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet, yang sempat bersimpati dengan Daisy namun berubah kecewa, siap membantu Shaliha.
Mengapa Shaliha baru muncul di saat kasus Mano sudah adem ayem? Rupanya, suami Manohara, Fakhry, menjadi pendana kedatangan wanita itu ke Indonesia. "Pangeran Kelantan menyumbang keuangan Shaliha untuk datang di Indonesia. Orang Indonesia memang banyak menolong Shaliha, tapi dari Kelantan juga," kata Ratna.
Namun semua tuduhan Shaliha dibantah oleh Daisy. Menurut wanita berkerudung tersebut, keluarga Shaliha di Sulsel sampai meminta maaf atas perbuatan wanita yang sudah dianggapnya sebagai anak angkatnya tersebut. "Saya punya bukti tertulis pernyataan dari keluarga Shaliha dengan 30 saksi dan kepala desa yang meminta maaf atas kelakuan Shaliha," ujar Daisy.
Menurut Daisy, cara dia memperlakukan anak-anaknya, termasuk Shaliha yang dianggapnya anak sendiri dijadikan senjata oleh perempuan berkulit gelap tersebut untuk menyerangnya. "Dia pakai itu untuk mempermalukan saya," sergahnya.
Menyimak penuturan kisah Shalihah yang dibantah Daisy pun bagai mendengar balada pedih Manohara yang dibantah Fakhry. Daisy menabur luka di hati Shalihah, sementara Mano mengalami apa yang dirasakan Shalihah melalui Fakhry. Perih. [sss]
Eks Pembantu: Daisy Tukang Bohong - Wah ada lagi cerita beginian!
Pembantu keluarga Manohara Odelia Pinot, Shaliha Lanti (25), mengungkapkan kebohongan ibu Manohara, Daisy Fajarina. Selain suka berbohong, Daisy ternyata mengguna-gunai suaminya sendiri.
ADVERTISEMENT
"Daisy banyak membohongi hidup gaya orang kaya. Di Prancis mereka menyewa mobil dan belanja. Kalo ada yang menagih utang, biarpun dia di rumah, selalu saya yang angkat telepon," beber Shaliha.
Hal ini disampaikan Ratna dalam konferensi pers di Rumah Makan Sari Kuring, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2009).
Lebih parah lagi, lanjutnya, Daisy suka membanting gelas minuman yang dia buat untuk suaminya, Noack Pinot Jurgen Reiner. Daisy memang rutin membuat minuman dicampur air ludah untuk suaminya.
"Daisy kan kerjanya tidur-tidur, kalau pagi saya buat minuman untuk suaminya selalu ditumpahkan karena Daisy suka tuang guna-gunain suaminya dia taruh ludah," kenang Shaliha.
Tak cukup diguna-guna, menurut Shaliha, Daisy pun seperti layaknya buaya darat, satu suami belum dicerai sudah dapat suami lagi.
"Daisy belum cerai suami satunya kawin sama orang lain, Waktu Liha ikut masih sama Thomas suaminya bu Daisy yang di Austria," kata Shaliha sembari nyengir.
Yang paling membuat Shaliha kesal, Daisy membohonginya saat mengajak ke Prancis. Shaliha diiming-imingi jalan-jalan ke Jakarta.
"Dia ngakunya ngajak jalan-jalan seminggu ke Jakarta malah dia buat paspor baru, Liha diajak ke Prancis dari Makassar," keluhnya.
---------------------
Notes :
:(( apa ya gitu banget sih?
Ayam Manohara diserbu Pembeli
Bandung, POS KUPANG.Com - Kisah duka Manohara, isteri Pangeran Tengku Muhammad Fahry dari Kesultanan Kelantan Malaysia yang berujung popularitas di tanah air juga merebak di Bandung dan sekitarnya termasuk Sumedang yang dikenal kota jajanan dan kuliner. Sebuah kedai makanan berlokasi di Jalan Angkrek no 13 Sumedang yang ikut menangguk kecipratan keuntungan hanya dengan menyediakan menu baru diberi nama "Ayam Goreng Manohara", karena terus diserbu pembeli.
Subur Setio, pemilik kedai disela-sela kesibukan melayani pembeli kepada ANTARA, Rabu (17/6/2009) mengaku mendapatkan omzet rata-rata Rp 2 juta per hari bersamaan tersedianya menu baru Manohara sejak sepekan belakangan.
Kedai itu sendiri buka dalam sepekan setelah terinspirasi ketenaran nama Manohara yang hampir setiap hari ditayangkan seluruh stasiun televisi nasional dan media cetak.
"Kedai ini tidak ada hubungannya dengan Manohara yang lagi top itu, tapi saya kira dia tidak ada masalah namanya saya pakai untuk kedai ayam goreng," ucap Subur seadanya.
Kekhasan ayam goreng Manohara di Sumedang itu berupa potongan ayam disayat, ditusuk, dan diberi bumbu serundeng. Ide disayatnya ayam ini muncul dari kisah Manohara itu sendiri yang kerap disayat oleh suaminya.
Setio yang awalnya merupakan pedagang emas ini telah berusaha untuk mempromosikan kedainya salah satunya dengan beriklan di salah satu televisi swasta.
Kedai buka dari pukul 14.00 dengan menu andalan "Ayam goreng Manohara atau sayat" yang dibandrol Rp.7000. Kedai ini banyak dikunjungi anak muda karena lokasinya dekat dengan kampus Universitas Sebelas April Sumedang. Faktor lokasi yang strategis ini membuat kedai ayam ini semakin ramai dikunjungi.
Ide penamaan tempat usaha dengan nama orang terkenal bukanlah hal baru. Sebelumnya banyak terjadi hal serupa yang dilakukan oleh orang-orang bisnis dalam menyiasati usaha mereka agar mendapat hasil yang memuaskan.
Tak hanya nama orang terkenal yang jadi inspirasi, tetapi juga peristiwa yang terjadi dan cukup menghebohkan.
Sebut saja beberapa tahun ke belakang ketika di Aceh terjadi musibah tsunami, para pengusaha kerudung membuat kerudung yang disebut "kerudung tsunami" padahal bentuk kerudungnya tak jauh berbeda dengan kerudung langsung pakai yang sudah ada di pasaran. (ANTARA
Mengecam Tulisan Prof. Sarlito Wirawan Tentang Manohara
Pagi ini saya membaca sebuah tulisan mengenai Manohara di Multiply yang rasanya menarik untk disimak. Bagaimana perlunya seorang pakar harus selalu berupaya mendudukan posisinya pada tempat yang pas dalam membahas suatu masalah karena ucapannya dapat memberikan beragam opini saling-silang dari para pembacannya.
Silahkan....

--------------------------------------------------------------
Kepada Yth.
Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono
Dekan Fakultas Psikologi
UPI/YAI

Dengan hormat,
Bersama ini saya ingin menyatakan ketidak sepakatan saya dengan beberapa pendapat bapak yang dimuat pada Koran Sindo Hari Kamis, 18 Juni 2009, maupun yang terdapat di situs http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/248040/
Yang berjudul "Dari Lady Di ke Manohara".
- Bagaimana bisa anda seorang psikolog membandingkan antara Lady Di dengan Manohara dengan cara pandang kebudayaan dan kebiasaan kehidupan diantara keluarga kerajaan Inggris dengan keluarga kerajaan Kelantan?
"Seperti Manohara, Lady Di juga anak orang kebanyakan. Dia menikah pada usia 20 tahun, masih dalam usia remaja akhir,yang masih suka hura-hura, jauh dari adat keraton yang serbamengikat. Dapat dimengerti bahwa Lady Di juga shock ketika memasuki lingkungan Istana Buckingham……Manohara yang masih suka belanja- belanja ke mal dan bercanda dengan teman-temannya (sebagaimana semua remaja sedunia) tiba-tiba harus kehilangan semua itu..
Pak, Terlepas dari berbagai aturan dan adat kebiasaan di dalam kerajaan Kelantan, saya yakin tidak ada satu manusia pun yang tahan dengan kehidupan di dalam penyiksaan. Ini bukan masalah umurnya Manohara yang masih muda, penuh dengan hura-hura. Alasan utama Manohara ingin melarikan diri dari suaminya karena "TERUS MENERUS DISIKSA" dan bukan karena FRUSTASI!!!!
- Anda sepertinya juga mengabaikan hasil visum forensik yang dilakukan pada Senin 9 Juni 2009 dengan dokter forensik Abdul Mun,im Idris yang sudah berpengalaman di bidangnya selama 37 tahun.

"Terakhir, dokter ahli forensik yang sudah memeriksa Manohara, yang tadinya sudah memastikan adanya tindak kekerasan, membuat wawancara sendiri dengan media untuk menyatakan bahwa dia hanya dapat memastikan adanya bekas-bekas luka atau kena benda keras pada tubuh Manohara,tetapi tidak bisa menentukan apakah terjadi kekerasan atau tidak"
Coba bapak lihat di
http://www.tabloidnova.com/Nova2/Selebriti/Aktual/Hasil-Visum-Manohara-Alami-Sayatan-dan-Luka
"Hotman menjelaskan, Manohara sudah melakukan visum privat, Senin (9/6) sore di sebuah hotel dengan dokter forensik Abdul Mun,im Idris yang sudah berpengalaman di bidangnya selama 37 tahun. Dari hasil pemeriksaan dr. Mun,im, ditemukan bekas luka di tubuh Mano, antara lain di sekitar payudara, punggung berupa titik yang disebabkan suntikan, dan paha. Dilihat dari luka, menurut dr. Mun,im hal itu disebabkan sayatan. "Yang dialami Mano adalah luka derajat dua, menengah, pelaku boleh ditahan. Masih ada bekas sampel darah dan urin dan sudah diambil untuk pemeriksaan," tutur Mun,im".
Atas dasar apa bapak mengatakan bahwa hasil visum tersebut, dr.Abdul Mun,im tidak menyimpulkan bahwa beliau tidak menyimpulkan hasil visum tersebut TIDAK BISA MENENTUKAN APAKAH TERJADI KEKERASAN ATAU TIDAK. Bapak harusnya memberikan petikan hasil wawancara dengan dr.Abdul Mun,im, yang menyatakan beliau mengatakan hal tersebut. Anda seorang PROFESOR bukan? Kok tidak mengerti atau belum mengerti METODE PENELITIAN, Mata Kuliah di semester awal lho pak!!
- Anda merasa ini semua diakibatkan oleh "Perkawinan Beda Budaya"
"Perkawinan beda budaya banyak terjadi, apalagi di zaman sekarang sudah dianggap biasa.Tidak semua gagal karena kejutan budaya"
Jadi Manohara yang mendapatkan beberapa kali suntikan bius dari Fakhry saat ia ingin bersetubuh dengan Manohara dan dengan tubuh yang tidak berdaya itulah Fakhry bebas melakukan apapun pada tubuh Manohara dan Tubuh Bugil Manohara disiksa terlebih dahulu sebelum Fakhry melampiaskan hasratnya, ITU YANG BAPAK SEBUT BUDAYA???
- Anda anggap bahwa Kasus Manohara ini sama dengan "SINETRON MURAHAN" yang banyak "menghambur-hamburkan" airmata?
"Dia sudah dijanjikan untuk pemeriksaan dokter oleh pengacara, dokternya pun sudah siap, Manohara dan mamanya malah sibuk wawancara ke sana-ke sini berbagi air mata".
Anda lucu sekali yaa PROFESOR!!!

Anda PSIKOLOG harusnya bisa berpikir "BAGAIMANA KALAU KELUARGA ANDA / ANDA SENDIRI YANG MENGALAMI HAL INI?" Mungkin kalau anda yang mengalami hal ini, maka tulisan anda saya yakin tidak seperti tulisan yang "KACANGAN". Sebagai KORBAN penyiksaan, dan sebagai SEORANG IBU YANG MELAHIRKAN ANAKNYA, WAJAR ATAU TIDAK, MANUSIAWI ATAU TIDAK kalau mereka berdua menangis? Apalagi mereka seorang WANITA!!!!
Kesimpulan : Anda itu seorang PSIKOLOG, tapi tidak bisa berpikir seperti PSIKOLOG. Tulisan anda itu sungguh jauh dari Ilmiah, tapi anda mencantumkan Jabatan anda di Kampus UPI / YAI sebagai Dekan. Anda terlalu SUBJECTIVE dan jauh dari OBJECTIVE, apalagi sebagai orang dari kalangan kampus. Tulisan anda terlalu "MURAHAN" dan banyak terpengaruh "KEMUAKAN" anda terhadap Manohara.
Saya bukanlah seorang PSIKOLOG seperti anda, akan tetapi paling tidak saya masih memiliki ANALOGI yang SEHAT. Saya juga bukan penggemar Manohara, sehingga tulisan saya tidak masuk kategori "PEMBELA MANOHARA". Tulisan andalah yang masuk kategori "PEMBENCI MANOHARA". Harusnya sebagai "ORANG KAMPUS" anda harus memperlihatkan NETRALITAS anda!!!
Sekian dan terimakasih.
Hormat saya,
http://ny4muk.multiply.comManohara, fear and trauma afterwards..
Ketakutan dan trauma paska tragedi Manohara. dok: Silet, RCTI
02/06/2009
Manohara thanked all parties who helped her getaway from Kelantan, Malaysia. 02/06/2009
Manohara personally thanked all parties who helped her get away from Kelantan. Manohara thanked the US Embassy in Singapore, The Singapore Police Force, some people in Kelantan Palace and also Indonesian Embassy.
Benarkah Ibu Manohara Menghubungi KBRI Saat di Singapura?
| Benarkah Ibu Manohara Menghubungi KBRI Saat di Singapura? | Jun 3, '09 6:45 AM by Aris Heru for everyone |
Tulisan ini juga diposting di Kompasiana.com
Alhamdullilah pada akhirnya Manohara bisa kembali ke tanah air setelah melalui jalan berliku bak cerita sinetron. Berita kepulangannya tentu saja menjadi santapan hampir semua media massa tanah air, baik cetak, elektronik maupun online. Berbagai berita dan cerita pun kemudian muncul, mulai dari alasan dan proses melarikan diri hingga penyebutan pihak-pihak yang membantu pelariannya.
Dari berbagai cerita yang mengemuka, saya melihat kesan adanya upaya mengenyampingkan peran Kedutaan Besar RI (KBRI), khususnya KBRI di Singapura, dalam membantu kepulangan Manohara ke Jakarta. Hal tersebut tampak dari pernyataan ibu Manohara bahwa saat dirinya menelpon kantor KBRI Singapura pada hari Minggu, diperoleh jawaban bahwa karena hari libur maka urusan sebaiknya dilaksanakan besoknya, saat hari kerja. Pernyataan tersebut jelas mengesankan KBRI tidak melakukan tindakan apapun karena hari libur. Dalam kejadian di lapangan, benarkah apa yang dikatakan ibu Manohara tersebut?
Untuk memberikan gambaran dan pemberitaan yang berimbang, berikut saya copy pastekan tulisan Achmad Djatmiko, Pejabat Konsuler KBRI Singapura, berjudul "MANOHARA OH MANOHARA"yang dimuat dalam notesnya di laman Facebook. Pemuatan ini tentunya atas seijin yang bersangkutan.
MANOHARA OH…. MANOHARA.!
Today at 12:03pm
Pada hari Minggu (31Mei 2009), sekitar pukul 02.15 dini hari, saya mendapat telpon dari Fahmi, rekan yunior saya di fungsi Konsuler, yang memberitahukan bahwa ia tengah berada di hotel Cross Royal Plaza, Singapura, sehubungan dengan diterimanya info dari staf kedubes AS di Singapura mengenai adanya warga Indonesia yang tengah dalam kasus (penganiayaan oleh suami) dan sedang ditangani polisi Singapura. Fahmi bersama 2 orang teman lainnya (semuanya staf KBRI Singapura) segera meluncur ke hotel dimaksud dan lalu menghubungi pihak kepolisian Singapura untuk mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut.
Sesampai di hotel, menurut penuturannya, sudah ada dua orang staf kedubes AS disana, beberapa polisi Singapura, dan juga "warga negara" Indonesia yang bermasalah tersebut, yang ternyata bernama Manohara. Polisi berjaga-jaga di depan pintu sebuah kamar di lantai 3 hotel tersebut, sementara Manohara sendiri ada di dalamnya, bersama ibunya dan juga beberapa orang lainnya. Dikabarkan bahwa staf dari kedubes Malaysia di Singapura sempat juga mencoba untuk menemui Manohara, tetapi tidak diijinkan oleh polisi Singapura. Yang diijinkan hanya orang-orang tertentu, yaitu dari Kedubes AS dan dari KBRI serta beberapa orang terkait. Keterlibatan kedubes AS di situ, saya duga, karena ayahnya Manohara adalah warga negara Amerika Serikat.
Fahmi juga menceritakan bahwa Manohara melaporkan kepada polisi atas penganiayaan yang dilakukan suami dan pihak keluarganya. Ia berada di Singapura bersama suami dan pihak keluarga suaminya untuk menjenguk ayah mertuanya yang sedang sakit jantung di rumah sakit Singapura. Kesempatan itu digunakannya untuk bertemu dengan ibunya (yang secara diam-diam datang dari Jakarta) dan untuk 'melarikan diri' ke Jakarta.
Jadi, keadaannya saat itu adalah, bahwa Manohara sudah berada di bawah perlindungan polisi Singapura, dan diinvestigasi mengenai kasusnya. Terhadap keinginannya untuk 'melarikan diri' ke Jakarta, tentunya tidak akan jadi masalah bagi polisi Singapura apabila memang kasusnya tidak menyangkut kepentingan Singapura. Hanya saja, Manohara tidak membawa kelengkapan dokumen perjalanan (paspor), yang menurut penuturannya, disimpan oleh suaminya. Masalah penting yang harus diselesaikan oleh kami dari KBRI Singapura, karenanya, adalah menyangkut travel dokumen Manohara. Sesuai arahan Duta Besar dan seteah berkonsultasi dengan Jakarta, kami mendapatkan perintah untuk menerbitkan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) atas nama Manohara agar ia dapat menuju ke Jakarta dengan selamat.
Setelah mendapat penjelasan mengenai situasi saat itu, saya pun 'merapat' menuju hotel tersebut sekitar 02.45 dini hari. Sesampai dihotel, saya tidak langsung dibolehkan menuju lantai 3 yang lift-nya ternyata diblokir oleh pihak hotel. Setelah saya tunjukkan kartu identitas saya, seorang petugas hotel mengantarkan saya naik dengan lift ke lantai 3. Beberapa orang ada di depan kamar Manohara, termasuk polisi, dari kedubes AS dan beberapa orang lainnya saat saya sampai disana. Kami pun segera berkoordinasi mengenai langkah selanjutnya dalam menangani kasus Manohara. Ada 3 hal yang perlu dilakukan:
1) Penerbitan SPLP, yang tentunya memerlukan foto dan informasi/keterangan diri. Karena keadaan darurat, salah seorang dari kami mengambil foto Manohara dengan menggunakan hand phone, lalu file-nya dibawa ke kantor untuk di-print dan diproses dengan segera, saat itu juga.
2) Pemesanan tiket. Manohara dan ibunya (Daisy Fajariani?) menginginkan terbang ke Jakarta secepatnya, dengan pesawat paling pagi, pada kesempatan pertama. Kami segera menghubungi pihak airport, dan akhirnya didapatkan bahwa pesawat paling pagi adalah Garuda 823 pukul 07.05 dari Singapura (pukul 06.05 WIB).
3) Perlu ada pengawalan oleh salah satu dari kami hingga Manohara dan ibunya sampai di Jakarta. Demikian pula, perlu ada penjemputan oleh pihak Deplu Jakarta, saat tiba di Cengkareng. Duta Besar kami, yang memang sangat intens mengikut perkembangan kasus ini sampai detail, memberikan persetujuan terhadap rencana ini. Kemudian beliau menginstruksikan salah satu dari kami (Fahmi) untuk mengawal ke Jakarta. Pada saat yang bersamaan, saya pun berkoordinasi dengan Deplu mengenai penjemputan di Cengkareng. Semua ini perlu dilakukan mengingat sensitivitas kasus ini di mata publik.
Suasana cukup tegang namun tetap terkendali karena adanya komunikasi yang harmonis baik diantara kami maupun dengan pihak-pihak terkait, yaitu kepolisian Singapura dan Kedubes AS di Singapura. Ketegangan masih kami rasakan saat meninggalkan hotel menuju airpotr sekitar puku 04.30 waktu setempat dan demikian halnyya setelah sampai dan selama berada di airport. Sambil menunggu waktu check-in tiba, kami sempat mencoba untuk 'santai' minum teh dan berbincang-bincang. Baik Manohara maupun ibunya terlihat bahagia, meskipun masih menyisakan ketegangan di wajahnya masing-masing.
Dalam perbincangan dengan kami, Ibunya Manohara bercerita mengenai berbagai upaya yang telah dilakukannya untuk bisa berkumpul kembali dengan anaknya. Antara lain diceritakan bahwa ia pun sempat menelpon salah seorang kenalannya yang sebelumnya pernah bekerja di KBRI Singapura untuk menanyakan kemungkinan KBRI Singapura bisa membantunya untuk 'melarikan' Manohara dari Singapura. Menurutnya, sang kenalan tersebut mengatakan bahwa kemungkinan KBRI Singapura tidak akan bisa memberikan bantuan mengingat saat itu hari libur, biasanya 'tidak ada orang', sehingga baru hari Senin bisa dilayani. Penuturan ibunya Manohara jelas sekali, bahwa pernyataan kemungkinan KBRI Singapura tidak bisa memberikan bantuan adalah berasal dari kenalannya (yang sudah tidak lagi bekerja di KBRI Singapura dan kini berada di Jakarta), dan bukan dari pihak resmi KBRI Singapura. Kenyataannya, saat itu kami berada bersama-sama dengannya sehingga "persepsi" kami tidak memberi bantuan adalah gugur dengan sendirinya.
Ketika saat check-in tiba, kami pun berpisah, saling bersalaman melepas kepergian seorang anak manusia dan ibunya yang tengah menyelesaikan masalah. Bersama mereka ada dua orang wartawan (yang sejak beberapa hari sebelumnya memang sudah berada di Singapura untuk memantau kemungkinan terjadinya kasus ini, saluut..!). Namun, segera setelah mereka masuk lewat pintu airport, kami sempat kembali tegang, karena terlihat dari luar, petugas imigrasi terkesan sedang menanyai Manohara cukup lama. Hal ini wajar karena ia menggunakan SPLP, bukan paspor. Terhadap hal ini, teman dari imigrasi KBRI SIngapura, segera bertindak, menghubungi pihak imigrasi Singapura untuk menyhelesaikan kasusnya, hingga terlihat mereka pun dapat melaluinya dengan lancar.
Setelah melalui petugas imigrasi, mereka pun tersenyum dan kembali melambaikan tangan kepada kami yang berada di luar. Kami balas lambaian tangan mereka hingga mereka pun hilang dari pandangan. Kami semua kemudian menarik nafas lega dan saling bersalaman.
Diantara 'rombongan' kami ada seorang laki setengah baya yang selalu diam dan kelihatan paling tegang. Ia biasa disapa dengan panggilan 'Datuk', yang ternyata masih memiliki hubungan kerabat dengan pihak keluarga suami Manohara. Pak Datuk ini memiliki andil besar dalam 'menyelamatkan' Manohara, karena selama ini ikut membela dan memperjuangkan kebebasan Manohara.
"Alhamdulillaah Datuk, sudah selesai dan mudah-mudahan mereka sampai dengan selamat di Jakarta". Kataku. Ia lalu menatapku sambil tersenyum penuh kepuasan. Bahkan kami pun berangkulan sebagai rasa syukur bahwa 'drama" Manohara telah dapat diselesaikan.
Datuk hanya bicara, "Life is too short..!". Ketika saya bertanya lebih jauh mengenai hal itu, ia pun menjelaskan bahwa hidup kita di dunia ini terlalu pendek sehingga harus kita isi dengan hal-hal yang baik. Saya bereaksi, "Woow.. Datuk, suatu prinsip hidup yang baik sekali.! Semoga Allah memberikan balasannya kepada Datuk." Kataku, yang kemudian dijawabnya dengan "amin…".
Kami pun berpisah sambil tak lupa ia ingatkan agar jangan sungkan-sungkan untuk menghubunginya bila saya kebetulan berkunjung ke Kuala Lumpur. Saya hanya bilang, "Insya Allah.. Datuk".
Dengan penuh kelegaan, sekitar pukul 07.00 pagi, kami semua berpisah menuju tempat parkir masing-masing. Dengan mata yang terasa berat karena belum tidur semalaman, dengan perlahan saya kendarai mobil pulang ke rumah sambil hati bartanya-tanya, "Ada hikmah apa lagi dari semua ini?"
Hanya Allah yang tahu semua yang terjadi pada umatnya. Kadang terlihat nyata, kadang hanya tersamar. Tetapi begitulah dinamika kehidupan saat bertugas di Perwakilan, KBRI Singapura. Wallahualam…!
——————————–
Singapura, 2 Juni 2009
Achmad Djatmiko
——————————–
Notes : Ternyata ada orang KBRI disana, pers kita saja yang kadang mengecilkan orang kita sendiri. Piye to?
Bebasnya Manohara Odelia Pinot Picu Cyber War RI-Malaysia
01/06/2009
Manohara Picu Cyber War RI-Malaysia
Vina Ramitha & Asteria
INILAH.COM, Jakarta – Kepulangan Manohara Pinot ke Tanah Air menjadi buah bibir seantero negeri. Dunia maya pun seakan tersetrum 'demam' Manohara. Namun, siapa sangka, kisah ini kembali memercik perang cyber antara Indonesia dan Malaysia.
Bicara soal Manohara, teringat pada kisah kasih yang berujung kepahitan atau kadang diumpamakan dongeng Cinderella yang tidak berakhir sempurna. Kisah tragis yang terbungkus paras ayu ini berseliweran hampir di seluruh media.
Hampir semua portal di kedua negara pun asyik masyuk membahas penuturan gadis berusia 17 tahun ini. Apalagi kasusnya melibatkan Malaysia, yang sejak dulu seperti musuh dalam selimut dengan Indonesia.
Meski kedua pemerintah rukun dan damai, tidak demikian dengan rakyatnya. Internet pun menjadi media pertempuran mereka. Mulai dari hak cipta budaya milik Indonesia yang sering 'dicuri' Malaysia, pelanggaran batas wilayah yang terjadi di Ambalat, sampai kasus Mano pun menjadi ajang pertempuran.
Di internet, semua pernyataan Mano dibantah blogger Malaysia yang menuangkannya melalui blog toughlane.blogspot.com, Senin (1/6). Sejak kasus ini ramai diberitakan, blog yang mulai aktif sejak April 2009 itu terus menampik pemberitaan miring mengenai suami Mano yang Pangeran Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry.
Mereka bahkan menyertakan bukti berupa foto-foto Mano yang tampak bahagia. Terdapat sejumlah tulisan di blog bertajuk 'Truth Appeared' dan berbahasa Malaysia itu yang menuding Mano memfitnah Fakhry dan Kesultanan Kelantan. Seperti yang tercantum pada postingan terbaru, 'Tuduhan yang Jahat'.
"Kemarin dan hari ini ribut di kaca TV dan media Indonesia tentang pengakuan Manohara menfitnah suaminya. Manohara mengiakan tuduhan Ibunya bahwa Fakhry menyilet-nyilet dadanya, melakukan kekerasan rumahtangga (KDRT), disuntik supaya tenang bahkan hingga muntah darah," demikian penggalannya jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Intinya, situs itu menuding mantan teman dekat Adri Bakrie itu berbohong dengan pengakuannya. Si penulis yang tak menyebutkan identitasnya itu juga mengatakan ibu Mano, Daisy Fajarina, sebagai orang yang suka memfitnah, menipu, serta memanfaatkan kecantikan Mano untuk mencari uang.
Ia bahkan mengancam Mano, jika terbukti memfitnah maka Fakhry tidak akan pernah memaafkannya. "Jika Manohara ketahuan berbohong karena dipaksa oleh Dasiy Fajarina, beliau juga harus dipenjarakan apabila Tengku Temenggong (Fakhry) tidak memaafkan fitnah yang dikatakan oleh Manohara," lanjutnya.
Sebaliknya, publik Indonesia juga ramai mengecam negeri jiran itu. Dalam blog rasasayange-malaysia.blogspot.com, seorang blogger asal Indonesia yang berlokasi di Malaysia menghitamkan bagian mata gambar diri pangeran Kelantan, menggambarkan tokoh Malaysia itu seperti seorang residivis.
Tulisannya pun tidak kalah pedas. Setelah menyebut Malaysia sebagai salah satu negara yang paling terkenal dengan pelanggaran hak asasi manusia, ia membeberkan sikap-sikap Pangeran yang bahkan menurut media negeri Jiran tidak terpuji.
Salah satunya adalah gemar menonton film porno. Ia bahkan tak ragu melekatkan julukan Pedophilia untuk menggambarkan orientasi seks dari sang pangeran.
Terkait perlakuannya terhadap Mano, blogger Indonesia ini menuding sang Pangeran telah merendahkan martabat seorang wanita yang dinikahi, dengan mengambil kehormatannya sebagai wanita secara paksa lewat cara-cara binatang dan tidak berperikemanusiaan.
Bukti lain kekejian Putra Raja Kelantan, lanjutnya, dapat dilihat melalui catatan harian dan rekaman telepon Manohara kepada Ibunya yang menyatakan adanya kekerasan seksual. Kenyataan ini didukung hasil visum et repertum seorang dokter di Jakarta. Manohara juga diisolasi dari para kerabat dan teman setelah nomor telepon selulernya diganti dipaksa.
Kecaman durhaka juga ditujukan terkait hubungan Pangeran dengan orang yang dituakan. Hal ini mengingat sikapnya yang mempersulit dan melarang Ibu mertua untuk bertemu dengan Manohara. Malah menuduh mertuanya menjual Mano untuk melunasi utangnya.
Pendapat lebih moderat dituangkan seorang blogger Indonesia kelahiran Sukoharjo, Jawa Tengah dalam bapakehasna.wordpress.com. Pada tulisan bertajuk 'Nasehat buat Raja Kelantan dan keluarga', ia menyuarakan keprihatinannya atas dasar iba seorang ibu kepada anaknya.
Menurutnya, pihak kesultanan Kelantan berusaha menyanggah pemberitaan media nasional Indonesia dengan menyebarkan foto-foto "bahagia" lewat internet, ketika ada yang mengatakan foto-foto itu dibuat pada awal atau bahkan sebelum pernikahan mereka.
"Jika pihak kesultanan mau menyanggah, kenapa tidak lewat konferensi pers? Raja kok tak bisa…eemmm…. aneh. Bikinlah konferensi pers, tunjukkan kebahagiaan mereka lewat media jika mereka benar-benar bahagia," tegasnya. [E1]
Blogger Malaysia Tuduh Manohara Fitnah Fakhry
detikcom - Senin, Juni 1Drama Manohara Odelia Pinot, mantan model yang mengaku dianiaya suaminya, Pangeran Kesultanan Kelantan memasuki babak baru. Setelah berhasil kabur ke Jakarta, Mano pun membeberkan perlakuan suaminya, Tengku Muhammad Fakhry yang sungguh kejam terhadap dirinya.
Blog yang bertitle 'Truth Appeared' ini aktif merilis foto-foto Manohara yang tampak bahagia. Tulisan, foto hingga video yang di-upload pun seakan ingin membuktikan betapa bahagianya Mano di Malaysia.
Namun sejak Mano pulang ke Jakarta, Minggu 31 Mei kemarin, semua tulisan di blog tersebut seakan terbantahkan. Pengakuan telah disiksa dan diperlakukan tidak manusiawi meluncur dari bibir Mano sendiri, si korban. Model 17 tahun itu mengaku suaminya yang agak psikopat itu memperlakukannya sangat buruk. Tubuh Mano disilet dan disuntik bius hingga muntah darah. Kekejaman itu harus dirasakan Mano nyaris tiap hari. Mano mengaku memiliki bukti atas penganiayaan terhadap dirinya.
Meng-counter pengakuan Mano setelah pulang ke Jakarta itu, Truth Appeared melansir tulisan dengan judul 'Tuduhan Yang Jahat'. Si pengelola blog yang tidak menyebutkan jati dirinya secara lengkap, di profilnya menyebut Mano sama dengan ibunya, Daisy Fajaria, pembohong.
"Kemarin dan hari ini sibut di kaca TV dan Media Indonesia tentang pengakuan Manohara George Mann menfitnah suaminya, Tengku Temenggong seperti Dasiy Fajarina. Manohara George Mann mengiakan tuduhan Ibunya bahawa TT menyilet-nyilet dadanya, melakukan kekerasan rumahtangga (KDRT), disuntik humor (hormon) supaya tenang bahkan sehingga muntah darah," begitu si penulis membantah semua perkataan Mano.
Truth Appeared juga kembali menyatakan hal-hal negatif tentang, Daisy. Ibu Manohara itu disebut sebagai orang yang suka memfitnah dan menipu. Daisy juga dituduh sebagai orang yang memanfaatkan kecantikan Manohara untuk mencari uang.
Penulis blog yang menyebut Daisy sebagai mertuaku itu juga mengutip pernyataan anggota Komisi I DPR Yuddy Chrisnandi. Si penulis mengaku setuju dengan pendapat Yuddy yang menyatakan kasus Mano jangan dibawa terlalu jauh karena kasus tersebut hanya masalah keluarga.
Si penulis pun mengancam jika Mano terbukti memfitnah, Fakhry tidak akan pernah memaafkannya. "Sekira nya Manohara George Mann didapati bercakap bohong kerana dipaksa oleh Dasiy Fajarina beliau juga harus dipenjarakan sekiranya Tengku Temenggong tidak memaafkan suara fitnah yang dicakap oleh Manohara Pinot," lanjutnya.
Senin, 01/06/2009 19:48 WIB
Kelantan Tuding Daisy Fajaria Sekap Mano di Hotel Royal Singapura
Ramdhan Muhaimin, Ken Yunita - detikNews

Foto: Amanda Ferdina/detikcom
Rekan dekat Tengku Muhammad Fakhry, Mohd Soberi Shafii, justru menuding ibunda Mano-lah yang telah menyekap putrinya di kamar 314 hotel mewah tersebut. Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers di Hotel Mandarin, Kuala Lumpur, Senin (1/6/2009).
"Mano dikurung dalam kamar tersebut oleh Bu Daisy sejak pukul 21.00 waktu setempat hingga 03.00 dini hari, Minggu 31 Mei 2009," kata Soberi.
Menurut Soberi, di dalam ruangan itu, Daisy telah menyekoki Mano dengan berbagai hal untuk mengikuti apa perintahnya. "Dia bisa saja menjejali Mano agar mau mengikuti apa kata-katanya. Selama semalam mereka di kamar itu," kata Soberi," saat dihubungi detikcom melalui telepon.
Pernyataan ini tentu sangat berseberangan dengan keterangan yang disampaikan Mano dalam jumpa pers 31 Mei kemarin. Saat bertemu media, Mano justru harus berjuang keras untuk menghindari disekap dan disuntik oleh pihak Kelantan.
Mano mengetahui ibunya, Daisy datang ke Singapura dari seorang kerabat Kelantan yang baik hati. Mengetahui Daisy akan datang, Mano pun melakukan segala upaya untuk bisa meloloskan diri.
Awalnya ia mencoba mengulur waktu agar tidak segera dibawa pulang ke Kelantan dengan mandi berlama-lama. Kamar hotel Mano di lantai 13 Hotel Royal Singapura sampai digedor-gedor.
Tapi upaya Mano tidak banyak berhasil. Ia tetap dipaksa ikut turun. Pas saat akan turun, Kesultanan Kelantan mendapat laporan Daisy sudah berada di lobi hotel. Mano dilarang turun, tapi ia nekat ingin ke lobi. Model yang menikah pada umur 17 tahun itu lantas dipaksa akan dibawa ke ruangan Sultan Kelantan di lantai 3. Di ruangan ini Mano akan dikunci.
Tak hilang akal, Mano kemudian memencet-mencet tombol lift sehinga polisi Singapura pun datang. Polisi pun lantas membawa Mano ke sebuah ruangan dan tak lama Daisy datang.
"Saya langsung memeluk ibu," kata Mano.
Kepada polisi Singapura, Mano meminta agar tidak dibawa kembali ke Malaysia. Setelah bertemu Daisy, Mano pun dibawa ke airport dan kemudian terbang ke Jakarta. Perempuan yang mengaku disilet-silet suaminya itu tiba di tanah air pada Minggu pagi pukul 07.30 WIB.
(ken/gah)
Daisy Tolak Ajakan Bertemu Pihak Kelantan di Singapura
Ramdhan Muhaimin - detikNews

Mohd Soberi Shafii, Foto: Ramdhan Muhaimin/detikcom
Namun pihak Kesultanan Kelantan membantah semua cerita perempuan cantik berdarah Amerika Serikat-Indonesia itu. Berikut kronologi yang disampaikan kubu Kelantan, Mohd Soberi Shafii, dalam jumpa pers di Hotel Mandarin, Kuala Lumpur, Senin (1/6/2009).
Soberi mengaku memiliki hubungan yang sangat dekat dengan suami Manohara, Tengku Muhammad Fakhry maupun Sultan Kelantan. Soberi jugalah yang waktu itu membantu Fakhry membawa pulang Manohara dari Jeddah, Arab Saudi, seusai umroh.
"Tidak ada yang menghalangi Mano pulang ke Jakarta. TT (Tengku Temenggung Fakhry) pun tidak masalah Mano pulang," kata katanya.
Menurut Soberi, sebenarnya pihak Kelantan telah mengetahui bahwa ibunda Mano, Daisy Fajaria di Hotel Royal, Singapura, Minggu 31 Mei. Pihak Kelantan pun berencana mengajak Daisy untuk bertemu 8 mata antara Daisy, Mano, Fakhry, dan istri Sultan.
"Mereka menunggu Bu Daisy, rencananya untuk pertemuan delapan mata antara Bu Daisy, Mano, TT dan istri sultan. Kami minta supaya Bu Daisy dibawa ke lantai 3 dan akan diterima dengan baik. Tapi Bu Daisy refuse (menolak)," kata Soberi. (ken/iy)
Drama Manohara
Kubu Kelantan: Fakhry Siap Dipenjara dan Ceraikan Mano
Ken Yunita - detikNews
"Fakhry minta bukti. Kalau cuma cakap saja nggak ada bukti, bagaimana?" kata Mohd Soberi Shafii, rekan dekat Tengku M Fakhry saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/6/2009).
Soberi mengaku memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Fakhry maupun Sultan Kelantan. Soberi jugalah yang waktu itu membantu Fakhry membawa pulang Manohara dari Jeddah, Arab Saudi seusai umroh.
Menurut Soberi, Fakhry tidak percaya Mano bisa mengatakan fitnah yang keji seperti itu. Namun putra keempat Sultan Kelantan itu tidak heran jika Mano bisa berbuat jahat karena berada di sisi ibundanya, Daisy Fajaria.
"Mano itu hanya mengiyakan apa yang dituduhkan ibunya. Dia dipengaruhi oleh ibunya," kata Soberi.
Tapi Mano mengklaim memiliki bukti-bukti dan minta bercerai. Apa tanggapan Fakhry? "Kalau memang Fakhry terbukti bersalah, dia siap dipenjara, tapi begitu juga Mano, kalau dia berbohong, dia juga harus siap dipenjara," tandas Soberi.
"Soal cerai, ya minta saja dulu, kita siap rundingkan," lanjutnya. Ngobrolin model cantik Manohara Odelia Pinot? Gabung di sini. (ken/iy)
Senin, 01/06/2009 16:16 WIB
Kubu Kelantan: Manohara Tak Kabur Tapi Dilepas
Ken Yunita - detikNews
"Tidak kabur, karena dari awal kalau dia memang ingin pulang pasti kita kasih," kata Mohd Soberi Shafii, rekan dekat putra Sultan Kelantan Pangeran Tengku M Fakhry saat berbincang dengan detikcom, Senin (1/6/2009).
Soberi mengaku memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Fakhry maupun Sultan Kelantan. Soberi jugalah yang waktu itu membantu Fakhry membawa pulang Manohara dari Jeddah, Arab Saudi seusai umroh.
Soberi mengatakan, sewaktu di Kelantan, Fakhry memang sempat tidak memberi izin kepada Mano untuk berkomunikasi ataupun pulang ke Jakarta. Alasannya, Daisy Fajaria, ibunda Mano, dapat memberikan pengaruh buruk kepada Mano.
"Kita tidak mau kalau nanti Mano dipengaruhi yang tidak baik. Dan ternyata terbukti kan, begitu ketemu ibunya, Mano langsung memfitnah suaminya, TT (panggilan untuk Fakhry)," kata Soberi. Ngobrolin model cantik Manohara Odelia Pinot? Gabung di sini. (ken/iy)
--------------------------------------------------------
Notes : Apa Komentar Saudara melihat berita diatas yang saling serang?
Kronologis Hilangnya Manohara Odelia Pinot
| Kronologis Hilangnya Manohara | Apr 29, '09 7:16 AM for everyone |
Kronologis Hilangnya Manohara
Manohara Odelia Pinot, adalah model blasteran Indonesia Perancis yang harus mengalami tragedi pahit dalam hidupnya. Di usia yang masih sangat muda, 16 tahun, ia menikah dengan seorang pangeran asal Malaysia Barat, Tengku Muhammad Fakhry Petra. Diduga Manohara mengalami penyekapan dan penyiksaan dari sang suami. Berikut ini adalah kronologis drama penculikan model yang pernah masuk dalam jajaran 100 Pesona Indonesia oleh Majalah Harper's Bazaar:
| Desember 2006 |
| Manohara dan Tengku Muhammad Fakhry pertama kali bertemu pada acara makan malam yang diadakan oleh Datuk Najib, Wakil Perdana Menteri Malaysia. Kabarnya, lewat acara ini, Tengku Fakhry jatuh cinta pada Manohara dan langsung meminta ijin ibu dari Manohara, Daisy untuk mendekati putrinya. Meski baru berusia 15 tahun, namun melihat kesopanan Tengku Fakry dan latar belakang keluarganya, akhirnya sang ibunda memberikan ijin keduanya untuk berpacaran. |
| Oktober 2007 |
| Manohara dan keluarga diundang oleh Tengku Fakhry ke pulau Komodo. |
| Desember 2007 |
| Manohara beserta keluarga mengikuti acara perayaan tahun baru bersama Tengku Fakhry. Pada acara ini, Manohara kehilangan keperawanannya karena dipaksa oleh Tengku Fakhry. Kala itu, Tengku Fakhry bersedia bertanggung jawab atas perbuatannya. |
| 17 Agustus 2008 |
| Manohara beserta keluarga diundang ke Malaysia menemui keluarga Tengku Fakhry, guna membicarakan masalah pernikahan. |
| 26 Agustus 2008 |
| Tengku Fakhry akhirnya menikahi Manohara yang saat itu masih berusia 16 tahun. Pernikahan yang diadakan di Malaysia ini sempat terganjal akibat usia Manohara yang masih di bawah umur dan tidak ada wali serta surat dari KBRI setempat. Namun, pada akhirnya pernikahan inipun tetap terlaksana. |
| 29 Agustus 2009 |
| Selang beberapa hari setelah pernikahannya, Manohara dan Tengku Fakhry dengan diikuti saudara tiri Manohara, Dewi Asih dan beberapa orang dari Malaysia berangkat ke Thailand untuk bulan madu. Mereka berada di Thailand selama 3 hari. |
| November 2008 |
| Pihak keluarga kerajaan mengadakan syukuran pernikahan dengan tamu lebih dari 1000 tamu undangan. |
| Akhir 2008 |
| Manohara kabur lewat Singapura ke Jakarta dari tempat kediamannya di Malaysia. Menuruut penuturan Manohara kepada ibunya, Daisy, ia mengalami perlakukan tak menyenangkan dari suaminya serta tidak tahan dengan sikap kasar Tengk Fakhry kepadanya, akhirnya Manohara memilih kabur. Selama kabur, Manohara tinggal di rumah kontrakan keluarganya di daerah Jakarta Selatan. |
| 25 Februari 2009 |
| Ketika Manohara berulang tahun, Tengku Fakhry memberikan sebuah mobil sebagai kado bagi model yang juga pernah menjalin hubungan dengan Ardie Bakrie ini. Hadiah ini sebagai salah satu usaha Tengku Fakhry untuk membujuk Manohara kembali pulang bersamanya ke Malaysia. Karena belum berhasil membujuk Manohara, Tengku Fakhry mengajak Manohara bersama ibunya dan Dewi untuk berangkat umroh. Melihat itikad baik sang menantu, Daisy pun luluh. Bersama Manohara dan Dewi ia pun menerima ajakan Tengku Fakhry untuk ibadah umroh bersama. |
| 9 Maret 2009 |
| Ketika kegiatan umroh berakhir dan tiba saatnya untuk kembali ke tanah air, di sinilah awal mula hilangnya Manohara. Manohara berada satu mobil dengan sang suami, Tengku Fakhry, sedang Daisy dan Dewi berada di mobil yang terpisah. Ketika berada di bandara, ternyata pesawat yang membawa Manohara dan Tengku Fakhry telah tinggal landas terlebih dahulu dan meninggalkan ibunya dan Dewi di Jeddah. Berikut adalah keterangan pesawat yang membawa Manohara: Pesawat: Chalenger 300Owner/Operator: Berjaya Air Aircraft: reg 9MTAN Pilot: Captain Zakaria Salleh Passport: A17818924 Milik: Malaysian Nationality Masih di hari yang sama, sekitar pukul 11.30 waktu Jeddah, sang ibu, Daisy berhasil melakukan hubungan telepon dengan Manohara. Di telepon tersebut Daisy mendengar sang putri meminta tolong, "Mama tolong.... Mano takut, tangan Mano sakit sekali, mereka memukul Mano untuk tidak teriak, karena Mano panik dan Mano mau dengan Mama." Saat berada di Kelantan, Manohara sempat menelpon Daisy, terdengar Manohara berteriak meminta tolong tapi kemudian telepon terputus. |
| 17-18 Maret 2009 |
| Nenek Manohara dan Dewi pergi ke kedutaan Indonesia guna meminta bantuan. |
| 19 Maret 2009 |
| Daisy yang sudah rindu kepada putrinya dan ingin tahu keadaan Manohara berangkat ke Malaysia. Namun sesampainya di bandara, ternyata Daisy dicekal dan tidak boleh masuk ke dalam wilayah Malaysia dengan alasan yang tidak jelas. |
| 20 Maret 2009 |
| Dewi dengan ditemeni sang nenek pergi ke KBRI guna mendapatkan penjelasan. |
| 23 Maret 2009 |
| Daisy kembali ke Departemen Luar Negeri guna mengajukan permohonan tertulis pada Kerajaan Kelantan. Namun hingga kasus ini mencuat ke media, belum ada jawaban apapun dari Kerajaan Kelantan. |
Limbuk Manuhara - Manohara Odelia Pinot
| Limbuk Manuhara | Apr 26, '09 6:19 AM |
''Maya, ini tak bisa didiamkan,'' ujar Narada via ponsel. Tanggap, Manikmaya segera menuju garasi. Si driver yang agak liyep-liyep di-jendul-nya. ''Asyik, bos... Mau triping lagi ya?'' kata si driver sedikit slebor. Mobil berjalan ajrut-ajrutan ke pondok Narada. Dalam pertemuan singkat, Narada diminta menemui Cangik.
Eh, saat ditemui, Cangik kipat-kipat. Tangan Narada yang coba menghentikan tapanya segera ditepis. ''Jangan harap gue mo brenti kalau dewa kagak kasih gua keturunan yang kinyis-kinyis sempurna,'' teriak Cangik berkali-kali.
Naradasejenak merenung, mencoba menembus prediksi ke depan. Akhirnya, diasebagai wakil dewata membubuhkan ACC. Seketika itu juga, Cangikberhenti menari. Dia limbung dan pingsan. Lhadalah, ujug-ujug dia jatuh dan ditangkap Parto Gecul, suami tersayang. Yahuuuu, malam ini lembur, dah, batin Parto Gecul.
Singkat kata, Cangik udah hamilbulan ke sembilan. Juru kamera Ngamarta TV, pemadam kebakaran, aparatkeamanan, dukun bayi, pawang hujan, hingga pembawa kotak-kotaksumbangan dan penjual kacang rebut menyemut di sekitar kediaman Cangik.Seluruh jagat was-was menanti bayi Cangik yang keelokannya sudahdijanjikan para dewa.
Tengah malam, berbarengan dengan rembulan yang lingsir, mak broll,bayi Cangik lahir. Tak lama, dalam acara Ngamarta Breaking News, wajahLimbuk Manuhara, bayi itu, langsung menghiasi kotak kaca seanterojagat. Dan betul, hari demi hari, aura kecantikan Limbuk Manuhara kianbulat utuh. Rambutnya bergelombang, kulit mulus, bibir tipis dihiasirambut halus. Nada bicaranya yang mendayu-dayu selalu membuat pria nggayer-nggayer.Bukan hanya fisik, Limbuk Manuhara pun menjadi langganan pemenang ajangputri-putrian. Di sekolah, dia selalu juara kelas. Kesempurnaan itujuga yang membuat Bagong, teman sekelasnya, naksir berat.
Suatu siang, saat Bagong sedang ngisis, dia bayangkan sing ora-ora. Lamun tresna kula, it is a big mistake...Abaikan dan buang di tepian jalan. Agak ndredeg, Bagong tekan tombol send. Ya, begitulah Bagong. Keberaniannya terbatas pada SMS. Bukan harta, bukan wajah, tapi keteguhan hati, modalnya. Begitu SMS Bagong berikutnya.
Tiba-tiba, Bagong merasa ada getaran di dekat pusat celananya. Drett-drett, oalah, handphone-nya. Pada layar yang berkedip-kedip ada nama Limbuk Manuhara. Bagong semringah. ''Sapa neeh?? Oalah, Bagong, ta? Wis, ra sah macem-macem!! Limbuk sudah dijodohkan sama Prince Warrior,'' kata suara di seberang sana. Blaik!! Ternyata Cangik! Bagong gemeter. Ternyata, ponsel Limbuk tertinggal di ruang tamu dan dipegang Mamah Cangik.
***
One day, sebuah bus pariwisata memasuki kampung yang dijadikan percontohan internasional. Limbuk Manuhara termasuk salah satu lady escort-nya.Kecantikannya memanah hati Pangeran Kuda Lanang. Sinyal-sinyal ituditangkap Limbuk. Tanpa pikir panjang, Limbuh yang baru melepaskan masaABG itu langsung hooh. Disaksikan warga, perkawinan dihelat. Mempelai putri pun diboyong ke ranah Kuda Lanang.
Di tanah yang baru, lenggak-lenggok di catwalksemakin menjadi-jadi. Bahkan Limbuk Manuhara menjadi top model. Lalumalam itu, saat ada di peraduan sendiri, Sang Pangeran menontontelevisi. Ndilalah, ada gosip syur tentang Limbuk Manuhara. Sang Pangeran emosi sak dada. Baru saja Limbuk masuk kamar, plakk!!, tamparan tepat mendarat di pipi halusnya.
''Diamput!! Diomongi ngeyel!Di mana martabatmu? Peraturan di sini lain. Ketat. Tinggalkan semuanyasekarang,'' teriak Sang Pangeran. Dengan cepat, diiringi sesenggukanyang tiada habis, Limbuk packing dan go home.
Sehari, seminggu, Sang Pangeran mulai kesepian. ''Teklek kecemplung kalen, Bos. Daripada kedinginan,'' seloroh jubir kerajaan. Gayung bersambut. Welcome partypun diadakan di istana Kuda Lanang. Sebagai seorang yang biasaberaktivitas, Limbuk Manuhara sekarang seperti burung dalam sangkaremas. Hanya jendela internet tempat dia mengekspresikan diri.
Seperti waktu itu, saat Limbuk online facebook, Bagong juga online.Sesekali, dia menyunggingkan senyum membaca celoteh Bagong.Balas-balasan kalimat jenaka terjadi di antara dua insan itu melaluijendela monitor komputer. Jari-jari Limbuk kian lincah menari pada keyboard. Eh, di belakangnya berdiri Sang Pangeran yang membaca semua yang sudah dia tulis. Tangan kokoh Pangeran merebut laptop itu. Brakk,barang itu hancur berbarengan dengan pecahnya hati Limbuk. Tak berhentisampai di situ, Sang Pangeran tega menyayat-nyayat tubuh LimbukManuhara dengan pisau dapur. Air mata Limbuk menetes pedih. Danlagi-lagi, adegan go home jadi pemungkas.
Memang love is blind alias cinta itu buta (dudu Buta Cakil, lho),Sang Pangeran balik menjemput. Kali ini lengkap dengan janji hitam diatas putih bahwa Limbuk tak bakal lagi disakiti. Setengah dipaksaCangik, dengan berat hati, Limbuk Manuhara menerima. Perasaannya kiandepresi, tertekan. Kecantikannya mulai luntur digerus waktu. Sementara,Sang Pangeran kian awet muda. Dia punya banyak girlfriend di mana-mana.
Kabar itu juga yang akhirnya sampai di telinga Limbuk Manuhara. Diam-diam dan tanpa air mata, Limbuk nylintispergi tanpa pamit, pulang. Dalam pesawat, matanya tertarik pada sebuahmajalah yang menceritakan perjalanan model Miss Manohara yang tersiksaaturan yang ketat. Dia langsung SMS Pangeran, minta untuk break dulu sampai tumbuh kedewasaan dan kemandirian di antara mereka.
Cinta itu ora keliru...Ia menjadi keliru ketika cinta berubah menjadi nafsu ingin menguasai yang mutlak. (*)
Oleh: Ki Slamet Gundono

