Tampilkan postingan dengan label demokrat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label demokrat. Tampilkan semua postingan
Pengakuan Fatirudin Anak Nazaruddin dan himbauan utk SBY, Video Rekayasa
Jangan gunakan bocah untuk menyampaikan sesuatu yang masih abu-abu dikacamata hukum. Apalagi penuh editing macam film diatas. Oke :)
Nazaruddin Resmi Jadi Buronan Interpol

Jakarta, Pelita - MABES Polri terus memburu M Nazaruddin seperti diperintahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menangkap dan membawa pulang mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) ke Tanah Air. Tim khusus Polri bekerja ekstra untuk mencari Nazaruddin yang dikabarkan sudah kabur dari Singapura.
Kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga terus dilakukan Polri. Hal itu dikatakan Kapolri Jenderal Timur Pradopo ketika berkunjung ke Gedung KPK Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/7).
Salah satu tindakan yang dilakukan dengan mengirimkan red notice. "Polri sudah mengirimkan red notice," ujar Timur Pradopo.
Sejauh ini, lanjut Kapolri, pihaknya belum mendapat informasi mengenai posisi Nazaruddin yang dikabarkan sudah angkat kaki dari Singapura. Masyarakat diminta untuk bersabar dan memberi kesempatan kepada Polri bekerja untuk memburu dan menangkap Nazaruddin tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet Palembang.
Informasi yang berkembang menyebutkan, Nazaruddin kabur dari Singapura dengan tujuan Pakistan. Dia dikatakan memiliki tiga paspor sehingga dengan mudah berpindah-pindah dari satu negara ke negara lain.
Baik Mabes Polri maupun KPK terus berkoordinasi untuk mencari jejak politisi Partai Demokrat itu. Nazaruddin yang terbang ke Singapura satu hari sebelum dirinya dicekal, kini resmi dinyatakan sebagai buronan Interpol.
Kini dua foto Nazaruddin memakai baju safari coklat muda dipajang di situs www.interpol.int. Satu foto tampak dari bagian depan dan satu foto lainnya tampak dari samping.
Dalam situs Interpol ditulis, pria yang memiliki tinggi badan 180 cm diduga terlibat kasus korupsi. Nazaruddin yang lahir 26 Agustus 1978 diburu oleh KPK. Selain tinggi badan, ciri-ciri Nazaruddin lainnya seperti warna mata hitam dan berat badan 75 kg juga ditulis dalam situs tersebut.
Dengan kaburnya Nazaruddin dari Singapura, maka Partai Demokrat harus bertanggung jawab, karena selama ini tetap terkoneksi dengan Nazaruddin. “Harus bertanggung jawab. Semestinya Partai Demokrat berada paling depan untuk membawa Nazaruddin pulang ke Indonesia," kata aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan.
Menurut dia, beban untuk dapat membawa pulang Nazaruddin jangan hanya berada dipundak KPK dan Mabes Polri saja. "Teman-teman di Demokrat selama ini selalu berhubungan dengan Nazaruddin. Masak mereka tidak tahu di mana Nazaruddin. Ini jelas mengherankan mengapa mereka kecolongan," ujarnya.
Sementara itu, sepak terjang Nazaruddin dalam mencari dana sejak duduk sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat dikenal gesit.
Bahkan dia sering ‘menjual' nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memenuhi ambisinya. "Kami temukan Nazaruddin sering menjual nama partai, SBY dan Anas," kata Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika di Gedung DPR, Senayan, Rabu (6/7).
Menurut dia, belakangan banyak orang yang melapor dan mengaku ditekan Nazaruddin. Bahkan, Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum pun kerap kaget melihat tingkah Nazaruddin.
Melihat ulah Nazaruddin yang terus melemparkan tudingan, para ekit Partai Demokrat berharap Polri bisa secepatnya menangkap Nazaruddin dan memprosesnya secara hukum.

Kata Wasekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan, pihaknya selalu berdoa agar Nazaruddin segera bisa ditangkap. “Siang malam kita berdoa, bisa Nazaruddin cepat ditangkap,” ujar Ramadhan.
Menurut dia, “nyanyian” Nazaruddin terlalu menyakiti internal Partai Demokrat dan meruntuhkan citra sebagai partai yang pro pemberantasan korupsi. “Terus terang kami gerah dengan tudingan itu,” tegasnya. (cr-7)
Nazaruddin : Anas Perintahkan Saya Sembunyi di Singapura

Jakarta, PelitaOnline-- MUHAMMAD Nazaruddin mengakui bahwa kepergiannya ke Singapura adalah atas perintah Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Anas, menurut Nazaruddin, memintanya pergi untuk beristirahat dari tuduhan yang dialamatkan padanya dalam kasus suap sesmenpora.
“Mas Anas berjanji pada saya untuk membereskan urusan ini dengan KPK. Saya pun diminta pergi ke Singapura untuk beristirahat. Saya diminta untuk menghilang dulu selama tiga tahun ke Singapura,” ujar Nazaruddin dalam BBM kepada wartawan, Kamis (7/7).
Namun menurut Nazaruddin, Anas tidak menepati janjinya untuk membereskan persoalan ini dan justru dirinya sendiri yang jadi pesakitan.
Akibatnya, Nazaruddin kemudian membuka berbagai hal ketidakberesan yang melibatkan Anas.
"Ternyata kepergian saya ke Singapura semuanya skenario untuk membuat namanya bersih. Bola panasnya dia lemparkan pada saya. Makanya saya buka sekalian semuanya,” tambahnya.
Dia mengaku, informasi ini harus dibuka karena masyarakat ingin mengetahui alasan mengapa dirinya melarikan diri ke Singapura.
“Ini tentunya menjadi pertanyaan semua orang kenapa akhirnya saya membuka diri dan kenapa Anas meninggalkan saya,” tandasnya. (Dian)
Nazaruddin : Anas Kendalikan Uang Saya

Jakarta, PelitaOnline – MUHAMMAD Nazaruddin membantah bahwa dirinya kerap menjual nama Partai Demokrat, Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono maupun Ketua Umum PD Anas Urbaningrum.
Sebaliknya, Nazaruddin justru mengungkapkan bahwa yang mengontrol semua ini adalah Anas Urbaningrum.
“Tidak benar kalau saya dikatakan sering menjual nama Anas. Justru sebaliknya Anas lah yang mengkontrol semuanya. Semua uang di grup saya, Anas yang kontrol. Saya hanya pelaksana," ujar Nazaruddin dalam BBM nya kepada wartawan, Kamis (7/7).
Nazaruddin kembali menantang untuk menguak mengenai siapa saja orang-orang yang pernah menerima uang atas perintas Anas Urbaningrum.
Dia meminta kepada kader-kader PD seperti Ramadhan Pohan dan juga I Gde Pasek Suardika untuk tidak memberikan penjelasan apapun jika tidak tahu apa-apa mengenai hal ini.
“Saya akan buka semua, mengenai siapa saja yang pernah menerima uang atas perintah Anas. Tolong, sampaikan juga ke Pasek dan Ramadhan Pohan kalau tidak tahu cerita dan tidak tahu apa-apa untuk tidak bicara. Yang saya bicarakan ini benar semua,” jelasnya.
Nazaruddin malah menuding Pasek, yang kebetulan menjabat sebagai Ketua DPP Bidang Pemuda dan Olahraga di Partai Demokrat, kerap menerima uang dari anggota Komisi X.
Nazaruddin juga menyeret Angelina Sondakh sebagai salah satu operator dalam korupsi di Kemenpora.
“Saya tahu Pasek itu sering di kasih uang sama Angelina dan anggaran pendidikan oleh Angelina. Semakin mereka bohong maka semakin saya akan membuka semua tentang permainan anggaran untuk Anas dan teman-teman Demokrat,” ancam dia.
Sebelumnya, I Gde Pasek Suardika mengatakan Nazaruddin terbukti kerap menjual SBY, Anas Urbaningrum, dan PD dengan jabatan yang disandangnya sebelumnya. Hal ini diketahui setelah beberapa orang yang pernah diperdaya Nazaruddin melaporkan hal ini setelah kasus dirinya mencuat belakangan ini. (Dian)
Gara-gara Nyasarudin CS - Demokrat Bakal Jeblog
"Aku lari dari kenyataan karena aku sudah ketahuan Ku tak mau dikambinghitamkan karena semua ikut merasakan Aku kabur ke luar negeri menghidari panggilan polisi Aku takut akan diadili karena aku pelaku korupsi Kujalankan semua arahan kuturuti perintah atasan Ambil uang jatah uang dalam yang jumlahnya sampai miliaran Sekarang ku jadi buruan, berita tv dan berita koran Semua pada menyudutkan diriku dijadikan korban Sampai kapan diriku sembunyi kuinginkan adanya solusi Biar tahu aku tak sendiri yang nikmati hasil korupsi."
Langganan:
Postingan (Atom)

