Tampilkan postingan dengan label anand krishna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anand krishna. Tampilkan semua postingan

Polisi Akui Sulit Ungkap Kasus Anand Khrisna

VIVAnews - Polisi mengakui kesulitan membuktikan dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan tokoh spiritual Anand Krishna. Polisi saat ini baru memiliki satu alat bukti untuk mengungkap kasus tersebut.
"Ini tidak mudah, karena kejadiannya sudah berlalu dan korban sudah sadar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Boy Rafli Amar, di Polda Metro Jaya, Kamis 25 Februari 2010.
Menurut Boy, barang bukti yang diserahkan korban Tara Pradipta Laksmi (19) seperti gelang, kalung, dan patung dari Anand tidak berkorelasi dengan pasal yang disangkakan. Sejauh ini, lanjut Boy, polisi belum memiliki bukti baru lagi.
"Ini merupakan suatu yang absurd dan tentu sulit dilihat dengan kasat mata," ujarnya.
Boy mengakui, saat ini Polda sudah memeriksa enam saksi. "Tapi itu baru satu alat bukti," ujarnya.
Sebelumnya, dua orang bernama Tara Pradipta Laksmi dan Sumidah melaporkan Anand Krishna ke Komisi Nasional Perempuan dan ke Polda Metro Jaya, pada Senin 15 Februari 2010. Anand Krishna dilaporkan dalam kasus dugaan pelecehan seksual.
Dalam laporannya, Tara membawa sejumlah bukti. Selain foto saat Anand memeluk dirinya, Tara juga menyerahkan bukti tertulis berupa print out surat elektronik (email) yang dikirimkan Anand.
Email tersebut berisi kata-kata seperti "I love you" yang disampaikan berulang kali. Selain itu, Tara mengaku Anand sering merayu dirinya melalui pesan di Facebook, seperti mengirim tulisan 'I love you.
Sementara, Sum mengaku mendapatkan pelecehan seksual saat memijat sang guru. Namun, dalil kedua pelapor dibantah pihak Anand Krishna. Anand mengatakan kasus ini adalah salah paham atau ada orang tidak merasa senang.

Tiga Korban Baru Laporkan Anand Krishna

VIVAnews - Setelah Tara Pradipta Laksmi (19) dan Sumidah, tokoh spiritual Anand Krishna kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Kali ini dia dilaporkan oleh tiga perempuan, kasusnya masih sama, dugaan pelecehan seksual.
"Mereka berinisial AA, DS, FA, berumur 30-40 tahun, dan berdomilisi di Jakarta," kata kuasa hukum pelapor, Agung Mattauch di Polda Metro Jaya, Kamis 25 Februari 2010.
Ditambahkan dia, ketiganya melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan 'Sang Guru'.
"Tempat [dugaan pelecehan] di lingkungan Anand Ashram. Mereka murid-murid senior Anand Krishna," jelas Agung.
Dijelaskan dia dugaan pelecehan dilakukan sekitar 2008-2009. "Bentuknya seperti dipegang, dipeluk, mereka baru sadar dan masih syok," kata dia.
Mengapa korban baru melapor saat ini? "Mereka trauma. Sempat tak mau keluar, malu. Mereka baru melapor setelah dibuka posko," ujar Agung.
Rencananya, pukul 13.00 WIB siang ini, ketiga korban  akan melakukan konferensi pers di posko korban peduli Anand Krishna di Apartemen Taman Rasuna, Tower Dua, Kuningan, Jakarta Selatan.
Sebelumnya Anand Krishna membantah dugaan pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya. "Itu tidak benar," kata dia dalam peluncuran buku Youth Challenges and Empowerment' di wantilan DPRD Bali, Kamis, 25 Februari 2010.
Anand dalam acara itu sempat menyanjung moderator, Santi Sastra.
"Saya didampingi moderator yang sangat cantik. Boleh nggak saya bilang cantik ke kamu, nanti dibilang pelecehan lagi," katanya sambil tertawa dan mendapat tepukan keras dari ratusan peserta yang hadir.
"Lalu kalau saya bilang 'I love you Angel', apa saya juga dikatakan melakukan pelecehan," lanjut Anand.

Anand Diduga Melecehkan Agama

VIVAnews - Pengacara korban dugaan pelecehan seksual Anand Krishna, Agung Mattauch mengatakan bukti yang disampaikan pihaknya sudah cukup kuat untuk memanggi Anand Krishna.
"Ada saksi-saksi, ada keterangan ahli dan bukti-bukti lainnya. Ditambah ada tiga orang lagi yang melapor," kata Agung di Polda Metro Jaya, Kamis 25 Februari 2010.
Ditambahkan Agung, pihaknya juga punya buki baru yakni rekaman video dan buku berjudul 'Penggal Kepalamu dan Persembahkan pada Sang Murshid' karya Maya Safira Muchtar.
"Dari buku itu, murid yang baik harus rela menyerahkan diri pada gurunya. Bukti-bukti itu sudah kita serahkan pada polisi," tambah Agung.
Sementara, bukti video diduga berisi indoktrinasi di hadapan sekitar 20 orang, termasuk anak-anak di bawah umur. Video itu mengajarkan murid harus menuruti keinginan guru.
Selain dugaan pelecehan seksual, Agung mengatakan Anand Krishna diduga melecehkan agama dengan ajaran sinkretisme-nya.
"Korbannya, seorang guru di Bali berinisial TS (26). Dia tak lagi menjalankan ajaran agamanya. Sudah tidak lagi menjadi pemeluk Hindu," kata dia.
"Dikatakan Anand Krishna adalah dewa sesungguhnya," kata dia.
Sementara, salah satu murid Anand, Ibu Yogo juga menddatangi Polda. Dia hanya ingin memberi dukungan pada Tara dan pelapor lainnya.
"Saya murid paling pertamanya yang keluar. Saya keluar karena diejek, sudah lima tahun ikut Anand tapi masih menjalankan salat," kata dia.
Menurutnya, yang paling tahu keadaan sebenarnya adalah orang-orang yang pernah ngikutin ajarannya.
Sebelumnya, Anand membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya, termasuk soal dugaan pelecehan seksual.
"Itu tidak benar," kata dia dalam peluncuran buku Youth Challenges and Empowerment' di wantilan DPRD Bali, Kamis, 25 Februari 2010.
Anand dalam acara itu sempat menyanjung moderator, Santi Sastra.
"Saya didampingi moderator yang sangat cantik. Boleh nggak saya bilang cantik ke kamu, nanti dibilang pelecehan lagi," katanya sambil tertawa dan mendapat tepukan keras dari ratusan peserta yang hadir.
"Lalu kalau saya bilang 'I Love You Angel', apa saya juga dikatakan melakukan pelecehan," lanjut Anand.