Neo Liberalism, Neo Kapitalism, the Bilderberg, New World Order, Goldman Sacks, JP Morgan,
World Financial Power & Wall Street : (English) http://youtu.be/NEqPWrrIicY
Sementara ini saya tertarik dengan Jokowi saja.
-
-
cahPamulang
JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam pertemuan yang digelar oleh Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, ada momen menarik saat keduanya harus bertukar cindera mata. Pemerintah Provinsi DKI yang dihadiri langsung oleh Jokowi memberikan Atut plakat miniatur Monas. Sementara itu, Ratu Atut memberikan kain bahan bercorak batik."Itu yang saya kasih batik khas Banten. Jangan salah loh, bukan cuma Solo, Banten juga punya batik," kata Ratu Atut, di Kantor Gubernur Banten, Rabu (7/11/2012). http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/08/09472266/Ratu.Atut.Bukan.Cuma.Solo.Banten.Juga.Punya.Batik
SERANG, KOMPAS.com- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengunjungi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah di Pendopo Gubernur Banten, Serang, Rabu (7/11/2012).Dalam kunjungan itu kedua pimpinan daerah itu bersepakat untuk mengkonkretkan kerja sama yang selama ini sudah tertuang dalam wadah Badan Kerja sama Oembangunan (BKSP) Jabodetabekpunjur.Kunjungan Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi ke Banten tidak sia-sia. Dia mendapat bingkisan berupa kain batik khas Banten dari Atut. http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/07/20092071/Jokowi.Senang.Dapat.Batik.dari.Gubernur.Banten#
"Tidak usah cari perhatian, yang penting beri motivasi para siswa. `Ojo` narsis lah," kata Wali Kota Semarang, Jawa Tengah, Soemarmo saat ditanya apakah dirinya akan menggunakan mobil produksi pelajar SMKN Surakarta itu, di Semarang, Kamis.Benarkah Joko Wi cari perhatian belaka? Atau Soemarmo yang gak bisa cari perhatian dan merasa keduluan dibanding Joko Wi?
Bibit juga menyatakan belum akan menggunakan mobil Esemka untuk kendaraan dinas. Alasannya, kendaraan yang belum lulus uji kelayakan dan keselamatan tidak boleh digunakan di jalan raya. Rasa bangga, kata dia, tidak harus ditunjukkan dengan menggunakan mobil itu di jalan raya. "Rasa bangga itu harus terukur," kata Bibit.
Dia mengaku heran dengan keputusan Wali Kota Surakarta Joko Widodo yang berniat menggunakan mobil itu sebagai kendaraan dinas. "Kok, sudah dipasangi pelat nomor. Itu kan sembrono," kata Bibit. Apalagi kendaraan dinas memiliki jam terbang tinggi sehingga harus dipastikan keamanannya.
"Itu (mengunakan mobil Esemka) hanya bagus untuk tag line untuk pencalonan presiden atau gubernur itu bagus," kata Soekarwo sambil terkekeh. Menurut dia, jika ingin membangun perekonomian daerah dengan cepat, kepala daerah harus fokus pada pengetatan produk impor.