Tampilkan postingan dengan label twitter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label twitter. Tampilkan semua postingan

Berita Tentang Sweeping Mie Instan dianggap HOAX?

Okelah kalau itu memang benar Hoax adanya, tapi bagi saya yang mengusik justru pernyataan melalui Twitter dari Blogger Senior Ndoro Kakung, yang bunyinya bisa disimak di screenshot berikut . (mungkin kaitannya dengan berita tentang Sweeping Mie Instan di Taiwan)


"hoax dari blog yang kredibilitas penulisnya diragukan hanya menambah popularitas merek mi instan itu kan ya? "

Saya terusik dengan pernyataan "BLOG YANG KREDIBILITAS PENULISNYA DIRAGUKAN" bukan mengenai isi dari berita Mie tersebut.

Sebenarnya apa sih kriteria PENULIS BLOG YANG KREDIBLE?
Apakah harus pinter nulis, sering kumpul-kumpul sama blogger lain, atau blognya ber-hit ribuan per day, atau harus ikut kursus jadi "Kuli Tinta" dulu sehingga dianggap kredible?

Apa ada aturan baku mengenai hal itu, dan apakah harus para peselancar mengikuti aturan "baku" tersebut.

I don't think so,...

Buat saya, blog apapun isinya, berapapun followernya tetaplah harus dihargai sebagai sebuah media informasi, kalau toh isinya ternyata HOAX kan bisa saja diberi komentar yang lebih halus, bukan malah mempermasalahkan kredibilitas si penulis..

So?... Pikiren dewe yaa,...

Digg kini bisa diakses lewat akun Facebook dan Twitter


Ya, Facebook dan Twitter sudah menjadi bagian dari alam maya, tak mungkin tak dipakai. Mau tak mau, manusia sekarang seyogyanya punya akun Facebook dan Twitter.

Wah, Mesin Pencari Twitter Saingi Google

Republika Online


Wah, Mesin Pencari Twitter Saingi Google


REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Laman mikroblogging Twitter sukses besar. Selain menghadirkan miliaran pesan per hari, laman yang didirikan oleh Biz Stone itu juga berhasil melayani 24 miliar pencarian per bulan. Angka itu cukup fantastis mengingat Twitter bukan didesain sebagai mesin pencari semacam Google.

Capaian itu bahkan mempecundangi saingan Google seperti Bing yang hanya mampu mencatat 4,1 miliar layanan pencarian. Bahkan Yahoo, hanya mencatat 9,4 miliar layanan pencarian.

Raihan itu kemudian diperkuat oleh Lembaga Riset Nielsen yang mengatakan, Twitter berhasil mencapai pertumbuhan tercepat dengan 33 persen. Raihan itu menggagalkan ambisi Bing (22 persen) untuk menggeser hegemoni Google yang mampu melayani 88 miliar pencarian per bulan.

Evan Williams selaku Chief Executive Twitter mengatakan bahwa perusahaannya semakin fokus dalam meningkatkan kemampuan layanan mesin pencari. Ia juga menambahkan bahwa ada tim khusus yang berdedikasi secara aktif untuk membuat pencarian lebih intuitif. "Kami bekerja untuk mendapatkan informasi yang relevan lebih baik lagi," ujar Williams seperti dikutip dari Telegraph, belum lama ini.

Williams menambahkan, kini pihaknya telah menggunakan mesin pencari dan mengkonsumsi informasi melalui Twitter dan bukan untuk sekadar tweeting. Sebabnya, William mengakui Twitter perlu membuat layanan ini sama baiknya dengan mesin pencari lainnya dalam menghasilkan pencarian yang relevan.

Sebagai informasi, pencarian yang dilakukan di Twitter awalnya lebih ditujukan untuk mengetahui informasi secara cepat dan tepat. Karena itu, jauh-jauh hari Twitter telah merangkul Google dan Bing sebagai mitra pencarian informasi.

Twitter Kembalikan Hashtag Flotilla

JAKARTA - Setelah sebelumnya diduga Twitter menyembunyikan trending topics Flotilla, akhirnya layanan mikroblogging tersebut memunculkan kembali hashtag tersebut.

Bahkan dalam pantuan okezone, Senin (31/5/2010), ada dua trending topics yang menggunakan kata Flotilla, yaitu Gaza Flotilla dan Freedomfrotilla. Kedua hashtag ini sebagian besar berisi mengenai kecaman terhadap Twitter yang menyembunyikan hashtag Frotilla dan menggantinya dengan kata Israil.

Peristiwa penyerangan kapal bantuan kemanusiaan untuk korban di Gaza, Palestina, oleh tentara Israel mendapat perhatian dari pengguna Twitter di seluruh dunia. Namun anehnya, topik ini tidak menjadi trending topic.

Keanehan ini muncul setelah hashtag Flotilla, yang merupakan nama dari salah satu kapal bantuan kemanusiaan yang diserang Israel ramai menjadi perbincangan. Akan tetapi, hashtag ini tidak muncul di trending topics, malah sebuah hashtag dengan nama Israel yang muncul.

Jika menggunakan layanan lain seperti trendstic, justru akan mendapatkan informasi yang berbeda. Di situ malah terpampang Flotila menjadi trending topics nomor satu setelah Israil.

Sebelumnya, konvoi bantuan pro-Palestina termasuk Frotilla mengangkut sedikitnya 700 aktivis kemanusiaan. Konvoi berlayar dari Siprus, Minggu (30/5) pagi waktu setempat. Bantuan untuk warga Palestina di Jalur Gaza itu seharusnya tiba di perairan yang dikontrol Israel sekitar pukul 16.00 hari ini.

Namun dalam perjalannya mereka diserang oleh angkatan laut Israel. Pihak Israel menyatakan serangan tersebut dilakukan karena mereka diprovokasi terlebih dahulu. Dalam serangan tersebut sedikitnya 15 orang dikabarkan tewas.

Twitter Diduga Sembunyikan Trending Topics #Flotilla

JAKARTA - Peristiwa penyerangan kapal bantuan kemanusiaan untuk korban di Gaza, Palestina, oleh tentara Israel mendapat perhatian dari pengguna Twitter di seluruh dunia. Namun anehnya, topik ini tidak menjadi trending topic.

Keanehan ini muncul setelah hashtag Flotilla, yang merupakan salah satu kapal bantuan kemanusiaan yang diserang Israel ramai menjadi perbincangan. Akan tetapi, hashtag ini tidak muncul di trending topics, malah sebuah hashtag dengan nama Israel yang muncul.

Saat ditelusuri okezone, Senin (31/52010), hashtag 'Israil' saat di-klik bukannya mengarah pada pencarian kata 'Israel', malah dialihkan ke hashtag Flotilla. Ini artinya apakah Twitter sengaja menyembunyikan hashtag dengan kata Flotilla?

Jika menggunakan layanan lain seperti trendstic, justru akan mendapatkan informasi yang berbeda. Di situ malah terpampang Flotila menjadi trending topics nomor satu setelah Israil.

Tak pelak keanehan ini membuat para pengguna layanan mikroblogging ramai-ramai menyatakan keanehannya dan menuduh Twitter telah menyembunyikan kata Flotilla yang lebih membela para relawan yang akan membantu para pengungsi Palestina.

"Twitter joins forces with the Israeli Criminals by censoring #Flotilla from trending #twitter #fail #gaza," sebut akun Essamz

Sebelumnya, konvoi bantuan pro-Palestina termasuk Frotilla mengangkut sedikitnya 700 aktivis kemanusiaan. Konvoi berlayar dari Siprus, Minggu (30/5) pagi waktu setempat. Bantuan untuk warga Palestina di Jalur Gaza itu seharusnya tiba di perairan yang dikontrol Israel sekitar pukul 16.00 hari ini.

Namun dalam perjalannya mereka diserang oleh angkatan laut Israel. Pihak Israel menyatakan serangan tersebut dilakukan karena mereka diprovokasi terlebih dahulu. Dalam serangan tersebut sedikitnya 15 orang dikabarkan tewas.

Twitter, Facebook Sensasi Baru

Link



INILAH.COM, Jakarta - Setelah Facebook, MySpace dan YouTube, Twitter menjadi sensasi baru. Jaringan sosial ini berhasil menyediakan media untuk berekspresi. Dengan membatasi pesan hanya sampai 140 karakter, Twitter juga dijuluki sebagai telegram abad 21.
Selebriti dan politisi banyak mendapat sukses berkat Twitter. Pengguna Twitter yang paling banyak pengikutnya adalah Barack Obama, tercatat memiliki lebih dari 265.000 pengikut. Tapi sejak masuk ke Gedung Putih, Obama dan staffnya sudah melupakan Twitter.

Politisi dan selebriti lain masih aktif di Twitter. Seperti pemain bintang basket Shaquille O'Neal menggunakan Twitter untuk berkomunikasi dengan penggemarnya. Shaq memiliki lebih dari 72.000 pengikut. Mantan penyanyi rap MC Hammer juga memiliki lebih dari 55.000 user yang rutin membagi pesan pada penggemarnya.
Twitter juga menjadi media menyampaikan peristiwa-peristiwa dramatis. Saat Yahoo mem-PHK ratusan karyawannya tahun lalu, beberapa korban mengungkapkan kesedihannya berada terakhir kali di kantor melalui Twitter.
Ahli bedah di RS Henry Ford di Detroit baru-baru ini juga melaporkan suasana yang ada di dalam ruang operasi dengan mengirim pesan tweet, pengangkatan tumor dari ginjal pasien.
Twitter juga terbukti menjadi sumber berita berharga. Bahkan kadang-kadang mampu mengalahkan kecepatan media ternama. Saat pesawat US Airways penerbangan 1549 mendarat darurat di Sungai Hudson bulan lalu, foto kecelakan dengan cepat masuk di Twitter sebelum media sekelas CNN menyiarkannya.
Posting dilakukan Janis Krums yang merupakan salah satu penumpang yang selamat. Pada November, Twitter juga menyiarkan suasana mencekam oleh saksi mata serangan teroris di Mumbaai yang menewaskan 164 orang.
Tapi sama dengan media jaringan sosial lain, kebanyakan Twitter juga berisi pesan tak berguna. Misalya saja ‘Aku sedang duduk dipojok restoran di Frisco’, ‘Makan siang yang nikmat’ atau ‘Hari kerja yang membosankan’. Termasuk pesan ‘Aku sedang nikmat-nikmatnya mengupil’.
Untuk bergabung di Twitter, user harus membuat akun gratis. User juga diminta memposting update apa yang sedang dilakukannya, apa yang dilihat atau apa yang dirasakan. Pesan disebut tweet dibatasi hanya 140 karakter. Update bisa dilihat semua orang. User biasanya menyeting akun-nya untuk menerima tweet dari orang terkenal atau dikagumi.
Untuk mencari pesan di Twitter lebih mudah dilakukan dengan mesin pencari yang disebut Summize. Menurut Evan Williams dan founder Twitter yang lain Biz Stone, teknologi pencarian itu diharapkan akan menjadi pembeda dan mengalahkan situ jaringan sosial lain.
Stone bahkan menggabarkan mesin pencari Twitter mampu menjawab rasa penasarannya saat mendengar suara jeritan dari rumah tetangganya. Jeritan itu ternyata sedang ada perayaan dan dia tahu informasi itu dari Twitter.
Pada Desember lalu situs itu berhasil menarik 2,7 juta pengunjung di AS, delapan kali kenaikan dibandingkan akhir 2007. Berdasarkan perhitungan Nielsen Online, kenaikan trafik Twitter terbesar adalah dari ponsel.
Jumlah pengguna diperkirakan lebih banyak karena sulit untuk mencatat pengguna Twitter dari ponsel ini. Nielsen memperkirakan di AS ada 666 ribu user mengakes Twitter dari ponsel.
Survei Pew Internet & American Life Project pada lebih dari 2.200 orang dewasa pada Desember menunjukkan Twitter terutama menarik orang berusia 18-34 tahun. Satu dari lima orang di kelompok umur itu tercatat menggunakan Twitter.
Sementara pesaing Twitter semacam Jaiku, Pownce, FriendFeed dan Plurk hanya 5% di usia 45 hingga 54. Serta hanya 2% untuk orang yang lebih tua dari 65 tahun.
Tapi masa depan keuangan Twitter dipertanyakan, karena anak muda pelit membelanjakan uang. Oleh karena itu, Twitter kemungkinan akan sulit menarik pemasang iklan.
Meskipun Twitter belum menjual iklan, tapi Twitter sudah diakui sebagai media marketing. Pembuat komputer Dell Inc, menawarkan diskon eksklusif kepada lebih dari 18.000 pengikutnya di Twitter dan berhasil mendapatkan US$1 juta penjualan.
Tapi Williams dan Stone bersikeras tidak akan menyentuh data user meskipun akan berusaha mencari cara memperbesar akses komersial pada Twitter. Penjual retail online, Zappos.com adalah penggemar berat Twitter untuk promosi dan menerima masukan dari konsumen. Tapi perusahaan di Las Vegas ini akan keluar jika Twitter mulai menarik bayaran.
"Tergantung apa yang akan mereka tarik. Kami tidak melihat Twitter sebagai potensi marketing, tapi sekadar channel hubungan saja,” kata CEO Zappos.com Tony Hsieh. Zappos.com memiliki lebih dari 58.000 pengikut di Twitter.
Tiga bulan lalu Twitter menolak pengambilalihan senilai US$ 500 juta dari fenomena yang lebih besar Facebook Inc. Perusahaan dengan 29 pegawai itu, telah mendapatkan US$ 55 juta termasuk US$ 35 juta investasi dari Benchmark Capital and Institutional Venture Partners. [E1]



Enyah Kau Pishing dari Twitterku!

 clipped from www.detikinet.com
Enyah Kau Pishing dari Twitterku!



Jakarta - Selepas kasus bobolnya account Twitter Obama dan beberapa tokoh terkenal lain, Twitter mengeluarkan nasihatnya. Nasihat ini berlaku juga untuk pengguna layanan lain.

Nasihat Twitter ini terkait dengan adanya aksi phishing yang mengintai pengguna layanan microblogging tersebut. Berikut adalah rangkuman nasihat tersebut yang dikutip detikINET dari blog.twitter.com, Rabu (7/1/2009).

Apa itu pishing?

Menurut situs ensiklopedi Wikipedia, pishing adalah salah satu bentuk kriminalitas ketika pelaku mengincar informasi-informasi sensitif seperti username, password, dan nomor kartu kredit dari alat komunikasi elektronik, lewat penyamaran sumber yang seakan-akan terpercaya, misalnya situs palsu.

Cara kerja pishing awalnya dengan mengirimkan email berisi notifikasi pada penggunanya. Email tersebut menyediakan link yang jika diklik akan mengarahkan pengguna pada halaman yang seakan-akan adalah halaman utama Twitter.

Bagaimana Mencegahnya?

Jika terlanjur mengklik dan tiba di situs Twitter bohongan itu, jangan buru-buru memasukkan username Anda sebelum melihat URL-nya. Perhatikan alamat yang tertera di dalam Address Box pada bagian atas browser.

Jika URL tersebut memiliki domain di luar twitter, namun tampilannya sangat mirip dengan twitter aslinya, lebih baik Anda tidak melakukan sign in.

Kalau Terlanjur Kena?

Bagi yang sudah kena pishing, yaitu mereka yang sudah memberikan passwordnya di situs palsu tersebut, pelaku akan dengan mudahnya membuat pesan-pesan yang bisa mengecoh para follower. Hal ini sama dengan yang terjadi pada Obama, Britney Spears dan tokoh lainnya. Dalam kasus seperti itu, Twitter akan proaktif mereset password.

Nah, bila suatu saat Anda gagal login ke layanan Twitter --atau lainnya-- padahal Anda yakin seyakin-yakinnya kalau  username dan password sudah sesuai, gunakanlah layanan reset password. Pengelola biasanya akan mengirimkan e-mail balasan untuk memulihkan password tersebut.
Sent with Clipmarks

TwitterFox 1.7.4

clipped from addons.mozilla.org

TwitterFox 1.7.4

TwitterFox is a Firefox extension that notifies you of your friends' status on Twitter.

clipped from addons.mozilla.org
https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/images/p/18909/1204519496
clipped from addons.mozilla.org
This extension lets you know your twitter status.

The extension adds a tiny icon on the status bar that notifies you when your friends update their status. Also it has a small text input field to update your status.

You can see more information on my site: http://www.naan.net/trac/wiki/TwitterFox

If you have a problem with TwitterFox, please follow and send me a tweet on Twitter. You can find @TwitterFox on http://twitter.com/twitterfox
blog it
Reblog this post [with Zemanta]

Kiamat Media Cetak, Sekadar Mitos?

Kiamat Media Cetak, Sekadar Mitos?
Steve Ballmer mengulang ramalan Bill Gates tentang akhir media cetak, pada tahun 2018
Sabtu, 20 Desember 2008,

Kios Koran di Washington DC (VIVAnews/Nenden Novianti)

"Oh Tuhan, terjadi tembak menembak di Mumbai Selatan. Saudara kandung perempuan saya bekerja di sana!"

Posting itu dibuat oleh warga India, Prasad Naik, melalui situs micro blogging Tweeter, jauh sebelum situs berita resmi menurunkan laporan lengkap tentang tragedi Mumbai, akhir November silam.

Situs microblogging Twitter memang menyediakan fasilitas bagi penggunanya untuk melaporkan kegiatan apa saja yang mereka lakukan. Biasanya, hanya dalam beberapa baris teks saja, bisa melalui ponsel atau lewat komputer, secara real time.

Setelah posting Prasad, Twitter seperti kebanjiran laporan-laporan lain tentang Mumbai. Ketegangan demi ketegangan meliputi setiap posting baru yang muncul di situs tersebut.

Cepatnya berita yang menyebar lewat Twitter, membuat BBC, salah satu media broadcasting terbesar di dunia menyertakannya sebagai bagian dari liputannya.

Media Baru, Kecepatan versus Akurasi
Belakangan, langkah BBC mendapat protes karena dianggap mencampur adukkan hasil liputan berita serius dengan kabar yang belum jelas kesahihannya.

Demi kecepatan, BBC dianggap mengorbankan aspek konfirmasi yang mesti dilakukan dalam sebuah karya jurnalistik.

Selama ini, kecepatan berita seperti menjadi musuh bebuyutan akurasi berita. Media berita online yang menyiarkan berita cepat, harus selalu berjibaku melawan ketidakakuratan, mulai dari tulisan nama, jabatan tokoh, bahkan, hingga esensi berita itu sendiri, karena sempitnya waktu untuk melakukan konfirmasi berita awal.

Beberapa berita di media online, malah sering menjadi alat ralat dari berita sebelumnya.

Posting di Twitter tentang tragedi Mumbai

Namun, menurut pengamat media baru, Ninok Leksono, dalam kondisi genting, orang akan sangat menghargai kecepatan berita dari sebuah media. "Lebih baik ada berita, ketimbang tidak ada berita sama sekali."

Apa yang terjadi di Mumbai India, dalam skala tertentu juga terjadi di Indonesia. Di sini, juga sudah ada situs microblogging semacam Twitter. Namanya Kronologger.com. Setelah sekitar dua tahun muncul, ada sekitar dua ribuan anggota yang bergabung.

Di situs tersebut, Kroner -para anggota Kronologger- biasa berbagi informasi mulai dari sekadar informasi kemacetan jalan, informasi daerah banjir, atau bahkan ketika gempa sedang terjadi di beberapa belahan daerah di Indonesia.

Yang menarik, nyawa pendiri situs ini, Kukuh TW, bahkan pernah tertolong oleh teknologi buatannya itu.

Suatu Minggu sekitar setahun yang lalu, Kukuh, terkulai pingsan ketika mengganti ban mobilnya yang ia parkir di Blok M Plaza Jakarta Selatan. Kukuh memang memiliki suatu penyakit yang khusus.

Sejak semalaman hingga pagi itu, perutnya belum kena penganan. Tiba-tiba saja tubuhnya lemas dan mulai ambruk. Ia sempat berusaha untuk menelepon saudaranya, namun, ia sudah tak kuat lagi untuk memberitahukan posisinya saat itu.

Setelah sekian lama tak pulang, keluarga Kukuh kelabakan. Mereka mencoba melacaknya di Kronologger. Untung saja, Kukuh sempat memposting kabar terakhirnya di situs itu, yaitu sedang mengganti ban di Blok M Plaza.

Kejadian itu sekaligus membuktikan manfaat dan kekuatan media baru yang tak bisa lagi dianggap remeh.

Kabar tentang gempa bumi di situs microblogging Kronologger

Menurut Harry Sufehmi, blogger senior yang juga salah satu pengelola Kronologger, kecepatan media baru memang sudah teruji. Beberapa kejadian yang luput dari media konvensional, kadang muncul di Kronologger.

"Terakhir, gempa 6,9 skala Richter di Minahasa beberapa saat lalu, malah muncul lebih dulu di Kronologger daripada di media online terkemuka," ujar Harry.

Menurut Harry, memang harus ada kompromi antara akurasi berita dan kecepatan, yang bisa dilakukan melalui teknologi pada media baru. Sebab, bagamainapun, kata Harry, kecepatan berita adalah poin penting bagi media.

Lagipula, kata Harry, masalah ketidakakuratan konten berita di media baru, sebenarnya bukan berasal dari teknologinya, melainkan dari pelaku yang memanfaatkan teknologi itu sendiri. "Ini bukan masalah teknologinya, tapi orangnya," ujar Harry.

Anak Muda Mulai Asing dengan Koran

Bill Gates pernah memprediksi bahwa era media cetak akan berakhir pada tahun 2000. Karena ramalan itu, asosiasi surat kabar dunia World Association Newspaper, kebakaran jenggot.

Konon, sekitar seribuan anggotanya di seantero dunia - termasuk koran ternama dari Indonesia, hadir dalam pertemuan khusus dalam rangka melakukan konsolidasi.

Namun, hingga kini ternyata ramalan itu gagal. Koran, tabloid, dan majalah-majalah masih terjejer rapi di lapak-lapak di pojokan kota. Tapi, siapa yang membaca? Agaknya, bukan kebanyakan anak muda.

Tanya saja pada anak-anak usia belasan. Aditya Ridzky, Mahasiswa jurusan Politeknik Telkom Bandung di Bandung, mengaku tak pernah baca koran, atau berita lewat media cetak.

Pembaca koran di Bandara Minneapolis-St.Paul International Airport, AS

Pria berusia 19 tahun itu lebih suka mampir ke warnet, atau nongkrong di cafe ber-hotspot untuk browsing internet lewat laptopnya, ketimbang menyisihkan uang untuk membeli koran.

Bila tak sedang mengerjakan tugas kuliah, Adit lebih suka memperbarui profil jejaring sosialnya, atau sesekali mencari berita.

"Saya lebih suka baca berita di Internet karena jangkauannya lebih luas," ujar Adit. Lewat Internet, ia bisa mencari konten berita apa saja yang ia suka melalui mesin pencari Google

Tak jauh beda dengan Adit, Fidia Nurul Prininta, siswi kelas 3 SMP Muhammadiyah 5 Surabaya. Menurut Fidia, ia tak pernah membeli surat kabar harian. Ia mengaku lebih suka untuk mengutak-atik tampilan friendsternya, melakukan chatting di Yahoo Messenger, dan mencari berita lewat Internet daripada membaca koran.

"Saya malas saja baca koran. Karena beritanya terbatas cuma topik hari itu saja." kata Fidia. Setiap hari Fidia bisa meluangkan waktu antara 2-3 jam di depan internet.

Gejala ini memang sejalan dengan riset AC Nielsen tentang tren internet di kuartal tiga tahun ini, yang baru dilansir sebulan lalu.

Menurut penelitian tersebut, pembaca majalah anjlok hingga 24 persen dari tahun lalu, pembaca tabloid merosot 12 persen, dan koran turun 4 persen. Sementara pembaca internet malah mengalami kenaikan hingga 17 persen dari tahun lalu.

Menurunnya tren pembaca media cetak, kebanyakan disebabkan karena konsumen terlalu sibuk untuk membaca (72 persen), beralih ke TV (14 persen), dan karena berhenti membeli karena harga naik (11 persen).

Problema Media Cetak Lokal
Naiknya harga kertas koran di Indonesia, memang tak terelakkan. Melonjaknya nilai tukar dolar terhadap rupiah, sudah tentu membuat harga kertas koran makin tak terjangkau.

Sebenarnya, kata Ketua Serikat Penerbit Surat Kabar, Leo Batubara, harga dasar kertas koran Oktober hingga Desember tahun ini, sudah turun 3,4 persen dari USD 870 (Rp 8.821,7) per kilogram, menjadi USD 840 (Rp 8.516,4) per kg.

Namun, karena krisis global membuat nilai tukar dolar meroket ke kisaran angka Rp 11.000, maka harga kertas koran naik 19,35 persen menjadi Rp 10.164 per kilogram (termasuk pajak).

Menurut Leo, kondisi itu diperparah dengan keengganan pemerintah untuk membebaskan pajak bagi produk-produk yang mencerahkan pengetahuan masyarakat (knowledge product), semacam buku, majalah, dan koran. Selama ini, koran pun tak luput dari pungutan pajak 10 persen.

Kondisi ini, kata Leo, tak akan dijumpai di India. Itu juga yang menjadi salah satu sebabnya, mengapa harga koran di India bisa ditekan hingga sekitar Rp 400 atau seperenam dari harga rata-rata koran lokal, dan harga majalah di India, cuma seharga sekitar Rp 4.000 atau sekitar seperenam harga rata-rata majalah yang dijual di sini.

"Pemerintah kita sepertinya memang tidak ingin bila rakyat Indonesia menjadi cerdas," ujar Leo dengan nada kecewa.

Media cetak kita juga punya masalah lain. Leo mengungkapkan, dari sekitar seribu media cetak di Indonesia, hanya 30 persen di antaranya yang tak kesulitan mendapat iklan. "70 persen lainnya tidak sehat secara bisnis."

Alih-alih memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat, sekitar 560 perusahaan media cetak, kata Leo, malah bersifat 'merusak'.

Untuk menghidupi perusahaan mereka, media tersebut malah melakukan praktek-praktek ilegal, seperti menerima amplop dari narasumber, bahkan melakukan pemerasan. Oleh karenanya, Leo lebih suka bila perusahaan-perusahaan ini tutup saja sekalian.

Lebih lanjut, Leo menyarankan bahwa sebaiknya media-media mulai melebarkan sayapnya. "Perusahaan media harus go-multimedia. Yang punya koran, harus punya TV, atau media online."

Menurut Leo, media online adalah media masa depan. Pasalnya, ini adalah media ini yang paling nyaman dinikmati dan murah. Namun demikian, Leo tidak percaya bila media online akan segera mendekatkan media cetak pada ajalnya.

Tren Media Cetak di AS dan Nubuat Baru dari Microsoft

Pertumbuhan media cetak di negara-negara Asia, khususnya Cina dan India, serta di Eropa Timur masih terus meningkat. Tapi, Leo mengakui bahwa oplah media cetak di banyak negara di Eropa Barat, Amerika Serikat, dan bahkan Jepang menurun.

Kantor Surat Kabar The Los Angeles Times

Di akhir tahun ini, beberapa media cetak Amerika memang harus mengalami pengalaman pahit. Koran Christian Science Monitor harus berhenti terbit tiap hari dan beralih ke online. Begitu juga majalah komputer milik PC Magazine. Yang terakhir, konglomerat media cetak kedua terbesar di AS, Tribune Co, bangkrut.


Dulu, Bill Gates memang salah total dengan ramalan tentang berakhirnya media cetak pada tahun 2000. Namun, penggantinya di Microsoft, Steve Ballmer, telah membuat nubuat (ramalan) baru yang kurang lebih serupa. Kepada Washington Post, Steve mengatakan bahwa seluruh media cetak akan musnah.

"Ini premis dari saya. Pertama, tidak akan ada konsumsi media lagi yang tidak didistribusikan melalui jaringan Internet Protocol (IP), dalam 10 tahun ke depan. Tidak akan ada surat kabar, majalah yang dijual dalam bentuk kertas. Semua akan didistribusikan dalam bentuk elektronik," kata CEO Microsoft itu.

Ucapan Steve itu memang terkesan hiperbol. Bila nanti prediksi Steve terbukti salah, boleh jadi koran-koran dan majalah yang akan paling dulu memberitakan kesalahan itu di artikel halaman muka media mereka. Bila sebaliknya, setidaknya Steve lebih sukses dalam hal ramal-meramal, ketimbang pendahulunya, Bill Gates.

• VIVAnews
Reblog this post [with Zemanta]

Google Friend Connect Integrated Twitter

Official Google Blog announced today that Google Friend Connect integrated Twitter as well. Not too long ago I told @Scobleizer (Robert Scoble) that Twitter might beat Facebook in traffic by 2010, he thinks that I drank something that day. Well if you look at the main stream media and all the web apps for twitter I am very positive that Twitter will be at least have 70% of traffic what Facebook and MySpace today have (50-80 Millions visits)
Reblog this post [with Zemanta]

TweetStats : Graphin ur Stats

clipped from tweetstats.com

TweetStats

In ur Tweets, Graphin' Your Stats!


Weekly Stats


Graph your Twitter Stats including

  • Tweets per hour

  • Tweets per month

  • Tweet timeline

  • Reply statistics


In use by over 40,000 Twitter-folk!




Enter your Twitter username





Refresh your stats - stats get updated when you come back after 8 hours and enter your username.
 blog it

Twitter: One Billion Tweets. Wow.

clipped from mashable.com

Twitter: One Billion Tweets. Wow.

Popacular, a site that measures popularity of websites according to the number of related tweets, has a huge counter that counts the overall number of tweets. I don’t know how accurate this thing can be, given that it’s third party, but if it is, then we’ve recently surpassed the billionth tweet mark.

This is just another sign of how big Twitter has become. For comparison, Facebook recently announced they host 10 billion photos in their database; however, Facebook is huge and has been around much longer than Twitter. If anyone ever needed a clear sign that Twitter has gone mainstream - however you define it - this milestone is it.

Also, seeing that counter spin amazingly fast makes us sorry for all those times we’ve made fun of Twitter’s engineers for not being able to keep the site up during a traffic rush. Sorry, guys, we understand now.

 blog it

Twitter + Blogs = Twitblogs!

 clipped from mashable.com

December 13, 2008 - 4:11 pm PDT - by Pete Cashmore



twitblogs You love Twitter, but you find its short form messages a little restricting? Or perhaps you want to add images and videos to your Tweets? TwitBlogs, which just went live in alpha, could solve all your problems.


What you'll notice about Twitblogs versus other simple blog platforms like Tumblr and Posterous: it looks exactly like Twitter, simply without the 140 character limitation. There's also support for image tags, embed tags (for videos) and the option to simply enter the URL of an image or audio file from anywhere on the web and have that included in your post. Obviously your headlines are syndicated to your Twitter feed, and you can Tweet from a tab on the posting screen, too.


TwitBlogs is simple, efficient, and solves a real problem: we like it. The question is: would you choose the familiarity of a Twitter-like interface over Tumblr, which provides more advanced features and theming, among other goodies?


Mashable's Twitter account is at twitter.com/mashable

Sent with Clipmarks

Access Twitter Through Gmail With TwitterGadget

clipped from mashable.com

Access Twitter Through Gmail With TwitterGadget


December 11, 2008 - 4:22 pm PDT - by
Adam Ostrow

TwitterGadget is a new tool that essentially allows you to have all of the main features of Twitter inside of Gmail as a Google Gadget. It lets you view your public timeline – which auto-refreshes up to every 3 minutes – view replies and direct messages, and post updates.

 blog it

The Power of Microblogging with Twitter

Ini video ringkasan tentang the Power of Microblogging dengan Twitter.

Follow me on Twitter!




Periksa masing-masing video dalam playlist tersebut untuk mengetahui manfaat penggunaan Twitter.

Reblog this post [with Zemanta]