Tampilkan postingan dengan label Soekarno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soekarno. Tampilkan semua postingan

Pengakuan Dunia Atas Presiden Soekarno

Ternyata Presiden Kita Begitu HEBAT dan Dihargai di Mata Dunia Internasional [FOTO]. Woooow.. siapa kira dan siapa sangka ternyata Presiden Republik Indonesia begitu HEBAT dan berharga serta dihormati di mata dunia Internasional.. agan agan gak percaya??.. Mari kita buktikan bagaimana perlakuan dunia Internasional kepada Presiden kita yang paling kita hormati..

Gambar Perangko Negara tetangga yang ada gambar Soekarno:


Di Negara Adidaya:


Presiden Sukarno baru tiba di bandara Washington DC, AS, pada siang hari. Didampingi oleh wakil presiden AS, Richard Nixon, Bung Karno disambut penuh oleh pasukan AS dengan 21 kali tembakan kehormatan. Bung Karno tiba di Washington dalam rangka kunjungan selama 18 hari di AS atas undangan Presiden AS, David Dwight Eisenhower (Foto: 16 Mei 1956).

Kalo sekarang SBY ke amrik diperlakukan kayak gini ga ya??


Presiden Sukarno dan Presiden AS, Kennedy, duduk bersama di dalam mobil terbuka, sedang melewati pasukan kehormatan di pangkalan Angkatan Udara AS, MD. Bung Karno datang ke AS dalam rangka pembicaraan masalah insiden Kuba (Foto: 24 April 1961).

Bersama Mantan negara penjajah


Presiden Sukarno menjadi tamu kehormatan Kaisar Jepang, Hirohito, dan pangeran Akihito. Bung Karno dijamu makan siang di istana kekaisaran Jepang di Tokyo (Foto: 3 Pebruari 1958).

Menjadi cover majalah TIMES tahun 1946


Go International


Presiden Sukarno berdiruan yang menghasilkan seruan kepada Presiden AS, Eisenhower (Presiden AS) dan Perdana Menteri “Uni Soviet”/Rusia, Nikita Khruschev, agar mereka melakukan perundingan diplomasi kembali (Foto: 29 September 1960).


Presiden Sukarno bersama Perdana Menteri Perancis, Pompidou (Foto: 1965).


Presiden Sukarno sedang bercakap-cakap dengan Presiden Kuba, Osvaldo Dorticos Torrado (kiri), dan Perdana Menteri Kuba, Fidel Castro (kanan) di Havana, Kuba (Foto: 9 Mei 1960).

Presiden Sukarno tiba di bandara Karachi, Pakistan. Didampingi oleh Presiden Pakistan, Iskander Ali Mirza, Bung Karno tampak sedang memberi hormat, diapit oleh bendera Indonesia dan bendera Pakistan (Foto: 25 Januari 1958).

sumber : http://replikasiblog.blogspot.com/2010/10/hebatnya-presiden-kita-dimata-dunia.html


Ternyata Presiden Kita Begitu HEBAT dan Dihargai di Mata Dunia Internasional [FOTO] « Yang unik dan lucu

Wallpaper Bung Karno

Yang kangen dengan Bung Karno kebetulan ditempatnya om Roso Daras ada Wallpaper gratis, silahkan di download.



Silahkan masuk kelink berikut :

Atau langsung ke Main Sourcenya disini :

KEBENARAN TELAH DATANG : Munculnya Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu Menjadi Presiden Di Indonesia

KEBENARAN TELAH DATANG:

Iseng Googling dan reply posting tentang pemimpin negeri ini, eh nemu blog "keren" tentang para pemimping negeri ini dari sisi supra natural.
Lumayanlah buat nambahin wawasan.

Menurut Ronggo Warsito ada tujuh satrio Piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit , yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu. Berkenaan dengan itu, saya selaku penulis akan melengkapi penafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu dengan sebenar-benarnya sesuai petunjuk yang saya dapat, dan petualangan spritual saya adalah sebagai berikut :


1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin pada masa Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.


2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin pada masa Orde Baru. Berkuasa tahun 1967-1998.


3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.



4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara /keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.



5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.


6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.


7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk (wahyu) Yang Maha Kuasa. Dengan selalu bersandar hanya kepada Yang Maha Kuasa, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati,

Siapa sebenarnya Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu ?

Silahkan masuk ke link berikut : :)

Indonesia punya beduk, AlQuran, kubah, dan kalender hijriah terbesar di dunia

Indonesia adalah negara dengan jumlah penganut agama Islam terbesar di dunia dengan jumlah pemeluk sekitar 216 juta jiwa, dimana Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia. Dalam menjalankan ibadah umat Islam di Indonesia menggunakan sarana-sarana ibadah untuk membantu jalannya ibadah. Pada kali ini Indonesiatop.blogspot.com akan menulis mengenai beduk, AlQuran, kubah, dan kalender hijriah terbesar di dunia yang terdapat di Indonesia.


Beduk terbesar di dunia


Beduk raksasa yang diberi nama Kyai Bagelen disebut-sebut sebagai beduk terbesar di dunia. Beduk itu memiliki ukuran panjang 2,92 meter dan diameter rata-rata 1,94 meter. Beduk itu dibuat dari dari kayu jati bercabang lima yang usianya sudah ratusan tahun yang dibuat pada masa pemerintahan Adipati Cakranegara I pada tahun 1762 Jawa atau 1834 Masehi. Beduk raksasa ini disimpan di serambi Masjid Agung Purworejo dan hanya ditabuh pada hari-hari besar Islam, seperti Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, dan setiap salat Jumat.

Al-Qur’an terbesar di dunia

Di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Shriyyah Nurul Iman Parung Bogor Jawa barat ada sebuah kitab suci AlQuran yang berukuran sangat besar. Al-Qur’an yang konon terbesar di dunia ini berukuran panjang mencapai 2 meter dan lebarnya 2,80 meter. Selain besar keunikan lainnya dari AlQuran ini yaitu bukan terbuat dari kertas tapi terbuat dari pelepah pohon pisang. Yang lebih luar biasa lagi Al-Qur’an di Ponpes Al-Shriyyah ini ternyata dibuat dengan tulisan tangan.

Kubah mesjid terbesar di dunia

Tangerang sekarang memiliki sebuah mesjid yang mengagumkan. Nama mesjid itu adalah Masjid Raya Al-Azhom. Mesjid ini dikenal dengan kubahnya yang berukuran besar. Masjid Raya Al-Azhom memiliki satu buah kubah induk dan tiga buah kubah kecil. Luas kubah masjid ini adalah 4.250 meter persegi (m2) dengan diameter seluas 63,26 meter (m). Tinggi kubah induk dari lantai dasar mencapai 36,715 meter. Banyak pihak mengklaim mesjid ini sebagai masjid dengan kubah terbesar di dunia. Lokasi mesjid ini terletak di Kota Tangerang, Provinsi Banten. Lokasinya, tak jauh dari Bandara Soekarno-Hatta.

Kalender Hijriah terbesar di dunia

Umat Islam di seluruh dunia menggunakan kalender Hijriyah, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menentukan hari besar. Indonesia boleh berbangga karena Indonesia memiliki Kalender Islam atau Kalender Hijriah terbesar di dunia yang terdapat di Masjid Walima Emas di Desa Bubohu, Gorontalo. Kalender hijriah tersebut sebagai pelengkap menjadikan desa Bubohu sebagai Desa Wisata Religius.

Semua sarana ibadah tersebut merupakan kebanggaan tersendiri bagi umat Islam di Indonesia.

Saya Reinkarnasi Soekarno

Inilah TV | Video
Ia mengaku reinkarnasi dari mantan Presiden RI pertama Soekarno, memiliki nama lengkap SSS. Bocah Angon, bukan sekedar kemiripan DNA saja, hingga garis tangan serta pernak-perniknya menurutnya milik Soekarno.

Kesamaan Andi Meriem Matalatta dan Ibu Fatmawati oleh Guruh SP

 Poskota

PUJI-PUJIAN diberikan kepada almarhumah Andi Meriam Matalatta semasa hidup dan menjelang akhir hayatnya.

Dikenal sebagai artis yang santun dan rendah ( low profile) pada masa populernya, sebelum menjadi artis ternama dia merupakan sosok gadis yang membumi (down to earth) meski dibesarkan di tengah keluarga tokoh berpengaruh dan terkemuka di Sulawesi Selatan. Ayahnya adalah Mayjen Andi Matalatta (alm).

Almarhum dikenal suka beramal dan membantu mereka yang membutuhkan. Pergi kuliah naik becak, meski keluarganya memiliki mobil. Pada akhir hayatnya pun almarhumah Andi Meriem rajin mengaji. Selama liburan di Belanda, dia dikabarkan giat mencari masjid.

“Dia itu – Subhanallah – mengajinya kuat sekali. Surat Yasin hafal, Ar-Rahman hafal, Al-Mulk hafal. Dia suka baca itu semua sampai 41 kali,” kata kakak ipar Andi Meriem, Agung Saifullah, saat ditemui di kediaman Mer di Villa Cinere Mas, Cinere, Depok, Jawa Barat, Sabtu (5/6).

Menjelang kematiannya, di usia 52 tahun, almarhumah yang lahir 31 Agustus 1957, seperti memahami akhir hayatnya yang sudah dekat. Kakak  iparnya pernah “dititipi” anak semata wayangnya, Herly Meirdhania, seandainya dia lebih dulu dipanggil Yang Maha Kuasa. “Waktu itu saya anggap bercanda, “ kata Agung Syaifullah, kakak iparnya itu.

DISHALATKAN

Di Den Haag, Belanda, seusai dimandikan dan dikafani, jenazah Andi Meriam Mattalatta dishalatkan di Masjid Al-Hikmah. Menko Kesra Agung Laksono ikut menyalatkan jenazah, yang juga mendapat perhatian luas dari pengurus masjid dan masyarakat.


Agung Laksono berada di Belanda dalam perjalanan kunjungan kerja, yang selanjutnya akan diteruskan ke Italia.

Selanjutnya artis “Si Mutiara dari Selatan” itu akan ditahlilkan dulu. Usai ditahlilkan jenazah akan dibawa ke Mortuarium di Schiphol.

MIRIP IBU FATMAWATI

Di kalangan pecinta music pop, almarhumah Andi Meriam Matallata termashur bukan semata karena suara merdunya, melainkan juga karena kecantikan wajahnya, khas Indonesia, dan tak membosankan.

Pembawa lagu syahdu Lembah Biru, Januari yang Biru serta Hasrat dan Cinta di awal 1980-an itu dikenal memiliki kecantikan yang alami.

Guruh Soekarnoputra yang pernah menjalin kasih dengan almarhum menyatakan, wajah Andi Meriam mengingatkan kepada ibunya, almarhumah Ibu Fatmawati Soekarno. “Alisnya sama-sama tebal, “ katanya.

Bung Karno - Singa Podium

Sumber : http://rosodaras.wordpress.com/2009/10/18/singa-podium/
Ekspresi Bung Karno
Ekspresi Bung Karno2
Ekspresi Bung Karno3
Ekspresi Bung Karno4
Ekspresi Bung Karno5
Ekspresi Bung Karno6
Fotografer majalah Life (Amerika) berhasil mengabadikan Bung Karno yang tengah berpidato. Ekspresi Bung Karno sebagai sang singa podium, begitu menonjol, hasil bidikan seorang fotografer senior. Hampir dapat dipastikan, si fotografer tidak akan bekerja keras menanti momen-momen penting buat melempar shoot demi shoot sehingga didapat aneka gambar yang ekspresif.
Mengapa begitu mudah menangkap gambar yang eye catching dari seorang Sukarno? Karena Bung Karno memang orator yang sadar posisi, sadar bentuk, sadar ekspresi. Ia menggunakan tangan, mimik, body language, dan properti apa saja yang bisa menunjang performanya sebagai sang orator.
Anda tentu masih ingat. Ketika ia masih sekolah di HBS Surabaya, tinggal kos di rumah HOS Cokroaminoto, hampir setiap hari ia tenggelam dalam berbagai literatur kelas dunia. Setelah menyerap intisarinya, ia suarakan dalam bentuk pidato yang berapi-api. Di mana ia berpidato? Di kamarnya yang pengap, lembab tak berjendela.
Ia berpidato di hadapan cermin. Ia mengulangi kata demi kata manakala dirasa ekspresi wajahnya tidak pas denga kalimat yang dilontarkan. Begitulah Bung Karno berlatih dan berlatih. Jangan dikira, kepiawaian berpidato Bung Karno hanya gift semata. Selain bakat dan anugerah Tuhan, Bung Karno adalah manusia yang sadar dengan kelebihannya, lalu mengasahnya menjadi lebih bermakna. (roso daras)

FPI Tempatkan Intel Tolak Kedatangan Miyabi

Jakarta, (tvOne)

Koordinator Aksi Menentang Miyabi Front Pembela Islam (FPI), Habib Salim Alatas mengatakan, sejumlah intel FPI telah ditempatkan di sejumlah lokasi untuk memantau informasi kedatangan Miyabi.

Seperti dilansir VIVAnews.com, Selasa (13/10/2009), hal itu terkait dengan aksi FPI menentang keras kedatang bintang porni asal Jepang tersebut.

"Intel dikirim untuk cek di Bandara Soekarno-Hatta," kata Salim.

Meski telah mendapat informasi dari Maxima Picture bahwa Miyabi batal datang ke Indonesia, namun FPI tetap akan melakukan pengawasan. FPI tak ingin dikelabui rumah produksi yang berencana mendatangkan Miyabi ke Indonesia itu.

FPI tetap mengancam akan mengerahkan aksi besar jika Miyabi nekat datang ke Indonesia. "Apabila sampai datang ke Indonesia, jangan salahkan umat Islam kalau ada pembakaran atau penculikan, kami tidak main-main," ujarnya.

Film 'Menculik Miyabi' bercerita tentang tiga mahasiswa yang terobsesi dengan Miyabi. Ketiga mahasiswa itu kemudian berniat menculik bintang porno asal Jepang tersebut, ketika mereka tahu artis tersebut tengah berada di Jakarta.

Miyabi dijadwalkan datang ke Indonesia pada besok, 14 Oktober 2009. Syuting film 'Menculik Miyabi' sedianya dilaksanakan di Indonesia dan di kampung halaman Miyabi di Jepang. Rencananya film ini akan ditayangkan pada 31 Desember mendatang.

Aset Perbendaharaan Negara, Dana Revolusi, Aset Non Blok

 

Sebuah video yang menceritakan tentang "kesekuritian nasional" dimana kesekuritian nasional itu sendiri berisi aset perbendaharaan negara, dana revolusi, dan aset non blok, hal ini belum pernah terangkat ke media sebelumnya, adapun hal2 lain yang menyerupai, hanyalah serupa. tapi tak sama dengan hal ini.

Perlu di garis bawahi juga, kami tidak sedang mencari popularitas, karena narasumber dalam video ini siap menunjukan bukti autentik serta keabsahan dokumen yang secara estafet di mandatkan dari pendiri negara ini, Ir. Sukarno. kapanpun kami siap menunjukannya.

Sekedar notabene, secara gamblang kita bisa melihat kondisi negara sekarang ini, semua aspek sedang "bermasalah", cepat atau lambat jika tidak di bereskan ini akan mengarah pada kehancuran NKRI.

Mari duduk bersama sebagai 1, jangan saling menyalahkan, Indonesia sudah (seharusnya) dewasa, open minded, yakinlah bahwa kepelikan2 ini pasti bisa di atasi, dan inilah satu2nya jalan untuk menyelamatkan NKRI. mengenai bagaimana teknis, dan apakah mungkin NKRI bisa diselamatkan, silahkan lihat video ini.

Waktu yang maha membuktikan!

//feedback\\
angkarabimasakti@yahoo.com
0815 426 81 557 - irwin
0818 049 88 830 - elian
.

“Pating Greges,” kata Bung Karno di Pagi 17 Agustus 1945

“Pating Greges,” kata Bung Karno di Pagi 17 Agustus 1945

1960pegangsaantimur56

Tidak seperti hari-hari sebelumnya, pagi hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945, langit di atas kota Jakarta biru cerah. Suasana di kediaman Bung Karno, Jl Pegangsaan Tmur 56, Menteng, Jakarta Pusat sudah ramai. Di halaman depan, di ruang pendapa, hingga di halaman belakang, dipadati para patriot dengan raut antusias, menyongsong detik-detik yang menentukan nasib bangsa ke depan.

foto_3_proklamasi_indonesia

Sementara itu, Bung Karno sendiri masih lelap. Maklum, ia baru masuk kamar menjelang shubuh, setelah semalam padat aktivitas menjelang proklamasi kemerdekaan. Di antaranya, rapat intensif di kediaman Laksamana Maeda, tokoh militer Jepang yang disebut-sebut menjanjikan bantuan bagi terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jam dinding menunjuk angka 8 ketika dr R. Soeharto, dokter pribadi Bung Karno, menyelinap masuk ke kamar Bung Karno. Ia memandang Putra Sang Fajar masih pulas. Didekatinya tempat tidur Bung Karno, dan diusapnya tangan Bung Karno… mata pun terbuka. Sorot kelelahan memancar dari kedua bola mata Bung Karno. Kalimat pertama di pagi hari tanggal 17 Agustus 1945 yang keluar dari mulut Bung Karno kepada dr. R. Soeharto adalah, “Pating greges”.

foto_2_proklamasi_indonesia

Ungkapan dalam bahasa Jawa yang bisa diartikan sebagai “kondisi badan yang pegal-linu karena gelaja demam.” Apalagi, ketika dr Soeharto meraba badan Bung Karno, panas. Sebagai dokter pribadinya, dia langsung melakukan pemeriksaan, dan atas persetujuan Bung Karno, dr Soeharto memberinya suntikan chinine-urethan intramusculair, dan meminta Bung Karno meminum broom chinine.
Setelah disuntik dan minum obat,  tak lama kemudian Bung Karno tertidur lagi. Dr Soeharto keluar kamar, dan berpapasan dengan Fatmawati. Kepada Bu Fat, dijelaskan ihwal sakitnya Bung Karno. Bu Fat sempat berujar, “Saya sendiri sebetulnya juga capek sekali setelah kembali dari Rengasdengklok dan menyelesaikan pembuatan bendera yang akan dikibarkan hari ini.”
pembacaanproklamasi

Detik demi detik bergulir…. waktu menunjuk pukul 09.30 ketika dr Soeharto melihat Bung Karno terbangun dengan kondisi badan yang lebih sehat. Panasnya sudah reda. Ia segera beranjak dari tempat tidur demi mendengar kata-kata Soeharto, “sudah jam setengah sepuluh mas…”. Setelah itu, Bung Karno berkata, “Minta Hatta segera datang.”
Selagi dr Soeharto meneruskan perintah Bung Karno kepada Latief Hendraningrat, Bung Karno mempersiapkan diri demi momentum paling bersejarah bagi bangsa kita. Ia berpakaian rapi, mengenakan busana serba putih: celana lena putih dan kemeja putih dengan potongan yang populer disebut “kemeja pimpinan”. Lengannya panjang, bersaku empat, dengan band pinggang di belakang. Ia begitu gagah, penuh percaya diri.
Sebelum membacakan teks proklamasi, Bung Karno memberi kata pengantar dengan intonasi yang begitu gamblang, dan suara yang tenang:
berdoa

Saudara-saudara sekalian
Saya telah minta Saudara-saudara hadir di sini untuk menyaksikan satu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjuang untuk kemerdekaan Tanah Air kita. Bahkan telah beratus-ratus tahun. Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita.
Juga di dalam zaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-henti. Di dalam zaman Jepang ini, tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka, tetapi pada hakikatnya, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri, tetap kita percaya kepada kekuatan sendir.
Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil nasib bangsa dan nasib Tanah Air di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuatnya. Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia, dari seluruh Indonesia. Permusyawaratanitu seia sekata berpendapat, bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.
Saudara-saudara! Dengan ini kami nyatakan kebupatan tekad itu. 
Dengarlah proklamasi kami:

Dan… Bung Karno pun membacakan teks proklamasi dengah khidmat.

Begitulah sekelumit kisah, beberapa saat sebelum detik-detik bersejarah, berlangsungnya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. (roso daras)

Blog Tentang Bung Karno oleh ROSO DARAS

www.ROSODARAS.wordpress.com

Ini blog yang menarik tentang Bung Karno, sebaiknya dibookmark untuk menambah wawasan.
Ditulis dengan ringan dan singkat namun cukuplah menjadi obat haus tentang kisah seorang bung Karno.

Berikut ini latar belakang penulisan blog termaksud.
Silahkan disimak... semoga ada yang suka
:)

------------------------

About this Blog

bung-karno

Digagas bukan sebagai blog komersial, tetapi ini blog spesial. Bukan karena merah marun background-nya, tetapi karena nama besar Sukarno-nya. Nama besar yang bahkan telah diakui seluruh dunia. Rasanya tidak aneh kalau kita pun meng-amin-inya. Lepas dari kontroversi yang menyelimuti perjalanan hidup Bung Karno, dia tetaplah orang besar. Besar cita-citanya, besar ide dan gagasannya, besar pula kecintaannya terhadap Tanah Air.

Saya bertekad, harus mewarisi segenap ajaran dan kebaikan yang melekat pada dirinya. Sekalipun begitu, saya tidak harus memuji, karena dia bukan Nabi. Tapi saya pun tak harus menghina, karena dia bukan durjana. Bung Karno tidak akan lebih agung meski aku junjung-junjung. Bung Karno tidak akan jadi kecil meski kusamakan dia dengan upil. Sukarno adalah Sukarno. Titik. Terima saja dia apa adanya. Jangan ditambahi. Jangan dikurangi.

Begitu niat blog ini di-create dengan asma Allah. Bismillah, atas nama Tuhan, blog ini aku persembahkan bagi dunia, atas nama rasa yang jumawa, atas nama cinta Tanah Air, atas nama hormat pada Pahlawan Proklamator.

Tekad terakhir perlu saya nyatakan, bahwa semua tulisan yang saya sajikan, adalah sepenuhnya tulisan saya (kecuali yang saya kutip dari sumber lain). Kami persilakan mengutip sebagian atau seluruh isi tulisan saya, tentu saja, dengan menyebut sumbernya (rosodaras.wordpress.com), fair enaugh bukan?.

MERDEKA!!!

Sekilas Saya

Roso Daras kcl

Saya, Roso Daras…

Bukan siapa-siapa, hanya orang yang menggandrungi Bung Karno. Gandrung akan kecintaannya terhadap Tanah Air. Gandrung akan pemikiran-pemikirannya, dan terutama gandrung akan rasa nasionalismeya. Atas alasan itu pula, saya berusaha terus dan terus menggali pemikiran-pemikiran Bung Karno.  Setidaknya, untuk memuaskan nafsu keingintahuan saya lebih jauh tentang sosok Putra Sang Fajar.

Pergulatan saya dengan pemikiran Bung Karno, sampailah saya pada momentum yang saya sebut “kebetulan”, yakni ketika saya menulis buku “Aktualisasi Pidato Terakhir Bung Karno: Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”,  dan langsung disambut baik penerbit Grasindo (Gramedia Group),dan diterbitkan sebagai salah satu “seri pemikiran Bung Karno”, yang terbit tahun 2001, bertepatan dengan seabad Bung Karno. Momentum itu makin memompa semangat saya untuk terus memahami pemikirannya.

Pahamkah saya terhadap pemikiran Bung Karno? Jauh panggang dari api. Makin mencoba mendalami, makin merasa kecil saya. Makin berusaha mempelajari, makin bodoh saja rasanya. Sebaik-baiknya sikap, adalah tidak berhenti. Itu artinya, saya sedang dalam perjalanan memasuki belantara Sukarno.

Ibarat spon basah, semua hal yang saya coba serap, akhirnya menumpulkan otak saya. Karenanya, saya harus segera memeras spon basah tadi, agar kembali kering dan siap menerima hal-hal baru dari seorang Sukarno.

Saat ini, saya sedang menyusun sebuah buku, tidak jauh dari sosok Bung Karno. Insya Allah, tidak lama lagi akan terbit. Itu adalah salah satu upaya saya memeras spon basah. Nah, blog ini sedianya saya siapkan, manakala karena satu dan lain hal, buku tadi tidak jadi terbit. Dan jika itu terjadi, maka di sinilah akan saya tampilkan. Niatnya hanya berbagi.

Saya melihat begitu banyak komunitas pro Sukarno. Barangkali sama banyaknya dengan para pihak yang antiSukarno. Bagi saya, itu tidak masalah. Mengagumi dia adalah hak saya. Sekalipun begitu, kekaguman saya sejauh ini saya anggap normal-normal saja. Artinya, saya kagum terhadap ajaran Bung Karno, tetapi tetap dengan kesadaran bahwa, Bung Karno tidak akan lebih besar kalau saya puji…. Bung Karno tidak akan lebih kecil kalau saya maki. ***

-------------------------------
Notes :
Menarik kan?
:)