Habib Riziq tolak Irshad Manji dan Lady Gaga datang ke Indonesia
Sebagai bentuk nyata penolakan FPI atas kedatangan dua setan dari benua Amerika itu, Habib Rizieq berkirim SMS kepada Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo, Sabtu (5/5/2012). Dalam pesan singkatnya itu, Habib Rizieq meminta agar Kapolri tidak mengizinkan acara yang dibuat Irshad Manji dan konser setan Lady Gaga. Berikut kutipan pesan singkat itu selengkapnya:
Assalamualaikum Wr. Wb
Yth: KAPOLRI
Semoga Pak Timur senantiasa sehat wal ‘afiyat dan dalam lindungan Allah SWT.
Mohon perhatian dan bantuannya:
Bahwa IRSHAD MANJI seorang warga Canada yang menjadi PEGIAT LESBIANISME INTERNASIONAL diundang oleh kalangan LIBERAL Indonesia untuk ceramah dan kampanye di beberapa kota di Indonesia tentang LESBIANISME dengan kedok Launching dan Bisnis buku karyanya tentang LESBI yang berjudul “Allah, Liberty and Love”.
Semalam acara mereka di Pasar Minggu dan Sore ini di Kalibata – Jakarta DIBUBARKAN APARAT DAN MASYARAKAT. Kami harap Polri TIDAK BERI IZIN dan segera PERIKSA termasuk ULIL ABSHAR dkk serta segera DEPORTASI Irshad Manji via Imigrasi, karena sebagai ORANG ASING telah menyalahgunakan bisa sekaligus meresahkan masyarakat Indonesia.
Begitu juga, harap JANGAN IZINKAN rencana Michael Rusli, Presdir Big Daddy Production untuk gelar KONSER LADY GA GA pada Juni mendatang di Senayan, karena Lady Ga Ga adalah PEMUJA IBLIS LUCIFER dengan MUSIK ALIRAN SETAN yang telah menyatakan secara terbuka ingin membangun KERAJAAN IBLIS di Indonesia.
NKRI adalah Negara berdasarkan KETUHANAN YANG MAHA ESA, bukan KESETANAN YANG LUAR BIASA. NKRI sangat menjunjung tinggi Norma Agama dan Nilai Budaya yang luhur lagi mulia.
Ayo, jaga MORAL ANAK BANGSA !!!
Semoga Pak Timur selalu membela Agama, Bangsa dan Negara untuk meraih Ridho Allah SWT.
Jazaakallaahu Khoirol Jazaa.
Terima Kasih.
Habib Muhammad Rizieq Syihab
Cc: (MPR, DPR DPD, MA, Presiden, Menkopolhukkam, Mendagri, Menlu, Menhan, Menhuk & HAM, Menag, Panglima TNI, BIN, BAIS, Jaksa Agung, Dirjen Imigrasi, Kapolda Metro Jaya, Ulama, Tokoh dan Ormas Islam).
Kesaksian pada sidang Itsbad penentuan lebaran 2011 - Abdul Halim Ayim
Sebagai wartawan saya diundang Kemenag untuk menghadiri Sidang Itsbad untuk penentuan tanggal 1 Syawal 1432 H Senin malam lalu (29/8) di Auditorium Kemenag Pusat. Sidang yang dipimpin Menag Suryadharma Ali dimulai sejak pukul 16.30 dan baru berakhir pukul 21.00.
Setahu saya ini Sidang Itsbat terlama yang pernah saya hadiri. Namun betapa terkejutnya saya, ketika diumumkan ada dua daerah yang telah ..................melihat Hilal yakni di Cakung Jakarta dan Jepara Jawa Tengah. Tetapi kemudian dianulir dan dinyatakan tidak sah dengan dalih di Cakung mereka tidak disumpah sebelumnya oleh Hakim Pengadilan Agama setempat, meski mereka itu terdiri dari tiga orang ustadz FPI yang tidak diragukan lagi kredibilitasnya dan didukung Majelis Mujahiddin (MM). tetapi sayangnya FPI dan MM tidak diundang Kemenag.
Sedangkan di Jepara dengan dalih yang melihat hanya seorang sedangkan lainnya tidak melihat, jadi kesaksian mereka dianggap batal, sehingga Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Rabu (31/8). Padahal seluruh negara Timur Tengah, Brunei, Malaysia, Singapura bahkan Australia dan AS, Idul Fitrinya Selasa (30/8) dan Muhammadiyah jauh hari sudah menetapkan Selasa (30/8). Bahkan seluruh dunia Idul Fitrinya Selasa (30/8) dan hanya Indonesia yang Rabu (31/8).
Kemudian beredar kabar jangan-jangan ini telah dipolitisir, sebab selama ini Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin selalu memimpin gerakan oposisi terhadap Pemerintahan SBY, sehingga Pemerintah harus berbeda dengan Muhammadiyah ! Wallahu 'alam. (*)
Source : http://www.facebook.com/notes/abdul-halim-ayim/idul-fitri/224049294311033
Petinggi Demokrat Sesalkan Kehadiran Fauzi Bowo di Acara FPI
Jakarta -
Kehadiran Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di acara milad FPI disesalkan petinggi Partai Demokrat. Kehadiran Gubernur yang biasa disapa Foke ini dinilai sebagai restu atas eksistensi FPI.
"Kehadiran Gubernur DKI, dalam Milad FPI ke-12 sungguh disesalkan. Itu bisa
ditafsirkan sebagai restu gubernur pada keberadaan FPI yang justru sedang digugat masyarakat luas sebab aksi-aksi polisionalnya yang ilegal," kata Sekretaris Departemen HAM DPP Partai Demokrat, Rachlan Nasidik di Jakarta, Sabtu (7/8/2010).
Dia menjelaskan, Foke yang juga anggota dewan pembina Partai Demokrat, dinilai melawan ciri ideologi Partai Demokrat yang sudah ditetapkan oleh SBY sebagai Ketua Dewan Pembina.
"Yakni menjadi jangkar politik. Partai Demokrat harus menegur Foke, sebab sebagai the ruling party, partai ini memiliki kewajiban paling besar untuk bersikap politically correct bagi kebhinekaan Indonesia," terangnya.
Selain Foke, pajabat yang hadir yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Timur Pradopo. Kedua pejabat itu hadir dan turut makan nasi kebuli bersama jajaran petinggi ormas pimpinan Habib Rizieq tersebut. Acara Milad digelar markas FPI, Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu pagi.Read more at www.detiknews.com
Jika Perda Tempat Hiburan Malam Ditegakkan, FPI tidak Akan Turun ke Jalan
Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab memberikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta yang menyatakan akan menindak tegas setiap tempat hiburan malam "bandel" yang buka saat ramadhan. Hal itu dinyatakan saat pertemuan silaturahmi siang kemarin, Selasa (03/08) di Balai Kota bersama jajaran pengurus DPP-FPI lainnya. Pertemuan ini adalah silaturahmi dan juga kordinasi antara FPI dengan pemerintah yang berkomitmen untuk menjaga kesucian Bulan Suci Ramadhan.
Pada pertemuan, FPI meminta Pemprov DKI menegakkan peraturan daerah yang telah ditetapkan yaitu menutup tempat hiburan malam selama bulan suci Ramadan. Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab, MA, menyatakan karena yang wajib melakukan sweeping tempat hiburan malam adalah Satpol PP.
"Yang berhak melakukan sweeping itu Satpol PP, kalau pun ada polisi itu hanya mendampingi tugas Satpol PP," ujar Habib Rizieq Syihab,MA, yang didampingi Munarman.
Habib Rizieq Syihab, menyatakan selama Perda DKI Jakarta Nomor 10 tahun 2004 tentang Kepariwisataan itu ditegakkan maka FPI tidak perlu turun ke jalan.
FPI tidak akan gegabah main hakim sendiri. Seperti dikatakan Habib Rizieq Syihab, bahwa FPI sudah berkomitmen tidak turun ke jalan jika tidak diperlukan. "Kami akan mendorong polisi dan Satpol PP untuk mengawasi dan menindak. Tetapi kalau mereka diganggu, kami akan bantu," tegas Habib Rizieq Syihab di kesempatan yang sama.
"Selama PERDA itu ditegakkan, kami tidak akan turun ke jalan. Kita sangat mendukung Pemprov DKI yang berkomitmen menegakkan perda tersebut," tambah Beliau.
FPI juga akan tetap secara ketat memonitor dan memantau langsung berbagai lokasi tempat hiburan malam yang diharuskan tutup selama ramadhan. Dan mengajak masyarakat untuk juga terjun langsung dalam menjaga kesucian ramadhan dengan melaporkan kepada pemerintah dan aparat jika ada tempat hiburan malam yang bandel buka saat ramadhan.
Sementara itu, Gubernur Fauzi Bowo menegaskan bahwa Pemda DKI akan menegakkan Perda itu tanpa pandang bulu. "Kalau ada yang melanggar akan kita beri sanksi tegas, kita tidak ingin bulan suci diganggu kepentingan bisnis yang mengganggu ibadah," tutur Foke sapaan akrabnya.
Lewat Perda DKI Jakarta Nomor 10 tahun 2004 tentang Kepariwisataan, diatur bahwa jam operasional tempat hiburan seperti karaoke, cuma dapat beroperasi pukul 20.30 WIB hingga 01.30 WIB. Sementara, klub malam, diskotik, tempat pijat, dan permainan ketangkasan sudah harus tutup sehari sebelum dan selama bulan Rhamadan. mnh/fpi
Read more at www.eramuslim.com
MUI: Tidak Setuju FPI Dibubarkan, Adili Saja yang Bersalah
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Al Mukarram Al Ustadz K.H. Ahmad Chalil Ridwan Lc, untuk kali pertamanya mengunjungi Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Wahdah Islamiyah (WI) Pondok Cabe Tangerang Banten, Senin, 21 Sya’ban 1431 H/ 2 Agustus 2010.
Ketua MUI dalam kunjungannnya ke Pondok yang diberi nama Ma’had Tahfidzhul Qur’an Raudhatul Huffadzh ini, dalam rangka acara “Silatul Ukhuwah” antara pengelola Pondok yang dipimpin oleh Al Akh Abdullah Mustadi, Keluarga besar WI Jakarta dengan warga sekitar Pesantren,
Kegiatan ini dirangkaikan dengan penutupan program Daurah Shaifiyah Lembaga Tahfidzhul Qur’an Raudhatul Huffadzh LIPIA Jakarta yang sebelumnya telah melaksanakan kegiatannya selama 1 bulan ,sejak Tanggal
Kegiatan ini dirangkaikan dengan penutupan program Daurah Shaifiyah Lembaga Tahfidzhul Qur’an Raudhatul Huffadzh LIPIA Jakarta yang sebelumnya telah melaksanakan kegiatannya selama 1 bulan ,sejak Tanggal 2 Juli 2010.
Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri peserta yang terdiri dari Santri, Mahasiswa LIPIA, warga masyarakat setempat, pengurus DPC WI Jakarta dan Yayasan Al Hijaz Al Khairiyah, serta perwakilan keluarga pewaqaf tanah lokasi Pesantren .
Acara ini juga diisi dengan sosialisasi kegiatan Ma’had Tahfidzhul Qur’an Raudhatul Huffadzh dan juga laporan Panitia Program Daurah Shaifiyah Lembaga Tahfidzhul Qur’an Raudhatul Huffadzh LIPIA Jakarta.
Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah yang menerima langsung dan mendampingi Ketua MUI, dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua MUI yang telah menyempatkan mengunjungi pondok Pesantren Wahdah Islamiyah. Setelah itu, Ustadz yang sementara Studi S3 di Universitas Ibnu Khaldun Bogor ini memberikan penjelasan singkat tentang Ormas WI serta kegiatan-kegiatannya di Wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Ketua MUI Al Mukarram Al Ustadz K.H. Ahmad Chalil Ridwan Lc., memberi Tausiah pada acara ini, dimulai dengan mengoreksi istilah ‘silaturahim/silaturahmi’. Menurut Pimpinan Pesantren Al Husnayain yang sekaligus Ketua Dewan Dakwah Indonesia ini, bahwa istilah silaturahim tidak cocok digunakan untuk kegiatan yang umum seperti ini, karena menurutnya kata silaturahim/silaturahmi adalah untuk menjalin hubungan diantara orang yang ada hubungn darah (atau keturunan). Sehingga semua dalil-dalil tentang ancaman bagi yang memutuskan silaturahim itu ditujukan bagi mereka yang memutuskan persaudaraan sedarah, misal: kakak dengan adik, anak dengan orang tua, cucu dengan kakek, ponakan dengan paman/bibi, dan seterusnya.
Istilah yang tepat untuk menyebut jalinan persaudaraan diantara orang yang tidak ada hubungan darah dalah ‘Silatul Ukhuwah’. Pak Kiyai mengisahkan bahwa ia mulai menggunakan istilah Silatul Ukhuwah sejak Tahun 80-an dimana saat itu beliau menjadi salah satu peserta daurah untuk para kiyai Indonesia yang dibawakan oleh beberapa ulama dari Mekkah dan Riyadh dibawah koordinasi atase kerajaan Saudi Arabia.
Pada waktu itu, lanjutnya, salah seorang kiyai ditugaskan membawakan ceramah setelah shalat subuh dalam bahasa arab, dimana kiyai tersebut mengangkat topik silaturahmi, dan langsung saja salah seorang Syaikh memprotes dengan serta merta dengan naik langsung ke mimbar dan menjelaskan bahwa peristilahan tersebut tidaklah benar, dan lebih tepat menggunakan istilah silatul ukhuwah. Selanjutnya KH. Cholil menghimbau agar Wahdah Islamiyah dan organisasi lainnya juga mulai mensosialisasikan istilah ini.
Selanjutnya, Pak Kiyai menjelaskan tentang beberapa fenomena terkini tentang dinamika perkembangan Islam di Indonesia. Beberapa hari terakhir beliau selaku pengurus MUI sering mendapat usulan atau permintaan baik melalui SMS dan lainnya untuk membubarkan FPI (Front Pembela Islam). Dengan tegas beliau menjawabnya, “Tidak, jika ada yang bersalah, adili dan hukum tapi jangan minta organisasinya dibubarkan. FPI kan menamakan dirinya Pembela Islam, kalau dibubarkan, siapa yang akan membela Islam?
“Jika FPI dibubarkan, maka NU jika dianggap keras suatu waktu nanti akan diminta juga dibubarkan, Muhammadiyah juga demikian, dan bisa jadi Wahdah Islamiyah menjadi Ormas pertama yang akan dibubarkan setelah FPI,” demikian terang beliau disambut tawa oleh para hadirin.
Beliau juga menegaskan bahwa Syiah, Ahmadiyah, dan Islam Jama’ah adalah golongan sesat yang harus diwaspadai. Beliau pun menghimbau pemerintah setempat untuk memperhatikan perkembangan kelompok-kelompok sesat ini di wilayah mereka termasuk di Pondok Cabe.
Di samping itu, Ketua Syabakah Produsen dan Konsumen Muslim Indonesia ini dalam tausiahnya juga menjelaskan tentang fenomena perkembangan Islam di dunia dimana menurutnya sekarang ini adalah masa kejayaan Islam fase ketiga (700 tahun ketiga).
Beliau membagi fase perkembangan Islam dalam kurun 700 tahunan, dimana pada 700 tahun pertama Islam mencapai kejayaannya sampai ke benua eropa. Kemudian 700 tahun kedua, Islam mengalami keterpurukan. Sekarang pada Tahun 1431 H, Islam telah 31 tahun memasuki fase 700 tahunnya yang ketiga, dimana sejak 31 tahun yang lalu sampai sekarang telah nampak kembali tanda-tanda kebangkitan Islam khususnya yang dirasakan di Indonesia.
Beliau mencontohkan bahwa 30 tahun yang lalu, jilbab dilarang masuk ke sekolah negeri. Tidak sedikit siswi yang dikeluarkan dari sekolah negeri karena mempertahankan jilbabnya, bahkan putri dari salah seorang menteri melalui kekuasaan ayahnya pernah menuntut hal tersebut ke pengadilan namun kalah dan terpaksa harus keluar dari sekolahnya. Namun sekarang, jilbab telah bangga dinampakkan di mana-mana, bahkan sebagian pemerintah daerah telah membuat Perda kewajiban memakai jilbab bagi siswi muslimah meskipun baru pada Hari Jumat saja.
Pimpinan Persatuan/Perhimpunan Pondok Pesantren Indonesia ini menutup tausiahnya dengan menjelaskan keutamaan menghafal Al Qur’an. Beberapa bukti yang beliau temukan menunjukkan bahwa lembaga pendidikan umum yang menerapkan program menghafal qur’an di sekolah menunjukkan bahwa siswa-siswa yang berprestasi adalah mereka yang hafalan qur’annya banyak. Maka beliau menghimbau agar perhatian terhadap hafalan qur’an diberikan porsi yang lebih besar, terutama bagi generasi muda Islam saat ini. mnh/wiRead more at www.eramuslim.com
Usulan Pencabutan KTP Ariel oleh FPI dan FUI
Ya, rekaksi keras, mengecam, mengutuk dan prihatin marak dimana-mana. Semoga masyarakat semakin kritis terhadap perilaku pornoaksi baik sengaja maupun tidak, walaupun berlndung dibalik hak pribadi si pelaku.
Ya, masyarakat memiliki hak tolak perilaku itu.
FPI Ancam Datangi Rumah dan Seret Luna Maya ke Penjara
TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA - Sekitar 50-an orang dari kelompok Front Pembela Islam (FPI) berdemo di luar gerbang Polda Metro Jaya, mereka meminta kepolisian agar menangkap pelaku dan penyebar VCD Porno Ariel, Luna Maya dan Cut Tari.
"Polisi seharusnya menahan Luna atau Ariel atau tiruannya berdasarkan penyelidikan, maka itu kami mendesak agar polisi menangkap ketiganya buka hanya penyebar yang harus ditangkap tapi pelakunya," ujar Ketua DPD FPI DKI Jakarta, Habib Salim Bin Umar Alatas, di depan Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (14/06/2010).
Habib Salim mempertanyakan reaksi kepolisian yang lambat dalam menangani peredaran Video Porno Luna-Ariel sehingga beredar luas di masyarakat seperti di Glodok, Jakarta Barat.
"Kenapa Polisi pada tidur, kita juga mempertanyakan polisi, di Glodok video itu dijual bebas padahal dijual di dekat kantor polisi," tanya Habib Salim.
FPI juga mengancam pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus tersebut selama satu minggu bila tidak, maka organisasi Islam itu tidak segan-segan mendatangi rumah Luna Maya dan menyeretnya ke tahanan. Walau, tindakan FPI itu melanggar hukum, namun Habib menegaskan pihaknya tidak takut untuk melakukannya.
"Kita buktikan bukan omong biasa, sekalipun kita dipenjara kita akan kita lakukan," tegas Habib Salim sambil mendatangi main hall Polda Metro Jaya.
Selain menyeret Luna Maya, Ariel dan Cut Tary, FPI juga mendesak kepolisian untuk menyelidiki kasus video porno lainnya. "Siapapun artis porno di Indonesia harus ditahan , bintang-bintang ini sudah sangat meresahkan, merusak akhlak moral anak bangsa dan kalau dibiarkan akan semakin merajalela," tanda Habib Salim.
Perwakilan FPI sekitar 5 orang yang dipimpin Habib Salim bin Umar Alatas kemudian mendatangi Main Hall Polda Metro Jaya dan diterima Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar. Mereka langsung mengadakan pertemuan di Main Hall.
Sementara itu, akibat demonstrasi FPI arus lalu lintas di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan dari arah Semanggi ke arah Blok M mengalami kepadatan.
Habib Salim: Luna Maya Harus Minta Maaf Kepada FPI
JAKARTA - Terkait penanganan kasus Video porno Ariel, Luna Maya dan Cut Tary, Front Pembela Islam (FPI) akan menunggu pemeriksaan yang akan dilakukan pada hari ini. FPI juga menunggu janji kepolisian untuk semaksimal mungkin menjalankan razia VCD porno.
Demikian dikatakan Habib Salim Bin Umar Alatas, Ketua DPD FPI DKI Jakarta setelah bertemu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Main Hall Polda Metro Jaya, Senin (14/06/2010).
"Kita lihat pemeriksaan hari ini apakah Luna Maya akan ditahan atau tidak," imbuh Habib Salim.
Habib Salim kemudian menjelaskan dari hasil pertemuan dengan kabid humas, pihak kepolisian mengatakan beberapa tersangka terkait penyebaran video porno telah ditangkap oleh kepolisian Jakarta Barat dan Jakarta Utara. FPI terus melakukan gerakan agar kasus ini terselesaikan seperti mendatangi rumah Luna Maya dan menyeretnya ke tahanan.
"Mereka sudah terkena UU pornograpi, KUHP dan tindakan asusila," tutur Habib Salim.
Habib Salim mempunyai pengalaman dengan Luna Maya, ketika dirinya diwawancara oleh TV One menanggapi film Rayuan Arwah Penasaran yang dibintangi Rahma Azhari. Ketika itu FPI memberikan tanggapan bahwa film itu termasuk porno.
"Oh itu FPI, oh itu FPI," ujar Habib menirukan ucapan Luna Maya saat di studio TV One.
"Eh ternyata dia juga ikut main," kata Habib
Dari pengalaman tersebut maka FPI mendesak Luna Maya dan artis lainnya untuk meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam karena tindakannya yang melecehkan umat Islam. "Dia (Luna Maya) juga harus meminta maaf kepada FPI karena ucapannya," tandasnya.
Geram, FPI Bakal Seret Luna Maya dari Rumahnya
Organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) mendesak pihak kepolisian agar menangkap sejumlah selebritas yang diduga terlibat video asusila.
"Kalau polisi nggak bisa tangkap, kita dari FPI akan bertindak," ungkap Ketua DPD FPI DKI Jakarta Habib Salim Umar Alatas saat ditemui di kantornya di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (14/6).
Salim mengatakan, FPI memberi waktu satu pekan untuk menangkap penyanyi Nazril Ilham alias Ariel, Luna Maya dan Cut Tari yang diduga terlibat dalam rekaman video porno.
"Kita mendesak polisi menangkap ketiganya, bukan hanya penyebar rekamannya saja," ujar Salim seraya menambahkan polisi juga harus menghukum semua artis lain yang pernah terlibat aksi pornografi.
Kali ini, FPI bersungguh-sungguh dengan seruannya. Karena, jika tidak digubris Mabes Polri, FPI sendiri yang akan mendatangi kediaman Luna dan menyeretnya ke polisi.
"Kita akan sweeping, mendatangi rumah Luna Maya," tegasnya.
Habib Salim juga mempertanyakan, mengapa video mirip Ariel, Luna dan Cut Tari bisa beredar luas di masyarakat. Jika alasan merekam video tersebut untuk kebutuhan pribadi, harusnya jangan sampai bocor.
"Kenapa pribadi bisa tersebar? Yang itu harus dipertanyakan, itu adalah keteledoran pribadi. Kalau memang hilang, hilangnya kapan? Sudah buat laporan polisi belum? Di mana hilangnya, kita harus tahu," kritiknya.
Habib Salim membantah pendapat yang menyebut Ariel, Luna dan Cut Tari sebagai korban penggandaan video mesum.
"Korban bagaimana? Ini sudah beredar luas. Di desa-desa, sampai tukang ojek tahu," tuturnya. ry/ald
FPI Tempatkan Intel Tolak Kedatangan Miyabi
Koordinator Aksi Menentang Miyabi Front Pembela Islam (FPI), Habib Salim Alatas mengatakan, sejumlah intel FPI telah ditempatkan di sejumlah lokasi untuk memantau informasi kedatangan Miyabi.
Seperti dilansir VIVAnews.com, Selasa (13/10/2009), hal itu terkait dengan aksi FPI menentang keras kedatang bintang porni asal Jepang tersebut.
"Intel dikirim untuk cek di Bandara Soekarno-Hatta," kata Salim.
Meski telah mendapat informasi dari Maxima Picture bahwa Miyabi batal datang ke Indonesia, namun FPI tetap akan melakukan pengawasan. FPI tak ingin dikelabui rumah produksi yang berencana mendatangkan Miyabi ke Indonesia itu.
FPI tetap mengancam akan mengerahkan aksi besar jika Miyabi nekat datang ke Indonesia. "Apabila sampai datang ke Indonesia, jangan salahkan umat Islam kalau ada pembakaran atau penculikan, kami tidak main-main," ujarnya.
Film 'Menculik Miyabi' bercerita tentang tiga mahasiswa yang terobsesi dengan Miyabi. Ketiga mahasiswa itu kemudian berniat menculik bintang porno asal Jepang tersebut, ketika mereka tahu artis tersebut tengah berada di Jakarta.
Miyabi dijadwalkan datang ke Indonesia pada besok, 14 Oktober 2009. Syuting film 'Menculik Miyabi' sedianya dilaksanakan di Indonesia dan di kampung halaman Miyabi di Jepang. Rencananya film ini akan ditayangkan pada 31 Desember mendatang.
Situ Gintung 31 Maret 2009
src="http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf" width="400"
height="267" flashvars="host=picasaweb.google.com&RGB=0x000000&feed=http%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2Fcahpamulang%2Falbumid%2F5321079496964905473%3Fkind%3Dphoto%26alt%3Drss"
pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"></embed>
Gak Bis detail karena waktu itu tidak bisa masuk dan nggak enak dengan
para petugas yang jaga.
