Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Menyelam di Wakatobi Sama dengan Menjelajah Laut Dunia

Bupati Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, menyatakan, menyelam di alam bawah laut Wakatobi, sama halnya dengan menjelajah seluruh perairan laut dunia, sebab 90 persen karang dunia ada di dasar laut Wakatobi.
"Jumlah jenis karang di seluruh dunia ada 850 jenis. Di Wakatobi, ada 750 jenis terumbu karang. Makanya, kala sudah menyelam di Wakatobi, sesungguhnya yang bersangkutan sudah menjelajah hampir seluruh karang dunia," kata Hugua, kepada sejumlah wartawan di Wakatobi, sesuai menyelam di dasar laut Pantai Sombu, setelah pengibaran Merat Putih di dasar laut tersebut, Selasa.
Menurut Huguan, di laut Karibia yang banyak menyedot penyelam kelas dunia, hanya memiliki 50 jenis terumbu karang, sedangkan di laut Atlantik hanya terdapat 350 jenis terumbu karang, dan di Laut Merah ada 300 jenis terumbu karang.
Bahkan kata dia, jenis terumbu karang yang selama ini hanya ada di dasar laut Pulau Palao, bernama `palao strea`, ternyata terdapat juga di Wakatobi."Jenis karang itu ditemukan ahli biologi laut dari Universitas Hasanuddin, bernama Doktor Ipul pada Maret 2009. Ia menemukan jenis karang tersebut di sekitar pulau Hoga," katanya.
Hugua mengatakan, jenis karang di dasar laut Wakatobi, bisa saja masih bertambah dari 750 jenis, kalau para ahli biologi laut melakukan penelitian. "Saat ini, kami Pemerintah Wakatobi, sudah membangun laboratorium bawah laut, untuk kepentingan penelitian terumbu karang termasuk berbagai jenis biota laut lainnya. Kami persilahkan para peneliti, baik dari perguruan tinggi nasional, maupun universitas dari luar negeri," katanya.
Selain sebagai pusat penelitian paling aktif di pusat segitiga karang dunia, Laboratoium Bawah Laut tersebut juga berfungsi sebagai tempat pembibitan karang untuk kebutuhan bubidaya karang bagi masyarakat Wakatobi."Produnsi terumbu karang karang hasil budidaya ini, kami sudah menjalin kerja sama dengan Mr Klaiten, pengusaha karang dari Inggris. Ia membutuhkan 250 juta anakan karang per tahun, untuk memasok kebutuhan karang di pasar Eropa," katanya.
Ia menambahkan, nelayan yang membudidayakan terumbu karang tersebut bisa memperoleh pendapatan sebesar Rp16 juta per enam sampai sembilan bulan."Pendapatan sebesar ini diperoleh dari 80 anakan karang yang ditanam pada medium 45 centimeter kali 60 centimeter. Harga per satu anakan karang senilai Rp200 ribu sampai Rp400 ribu, tergantung dari jenis karang," katanya.

Amazingly simple home remedies!

DAILY THOUGHT: SOME PEOPLE ARE LIKE SLINKIES - NOT REALLY GOOD FOR ANYTHING, BUT THEY BRING A SMILE TO YOUR FACE WHEN PUSHED DOWN THE STAIRS.


clipped from www.dysan.net
1. IF YOU'RE CHOKING ON AN ICE CUBE, SIMPLY POUR A CUP OF BOILING WATER DOWN YOUR THROAT. PRESTO! THE BLOCKAGE WILL INSTANTLY REMOVE ITSELF.
2. AVOID CUTTING YOURSELF WHEN SLICING VEGETABLES BY GETTING SOMEONE ELSE TO HOLD THE VEGETABLES WHILE YOU CHOP.
3. AVOID ARGUMENTS ABOUT THE TOILET SEAT - USE THE SINK.
4. FOR HIGH BLOOD PRESSURE SUFFERERS ~ SIMPLY CUT YOURSELF AND BLEED FOR A FEW MINUTES, THUS REDUCING THE PRESSURE ON YOUR VEINS. REMEMBER TO USE A TIMER.
5. A MOUSE TRAP PLACED ON TOP OF YOUR ALARM CLOCK WILL PREVENT YOU FROM ROLLING OVER AND GOING BACK TO SLEEP AFTER YOU HIT THE SNOOZE BUTTON.
6. IF YOU HAVE A BAD COUGH, TAKE A LARGE DOSE OF LAXATIVES. THEN YOU'LL BE AFRAID TO COUGH.
7. YOU ONLY NEED TWO TOOLS IN LIFE - WD-40 AND DUCT TAPE. IF IT DOESN'T MOVE AND SHOULD, USE THE WD-40. IF IT SHOULDN'T MOVE AND DOES, USE THE DUCT TAPE.
8. REMEMBER - EVERYONE SEEMS NORMAL UNTIL YOU GET TO KNOW THEM.
9. IF YOU CAN'T FIX IT WITH A HAMMER, YOU'VE GOT AN ELECTRICAL PROBLEM.
 blog it

Sejarah Singkat Museum Kekayon Yogyakarta

Kekayon - Profil
header

Pada tahun 1967 Prof. dr. Soeyono Prawiro Hadikusumo Sps SpKj. Salah satu ahli jiwa senior di Yogyakarta yang menyelesaikan studi S-2 di Belanda, berwisata ke museum di Amsterdam, penjaga museum tertarik dengan wayang. Sehingga Soeyono tertarik mendirikan museum wayang. Soejono memburu wayang sampai Banyuwangi dan Bali. Kini telah ada 5.464 koleksi wayang berasal dari Nusantara dan Mancanegara di pajang di Museum.

Museum didirikan tahun 1987 dengan dana pribadi, serta dengan koleksi wayang terlengkap di Indonesia. Museum yang namanya merujuk pada gunungan wayang dengan makna filsafat sebagai permulaan kehidupan baru. Pembukaan secara resmi oleh Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam VIII pada tanggal 5 januari 1991 dan mulai beroperasi sepenuhnya pada tanggal 17 Juni 1992. Semua jenis wayang dari yang konvensional : wayang kulit, hingga wayang wahyu untuk penyebaran agama Nasrani yang langka ada disini. Salah satu koleksi unik : sprangkat wayang tokoh sejarah Indonesia. Koleksi andalan : wayang golek “Thengul” berusia 250 tahun dari jepara. Serta wayang purwo 100 tokoh keluarga Kurawa yang terbuat dari kulit kerbau. Di tengah kompleks museum ada gedung untuk pementasan wayang. Lokasi museum sebenarnya tidak terlalu jauh dari kota Yogyakarta. Hanya belum banyak pengunjung yang datang karena kurang dipublikasikan padahal museum ini merupakan salah satu referensi untuk membuka khazanah dunia pewayangan Nusantara.
Tujuan utama Museum Kekayon adalah Preservasi Kebudayaan Nasional, khususnya kebudayaan wayang dan hal-hal yang terkait dengan tujuan tersebut. Sasaran operasional adalah Remaja Wisata Nusantara dengan harapan agar generasi muda lebih mengetahui dan memahami kebudayaan adiluhung yang asli nenek moyang. Sebagai museum, museum Kekayon juga mempunyai fungsi pendidikan, wahana penelitian dan rekreasi. Pada saat-saat tertentu (secara periodik) diadakan pertunjukan atau pagelaran wayang, yang dilanjutkan dengan acara santap bersama dan peninjauan keliling museum.   

Lukisan Pesisir Jakarta

Sejumlah seniman melukis suasana kampung Luar Batang di kawasan kolong flyover Jembatan Dua, Jakarta, Kamis (7/1). Lukisan tersebut dibuat untuk membuat daya tarik bagi masyarakat yang melintas dan mengenalkan wisata pesisir di Jakarta Utara.


iPhA - Only for the best photoes







Blogged with the Flock Browser

Puncak Satu Suro Dipusatkan di Pantai Selatan

KOMPAS.com


Rabu, 16 Desember 2009 | 18:50 WIB
BANTUL, KOMPAS.com - Puncak perayaan malam satu Suro, Kamis (17/12) sebagian besar akan dipusatkan di Pantai Selatan. Jumlah pengunjung akan melonjak drastis karena bertepatan dengan malam Jumat Kliwon. Secara khusus Kepolisian Daerah DIY akan menerjunkan 800 orang personelnya untuk mengamankan perayaan tahun baru Jawa tersebut.
"Tidak satu Suro saja, setiap malam Jumat Kliwon Pantai Selatan selalu penuh pengunjung. Mereka berasal dari berbagai kota yang sengaja datang untuk mencari berkah. Nanti satu Suro akan semakin banyak yang datang, karena malam itu sangat sakral," kata Kepala Bidang Sarana Obyek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Susilo, Rabu (16/12/2009).
Menurutnya, perayaan akan berlangsung di Pantai Parangkusumo, Parangtritis, Depok, Samas, dan Pandansimo. Acara dimeriahkan dengan suguhan wayang kulit semalam suntuk. "Pantai Selatan, menjadi tujuan utama pengunjung k arena laut menjadi tempat nyaman untuk melakukan refleksi," katanya.
Diperkirakan lonjakan pengunjung Pantai Selatan mencapai tiga kali lipat dari hari libur biasa. Jumlah pengunjung saat hari libur di Parangtritis mencapai 10.000 orang. Selain di pantai, perayaan satu Suro juga dilakukan di lingkungan keraton termasuk di komplek makam raja-raja Imogiri.
Secara khusus pemerintah kabupaten Bantul telah meminta bantuan pengamanan kepada polisi. Tidak kalah pentingnya adalah kesiapan tim SAR, mengingat perayaan berada di pantai dengan ombak besar. "Kami himbau pengunjung berhati-hati dengan ombak. Sesuai dengan ketentuan mereka dilarang untuk mandi di sekitar pantai," katanya.

Mangkunegaran Gelar Ritual 'Semedi Bisu'

KOMPAS.com


Jumat, 18 Desember 2009 | 06:09 WIB

SOLO, KOMPAS.com - Kalangan Pura Mangkunegaran, Kota Solo, Jawa Tengah, memperingati tahun baru Islam 1431 Hijriyah dengan melakukan semedi bisu. Ritual semedi bisu dilakukan kalangan keluarga Pura Mangkunegaran, abdi dalem, dan rakyat Mangkunegaran, Jumat dini hari, dengan berdiam diri di Pendapa Puri Mangkunegaran.
     
Sebelum dilakukan ritual tersebut, para kalangan Pura Mangkunegaran yang dipimpin Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkoenegoro IX, melakukan kirab pusaka mengitari kawasan Pura Mangkunegaran sekitar pukul 20:00 WIB.
    
Dalam ritual tersebut juga dilakukan pembersihan sejumah pusaka milik Pura Mangkunegaran.  Seratusan dari ribuan warga Kota Solo dan dari sejumlah daerah di sekitarnya, yang sejak pukul 18:00 WIB memadati Pura Mangkunegaran ikut meramaikan dengan memperebutkan air yang digunakan untuk membersihkan pusaka dan bunga yang dibagikan oleh petinggi Pura Mangkunegaran.

Usai ritual tersebut, KGPAA Mangkoenegoro memberikan sambutan dengan disertai doa dan harapan kepada Tuhan yang Maha Esa untuk masa depan yang lebih baik.  Tepat pukul 00:00 WIB atau bertepatan dengan waktu pergantian tahun Hijriyah, lampu di seluruh bagian kompleks Pura Mangkunegaran dipadamkan.
     
Seluruh anggota kerabat Pura Mangkunegaran, abdi dalem, serta rakyat yang hadir di lokasi tersebut secara serentak melakukan semedi bisu.  Salah seorang kerabat Pura Mangkunegaran, Sudharno Martoatmojo mengatakan, semedi bisu tersebut dilakukan sebagai perenungan tentang segala kesalahan di masa lampau yang telah diperbuat.
     
"Dalam semedi tersebut, kami juga melakukan dzikir kepada Allah SWT. Melalui semedi tersebut, kami berharap di masa yang akan datang kami dapat melakukan hal yang lebih baik untuk memperbaiki segala kesalahan yang pernah kami perbuat," kata Sudharno.

Satu jam setelah lampu dimatikan atau pada Jumat pukul 01:00 WIB, lampu kembali dinyalakan sebagai penanda selesainya ritual semedi bisu tersebut.

Ritual Satu Suro

KOMPAS.com



Kamis, 17 Desember 2009 | 23:00 WIB

KOMPAS.com- Malam tahun baru 1 Muharam 1431 H, Kamis (17/12/2009), ini diperingati secara meriah di sejumlah daerah di Indonesia. Tidak hanya di Solo dan Yogya yang dikenal punya tradisi Suroan, perayaan juga dilakukan di Palembang dan bahkan Jakarta.

Di Solo, ratusan warga berebut air jamasan (air untuk membersihkan pusaka keraton) dalam upacara adat menyambut malam 1 Suro, di Pura Mangkunegaran, Solo, Kamis (17/12) malam.

Dalam upacara adat itu, ada dua kali kesempatan memperebutkan air jamasan pusaka. Di lokasi upacara ratusan warga berebut air jamasan sebelum kirab pusaka diberangkatkan dari Pura Mangkunegaran.

Kirab juga biasa dilakukan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, di mana kebo bule biasa diarak.

Di Palembang, Sumatera Selatan, perayaan tahun baru Islam digelar dengan arak-arakan yang diikuti ribuan warga. Acara dipusatkan di Jalan Jenderal Sudirman dengan panjang arak-arakan sampai 1,5 km. Para peserta arak-arakan berebut uang Rp 2.000 yang diselipkan di lipatan bendera.

Di Jakarta, perayaan malam tahun baru Islam dipusatkan di Taman Mini Indonesia Indah. Berbagai acara digelar, dari jamasan pusaka sampai kirab yang juga diikuti dua kerbau berwarna putih.

Suroan, Warga Berebut Berkah Kerbau Bule

KOMPAS.com


Jumat, 18 Desember 2009 | 06:01 WIB

SOLO,KOMPAS.com - Upacara adat kirab satu Suro di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Jumat dini hari, mewarnai pergantian tahun baru Islam 1431 Hijriyah di Kota Solo, Jawa Tengah. Sebelum kirab dimulai, kalangan Keraton Surakarta melakukan ritual jamasan pusaka atau membersihkan pusaka kerajaan.

Setelah dilakukan pemanjatan doa, kirab yang dilakukan dengan disertai sejumlah kerbau bule keturunan Kyai Slamet, kerbau yang dikeramatkan oleh kalangan Keraton Surakarta dan rakyatnya, dimulai pada pukul 00:00 WIB.

Empat ekor kerbau bule tersebut mulai keluar dari pintu gapit Keraton Surakarta dan kemudian dikirab beserta 13 pusaka kerajaan mengitari kawasan sekitar Keraton Kasunanan Surakarta. Selain kerbau keturunan Kyai Slamet dan 13 pusaka, ribuan kerabat keraton dan abdi dalem keraton juga ikut serta dalam kirab tersebut.

Sebelumnya, ribuan warga Kota Solo dan sejumlah kabupaten di sekitarnya telah memadati sepanjang jalan yang menjadi perlintasan rombongan kirab. Banyak dari para warga yang menantikan kerbau-kerbau untuk melintas di depan mereka.

Ketika kerbau tersebut mengeluarkan kotoran, banyak dari warga yang telah bergerombol di sepanjang lintasan kirab memperebutkannya karena mereka berkepercayaan kotoran kerbau tersebut dapat membawakan berkah bagi mereka.

Pengageng III Pariwisata dan Museum Keraton Kasunanan Surakarta, KRMH Satryo Hadinagoro mengatakan, upacara adat kirab satu Suro ini merupakan wujud introspeksi diri bagi manusia. "Oleh karena itu, dalam kirab ini seluruh peserta kirab melakukan ritual laku bisu atau berjalan tanpa berbicara. Hal tersebut dilakukan agar mereka dapat merenung dan prihatin agar dapat menjadi manusia lebih baik di tahun-tahun berikutnya," kata Satryo Hadinegoro.
     
Sementara itu, salah seorang warga Kabupaten Wonogiri yang mengikuti prosesi upacara kirab, Suwarno, mengatakan, melalui upacara adat tersebut rakyat merenungi kesalahan yang selama ini diperbuat dan menjadikannya pelajaran untuk waktu ke depan.

"Selain itu, laku bisu yang kami lakukan merupakan wujud keprihatinan agar doa-doa kami dapat terkabul. Untuk malam satu Suro kali ini, saya juga berdoa agar Indonesia dapat bangkit dari keterpurukan, terutama bebas dari korupsi yang semakin merajalela," kata Suwarno.

Usai kirab satu Suro, kemacetan melanda di sejumlah jalan utama Kota Solo, terutama yang dilintasi rombongan kirab keraton, seperti di Jalan Slamet Riyadi, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, dan Jalan Yos Sudarso.

Selain disebabkan padatnya kendaraan yang melintas, banyaknya warga, baik pejalan kaki maupun yang hanya duduk bersantai di sepanjang trotoar jalan, juga menjadi penyebab kemacetan tersebut.  

Keberatan WisataLoka.com perihal re-Blog dan Jawabannya



Yth. Bp. TM Dhani Iqbal
WisataLoka.com

Dengan hormat,

Mohon maaf kalau pihak Wisataloka.com tidak berkenan dengan cara-cara reblog yang selama ini kami lakukan. Dalam hal ini tiada maksud saya untuk meng-haki karya-karya yang ada di Wisataloka.com maupun tempat lain yang selama ini memang memenuhi blog personal kami (hasil dari catatan browsing selama ini) yang ingin kami bagikan dengan kolega virtual kami sekaligus tentunya promo bagi portal atau blog bersangkutan.

Namun dengan adanya keberatan dari pihak WisataLoka.com , maka sesuai dengan disclaimer yang saya cantumkan dalam blog tersebut, dengan senang hati kami akan lepaskan semua posting dari Wisataloka.com tersebut dari seluruh link network kami tidak hanya sebatas yang ada dalam personal blog kami http://cahpamulang.blogspot.com demi menghormati kebijakan dari pihak WisataLoka.com.

Untuk itu mohon waktunya untuk kami trace ulang beberapa artikel dari Wisataloka.com yang pernah saya re-blog dan bila ternyata nanti masih ada yang belum saya putus linknya mohon kesediaan pihak WisataLoka.com untuk menghubungi kami kembali.

Dan akhirkata tentunya saya mohon maaf bila kami pribadi telah membuat ketidaknyamanan pihak WisataLoka.com

Salam
cahPamulang

cc:



2009/11/24 TM. Dhani Iqbal <iqbal@wisataloka.com>
Dear Bung Cah Pamulang,

Bersama email ini kami hendak berterimakasih atas respon-respon apresiatif Bung kepada media Wisataloka. Tentu kami sangat senang atas komentar-komentar yang positif, yang mendukung pemikiran-pemikiran untuk mengeksplorasi kebudayaan atau sejarah Indonesia.

Hanya saja, kami merasa sedikit keberatan dengan banyaknya isi dari Wisataloka yang Bung pindahkan bulat-bulat ke blog http://cahpamulang.blogspot.com. Blog Bung memang tidak bersifat komersil. Walau mencantumkan sumber, menurut peraturan perundang-undangan Hak Cipta, tetap tidak diperbolehkan mengutip, apalagi memindahkan keseluruhannya, tanpa izin. Sang pencipta, alias fotografer atau penulis, menyerahkan karya ciptanya kepada Wisataloka, dan bukan kepada pihak-pihak lain.

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Mohon untuk ditindaklanjuti seperlunya.

Terimakasih.

Salam,

--
TM. Dhani Iqbal
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi
Wisataloka Indonesia
Jl. Ketapang No. 20
Jatipadang, Pasar Minggu
Jakarta Selatan - 12540
E. iqbal@wisataloka.com
Ph. +62812 1928 2794
www.wisataloka.com
-----------------------------------------------------
Catatan kami :
Pernyataan banyak dari pihak WisataLoka.com sebenarnya ada 4 (empat) artikel yang saya reblog, yaitu mengenai Lunpia Semarang, Sate Kere, Sate Maranggi dan Lawang Sewu.
Namun sekiranya ada artikel lain yang mungkin saya lupa pernah melakukan re-bloging mohon kesediaan WisataLoka.com memberitahu kami.

Djakarta Temp Doeloe

Beberapa koleksi foto hasil jepretan dari masa lalu, diambil dari beragam sumber di internet.

Solo ternyata punya Pantai ")

Sumber : http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=903004&page=2


....klo di Bali ada "Dreamland Beach" (Pecatu Beach) :


...di Soloraya pun tak kalah keren dengan Dreamland Beach...., "NAMPU Beach Wonogiri" ....wonderfull !! :

10 Pantai Terbaik Di Dunia, Sanur Bali Termasuk!

Sumber : http://unik4u.blogspot.com/2009/10/10-pantai-terbaik-dunia-indonesia-juga.html

Pantai adalah tujuan wisata alam bagi banyak keluarga. Tempat semua
orang baik anak-anak maupun orang dewasa dapat bersenang-senang.
Keindahan matahari, laut serta pasirlah yang menjadi daya tarik dari
pantai.

Dilansir Reuters, belum lama ini, buku Lonely Planet's
Travel With Children memuat sepuluh daftar pantai di dunia yang aman,
nyaman dan ramah bagi anak-anak. Salah satunya adalah pantai Sanur,
Bali. Penasaran?

1. Costa Del Sud, Sardinia, Itali
Meskipun Anda harus berkendara menuju pantai, namun air biru yang bersih, pasir
putih serta tidak terlalu banyak orang adalah bagian ternyaman pantai
Sardini. Pantai ini jauh lebih baik daripada pantai-pantai yang ada di
daratan Itali. www.sardegnaturismo.it



2. Cottesloe, Australia Cottesloe
berada di sebelah Utara Fremantle dan bagian Barat dari Perth,
Australia. Pantai ini sangat indah dan aman bagi anak-anak untuk
berenang. Cuacanya pun selalu tampak sempurna.www.cottesloe.wa.gov.au



3. Durban, Afrika Selatan
Dibasuh dengan hangatnya Samudera Hindia, kota pantai Durban memiliki banyak
anak-anak yang bebas berenang. Serta adanya hiburan keluarga seperti
Sea World dan Dunia Kelautan Ushaka. www.durban.gov.za




4.Pantai Karon, Thailand
Karon adalah pantai keluarga yang ramah. Dilengkapi taman dengan tema kartun
Flintstone, dasar pantai Phuket yang hebat untuk dijelajahi dan dapat
memesan Phuket Gibbon Rehabilitation Center. www.phuket.com/island/beaches_karon.htm



5. Kauai, Hawaii, Amerika Serikat
Rumah dengan dipenuhi banyak pantai, Hawai-lah tempatnya. Di pantai inilah
anak-anak dapat berenang dalam laut yang dangkal. Juga terdapat Museum
Children's Discovery.www.kauai-hawaii.com



6. Aitutaki, Kepulauan Cook
Tepi pantai dengan pasir yang lembut dan laut hijau kebiruan yang dipenuhi
ikan tropis adalah keindahan pantai Aitutaki. Berenang serta berlayar
juga bagian dari kegiatan di pantai ini. cookislands.travel/index





7. Noosa, Australia
Pantai Noosa telah direkomendasikan oleh banyak orang tua di kantor pusat
Lonely Planet's sebagai tempat liburan yang indah untuk anak-anak.
Pantai yang besar, lingkungan alam yang indah (Noosa National Park) dan
dipenuhi anak-anak yang ramah merupakan ciri khas pantai ini.www.noosa.qld.gov.au/aboutnoosa



8.Tavira, Portugal
Di bagian Timur Pantai Selatan Portugis, di kota sunyi ini terdapat pantai
terbaik yang belum dijinakkan. Hanya perlu beberapa mil menuju pantai
Tavira. Dan yang terbaik dari semuanya itu, Anda memerlukan sebuah
perahu untuk menuju pantai tersebut.www.visitportugal.com





9. Sayulita, Meksiko
Aman, juga dipenuhi keluarga dari Amerika Utara dan Eropa yang dapat membuat
Anda merasa berada di rumah. Setiap sore, anak-anak baik lokal maupun
asing akan berkumpul di alun-alun kota untuk makan es krim dan bermain.
www.sayulitalife.com



10. Sanur, Bali, Indonesia
Kota kecil yang merupakan bagian dari Indonesia ini memiliki sederetan
warung disepanjang pantai. Juga dipenuhi oleh penduduk sekitar yang
ramah. www.balitourismboard.org



sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=108864198#post108864198

Telectroscope Connects New York & London

Telectroscope Connects New York & London

Telectroscope Connects New York & London 01

In all its optical brilliance and brass and wood, there stood the Telectroscope: an 11.2-meter-(37 feet) long by 3.3-meter-(11 feet) tall dream of a device allowing people on one side of the Atlantic to look into its person-size lens and, in real time, see those on the other side via a recently completed tunnel running under the ocean. (Think 19th-century Webcam. Or maybe Victorian-age video phone.)

"The Telectroscope started off as a totally unintentional hoax in the 1870s," explains St George, who is the leading expert on this forgotten backwater of Victorian technology. "It came about through an error. A French editor misread a report about the invention of a thing called the Electroscope - which is all to do with static electricity - and called it a Telectroscope. He also misinterpreted its purpose. "The fascinating thing is that his misunderstanding of what it did - to communicate face to face over a vast distance - really caught fire.

Telectroscope Connects New York & London 02

Needless to say there is no such massive tunnel. The end portals were just made to look like they're heading through the earth. In actuality, they're connected via "fiber optic cabling, and an HD camera and projector on either end provide live streaming video. But who really cares, you can still look in one end of this device in New York and see out the other in London. You'll find one end next to the Brooklyn Bridge, and the other across the pond, next to Tower Bridge."

The Telectroscope captured St. George's imagination five years ago, when he began pondering how to do a project on the childhood fantasy of digging a hole to the opposite side of the Earth. And because the artist also happens to have an expertise in Victorian chronophotography -- a precursor to cinematography -- he had a slight idea of where to look for the proper equipment.

Telectroscope Connects New York & London 03

Telectroscope Connects New York & London 04

"We all have that idea in our head if we could make a tunnel to the other side of the Earth," St. George said."But we are not all crazy enough to actually try and do it."

St. George was crazy enough to actually try and do it, but he realized he could not do the digging alone. So about two years ago, he pitched the idea to Artichoke, the British arts group responsible for taking the Sultan's Elephant -- a 42-ton mechanical creature -- for a stroll through central London in 2006. The company was immediately taken by St. George's idea.

"The whole thing is about seeing what is real and what isn't real and how the world is," said Nicki Webb, a co-founder of Artichoke. "Is it nighttime when we are in daytime, and does it look familiar to us or not?"

When the sun illuminated the lens of the Telectroscope next to the Thames, it was, of course, still nighttime in New York. So the screen inside the scope broadcast back only an empty sidewalk silently framed by the Brooklyn Bridge and the Manhattan skyline.

But then something miraculous occurred.

Interesting places to visit in Yogyakarta


Interesting places to visit in Yogyakarta

Borobudur Temple

Yogyakarta has numerous tourism objects, mostly are great heritage of old palaces and natural tourism objects, such as Sultan Palace and Borobudur Temple, the one of world's miracle. Other than that, there are so many interesting places to be visited in Yogyakarta.

1. Affandi Museum
In this city of artist and painters, no art museum is more famous than the Affandi Museum, located between the airport and the city centre on ji. Laksda Adisucipto al.Solo). Until his death in 1990. Affandi was one of the Indonesia maestros, best known painter internationally.

2. Banyu Nibo Temple
This Buddhist temple is quite small, but the view of its exotic scenery makes this temple offer great vista.

3. Baron Beach
Baron Beach is found some 55 kilometers south east Of yogya and it is connected by a fairly good road paved with limestone rocks.

4. Beringharjo Traditional Market
Yogya's central market has been established in the same location north of the Kraton since its founding in the 18th century.

5. Borobudur Temple
Borobudur is a UNESCO designated World Heritage Site with 7 levels and 1460 carved stone reliefs telling the story of Bhudda and representing the steps from the earthly realm to Nirvana. Located 42 kms from Yogyakarta, Borobudur is best seen in the early morning or at twilight.

6. Cerme Cave
It is famous as the meeting place used by Wall Songo' (Islamic preachers) to spread and teach the lslam religion in Java in previous centuries.

7. Gembiraloka Zoo
Many kinds of animals from all over places in Indonesia and overseas can be found in this zoo including veranus Komodoensis(the giant Komodo dragon lizard from Komodo island), the tapir and the scaly ant-eater

8. Imogiri Royal Cemetery
This cemetery was built in 1645 and perched on a beautiful hill about 12 km from Yogyakarta.

9. Kalasan Temple
It is the oldest Buddhist temple in Yogya and Central Java, and dates from 778 AD.

10. Kasongan
It has became famous for its many pottery workshops. Dozens of pottery workshops produce a wide range of pots as well as animal figurines.

11. Kids Fun Park
It is the Recreation Park with international standard, provides recreational service both for the kids and adults.

12. Kota Gede
Its' street are lined with busy silver workshops where visitors are welcome to wander around and watch the silversmiths at work.

13. Krakal Beach
It is a flat area without cliffs but the rocky bottom and coral bed is alive with swift moving fish of every hue and multicolored marine growth.

14. Malioboro
It is the main shopping street.

15. Mount Merapi
lt is Java's most active volcano, and a careful watch is kept on Mt Merapi by government monitoring stations to ensure nearby villages are warned in case of eruption.

16. Ngasem Bird Market
Here you can watch bargaining over prized songbirds and racing pigeons.

17. Pakualaman Palace
It is a site to host official state guests visiting Yogya

18. Parangtritis Beach
Currents and undertow are very strong here and tradition says it is the realm of the Queen of the Southern Ocean, Kanjeng Ratu Kidul, who has a mystical relationship with the reigning Sultan in Yogya. Beware of wearing the colour green if you go near the beach as it is believed this attracts the Queen to bring the wearer down to her watery domain.

19. Prambanan Temple
UNESCO officially lists it along with Borobudur as World Heritage Site.

20. Ratu Boko Temple
Ratu Boko, the "Palace of the Enternal Lord" , is the remains of a huge Hindu palace complex covering many hectares and dating from the 9th century.

21. Salak Pondoh
Salak pondoh Agriculture Attraction, is well worth a visit for anyone interested in how "snake fruit" (salak) is cultivated and used in Java.

22. Sambisari Temple
The interesting Hindu temple was built by king of the Sanjaya Dynasty in the 10th century.

23. Sari Temple
It is a Buddhist vihara built in the 8th century.

24. Sonobudoyo Temple
It is considered to house one of the best collections of Javanese arts in Indonesia.

25. Taman Sari
Taman Sari literally means fragrant garden.

26. Taman Sari Water Castle
This was once a most secret part of Kraton as it formed a pleasure park of pools and waterways planted with hundreds of floweringtrees.

27. The Yogya Keraton
It is still a royal residence and remains the focal point for traditional Javanese art and culture where visitors can see gamelan orchestras as well as palace dancers rehearsing every Sunday.

28. Ullen Sentalu Museum
This beautifully-designed museum is dedicated to fostering the public's appreciation of Javanese historical artifacts and artistic mastery along with experiencing the natural beauty found in the heights around Kaliurang.

29. Vredeburg Port
The architecture is worth a visit.

30. Wayang Museum
It is devoted to puppets from the different traditions of the famous Javanese shadow plays.

Some of the Beautiful Temples of the World!

Here is a listing of some of the beautiful temples of the World! Includes the Harmandir Sahib in Amritsar, Taktshang in Bhutan, Wat Rong Khun in Thailand, Prambanan in Indonesia, Shwedagon Pagoda in Burma, Temple of Heaven in Beijing, Chion-in in Japan, Sri Ranganathaswamy Temple in Tamil Nadu & the Angkor Wat in Cambodia.
Beautiful Temples 


Taktshang


BeautifulTemples
BeautifulTemples

Taktshang is the most famous of monasteries in Bhutan. It hangs on a cliff at 3,120 metres (10,200 feet), some 700 meters (2,300 feet) above the bottom of Paro valley, some 10 km from the district town of Paro. Famous visitors include Shabdrung Ngawang Namgyal in the 17th century and Milarepa.
The name means "Tiger's nest", the legend being that Padmasambhava (Guru Rinpoche) flew there on the back of a tiger. The monastery includes seven temples which can all be visited. The monastery suffered several blazes and is a recent restoration. Climbing to the monastery is on foot or mule.


Wat Rong Khun


BeautifulTemples
BeautifulTemples

Wat Rong Khun is a contemporary unconventional buddhist temple in Chiang Rai, Thailand. It was designed by Chalermchai Kositpipat. Construction began in 1998 and is expected to end in 2008.
Wat Rong Khun is different from any other temple in Thailand, as its ubosot (Pali: uposatha; consecrated assembly hall) is designed in white color with some use of white glass. The white color stands for Lord Buddha's purity; the white glass stands for Lord Buddha's wisdom that "shines brightly all over the Earth and the Universe."


Prambanan


BeautifulTemples
BeautifulTemples

Prambanan is the largest Hindu temple compound in Central Java in Indonesia, located approximately 18 km east of Yogyakarta. The temple is a UNESCO World Heritage Site and is one of the largest Hindu temples in south-east Asia. It is characterised by its tall and pointed architecture, typical of Hindu temple architecture, and by the 47m high central building inside a large complex of individual temples.


Shwedagon Pagoda


BeautifulTemples
BeautifulTemples

The Shwedagon Pagoda also known as the Golden Pagoda, is a 98-metre (approx. 321.5 feet) gilded stupa located in Yangon, Burma. The pagoda lies to the west of Kandawgyi Lake, on Singuttara Hill, thus dominating the skyline of the city. It is the most sacred Buddhist pagoda for the Burmese with relics of the past four Buddhas enshrined within, namely the staff of Kakusandha, the water filter of Konagamana, a piece of the robe of Kassapa and eight hairs of Gautama, the historical Buddha.


Temple of Heaven


BeautifulTemples
BeautifulTemples

The Temple of Heaven, literally the Altar of Heaven is a complex of Taoist buildings situated in southeastern urban Beijing, in Xuanwu District. The complex was visited by the Emperors of the Ming and Qing dynasties for annual ceremonies of prayer to Heaven for good harvest. It is regarded as a Taoist temple, although Chinese Heaven worship, especially by the reigning monarch of the day, pre-dates Taoism.


Chion-in


BeautifulTemples
BeautifulTemples

Chion'in Temple in Higashiyama-ku, Kyoto, Japan is the headquarters of the Jodo Shu (Pure Land Sect) founded by Honen (1133-1212), who proclaimed that sentient beings are reborn in Amida Buddha's Western Paradise (Pure Land) by reciting the nembutsu, Amida Buddha's name.
The vast compounds of Chion-in include the site where Honen settled to disseminate his teachings and the site where he died.


Harmandir Sahib


BeautifulTemples
BeautifulTemples

Sri Harmandir Sahib or Darbar Sahib, informally referred to as The Golden Temple or Temple of God, is culturally the most significant place of worship of the Sikhs and one of the oldest Sikh gurdwaras. It is located in the city of Amritsar, which was established by Guru Ram Das, the fourth guru of the Sikhs and the city that it was built in, is also due to the shrine, known as "Guru Di Nagri" meaning city of the Sikh Guru.


Sri Ranganathaswamy Temple

(Srirangam)


BeautifulTemples
BeautifulTemples

The temple occupies an area of 156 acres (6,31,000 m²) with a perimeter of 1,116m (10,710 feet) making it the largest temple in India and one of the largest religious complexes in the world. In fact, Srirangam temple can be easily termed as the largest functioning Hindu temple in the world (Angkor Wat being the largest non-functioning temple). The temple is enclosed by 7 concentric walls with a total length of 32,592 feet or over six miles. These walls are enclosed by 21 Gopurams (Towers). Among the marvels of the temple is a "hall of 1000 pillars" (actually 953).


Angkor Wat


BeautifulTemples
BeautifulTemples

Angkor Wat (or Angkor Vat), is a temple complex at Angkor, Cambodia, built for King Suryavarman II in the early 12th century as his state temple and capital city. As the best-preserved temple at the site, it is the only one to have remained a significant religious centre since its foundation—first Hindu, dedicated to Vishnu, then Buddhist. The temple is the epitome of the high classical style of Khmer architecture. It has become a symbol of Cambodia, appearing on its national flag, and it is the country's prime attraction for visitors.