Bupati Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, menyatakan, menyelam di alam bawah laut Wakatobi, sama halnya dengan menjelajah seluruh perairan laut dunia, sebab 90 persen karang dunia ada di dasar laut Wakatobi. Menyelam di Wakatobi Sama dengan Menjelajah Laut Dunia
Bupati Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua, menyatakan, menyelam di alam bawah laut Wakatobi, sama halnya dengan menjelajah seluruh perairan laut dunia, sebab 90 persen karang dunia ada di dasar laut Wakatobi. Amazingly simple home remedies!
|
Sejarah Singkat Museum Kekayon Yogyakarta
Pada tahun 1967 Prof. dr. Soeyono Prawiro Hadikusumo Sps SpKj. Salah satu ahli jiwa senior di Yogyakarta yang menyelesaikan studi S-2 di Belanda, berwisata ke museum di Amsterdam, penjaga museum tertarik dengan wayang. Sehingga Soeyono tertarik mendirikan museum wayang. Soejono memburu wayang sampai Banyuwangi dan Bali. Kini telah ada 5.464 koleksi wayang berasal dari Nusantara dan Mancanegara di pajang di Museum.
Museum didirikan tahun 1987 dengan dana pribadi, serta dengan koleksi wayang terlengkap di Indonesia. Museum yang namanya merujuk pada gunungan wayang dengan makna filsafat sebagai permulaan kehidupan baru. Pembukaan secara resmi oleh Gubernur DIY Sri Paduka Paku Alam VIII pada tanggal 5 januari 1991 dan mulai beroperasi sepenuhnya pada tanggal 17 Juni 1992. Semua jenis wayang dari yang konvensional : wayang kulit, hingga wayang wahyu untuk penyebaran agama Nasrani yang langka ada disini. Salah satu koleksi unik : sprangkat wayang tokoh sejarah Indonesia. Koleksi andalan : wayang golek “Thengul” berusia 250 tahun dari jepara. Serta wayang purwo 100 tokoh keluarga Kurawa yang terbuat dari kulit kerbau. Di tengah kompleks museum ada gedung untuk pementasan wayang. Lokasi museum sebenarnya tidak terlalu jauh dari kota Yogyakarta. Hanya belum banyak pengunjung yang datang karena kurang dipublikasikan padahal museum ini merupakan salah satu referensi untuk membuka khazanah dunia pewayangan Nusantara.
Lukisan Pesisir Jakarta
iPhA - Only for the best photoes
Puncak Satu Suro Dipusatkan di Pantai Selatan
"Tidak satu Suro saja, setiap malam Jumat Kliwon Pantai Selatan selalu penuh pengunjung. Mereka berasal dari berbagai kota yang sengaja datang untuk mencari berkah. Nanti satu Suro akan semakin banyak yang datang, karena malam itu sangat sakral," kata Kepala Bidang Sarana Obyek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Susilo, Rabu (16/12/2009).
Menurutnya, perayaan akan berlangsung di Pantai Parangkusumo, Parangtritis, Depok, Samas, dan Pandansimo. Acara dimeriahkan dengan suguhan wayang kulit semalam suntuk. "Pantai Selatan, menjadi tujuan utama pengunjung k arena laut menjadi tempat nyaman untuk melakukan refleksi," katanya.
Diperkirakan lonjakan pengunjung Pantai Selatan mencapai tiga kali lipat dari hari libur biasa. Jumlah pengunjung saat hari libur di Parangtritis mencapai 10.000 orang. Selain di pantai, perayaan satu Suro juga dilakukan di lingkungan keraton termasuk di komplek makam raja-raja Imogiri.
Secara khusus pemerintah kabupaten Bantul telah meminta bantuan pengamanan kepada polisi. Tidak kalah pentingnya adalah kesiapan tim SAR, mengingat perayaan berada di pantai dengan ombak besar. "Kami himbau pengunjung berhati-hati dengan ombak. Sesuai dengan ketentuan mereka dilarang untuk mandi di sekitar pantai," katanya.
Mangkunegaran Gelar Ritual 'Semedi Bisu'
SOLO, KOMPAS.com - Kalangan Pura Mangkunegaran, Kota Solo, Jawa Tengah, memperingati tahun baru Islam 1431 Hijriyah dengan melakukan semedi bisu. Ritual semedi bisu dilakukan kalangan keluarga Pura Mangkunegaran, abdi dalem, dan rakyat Mangkunegaran, Jumat dini hari, dengan berdiam diri di Pendapa Puri Mangkunegaran.
Sebelum dilakukan ritual tersebut, para kalangan Pura Mangkunegaran yang dipimpin Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkoenegoro IX, melakukan kirab pusaka mengitari kawasan Pura Mangkunegaran sekitar pukul 20:00 WIB.
Dalam ritual tersebut juga dilakukan pembersihan sejumah pusaka milik Pura Mangkunegaran. Seratusan dari ribuan warga Kota Solo dan dari sejumlah daerah di sekitarnya, yang sejak pukul 18:00 WIB memadati Pura Mangkunegaran ikut meramaikan dengan memperebutkan air yang digunakan untuk membersihkan pusaka dan bunga yang dibagikan oleh petinggi Pura Mangkunegaran.
Usai ritual tersebut, KGPAA Mangkoenegoro memberikan sambutan dengan disertai doa dan harapan kepada Tuhan yang Maha Esa untuk masa depan yang lebih baik. Tepat pukul 00:00 WIB atau bertepatan dengan waktu pergantian tahun Hijriyah, lampu di seluruh bagian kompleks Pura Mangkunegaran dipadamkan.
Seluruh anggota kerabat Pura Mangkunegaran, abdi dalem, serta rakyat yang hadir di lokasi tersebut secara serentak melakukan semedi bisu. Salah seorang kerabat Pura Mangkunegaran, Sudharno Martoatmojo mengatakan, semedi bisu tersebut dilakukan sebagai perenungan tentang segala kesalahan di masa lampau yang telah diperbuat.
"Dalam semedi tersebut, kami juga melakukan dzikir kepada Allah SWT. Melalui semedi tersebut, kami berharap di masa yang akan datang kami dapat melakukan hal yang lebih baik untuk memperbaiki segala kesalahan yang pernah kami perbuat," kata Sudharno.
Satu jam setelah lampu dimatikan atau pada Jumat pukul 01:00 WIB, lampu kembali dinyalakan sebagai penanda selesainya ritual semedi bisu tersebut.
Ritual Satu Suro
KOMPAS.com- Malam tahun baru 1 Muharam 1431 H, Kamis (17/12/2009), ini diperingati secara meriah di sejumlah daerah di Indonesia. Tidak hanya di Solo dan Yogya yang dikenal punya tradisi Suroan, perayaan juga dilakukan di Palembang dan bahkan Jakarta.
Di Solo, ratusan warga berebut air jamasan (air untuk membersihkan pusaka keraton) dalam upacara adat menyambut malam 1 Suro, di Pura Mangkunegaran, Solo, Kamis (17/12) malam.
Dalam upacara adat itu, ada dua kali kesempatan memperebutkan air jamasan pusaka. Di lokasi upacara ratusan warga berebut air jamasan sebelum kirab pusaka diberangkatkan dari Pura Mangkunegaran.
Kirab juga biasa dilakukan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, di mana kebo bule biasa diarak.
Di Palembang, Sumatera Selatan, perayaan tahun baru Islam digelar dengan arak-arakan yang diikuti ribuan warga. Acara dipusatkan di Jalan Jenderal Sudirman dengan panjang arak-arakan sampai 1,5 km. Para peserta arak-arakan berebut uang Rp 2.000 yang diselipkan di lipatan bendera.
Di Jakarta, perayaan malam tahun baru Islam dipusatkan di Taman Mini Indonesia Indah. Berbagai acara digelar, dari jamasan pusaka sampai kirab yang juga diikuti dua kerbau berwarna putih.Suroan, Warga Berebut Berkah Kerbau Bule
SOLO,KOMPAS.com - Upacara adat kirab satu Suro di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Jumat dini hari, mewarnai pergantian tahun baru Islam 1431 Hijriyah di Kota Solo, Jawa Tengah. Sebelum kirab dimulai, kalangan Keraton Surakarta melakukan ritual jamasan pusaka atau membersihkan pusaka kerajaan.
Setelah dilakukan pemanjatan doa, kirab yang dilakukan dengan disertai sejumlah kerbau bule keturunan Kyai Slamet, kerbau yang dikeramatkan oleh kalangan Keraton Surakarta dan rakyatnya, dimulai pada pukul 00:00 WIB.
Empat ekor kerbau bule tersebut mulai keluar dari pintu gapit Keraton Surakarta dan kemudian dikirab beserta 13 pusaka kerajaan mengitari kawasan sekitar Keraton Kasunanan Surakarta. Selain kerbau keturunan Kyai Slamet dan 13 pusaka, ribuan kerabat keraton dan abdi dalem keraton juga ikut serta dalam kirab tersebut.
Sebelumnya, ribuan warga Kota Solo dan sejumlah kabupaten di sekitarnya telah memadati sepanjang jalan yang menjadi perlintasan rombongan kirab. Banyak dari para warga yang menantikan kerbau-kerbau untuk melintas di depan mereka.
Ketika kerbau tersebut mengeluarkan kotoran, banyak dari warga yang telah bergerombol di sepanjang lintasan kirab memperebutkannya karena mereka berkepercayaan kotoran kerbau tersebut dapat membawakan berkah bagi mereka.
Pengageng III Pariwisata dan Museum Keraton Kasunanan Surakarta, KRMH Satryo Hadinagoro mengatakan, upacara adat kirab satu Suro ini merupakan wujud introspeksi diri bagi manusia. "Oleh karena itu, dalam kirab ini seluruh peserta kirab melakukan ritual laku bisu atau berjalan tanpa berbicara. Hal tersebut dilakukan agar mereka dapat merenung dan prihatin agar dapat menjadi manusia lebih baik di tahun-tahun berikutnya," kata Satryo Hadinegoro.
Sementara itu, salah seorang warga Kabupaten Wonogiri yang mengikuti prosesi upacara kirab, Suwarno, mengatakan, melalui upacara adat tersebut rakyat merenungi kesalahan yang selama ini diperbuat dan menjadikannya pelajaran untuk waktu ke depan.
"Selain itu, laku bisu yang kami lakukan merupakan wujud keprihatinan agar doa-doa kami dapat terkabul. Untuk malam satu Suro kali ini, saya juga berdoa agar Indonesia dapat bangkit dari keterpurukan, terutama bebas dari korupsi yang semakin merajalela," kata Suwarno.
Usai kirab satu Suro, kemacetan melanda di sejumlah jalan utama Kota Solo, terutama yang dilintasi rombongan kirab keraton, seperti di Jalan Slamet Riyadi, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, dan Jalan Yos Sudarso.
Selain disebabkan padatnya kendaraan yang melintas, banyaknya warga, baik pejalan kaki maupun yang hanya duduk bersantai di sepanjang trotoar jalan, juga menjadi penyebab kemacetan tersebut.
Keberatan WisataLoka.com perihal re-Blog dan Jawabannya
WisataLoka.com
Dengan hormat,
Mohon maaf kalau pihak Wisataloka.com tidak berkenan dengan cara-cara reblog yang selama ini kami lakukan. Dalam hal ini tiada maksud saya untuk meng-haki karya-karya yang ada di Wisataloka.com maupun tempat lain yang selama ini memang memenuhi blog personal kami (hasil dari catatan browsing selama ini) yang ingin kami bagikan dengan kolega virtual kami sekaligus tentunya promo bagi portal atau blog bersangkutan.
Namun dengan adanya keberatan dari pihak WisataLoka.com , maka sesuai dengan disclaimer yang saya cantumkan dalam blog tersebut, dengan senang hati kami akan lepaskan semua posting dari Wisataloka.com tersebut dari seluruh link network kami tidak hanya sebatas yang ada dalam personal blog kami http://cahpamulang.blogspot.com demi menghormati kebijakan dari pihak WisataLoka.com.
Untuk itu mohon waktunya untuk kami trace ulang beberapa artikel dari Wisataloka.com yang pernah saya re-blog dan bila ternyata nanti masih ada yang belum saya putus linknya mohon kesediaan pihak WisataLoka.com untuk menghubungi kami kembali.
Dan akhirkata tentunya saya mohon maaf bila kami pribadi telah membuat ketidaknyamanan pihak WisataLoka.com
Salam
cahPamulang
cc:
Dear Bung Cah Pamulang,
Bersama email ini kami hendak berterimakasih atas respon-respon apresiatif Bung kepada media Wisataloka. Tentu kami sangat senang atas komentar-komentar yang positif, yang mendukung pemikiran-pemikiran untuk mengeksplorasi kebudayaan atau sejarah Indonesia.
Hanya saja, kami merasa sedikit keberatan dengan banyaknya isi dari Wisataloka yang Bung pindahkan bulat-bulat ke blog http://cahpamulang.blogspot.com. Blog Bung memang tidak bersifat komersil. Walau mencantumkan sumber, menurut peraturan perundang-undangan Hak Cipta, tetap tidak diperbolehkan mengutip, apalagi memindahkan keseluruhannya, tanpa izin. Sang pencipta, alias fotografer atau penulis, menyerahkan karya ciptanya kepada Wisataloka, dan bukan kepada pihak-pihak lain.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Mohon untuk ditindaklanjuti seperlunya.
Terimakasih.
Salam,
--
TM. Dhani Iqbal
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi
Wisataloka Indonesia
Jl. Ketapang No. 20
Jatipadang, Pasar Minggu
Jakarta Selatan - 12540
E. iqbal@wisataloka.com
Ph. +62812 1928 2794
www.wisataloka.com
Catatan kami :
Pernyataan banyak dari pihak WisataLoka.com sebenarnya ada 4 (empat) artikel yang saya reblog, yaitu mengenai Lunpia Semarang, Sate Kere, Sate Maranggi dan Lawang Sewu.
Namun sekiranya ada artikel lain yang mungkin saya lupa pernah melakukan re-bloging mohon kesediaan WisataLoka.com memberitahu kami.
Djakarta Temp Doeloe
Solo ternyata punya Pantai ")
....klo di Bali ada "Dreamland Beach" (Pecatu Beach) :
...di Soloraya pun tak kalah keren dengan Dreamland Beach...., "NAMPU Beach Wonogiri" ....wonderfull !! :
10 Pantai Terbaik Di Dunia, Sanur Bali Termasuk!
Pantai adalah tujuan wisata alam bagi banyak keluarga. Tempat semua
orang baik anak-anak maupun orang dewasa dapat bersenang-senang.
Keindahan matahari, laut serta pasirlah yang menjadi daya tarik dari
pantai.
Dilansir Reuters, belum lama ini, buku Lonely Planet's
Travel With Children memuat sepuluh daftar pantai di dunia yang aman,
nyaman dan ramah bagi anak-anak. Salah satunya adalah pantai Sanur,
Bali. Penasaran?
1. Costa Del Sud, Sardinia, Itali
Meskipun Anda harus berkendara menuju pantai, namun air biru yang bersih, pasir
putih serta tidak terlalu banyak orang adalah bagian ternyaman pantai
Sardini. Pantai ini jauh lebih baik daripada pantai-pantai yang ada di
daratan Itali. www.sardegnaturismo.it
2. Cottesloe, Australia Cottesloe
berada di sebelah Utara Fremantle dan bagian Barat dari Perth,
Australia. Pantai ini sangat indah dan aman bagi anak-anak untuk
berenang. Cuacanya pun selalu tampak sempurna.www.cottesloe.wa.gov.au
3. Durban, Afrika Selatan
Dibasuh dengan hangatnya Samudera Hindia, kota pantai Durban memiliki banyak
anak-anak yang bebas berenang. Serta adanya hiburan keluarga seperti
Sea World dan Dunia Kelautan Ushaka. www.durban.gov.za
4.Pantai Karon, Thailand
Karon adalah pantai keluarga yang ramah. Dilengkapi taman dengan tema kartun
Flintstone, dasar pantai Phuket yang hebat untuk dijelajahi dan dapat
memesan Phuket Gibbon Rehabilitation Center. www.phuket.com/island/beaches_karon.htm
5. Kauai, Hawaii, Amerika Serikat
Rumah dengan dipenuhi banyak pantai, Hawai-lah tempatnya. Di pantai inilah
anak-anak dapat berenang dalam laut yang dangkal. Juga terdapat Museum
Children's Discovery.www.kauai-hawaii.com
6. Aitutaki, Kepulauan Cook
Tepi pantai dengan pasir yang lembut dan laut hijau kebiruan yang dipenuhi
ikan tropis adalah keindahan pantai Aitutaki. Berenang serta berlayar
juga bagian dari kegiatan di pantai ini. cookislands.travel/index
7. Noosa, Australia
Pantai Noosa telah direkomendasikan oleh banyak orang tua di kantor pusat
Lonely Planet's sebagai tempat liburan yang indah untuk anak-anak.
Pantai yang besar, lingkungan alam yang indah (Noosa National Park) dan
dipenuhi anak-anak yang ramah merupakan ciri khas pantai ini.www.noosa.qld.gov.au/aboutnoosa
8.Tavira, Portugal
Di bagian Timur Pantai Selatan Portugis, di kota sunyi ini terdapat pantai
terbaik yang belum dijinakkan. Hanya perlu beberapa mil menuju pantai
Tavira. Dan yang terbaik dari semuanya itu, Anda memerlukan sebuah
perahu untuk menuju pantai tersebut.www.visitportugal.com
9. Sayulita, Meksiko
Aman, juga dipenuhi keluarga dari Amerika Utara dan Eropa yang dapat membuat
Anda merasa berada di rumah. Setiap sore, anak-anak baik lokal maupun
asing akan berkumpul di alun-alun kota untuk makan es krim dan bermain.
www.sayulitalife.com
10. Sanur, Bali, Indonesia
Kota kecil yang merupakan bagian dari Indonesia ini memiliki sederetan
warung disepanjang pantai. Juga dipenuhi oleh penduduk sekitar yang
ramah. www.balitourismboard.org
sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=108864198#post108864198
Telectroscope Connects New York & London
Telectroscope Connects New York & London
In all its optical brilliance and brass and wood, there stood the Telectroscope: an 11.2-meter-(37 feet) long by 3.3-meter-(11 feet) tall dream of a device allowing people on one side of the Atlantic to look into its person-size lens and, in real time, see those on the other side via a recently completed tunnel running under the ocean. (Think 19th-century Webcam. Or maybe Victorian-age video phone.)
"The Telectroscope started off as a totally unintentional hoax in the 1870s," explains St George, who is the leading expert on this forgotten backwater of Victorian technology. "It came about through an error. A French editor misread a report about the invention of a thing called the Electroscope - which is all to do with static electricity - and called it a Telectroscope. He also misinterpreted its purpose. "The fascinating thing is that his misunderstanding of what it did - to communicate face to face over a vast distance - really caught fire.
Needless to say there is no such massive tunnel. The end portals were just made to look like they're heading through the earth. In actuality, they're connected via "fiber optic cabling, and an HD camera and projector on either end provide live streaming video. But who really cares, you can still look in one end of this device in New York and see out the other in London. You'll find one end next to the Brooklyn Bridge, and the other across the pond, next to Tower Bridge."
The Telectroscope captured St. George's imagination five years ago, when he began pondering how to do a project on the childhood fantasy of digging a hole to the opposite side of the Earth. And because the artist also happens to have an expertise in Victorian chronophotography -- a precursor to cinematography -- he had a slight idea of where to look for the proper equipment.
"We all have that idea in our head if we could make a tunnel to the other side of the Earth," St. George said."But we are not all crazy enough to actually try and do it."
St. George was crazy enough to actually try and do it, but he realized he could not do the digging alone. So about two years ago, he pitched the idea to Artichoke, the British arts group responsible for taking the Sultan's Elephant -- a 42-ton mechanical creature -- for a stroll through central London in 2006. The company was immediately taken by St. George's idea.
"The whole thing is about seeing what is real and what isn't real and how the world is," said Nicki Webb, a co-founder of Artichoke. "Is it nighttime when we are in daytime, and does it look familiar to us or not?"
When the sun illuminated the lens of the Telectroscope next to the Thames, it was, of course, still nighttime in New York. So the screen inside the scope broadcast back only an empty sidewalk silently framed by the Brooklyn Bridge and the Manhattan skyline.
But then something miraculous occurred.
Interesting places to visit in Yogyakarta
Yogyakarta has numerous tourism objects, mostly are great heritage of old palaces and natural tourism objects, such as Sultan Palace and Borobudur Temple, the one of world's miracle. Other than that, there are so many interesting places to be visited in Yogyakarta. 1. Affandi Museum 2. Banyu Nibo Temple 3. Baron Beach 4. Beringharjo Traditional Market 5. Borobudur Temple 6. Cerme Cave 7. Gembiraloka Zoo 8. Imogiri Royal Cemetery 9. Kalasan Temple 10. Kasongan 11. Kids Fun Park 12. Kota Gede 13. Krakal Beach 14. Malioboro 15. Mount Merapi 16. Ngasem Bird Market 17. Pakualaman Palace 18. Parangtritis Beach 19. Prambanan Temple 20. Ratu Boko Temple 21. Salak Pondoh 22. Sambisari Temple 23. Sari Temple 24. Sonobudoyo Temple 25. Taman Sari 26. Taman Sari Water Castle 27. The Yogya Keraton 28. Ullen Sentalu Museum 29. Vredeburg Port 30. Wayang Museum |
Some of the Beautiful Temples of the World!

The name means "Tiger's nest", the legend being that Padmasambhava (Guru Rinpoche) flew there on the back of a tiger. The monastery includes seven temples which can all be visited. The monastery suffered several blazes and is a recent restoration. Climbing to the monastery is on foot or mule.

Wat Rong Khun is different from any other temple in Thailand, as its ubosot (Pali: uposatha; consecrated assembly hall) is designed in white color with some use of white glass. The white color stands for Lord Buddha's purity; the white glass stands for Lord Buddha's wisdom that "shines brightly all over the Earth and the Universe."




The vast compounds of Chion-in include the site where Honen settled to disseminate his teachings and the site where he died.



