Tampilkan postingan dengan label miyabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label miyabi. Tampilkan semua postingan

Ariel Pikat Hati Miyabi? Sampai segitunya ya?

RMBLITZ!

Video mesum Ariel dengan Luna atau dengan Cut Tari memang sukses go international. Bahkan, bintang porno kelas wahid Maria Ozawa alias Miyabi ikut terpikat. Ia mengaku tak kelewatan menyimak video itu sampai ke perkemabangan terkahir kasus tersebut.
Miyabi (23) juga sempat berkomentar dalam status di akun twitter-nya setelah menyaksikan video yang bertajuk "Peterporn" itu. Dalam akun Twitter yang diperbarui akhir pekan lalu, Miyabi mengaku akhirnya dia bisa memperoleh video itu setelah dua hari melakukan pencarian.
Keturunan Jepang-Perancis-Kanada ini mengaku penasaran dengan pemeran video tersebut. Meski tidak banyak berkomentar tentang orang-orang yang ada dalam video mesum itu, Miyabi penasaran, siapa pemeran pria video porno yang kemudian mendapat julukan Peterporn itu?
"Guys, after 2 days search on the web, today I get the real video of peterporn. Many thanks for my follower in Indonesia who give the link... (Teman-teman, setelah dua hari mencari di situs, hari ini saya mendapatkan video asli Peterporn. Terima kasih banyak buat pengikut saya di Indonesia yang sudah memberikan jalur ini...)," demikian komentar Miyabi.
Di komentar berikutnya, Miyabi mengungkapkan keinginannya untuk bisa mengetahui sosok pria yang mirip Ariel "Peterpan" dan dua wanita presenter terkenal itu. Menurut gadis yang kini menato lengan kirinya dengan gambar bunga mawar dan sakura ini, pemeran video porno yang pria tampan dan pemeran wanitanya (lawan main si pria di ranjang) cantik-cantik. ry/ald

Menjajakan Miyabi

SUARA MERDEKA CYBERNEWS

image

Suara Merdeka CyberNews. Bagaimanakah akting bintang porno sekelas Maria Ozawa atau yang lebih sohor dengan nama Miyabi, ketika bermain di film drama komedi remaja berjudul Menculik Miyabi? Sangat banal, untuk tidak mengatakan tidak ada bobotnya sama sekali. Bintang porno, yang mengaku telah tiga tahun ini rehat dari bisnis esek-esek itu, bahkan hanya muncul di awal film, sebagai pembuka cerita, sebelum pada akhirnya muncul kembali di akhir cerita, dan hanya sesekali muncul di tengah cerita. Nyaris tidak ada konektifitas antara judul, dan jalan cerita.

Penggunaan judul Miyabi, sejak mula oleh Ody Mulya Hidayat sebagai produser dari Maxima Pictures, tampaknya hanya digunakan sebagai siasat untuk mendatangkan penonton belaka. Ihwal cerita, dan judul yang tidak saling mengait, tampaknya bagi produser sekelas Ody, yang hanya mempunyai goal meraih penonton sebanyak-banyaknya, tidak terlalu dipusingkannya.

Sebagai bintang porno, yang konon di Jepang sendiri bintangnya telah redup itu, nama Miyabi di benak Odi tampaknya, bisa menjadi senjata ampuh untuk mendatangkan penonton ke gedung bioskop. Dan magnit bernama Miyabi itu, akan diuji kebenarannya dalam hari-hari ke depan.

Meski demikian, Menculik Miyabi yang skenarionya ditulis Bang Marqee, dan disutradarai Findo Purnowo HW sejatinya mengalir dengan segar.

Sebagaimana film yang menyasar penonton remaja, yang notabene adalah prosentase penonton bioskop terbesar di Indonesia, gaya bercerita film yang mengambil lokasi syuting di Tokyo, dan Jakarta itu, menggunakan bahasa pengantar remaja (kota). Persoalan pokoknya juga tidak jauh-jauh dari dunia remaja, yang berputar pada masalah persaingan cinta, kecemburuan, pembuktian, dan bagaimana memaknai cinta dengan sepatutnya.

Pelancong Taiwan
Faktor Miyabi hanya digunakan sebagai sebab dari berawalnya cerita. Dikisahkan sebagai bintang iklan ternama di Tokyo, Jepang, Maria (Maria Ozawa) mendapat tugas mengantar surat undian pemenang sebuah produk ke Jakarta. Untuk itu, dia harus terbang ke Jakarta. Maka diup-datelah statusnya di blog pribadinya berbunyi: Saya akan terbang ke Jakarta.

Seketika di Jakarta, tiga sekawan yang dicitrakan dekat dengan semua unsur kepecundangan, dan sejak lama mengidolakan Miyabi, geger dibuatnya. Selanjutnya, ketiga sekawan itu berinisiatif menyambut Miyabi di bandara Soekarno-Hatta. Apa boleh buat, telah berserak para pencinta Miyabi lainnya di sana. Hingga akhirnya, muncullah sosok ayu nan sentosa di depan mereka semua. Kehebohan tidak terhindarkan, hingga secara simsalabim, ketiga sekawan itu berhasil menculik Miyabi.

Persoalan merumit, ketika mereka baru menyadari yang meraka culik bukanlah Miyabi yang sesungguhnya, melainkan pelancong Taiwan yang keseksiannya, nyaris tidak berbeda dengan sosok Miyabi. Miyabi sendiri, tertahan di Tokyo, karena paspornya tertinggal di rumah. Nah, sengkarut pembangunan cerita karena tiga sekawan yang menculik Miyabi palsu itulah yang dijual di film ini.

Lucunya, atau lebih tepatnya dikatakan setengah lucunya, si Mio Yaou Bie (Sabrina Pai) yang hanya bisa berbicara bahasa Cina, dan sedikit Inggris itu, justru menjadi sekondan setia, ketiga pecundang nan baik hati itu. Hingga akhirnya, sebagaimana stereotipe film drama komedi, Miyabi yang asli benar-benar mampir ke Jakarta. Sayangnya, adegan mampirnya Miyabi ke Jakarta, juga dibuat di Tokyo, karena larangan keras atas kedatangan mantan bintang porno itu menjalankan syuting di Jakarta.

Selain tidak melulu menjual kesensualitasan pendukung lakonnya, film ini mengalir dengan sangat biasa. Hanya faktor pendukung lakonnya seperti Nicky Tirta, Herfiza Novianti, Hardi Fadillah, Farish Nahdi, Sabrina Pai, ALessia Cestaro, dan Rizki Mocil, yang membuat film ini menjadi hidup. Bukan karena Miyabinya.