Kondisi BUSUK terjadi diranah Politik NKRI, diwakili dengan yang pertama Pilpres 2014 yang kedua adalah Pilkada DKI 2017.
Senin 27 Maret 2017
-
-
cahPamulang


Dari BloggerPlugins.org saya mendapatkan code bagus mengenai tata cara mencatumkan tanda-tangan (signature) ke postingan blog secara otomatis. Artinya setiap kita posting akan muncul signature tersebut pada bagian bawah posting kita. Signature dapat dibuat melalui media iamge editing atau scan tanda tangan original anda atau menggunakan web tools Mylivesignature.com .
Namun ada yang perlu digaris-bawahi bila kita menggunakan tools Linkwithin.com maka signature tersebut akan diletakkan dibawahnya, dan ini rasanya ngganggu banget menurut saya. :(
Saya coba kontak Aneesh yang empunya BloggerPlugins.org untuk memecahkan masalah ini, semoga saja dia bisa memberikan solusinya. Harap maklum karena awak ni gak ngerti bangsane code-code an :)
Berikut screen-shot cara meng-input code tersebut.
Salam
Indonesia Raya – lagu kebangsaan yang sudah sekian lama tidak lagi terdengar diekspresikan oleh seribu blogger atas kecintaan atas Indonesia. Luar biasa! Ini adalah spirit “One Spirit, One Nation” dan merupakan tema Pesta Blogger, demikian mengutip dari Iman Brotoseno, Ketua Panitia Pesta Blogger 2009.
Acara ini dibuka oleh Tifatul Sembiring, Menkominfo yang mengatakan dirinya juga seorang blogger. Pancaran karisma Tifatul dengan berpantun mengundang tepuk tangan para blogger. Benar-benar kesempatan emas untuk membuka hubungan yang cantik dengan para blogger.
Diskusi dengan rekan-rekan saya di dunia komunikasi dan informasi sebelumnya menyisakan keraguan apakah seorang wakil partai mampu menjadi sosok pemimpin masa depan bangsa kini mulai sirna. Dokumen apik yang berisi platform pembangunan dunia Komunikasi dan Informasi di Indonesia ternyata sudah siap. Demikian pula blue print dari Kadin tentang pembangunan kominfo dari Kadin sudah disampaikan oleh Anindya Bakrie, yang juga hadir pada pembukaan acara ini.
Di samping mereka, wakil US Embassy yang menjadi sponsor tunggal acara benar-benar piawai mengerjakan pekerjaan rumahnya, dengan mengundang blogger dari Amerika untuk membentuk citra positif dan membuka pemahaman multi kultur.
Blog sebagai Media Marketing
Blog saat ini mutlak dipahami oleh praktisi pemasaran karena merupakan bagian tak terpisahkan dari integrasi marketing mix. Tidak heran, Bubu.com sebagai agensi digital dan Maverick, agensi PR menjadi penggagas acara Pesta Blogger ini. Shinta W. Dhanuwardoyo dari Bubu.com mengungkap bahwa kliennya sudah menggunakan integrasi social media, blog, viral dan mobile marketing.
Terbukti hadir pula wakil-wakil perusahaan multinational seperti XL, Unilever, Air Asia, Universal Music, dan banyak lagi. Mereka mengikuti kegiatan ini dengan tujuan membaca trend dan siap menjadikan blog sebagai bagian dari strategi komunikasi.
Nukman Luthfie & Pandji Pragiwaksono adalah beberapa dari blogger yang memanfaatkan media komunikasi ini untuk tujuan pemasaran.
Blogger sebagai Entrepreneur
Dalam pesta blogger 2009 ini, peserta dari luar negeri yang hadir antara lain Brian Giessen asal AS yang bicara bagaimana mendatangkan nilai ekonomi dengan menjadi blogpreneur atau wirausahawan melalui blog.
Tiga blogger lainnya berbicara via Skype ada Mark Frauenfelder (pendiri BoingBoing.net), Corvida Raven (pemilik blog teknologi dan social media SheGeeks.net), dan Arsalan Iftikhar (pengacara HAM internasional dan pemilik blog TheMuslimGuy.com).
Blogger dari luar negeri lainnya antara lain Singapura [mr.brown.com], Vietnam, Bangladesh dan Australia. Blogger Australia, Anthony Bianco (http://thetraverltart.com), berbagi kisahnya sebagai backpacker di Indonesia, berkeliling dari Banda Aceh, Jambi, Pekan Baru, Palembang, Bandung, Semarang dan Surabaya.
Saya mendapat kesempatan bersua dengan beberapa blogger Indonesia seperti Enda Nasution dengan Politikana.com, Budi Putra dan Abang Edwin SA yang kini menjadi bagian dari tim Yahoo! Indonesia, Kristupa Saragih dengan photo blog Fotografer.net, Wahyu Aditya (http://menteridesainindonesia.blogspot.com) dan Arief Budiman (http://mybothsides.com).
Mereka adalah contoh para blogger yang sukses menggunakan kekuatan opini sebagai sumber pendapatan.
Blogger sebagai Kekuatan Sosial
Blogger merupakan kekuatan baru yang dapat menggugah kesadaran bersama dan menumbuhkan solidaritas antar blogger yang datang dari berbagai latar belakang suku, ras, agama, budaya, profesi dan pendidikan. Prita adalah salah satu contohnya, yang mendapat apresiasi para blogger dan anggota berbagai milis sampai kemudian melakukan aksi bersama turun ke jalan.
Prita Mulyasari, perempuan yang sempat dipenjara karena surat keluhannya menyebar di Internet, sejak awal menjadi salah satu ikon yang dikemas panitia untuk hadir pada Pesta Blogger 2009 ini. Prita, dianggap sebagai pihak yang dirugikan UU ITE akibat menyampaikan ekspresi melalui surat elektronik. Kasus Prita menggugah solidaritas bersama pengguna internet seperti milis jejaring, social network dan blogger untuk bersama-sama melakukan aksi bersama. Prita berbicara di salah satu sesi bersama dengan blogger yang berprofesi sebagai pengacara.
Dalam berbagai kejadian bencana pun demikian, Tsunami Aceh, gempa Yogyakarta-Jateng, gempa Tasikmalaya dan terakhir gempa di Padang, aktifitas blogger banyak membantu baik dalam skala menyambung dan menyebarkan informasi, namun juga mendorong solidaritas masyarakat untuk menyalurkan bantuan.
Twitter, Microblog sebagai Bagian dari Ekosistem Baru
Aktivitas blogger, telah lebih dulu marak sebelum facebook dan twitter digandrungi. Dengan lahirnya Twitter kini banyak blogger jatuh cinta pada penulisan mikroblog.
Di dalam ekosistem komunikasi online, mikroblog adalah yang memberikan popularitas dan membawa traffic. Seperti halnya signage di jalan raya akan mengundang rasa ingin tahu dan daya tarik awal. Blog sendiri akan eksis sebagai menu utama. Kedalaman konten yang membuat pembaca menjadi terpesona. Konten blog biasanya juga dikemas sedemikian rupa sehingga enak dibaca, bahkan bisa jadi referensi.
Twitter menjadi hard news, atau kejadian, berita dan opini real time. Blog menawarkan kedalaman, pemahaman dan analisa.
Blogger sebagai Kekuatan Politik
Mengapa ketua partai mejadi Menkominfo? Mengapa Ketua Kadin menghadiri Pesta Blogger? Mengapa US Embassy menjadi sponsor tunggal dari pertemuan komunitas?
Dalam sebuah kesempatan hadir di Jakarta, DR. Mahathir Mohammad, mantan Perdana Menteri Malaysia bahkan mengatakan bahwa ke depan, Blogger akan menjadi kekuatan politik. Di Malaysia misalnya, aktifitas blogger bisa mempengaruhi peta politik bahkan menggulingkan pemerintahan. Bagaimana dengan Indonesia?
Ini adalah kesempatan, sekaligus tantangan bagi para blogger. Ketika opini bersatu dengan kepentingan, mana yang akan dipilih menjadi yang terutama? Mereka yang awalnya menulis karena kebebasan berekspresi, kini menulis karena upah dan kepentingan.
Mengungkap Masa Depan Blog
‘cogito ergo sum’ ‘I think, therefore I am exist’ – Rene Descartes.
Mengutip Budi Putra, Country Editor Yahoo! Indonesia, “Jika nama anda tidak terdetect di search engine, seolah anda tak pernah hidup di dunia ini.” Dan jangan heran jika suatu ketika, sepenggal kalimat status facebook anda muncul dalam sebuah ulasan panjang di blog saya, karena saya akan terus menulis untuk diri saya, juga untuk anda. Blog akan menjadi bagian dari eksistensi kita.
Pesta Blogger 2009, diselenggarakan untuk mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia terlibat dalam aktivitas blogging dan melakukannya secara bertanggung jawab, konstruktif, dan kritis – dengan kesadaran sosial yang tinggi.
Bagaimana wajah dari para blogger di masa depan? Apakah pesta komunitas akan berubah menjadi batu pijakan untuk mencari kesempatan, karir dan dukungan politis?
Mungkin ini adalah proses kedewasaan yang akan dialami oleh para blogger. Bisa mengundang caci maki, tetapi sekaligus menjadikannya sebagai profesi yang berkesinambungan.
Hi para blogger, siapkan diri Anda! You are the force!
------------------------------------------------------------------------------Ya, Zemanta memang membuat nyaman para pengguna Blogger, Wordpress dan Facebook , dll :)
Bagaimana dengan pengguna Multiply?
Mudah saja kalau sedikit repot diawal tapi nyaman dibelakang, bikin saja
account diantara ketiga penyedia blog diatas lalu lakukan crossposting ke Multiply,
jadilah.
Blog smarter—with instant smart links, pictures, tags and more!
|
| | help center | e-mail options | report spam |
| cahpamulang has shared a video playlist with you on YouTube.
Boy Suryo New Pakar Telematika! | |
05/12/08 10:16
COPYRIGHT © 2008
SINGAPORE - Peristiwa peledakan di Mumbai, India, menjadi momen penting bagi para blogger. Perkembangan berita tentang serangan yang diduga dilancarkan oleh kelompok bernama Deccan Mujahidin ini, banyak disokong oleh kecepatan dan ketajaman penulisan para blogger.
Salah satu blogger yang disebut-sebut paling aktif mengirimkan berita adalah Vinu. Secepat kilat blogger tersebut mampu menyuplai foto-foto yang menggambarkan serangan yang menewaskan 101 orang dan melukai sekira 287 orang, termasuk perkembangan berita tentang warga asing yang terjebak di hotel-hotel mewah saat kejadian itu berlangsung. Kabarnya foto-foto tersebut juga langsung di-upload ke dalam situs photo sharing, Flickr.
Tak hanya mampu melaporkan berita secara cepat, para blogger dari Mumbai Met Blog, lewat blog mereka www.mumbai.metblogs.com, juga turut membantu mempublikasikan beberapa nomor telepon rumah sakit di India, terdorong dari lemahnya pelayanan institusi publik tersebut. Langkah itu juga diambil untuk mendorong para donatur agar meyalurkan dana bantuan bagi para korban.
Selain itu, kalangan blogger dari Mumbai Help yang beralamat di mumbaihelp.blogspot.com juga turut memberi masukan kepada anggota keluarga dan teman yang berdomisili di Mumbai, seperti menyarankan mereka untuk tidak menelepon karena rentan dikacaukan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.
"Perisitiwa ini menunjukkan betapa besar potensi blogger bagi media mainstream. Pembaharuan berita secara kontinu, secara fisik tidak mungkin ditangani hanya oleh sebuah organisasi berita besar," ujar seorang analis media Cherian George seperti dilansir dari Reuters, Jumat (28/11/2008).
JAKARTA - Dari sekian banyak blog yang tumbuh pesat di Indonesia mungkin hanya sedikit yang bisa menuai sukses dari hasil tulisannya di blog. Radityadika.com merupakan pionirnya.
Raditya Dika, adalah salah satu sedikit blogger yang bisa merengkuh keuntungan dari tulisan-tulisannya yang dipublikasikan di blog. Bersama blognya, www.radityadika.com, kini dia bisa menghasilkan beberapa buku, dan dari buku tersebut bahkan ada yang diangkat ke layar lebar. Popularitas serta gelimangan uang pun berhasil dia capai.
Berawal dari tahun 2002, ketika itu pria yang akrab dipanggil Dika tertarik dengan beberapa catatan pribadi blogger asing yang tertuang di dalam blog. Karena memang pada dasarnya dia hobi menulis kisah pribadi di diary, Dika tertarik untuk mencoba menulis pengalaman-pengalaman konyolnya untuk dipublikasikan di blog tersebut.
Kisah hidupnya yang nyeleneh dibalut dengan gaya tulisan yang 'tidak biasa', membuat blog yang dulu bernama kambingjantan.com mendapat respon positif dari pembaca. Dalam waktu singkat, kambingjantan.com diganjar penghargaan Best Blog Award, dari para ekspatriat Indonesia yang tinggal di Hong Kong.
Perubahan nama dari kambingjantan.com ke radityadika.com, menurut Dika merupakan metamorforsis dirinya dari yang bercerita tentang kehidupannya sebagai mahasiswa menjadi seorang penulis komedi.
"Sejak itu mendapat award itu, gue berpikir untuk menjadikan tulisan gue di blog kedalam sebuah buku," terang Raditya Dika, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (11/11/2008).
Membaca tulisan di blog ini memang selintas seperti catatan pribadi pada umumnya, kekuatannya terletak pada penyajian tulisan yang berbeda, apa adanya, bahkan cenderung menabrak kaidah tulisan yang sudah ada. Akan tetapi kejujuran dalam setiap tulisannya membuat blog ini berbeda dengan yang lainnya.
"Dalam setiap tulisan gue dari dulu hingga sekarang selalu menempatkan kejujuran, Gue tidak pernah berpikir, tulisan ini akan menghasilkan keuntungan," tegas penulis yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Indonesia ini.
Di dalam blognya, Dika selalu menjadikan tingkah polah keluarga yang menurutnya 'abnormal', teman-teman, serta lingkungan sekitarnya sebagai objek 'derita' pada setiap tulisannya. Kepolosan dan ditambah kejujuran dalam menulis membuat blog ini selalu membuat pembaca tertawa, serta terhibur.
Dari 4 buku yang diterbitkan, Kambingjantan (2005), Cinta Brontosaurrus (2006), Radikus Makan Kakus (2007), dan Babi Ngesot (2008), semuanya laris manis sebagai best seller. Bahkan, buku pertamanya yang berjudul Kambing Jantan, diangkat ke layar lebar. Film Kambing Jantan sendiri di sutradarai oleh Rudi Soedjarwo, dengan pemeran utamanya adalah Raditya Dika sendiri.
"Gue senang banget, waktu ngeliat kejadian-kejadian yang gue alamin di blog, kini di reka ulang dalam film, serta di arahkan oleh sutradara sekaliber Rudi Soejardwo," tambahnya lagi.
Dia meyakini bahwa blog telah merubah kehidupannya 180 derajat, semua kesempatan yang dia raih sekarang tidak bisa dipungkiri dihasilkan melalui blog, Meski begitu, Dika tetap akan berusaha membuat blognya untuk selalu segar dengan gaya komedi berbeda. Karena menurutnya secara tidak langsung blog radityadika.com, telah menginspirasi ratusan anak muda untuk membuat blog dengan genre yang sejenis.
"Gue tetap berharap teman-teman mau jujur dalam tulisannya di blog yang dibuat," pungkasnya. (srn)
-----------------------------------
:) Hayo siapa mau Nyusul jadi Bloggger terkenal
Disadur dari Tembi Rumah Budaya
Profesi wartawan sudah dikenal secara luas. Orang pasti tahu, wartawan adalah orang yang menyampaikan warta (informasi) kepada publik dengan menggunakan media. Awalnya orang hanya mengenal media cetak, yang disebut surat kabar dan media audio, yang dikenal dengan nama (R)adio (Republik Indonesia). Namun sekarang, orang bisa menemukan beragam media dan profesi wartawan tidak lagi dipahami seperti sebelumnya.
Karena “semua warga adalah jurnalis”, tanpa kartu pers dan tidak harus bekerja di media cetak maupun di media audio atau audio visual. Namanya pun bukan jurnalis, tetapi bloger.
Dunia media memang mengalami perkembangan yang luar biasa. Orang mempunyai banyak pilihan untuk mengakses media. Selain media konvensional, tersedia pula jenis media lain, seperti internet dan website. Pendeknya, orang seperti telah tenggelam di lautan media.
Ruang blog tersedia di web. Setiap orang bisa membuat blog melalui website dan menyampaikan informasi kepada publik. Ada beragam blog yang bisa diakses, dan tentu saja ada beragam informasi yang bisa didapatkan melalui blog. Dalam kata lain, mencari informasi sekarang sangat mudah. Informasi melimpah bagai air bah di beragam media.
Lalu bagaimana profesi wartawan harus ditempatkan di tengah banjirnya media?
Saya mencoba membaginya dalam dua kategori. Pertama, wartawan yang terikat oleh lembaga media dan hidup dari media bersangkutan serta menjalankan kebijakan perusahaan media. Kedua, wartawan yang tugasnya membanjiri informasi publik tanpa merasa perlu terikat oleh perusahaan media.
Pada kategori pertama kerja jurnalistik adalah sebentuk kerja. Wartawan adalah nama lain dari karyawan yang didalamnya dibagi dalam spesialiasi. Karena itu ada wartawan olah raga, wartawan ekonomi, wartawan budaya dan seterusnya. Pembagian bidang seperti itu menegaskan bahwa wartawan tidak bebas dari hirarki dan struktur.
Pada kategori kedua, yang saya sebut sebagai bloger, kerja jurnalistik didasari oleh kecintaan pada informasi dan komunikasi. Karena saking cintanya, bloger merelakan meluangkan waktu untuk “mencari informasi” guna mengisi blognya. Seperti halnya wartawan yang telah dibagi dalam bidang-bidang, blog pun juga telah membagi-bagi dirinya. Ada blog yang mengkhususkan diri di bidang seni rupa misalnya, namun tidak sedikit blog yang hadir secara lucu, menggelikan dan aneh. Dalam arti, content blog memberi hiburan pada publik yang mengaksesnya.
Dari media blog kita bisa tahu bahwa beragam informasi bisa dicari dan tidak harus melalui media cetak. Blog menunjukkan bahwa media telah memasuki ruang privat, bahkan sering kali abai terhadap sensor. Dalam kata lain, kekuatan sensor yang biasa diperankan oleh negara yang otoriter, kiranya kekuasaan seperti itu akan termangu menghadapi media yang menggunakan jaringan dunia maya.
Watak media memang telah berubah dari sebelumnya. Jika sebelumnya informasi “datang terlambat sehari” setelah peristiwa terjadi, media sekarang bisa menyajikan seketika atas peristiwa yang sedang (dan telah) terjadi. Watak media adalah: serentak, interaktif dan menyebar. Kita bisa bayangkan, ketika di Yogya terkena gempa, dalam hitungan menit peristiwa gempa tersebut telah menyebar secara serentak ke penjuru dunia. Bahkan, orang di lain tempat, termasuk di lain kota dan negara, bisa mendengar korban gempa berbicara di lokasi gempa dan berbincang dengan orang lain yang berada di satu tempat yang jauh.
Pendeknya, blog telah memberi tambahan nama. Yang dulunya dikenal dengan nama wartawan, sekarang tambah satu nama lagi, ialah bloger. Dalam praktek jurnalistik, bloger bisa menyerupai wartawan dalam meliput, tetapi untuk kepentingan publikasi bloger menggunakan ‘ruang’ yang dimilikinya. Sementara wartawan kembali ke perusahaan, di sana ruang media sudah disediakan untuk diisi.
Begitulah, pengisi blog namanya bloger. Pekerja media namanya wartawan atau jurnalis
Ons Untoro