Tampilkan postingan dengan label ufo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ufo. Tampilkan semua postingan

Ini Bunyi Pesan Crop Circle  

foto

TEMPO Interaktif, Jakarta - Munculnya crop circle atau jejak di sawah Krasakan, Jogotirto, Berbah, Sleman yang diduga milik alien membuat banyak orang melongok situs berbagi video youtube. Video yang paling banyak dilihat adalah video cheapshot2020 yang berjudul “The two most important crop circle ever. No joke”.

Video yang diunggah pada 9 Mei 2007 itu telah dilihat lebih dari 6,7 juta pengunjung. Dalam video disebut profesor Carl Sagan dari NASA menjelaskan beberapa crop circle yang digabungkan dan membentuk sebuah pesan.

Dalam video itu disebut, ilmuwan telah mengirim pesan ke luar angkasa, pada 1974 dengan teleskop radio di Puerto Rico. Balasan itu pesan itu datang pada 2002 dalam beberapa crop circle. Beberapa crop circle membentuk pola dan ketika digabungkan kemudian diartikan akan menjadi sebuah kalimat. "Waspadalah dengan janji janji palsu. Ini menyakitkan, tapi percayalah masih ada yang baik di luar sana. Kami menentang penyesatan. Kami tutup.”

Video lain yang banyak "dilongok" adalah "Sign" yang dirilis pada 2002. Film bergenre thriller dengan sutradara M Night Shyamalan itu mengisahkan munculnya crop circle di sebuah perkebunan. Di situs YouTube, film yang dibintangi Mel Gibson itu dikujungi oleh 435.105 orang

Tempointeraktif.Com - Ini Bunyi Pesan Crop Circle

Ilmuwan Inggris: Pola Crop Circle Sleman Umum  

foto

TEMPO Interaktif, Jakarta - Colin Andrews, ilmuwan Inggris yang juga pakar crop circle atau pola geometris yang diasosikan dengan UFO, tertarik dengan crop circle yang ditemukan di sawah di desa Jogotirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Andrews mengikuti perkembangan dan mengumpulkan data dari berbagai media soal crop circle dengan diameter lebih dari 60 meter tersebut.


"Setelah saya lihat dari beberapa foto, crop circle di Sleman sebelumnya telah terlihat di beberapa negara lain," kata Andrews kepada Tempo melalui surat elektronik, Kamis (27/1). Tapi untuk menjelaskan lebih jauh, dia membutuhkan foto yang diambil dari helikopter.

Selama 30 tahun terakhir, Andrews meneliti secara mendalam fenomena crop circle di berbagai dunia. Ahli elektro dari Inggris ini juga menjadi penasihat Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher dan Ratu Elizabeth. Dia juga menulis berbagai buku tentang crop circle, di antaranya Crop Circles, Signs or Contact dan Government Circles.

Andrews juga melakukan penelitian khusus tentang crop circle pada 1999 hingga 2000. Hasilnya, kata Andrews, sebanyak 80 persen crop circle adalah buatan manusia. "Sedangkan 20 persen lagi tidak terpecahkan dan masih menjadi misteri," ujarnya.

Andrews menjelaskan dari 20 persen yang masih menjadi misteri memiliki ciri: lingkarannya lebih sederhana dan tidak rumit, tidak ada jejak manusia terutama bagian tengahnya, tanahnya tidak mendapat tekanan juga ada unsur magnetik yang cukup tinggi di sekitar crop cirle.

Ciri yang lain, lanjut Andrews, tanamannya tidak rusak hanya bengkok atau merunduk. Lalu, struktur tanamannya mengandung efek biofisika yang tidak biasa dan sulit dipecahkan, tidak ada alat yang bisa membuat lingkaran ini seperti crop circle yang dibuat manusia (hoax).

Nah, untuk membuktikan crop circle Sleman ini buatan manusia atau bukan, selain perlu foto dari atas, juga pengecekan langsung di lapangan. "Sayangnya kalau saya lihat, lokasinya sudah tidak lagi steril, terlalu banyak orang di sana, ini sudah terlambat," kata Andrews.

Namun Andrews sangat mengapresasi langkah pemerintah Indonesia yang bergerak cepat untuk meneliti crop circle ini. "Saya juga terkesan dengan otoritas di Indonesia yang memiliki pikiran terbuka soal ini," ujarnya.

Tempointeraktif.Com - Ilmuwan Inggris: Pola Crop Circle Sleman Umum

Alien Diyakini Sampaikan Pesan Lewat Crop Circle

Headline

INILAH.COM, Bandung - Meski fenomena crop circle masih mengundang kontroversi, para pengamat UFO meyakini pola-pola yang tercetak di atas tumbuhan menyimpan pesan untuk penghuni bumi.

Menurut anggota komunitas Beta-UFO Indonesia Fanfan F. Darmawan , crop circle yang identik dengan kemunculan Unidentified Flying Object (UFO) tersebut memiliki pesan tertentu yang ingin disampaikan oleh mahluk asing (alien).

“Pesan yang disampaikan memang random, tetapi salah satu yang khas adalah crop circle selalu terdiri dari patern yang simple,” jelas Fanfan saat dihubungi oleh INILAH.COM, Selasa (25/1/11).

Fanfan juga menjelaskan bahwa pola yang sering dipakai oleh para alien ini adalah cakra. Cakra sendiri adalah merupakan simbol dari pusat energi metafisik atau energi tubuh manusia.

“Selain itu ada pola-pola geometri yang merupakan permainan visual atau efek 3D,” tutur Fanfan lagi.

Menurut Fanfan, crop circle asli juga memiliki perbedaan yang cukup menonjol dengan crop circle yang sengaja dibuat oleh manusia.

“Crop circle yang asli biasanya telah melalui proses pembakaran namun tidak sampai gosong dan hanya menyebabkan tumbuhan menjadi melengkung, sedangkan crop circle buatan manusia yang dibuat dengan diinjak membuat tumbuhan patah,” jelas Fanfan.

Saat ini, founder Beta-UFO Nur Agustinus telah memastikan bahwa crop circle yang ada di Dusun Jogomangsan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, DIY kemungkinan ada kaitannya dengan UFO.

Pada Minggu (23/01/2011) yang lalu Dusun Jogomangsan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, DIY dihebohkan dengan munculnya crop circle di persawahan daerah tersebut. Crop circle ini sering diidentikan dengan kedatangan UFO. Founder Beta-UFO Nur Agustinus telah memastikan bahwa crop circle di Sleman tersebut ada kaitannya dengan UFO. [gin]

Beta-UFO: Crop Circle Sleman Asli Buatan Alien


Meski para ilmuwan mengatakan Crop Circle (CC) Sleman merupakan buatan manusia, namun penyelidikan Beta-UFO mengatakan hal sebaliknya.

Menurut Founder Beta-UFO Nur Agustinus, penyelidikan tim Beta-UFO menemukan bahwa posisi tanaman di Sleman memang dalam keadaan rebahan. Perbedaannya dengan di luar negeri hanya terletak pada jenis tanaman, di luar negeri biasanya jagung dan gandum.

“Tak semua tanaman rebah karena terkena panas,” kata pria yang akrab disapa Nur saat diwawancara INILAH.COM via telepon (25/1). Ia menyebutkan bahwa kejadian tanaman rebah itu bisa disebabkan karena getaran suara.

Pada penelitian-penelitian CC, frekuensi suara diketahui mampu merebahkan tanaman dan membuatnya seakan layu. Berdasarkan penelitian Beta-UFO, CC di Sleman sama dengan CC yang ada di luar negeri.

Pada kasus Sleman, warga juga mendengar suara mendengung atau gemuruh di sekitar setengah jam pada pukul 23.00. Beta-UFO menyimpulkan bahwa kemungkinan besar CC Sleman asli bukan buatan manusia.

"Crop Circle itu menang ada kaitannya dengan UFO," tandasnya. [vin]

Pengamat Yakin Crop Circle Sleman Buatan Manusia

Masyarakat Sleman, Yogyakarta gempar kemunculan pola lingkaran teratur di sawah padi. Namun peneliti riset LAPAN tak yakin itu hasil karya alien. Ini hasil karya manusia.

Pernyataan itu diungkapkan peneliti senior astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin. Secara umum, pola di Sleman banyak dijumpai di luar negeri, terutama Inggris. Meskipun sebagian pihak mempercayai ini bukti keberadaan alien ataupun UFO, Thomas membantahnya.

Menurut Thomas, UFO tidak dapat dibuktikan secara ilmiah karena penjelasan saksi cenderung bersifat kabar bohong, rekayasa atau tergolong pseudosains (sains semu). Meskipun banyak astronom yang meyakini kehidupan makhluk asing selain manusia, Thomas masih ragu kedatangan alien di indonesia karena tidak ada bukti fisik.

“Kalau UFO tidak ada, maka pola geometris crop circle dipastikan bukan disebabkan oleh manuver pesawat antariksa atau UFO,” ujar Thomas.

Menurut keterangan di blog miliknya, pola geometris di Sleman bukan juga disebabkan oleh puting beliung atau pengaruh elektromagnetik dari SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi milik PLN). Puting beliung tidak akan menghasilkan pola yang rapih. SUTET pun tidak akan memberi dampak pola geometris, karena tanaman padi tidak terpengaruh oleh medan listrik atau medan magnet dari jaringan listrik itu.

“Saya menduga itu hasil rekayasa tangan-tangan kreatif. Di banyak negara terbukti crop circle adalah hasil rekayasa kreatif manusia. Pada 1990-an dua orang Inggris buka rahasia bahwa sekian banyak crop circle di Inggris adalah hasil karya mereka,” ungkap Thomas di blog.

Masyarakat Inggris mempraktikkannya dengan menggunakan tali dan papan. Tancapkan satu tonggak sebagai pusat lingkaran. Lalu tali digunakan untuk membuat pola lingkaran, sementara papan yang digantung pada tali diputar sambil diinjak mengelilingi tonggak tersebut. Injakan membuat batang padi tumbang.

Radius lingkaran tergantung pengaturan letak papan yang diinjak-injakkan. Pola garis lurus dan segitigajuga bisa dibuat dengan cara-cara yang kreatif. Jangan takut jejak kaki terlihat, karena kaki menginjak batang-batang tanaman yang rebah. [mor]

Inilah Cara Mengetahui Keaslian Crop Circle

Kemunculan Crop Circle (CC) di Sleman menggemparkan warga sekitar. Menurut Beta-UFO, lembaga yang memperhatikan masalah UFO di Indonesia, ada berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui keaslian crop circle.

Pertama, biasanya akan muncul medan elektromagnetik statis di sekitar lokasi kemunculan CC. Efek ini akan terjadi ketika menyalakan ponsel di daerah itu, maka sinyal akan hilang.

Namun, ketika bergerak menjauh maka sinyal akan kembali lagi. Selain itu, elektromagnetik juga mempengaruhi hewan, kucing dan anjing misalnya. Mereka biasanya akan merasa takut saat berada di lokasi semacam ini.

Kedua, kadar radiasi pun bisa diukur. Pada banyak kasus CC di Inggris biasanya kadar radiasi di lokasi CC akan tinggi dibanding lainnya.

Ketiga, bisa dilihat dari struktur runtuhan tanaman, biasanya pada CC asli hanya berupa runtuhan bengkok (bending) seperti tiba-tiba dipanaskan kemudian dibekukan lagi. Menurut Direktur Beta-UFO, Bayu Amus, terkadang pada tanaman akan terjadi mutasi genetik namun hal itu sulit dilihat.

Mudahnya, orang bisa melakukan uji coba di lokasi aslinya. “Mungkin tidak membuat pola sama dengan hanya menginjak-injak saja,” paparnya.

Menurutnya, jika CC merupakan buatan manusia, maka rebahan tanaman yang diinjak manusia biasanya masuk ke dalam lumpu sawahnya. Seperti diketahui, pada hari ini pula Beta-UFO melakukan penelitian disana dan hasilnya akan diketahui esok hari. [vin]