Tampilkan postingan dengan label blackberry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blackberry. Tampilkan semua postingan

Ternyata BlackBerry Masih Bisa Akses Situs Porno

Ternyata BlackBerry Masih Bisa Akses Situs Porno
Situs Porno Rusia Bisa Diakses Lewat BlackBerry

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Per 20 Januari 2011, pemerintah Indonesia mengumumkan, pengguna BlackBerry di Indonesia tidak bisa lagi mengakses situs porno. Nyatanya masih bisa.

"Alhamdulillah RIM sudah mulai memblokir situs-situs pornografi top rank dengan menggunakan Nawala. Hari ini situs-situs tersebut tidak bisa diakses melalui BB. Ini suatu permulaan yang bagus," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring, di Jakarta.

Pernyataan itu dikemukakan pada hari Kamis, 20 Januari 2011, tepat pada saat deadline kepada Research in Motion (RIM), penyedia layanan BlackBerry, untuk menutup situs porno melalui layanan BlackBerry.

Benarkah demikian? Kru Tribunnews.com mencoba mengakses konten porno di BlackBerry, dan rupanya masih bisa.

Foto pada berita ini menunjukkan bagaimana konten porno, bahkan gambar-gambar hard core (XXX), masih bisa diakses dengan mudah

Inilah 8 Permintaan Tifatul Kepada RIM  

foto

Lanjutan dari postingan sebelumnya, berikut isi Permintaan MenkomInfo kepada Operator Blackberry (RIM), yang rupanya item Porno hanya satu bagian dari 7 hal penting lainnya yang harus dipenuhi. Jadi kalau ada yang ribut mengenai konten Pornografi saja, rasanya memang otaknya pro-ngeres, sudah porno dari sananya.

Sehingga terbukti lagi kalau para elite wong pinter anak negeri ini, punya kebiasaan klasik, muntah dulu, mikir belakangan. Coba baca saja tuntutan yang ditujukan MenTif kepada RIM berikut ini, rasanya sangat positif bagi negeri ini.

Pamulang, 9 Januari 2011

TEMPO Interaktif, Jakarta -
Minggu, 09 Januari 2011 | 14:37 WIB

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengeluarkan ultimatum pada Jumat pekan lalu. Tifatul meminta Research In Motion (RIM), perusahaan Kanada yang mengeluarkan layanan Blackberry untuk menutup akses terhadap situs porno.

Tifatul memberi ultimatum kepada RIM selama dua minggu untuk mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia. Ultimatum ini mendapat banyak protes di situs mikroblogging Twitter sejak kemarin hingga hari ini, Minggu (9/1).

Tifatul kembali membuat pernyataan soal RIM dan layanan Blackberry lewat akun Twitter-nya @tifsembiring pada hari ini. Dalam posting terakhir dia membuat delapan poin soal RIM.

Inilah 8 permintaan Tifatul.
  1. Kita minta RIM agar hormati & patuhi Peraturan perundangan yg berlaku di Indonesia, terkait dg UU 36/1999, UU 11/2008 & UU 44/2008
  2. Kita minta RIM agar buka perwakilan di Indonesia, karena pelanggan RIM di Indonesia untuk Blackberry sudah lebih dari 2 juta.
  3. Kita Minta RIM agar membuka service center di Indonesia untuk melayani & mudahkan pelanggan mereka yang juga WNI.
  4. Kita minta RIM agar merekrut dan menyerap tenaga kerja Indonesia secara layak dan proporsional.
  5. Kita minta RIM agar sebanyak mungkin menggunakan konten lokal Indonesia, khususnya mengenai software.
  6. Kita minta RIM agar memasang software blocking terhadap situs-situs porno, sebagaimana operator lain sdh mematuhinya.
  7. Kita minta RIM agar bangun server/repeater di Indonesia, agar aparat hukum dapat melakukan penyelidikan terhadap pelaku kejahatan tmsk koruptor.
  8. Sejauh ini terkesan RIM meng-ulur-ulur waktu untuk menjalankan komitmen mereka. Apakah kita sebagai bangsa mau diperlakukan spt itu?

Tifatul kemudian menutup dengan postingan terakhir: "Kalau ada nasionalisme di dada kita & ingin menjadi bangsa berwibawa, pasti sebagian kita akan setuju poin2 yang saya sampaikan tentang RIM."

Tempointeraktif.Com - Inilah 8 Permintaan Tifatul Kepada RIM


Mengapa Tifatul Ancam Blokir Blackberry?

foto

Saya setuju dengan gebrakan MenkomInfo untuk menutup akses ke Situs Porno, karena kalau hal ini tidak dilakukan melalui pemerintah siapa lagi yang akan perhatian dengan urusan begini. Ketegasannya perlu dijadikan teladan bagi yang lain, kalau ada yang protes ini itu sudah biasa dalam setiap pengambilan keputusan.
Yang saya herankan justru pernyataan On W Purbo, yang secara sinis bertanya : "Klo Server BB hrs di RI? knp gak sekalian server yahoo.com, gmail.com, facebook.com, dll hrs di RI? tulis dia.

Sebagai seorang yang pakar, sudah berumur, mestinya dia paham kalau Pornografi diinternet adalah bagian terburuk yang harus diantisipasi sebisanya. Soal apakah server lainnya akan dipindah ke Ri atau tidak, kan bisa saja hal itu dilakukan. Kalau toh tidak bisa diperiodenya men Tif, bisa saja kelak nanti diperiodenya dia (Ono WP) kalau kelak dia jadi Mantri Telkom.

Kemudian lagi ada Politikus yang nyeletuk, "kalau otaknya sudah porno, ya porno saja nggak harus akses BB (kurang lebih begitu ungkapannya), nah yang begini ini lebih parah lagi, kalau politisi semacam ini hanya karena berseberangan dengan MenTif, lalu bicaranya asal, apa jadinya negeri ini? Urusan otak porno atau tidak kan urusan pribadi masing-masing, tugas pemerintah itu ya harus mengambil tindakan-tindakan nyata, walau tidak mungkin untuk menghapus semua konten porno yang ada di Internet.

Saya pandang, mereka yang pinter-pinter ini ternyata kalau pada argue, punya kebiasaan klasik, muntah dulu, mikir belakangan.

Sorry, jack

Pamulang, 9 Januari 2011

Tempointeraktif.Com - Mengapa Tifatul Ancam Blokir Blackberry?

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring kembali jadi bahan pergunjingan di media sosial Twitter. Gara-garanya, pemilik akun @tifsembiring ini mengancam akan menghentikan layanan BlackBerry keluaran Research in Motion (RIM), bila perusahaan asal Kanada ini tak juga memblokir akses terhadap konten pornografi.

Beberapa waktu terakhir ini tim dari pemerintah dan RIM melakukan pembicaraan soal penutupan saluran pornografi tersebut. RIM keberatan jika harus menyediakan server untuk memblokir konten pornografi. Sedangkan Tifatul ingin RIM menutup akses terhadap saluran pornografi.

“Kita bukan sedang bernegosiasi, kalau RIM tdk mematuhi peraturan dan UU RI, enough is enough!!!” tulis Tifatul dalam akunnya.

Kicauan tersebut memancing protes. Mereka menilai Blackberry merupakan layanan komunikasi saja yang sejauh ini banyak digunakan untuk hal positif oleh penggunanya.

Anehnya, pada kicauan dia berikutnya, dia menulis soal keinginan bahwa RIM harus membuka pusat data di Indonesia. “92% capex telco dikuasai oleh asing, kita sedang nego: buka sevice center di INA, serap naker INA, gunakan konten lokal. Ko bela asing??” kata dia.

Beberapa pengguna Twitter curiga bahwa ancaman Tifatul sebenarnya berhubungan dengan keinginan pemerintah untuk bisa mengakses data RIM, yang selama ini sulit dilakukan lantaran pusat datanya tak berada di Indonesia.

Praktisi teknologi informasi, Onno W. Purbo, dalam akun Twitter-nya menanyakan soal itu. “Klo Server BB hrs di RI? knp gak sekalian server yahoo.com, gmail.com, facebook.com, dll hrs di RI?” tulis dia.