Siapa Dewo16?
--------------------------------------

JAKARTA, RABU-Misteri jatuhnya pesawat AdamAir rute Jakarta-Surabaya- Manado di perairan Majene, Sulawesi Barat, 1 Januari 2007, terjawab sudah. Awalnya, alat navigasi pesawat atau yang dikenal sebagai Internal Reference System (IRS) rusak. Menteri Perhubungan, Jusman Syafi'i Djamal menegaskan hal itu kepada wartawan di gedung Departemen Perhubungan, Selasa (25/3) siang. Kesimpulan tersebut diketahui setelah Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membaca laporan kejadian prakecelakaan dari cockpit voice recorder (CVR).
Menurut anggota KNKT, Mardjono, kedua awak pesawat (pilot dan kopilot) terkonsentrasi memperbaiki kerusakan ISR dan lupa memerhatikan instrumen lain. Mereka tidak menyadari pesawat miring dan turun mendekati laut. Mereka baru sadar dua menit sebelum pesawat pecah menabrak laut. "Sudah terlambat. Tidak ada yang bisa dilakukan. Seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 102 hilang dan dianggap tewas," ujar Mardjono.
Mardjono menerangkan, kerusakan IRS terjadi dalam 13 menit terakhir penerbangan, sebelum pesawat jatuh. Kerusakan ini mengalihkan perhatian pilot dan kopilot dari flight instrumen (instrumen penerbangan). Hasil rekaman digital flight data recorder (DFDR) menunjukkan, awalnya pesawat terbang dengan bantuan instrumen kemudi otomatis (autopilot). Namun, penanganan terhadap IRS yang dilakukan tidak sesuai dengan buku panduan, sehingga kemudi otomatis pesawat menjadi tidak berfungsi. Pesawat pun mulai miring.
"Karena kemiringannya hanya satu derajat per detik, jadi tak terasa. Autopilot disconnect (kemudi otomatis tidak berfungsi) dan alarm berbunyi: not..not..not. Mereka sempat mematikan alarm tersebut karena terlalu fokus pada IRS. Ini biasa. Jadi, tidak bisa dikatakan human error, hanya kinerjanya yang error. Kinerja sebagai manusia darat yang harus terbang. Kalau di darat, prosedur mereka sudah benar. Tapi, berbeda halnya jika dia berada di udara," kata Mardjono.
Ketua KNKT Tatang Kurniadi menambahkan, setelah pesawat miring ke kanan melewati 35 derajat, alram berbunyi. Pesawat terus miring hingga 100 derajat dan situasi sudah tidak bisa dikendalikan lagi. "Pesawat miring daya angkatnya memang kurang. Padahal dia (pilot) melakukan recover baru setelah hidung pesawat nunduk 60 derajat. Apalagi dengan kecepatan yang mencapai 0,926 kecepatan suara. Karena itu, pecahan badan pesawat terbesar yang ditemukan hanya dua meter. Saat menabrak laut itulah, pesawat terpecah," jelasnya.
Pesawat dengan bernomor penerbangan DJHI 574 itu terbang dari Bandara Juanda, Surabaya (1/1) 2007 pukul 05.59. "Tidak ada tanda-tanda atau bukti pilot dapat mengendalikan pesawat secara tepat dan seksama, sesudah alrm berbunyi dan pesawat melewati 35 derajat ke kanan," ujar Tatang Kurniadi.
Pilot pun tidak sempat menaikkan pesawat karena posisi pesawat sudah miring. Akibatnya, pesawat menghujam ke laut dengan kecepatan 1.000 kilometer per jam. Yang memilukan, terdengar suara kata-kata terakhir pilot Revri Agustian Widodo kepada kopilotnya Yoga. "Jangan dibelokin, jangan dibelokin," setelah itu tak diketahui nasib pesawat AdamAir dan seluruh penumpangnya.(Warta Kota/Get)
Rekaman pembicaraan ini tersebar secara berantai melalui e-mail dan salah satunya masuk ke inbox kompas.com. Entah, sejak kapan rekaman ini beredar. Juga tidak diketahui secara pasti benar atau tidaknya rekaman ini.
Rekaman
berdurasi 5:38 menit itu merupakan percakapan dua orang lelaki dengan
latar belakang suara gemuruh di sepanjang percakapan. Seorang lelaki
dalam percakapan itu dipanggil "Kep" (Captain). Lelaki yang satunya
lagi tidak bisa diidentifikasi. Namun, tertangkap dengan jelas dari
nada suaranya, lelaki yang dipanggil "Kep" adalah pimpinan dari lelaki
yang satunya.
Di awal percakapan mereka membicarakan tentang
cuaca yang buruk dan ketidakjelasan posisi. Pilot kemudian memutuskan
untuk terbang menggunakan sesuatu yang disebutnya "attitude".
Menjelang
akhir rekaman, kedua orang itu banyak menyebut angka. Radio komunikasi
tidak putus-putus berbunyi. Di akhir percakapan, nada suara kedua orang
itu terdengar panik. Suara lelaki yang dipanggil "Kep" berulang kali
berteriak, "Coba naik...Coba naik...."
Lalu suara gemuruh
terdengar lebih keras dan kedua orang itu berulang-ulang menyebut asma
Allah, "Allahu Akbar...Allahu Akbar..." Kemudian terdengar suara
seperti benturan diikuti teriakan asma Allah yang panjang dan rekaman
itu berakhir.
Mirip?
Kalau dicermati,
rekaman percakapan ini mirip dengan persoalan yang dihadapi almarhum
Kapten Pilot Refri A Widodo dan kopilot Yoga di kabin pesawat naas itu.
Berdasarkan penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi
(KNKT) pesawat yang membawa 96 penumpang ini awalnya dihantam cross wind (angin yang tiba-tiba muncul dari arah samping pesawat) yang membuat pesawat keluar dari lintasan. Pilot kehilangan posisi.
Berdasarkan rekaman pembicaraan antara kokpit AdamAir dengan Air Traffic Control (ATC)
Makassar pesawat diduga keluar jalur lintasan penerbangan dari
Surabaya-Manado. Kokpit AdamAir sempat meminta ATC Makassar memandunya.
Ketika pilot melaporkan adanya cross wind, radar
ATC Makassar menangkap pesawat bergeser ke luar lintasan ke arah barat.
ATC lantas meminta pesawat mengubah arah. Namun, sebelum mencapai jalur
pesawat sudah hilang dari radar.
Sementara itu, berdasarkan
analisis KNKT, pesawat yang terbang pada hari pertama tahun 2007 itu
mengalami kerusakan alat bantu navigasi inertial reference system atau IRS.
Pilot
mengalami disorientasi spasial, tidak menyadari kemiringan pesawat.
Kemiringan pesawat mencapai 100 derajat dan posisinya menunduk 60
derajat. Pesawat meluncur sangat kencang dengan kecepatan Mach 0,926
atau setara dengan 1.100 kilometer per jam. Padahal, kecepatan normal
Mach 0,82. Akibatnya pesawat tidak mampu lagi dikendalikan dan jatuh ke
laut.
Rekaman itu
Berikut rekaman pembicaraan itu:
.....suara gemuruh yang monoton....
Lelaki yang dipanggi "Kep" (Capt): Ini posisinya dia di sono...
.....suara pembicaraan dalam bahasa Inggris di radio komunikasi (tidak jelas)....
Capt: Ujung pandang di luar..
Lelaki lain (Lelaki): Cuaca....ampun deh..
......komunikasi radio dalam bahasa Inggris (tidak jelas)....
Capt: Lho, ini diembinye dia? (apakah yang dimaksud DMB?)
Lelaki: Iya, makanya itu Capt, ngaconya di situ
Capt: Lha, ini mike kilo siera (MKS)?
......komunikasi radio dalam bahasa Inggris (tidak jelas)....
Capt: Tapi nggak jelas nih
Capt: Anginnya dah mulai normal lagi
Lelaki: Ya
......komunikasi radio dalam bahasa Inggris (tidak jelas)....
sempat terdengar, "Selamat tahun baru, Mas....ok di-copy, disampaikan nanti insya allah.."
Capt: ....(tidak jelas)...diembi gue beda dengan diembi gambarnya ini
Lelaki: Iya, ngaco dia, benar
Capt: Udah ngaco emang...(jeda)... udah mulai kapal bambu, udah.... (jeda)....mendingan kita percaya sama ini aja deh..
Lelaki: Hehe..(tertawa kecil) iya lah
Capt:...Terlalu jauh banget...
.....suara gemuruh yang monoton...
Capt: Salah lagi itunya
.....suara gemuruh yang monoton...
Capt: Coba tolong confirm posisi aja .....(tidak jelas, Capt memerintahkan lelaki berbicara tentang sesuatu)....
........komunikasi radio dalam bahasa Inggris, "Confirm radio...contack to radio 307.."...selanjuntya tidak jelas....
Capt: Ok, that's confirm..ok that's confirm
Capt: Ngaco...bla..bla..nya... (terdengar seperti SMS-nya) SMS telah mengacaukan dirinya sendiri, edan opo (gila apa)
Capt: Woi, terbangnya melanglang buana'e...
.....suara gemuruh yang monoton...
Lelaki: ...tidak jelas...
Capt: Coba gue pake ini aja deh terbangnya....(tidak jelas)...taruh di attitude...
Lelaki: Yes...
.....suara gemuruh yang monoton...
Lelaki: Masuk ke..?
Capt: Fill aja
Lelaki: Fill?
Capt: Iya full aja
Lelaki: Full aja ya
Capt: Kita pake atitude aja ni
Lelaki: Yang left?
....percakapan tertutup komunikasi radio dalam bahasa Inggris.......
.....kreett..krett...komunikasi radio dalam bahasa Inggris (tidak jelas)....
Capt: Masukin heading
Lelaki: Heading berapa nih, Capt?
Capt: Zero..zero..seven nine ya
Lelaki: Ya
......komunikasi radio dalam bahasa Inggris (tidak jelas)....
Capt: Coba naik lagi
Capt: Coba left lagi
Lelaki: Yes
Capt: Coba left...coba left ...
Lelaki: Ok Capt
Capt: Jangan dibelokin nih (suara Captain mengeras)
Lelaki: Captain...Captain... Captain...(panik)
......Suara gemuruh makin keras dan terndengar suara kretek....kretek...kretek....
Lelaki: Aduh Capt..Capt...
Capt: Ya..ya..
......Suara gemuruh makin keras dan terndengar suara kretek....kretek...kretek....
Tidak
jelas lagi suara siapa, terdengar Alhahu Akbar berulang
kali....disertai suara gemuruh yang semakin keras.....suara seperti
benturan dan teriakan aaaahhhh.... Alhahu Akbar .....Alhahu Akbar
......Alhahu Akbaaaaaaaaaar......(rekaman berhenti)...
Transkrip di situs lain
Rekaman ini juga banyak diulas di sejumlah blog dan didiskusikan di sejumlah situs komunitas. Di situs komunitas Kaskus, bahkan beredar transkrip lengkapnya. Berikut transkrip yang diambil dari Kaskus.
(WARNING sound) : PULL...
Voice on DHI 574 cockpit : ini ----
ATC: trigana 161, the surface conditions, wind 290 degrees 07 knots, current visibility about 2 until 3 kilo mike, request descent?
in the background (Adam's pilot chatting: ---- ----- headingnya.....ini posisinya dia, di sono.... iya 21 mile) .
TGN 161: say again sir?
ATC: trigana
161, visibility 2 until 3 kilo mike, surface wind 290 degrees 07 knots,
runway in use runway 13, confirm ready for approach or make holding
waiting for weather improvement?
TGN 161: affirmative, we are make holding
ATC:
roger, trigana 161, now fly heading... ee... two six zero expect
holding on one five miles mike kilo sierra, radial three one zero mike
kilo sierra...
in the background (Adam's pilot chatting: ---- ----- -----, ujung pandang.... bos.... ujung pandang jelas?)
Voice on DHI 574 cockpit: aiyyah.... cuaca di mike kilo sierra (means…. Makassar… ampun deh)
TGN 161: ----heading 260, 15 miles holding, trigana 161
Voice on DHI 574 cockpit: loh, ini DMEnya nih yah...
iya makanya juga ngaconya disitu
nah, ini mike kilo sierra
yah...
ATC: adam 574 confirm maintain heading 070 or tracking to DIOLA?
DHI 574: affirm
mach 74 maintaining 070...
Voice on DHI 574 cockpit : Bearing 074
anginnya dah mulai normal lagi
iyah....
ATC: Syahrizal confirm? (ATC asking for pilot's name)
selamat tahun baru mas....
DHI 574: Gatu
ok dicopy, disampaikan nanti, Insyaallah....
Voice on DHI 574 cockpit: ---- koq DMEmu beda sama DME gambarnya ini
iyah...
ngaco dia tuh brarti
dah ngaco dah emang ...dah ngaco
udah mulai gambar bambu ini
udah, kita percaya ama ini aja deh...
hehehe... iyalah....
---- cewe-cewe
makanya, terlalu jauh banget
----
___noise___
salah lagi ini dia....
----
iya nih
coba.. tolong confirm posisi aja, confirm on radial sekian.. 124 DME gitu
(on the background, FO calling ATC)
ATC: go ahead
---- : ---- ----
DHI 574: roger... adam 574 position is 125 miles mike kilo sierra, crossing radial 307 mike kilo sierra
Voice on DHI 574 cockpit: ok..... that's confirm... that's confirm
affirm
iya khan.. ngaco
ngaco FIDSnya udah ----, FMSnya…
FMS telah mengacaukan dirinya sendiri... UEDANN opo...
oi terbangnya melanglang buana eh....
TGN 161: trigana 161, maintain visibility now
ATC: standby one
Voice on DHI 574 cockpit: ini aja kep yah
coba ini.. apa.. ee.. gw pake ini aja deh untuk navnya, pake ---- audio altitude
yes
yah ini aja
TGN 161: Trigana 161 request visibility now?
ATC: standby one
TGN 161: standby
Voice on DHI 574 cockpit: masuk ke….
fail aja
fail?
yah, vault aja nih
----
ntar attitude (or) altitude aja nih
ada semua ---- cable? (probably AM/Air Mechanic try to repair something on cockpit)
attitude (or) altitude? nggak..
yang laen...
ATC: trigana 161 the visibility 2 until 3 kilo mike and runway change, 290 degrees 08 knots
Voice on DHI 574 cockpit: (Adam's AM: klo angin dan headingnya saja, masukin ini ...)
TGN 161: copied, trigana 161
Voice on DHI 574 cockpit: ---- SELCAL dan altitude
masukin ini
heading brapa nih kep? (FO asking)
zero... zero seven nine yah (captain)
iya
masukin ini keatas
TGN 161: trigana 161, request ILS.. visual at runway 13
ATC: trigana 161, ee.. roger make left turn now heading on zero zero one descent two thousand feet, clear ILS approach runway 13
Voice on DHI 574 cockpit: ini kep?
taro NAV lagi....
TGN 161: trigana 161, ....descent to two thousand confirm?
(in the background, warning sound ....----....)
ATC : affirm
Voice on DHI 574 cockpit: taro NAV lagi, taro NAV lagi....
TGN 161: descent to two thousand, trigana 161
Voice on DHI 574 cockpit: yes?
taro NAV lagi (in the background, WARNING sound .... ---- .... WARNING alarm)
taro NAV lagi
NAV!...... ok kep?
JANGAN DIBELOKIN Nih... kita ---- -----
captain, captain, captain...
(WARNING sign.... ticking....)
aduh kep, kep, kep....
ya, ya...
Allahuakbar....... Allahuakbar........ Allahuakbar…….. Allahuakbar........
DHI 574: Mayday.....
Voice on DHI 574 cockpit: argh...
Allahuakbar....
DHI 574: MAYDAY… MAYDAY…!!
Voice on DHI 574 cockpit: Allahuakbar....
allahuakbar....
(…sounds like windshield kracking…)
argh...
allahuakbar....
NB :
- DHI …. ICAO Code for Adam Air, such as GIA (Indonesia), MNA (Merpati), TGN (Trigana), LNI (Lion)
- Mike kilo sierra = MKS …. Alat bantu navigasi (VOR) di Ujung Pandang
- ATC …. Air Traffic Controller. Dalam percakapan ini adalah suara dari Ujung Pandang Approach (UPG APP).
- DME = Distance Measuring Equipment….. alat bantu penentu jarak ke station tertentu.
- DIOLA…. DR/Dead Reckoning point. Koordinat pada titik tertentu di bumi (used for navigation).
- FO = First Officer…. Copilot.
- FMS = Flight Management System…. Komputer di cockpit yang berfungsi mengatur penerbangan dari pesawat tsb.
| Laporan: Tribun Kaltim/Muhammad Khaidir | |||||||||
| Jumat, 11-07-2008 | 15:00:21 | |||||||||
| SAMARINDA, BPOST - Noorsyaidah, warga Jl Merdeka 3 Samarinda yang dari perutnya mengeluarkan kawat, Jumat (11/7) pagi dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Syahranie. Ia memulai tahap pengobatan. Tim dokter yang dipimpin langsung oleh Direktur RSUD AW Syahranie, dr Ajie Syirafuddin menjemput Noorsyaidah di rumahnya sekitar pukul 08.00 WITA. Awalnya, keluarga sempat menolak, karena keluarga khawatir dengan kondisi mental Noorsyaidah. --------------------- Derita ‘Manusia Kawat’ (1), Aku Juga Ingin Menikah
|